
Suasana di antara ketiganya mendadak menjadi hening, karena Arya meminta keduanya untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Setelah Arya merasakan kalau ini cukup hening selama beberapa menit, Arya memutuskan untuk membuka pembicaraan yang hening ini.
"Tolong beri tau padaku Liam,"
"Apakah benar kalau Ling adalah tuan yang kamu katakan?" tanya Arya dengan tatapan serius dan tangan dingin karena berharap semua yang dikatakan oleh Liam nantinya adalah sebuah kebohongan tapi harapannya mengkhianati dirinya, Liam mengatakan kalau itu benar yang artinya dia benar-benar harus membunuh sahabatnya sendiri kali ini.
Jawaban singkat yang membuat Arya mengepal tangan dengan erat, perasaan ditipu atau terpukul oleh kenyataan di rasakan oleh Arya saat ini. Tidak lama setelah Arya selesai memproses semua pemikirannya untuk menerima kenyataan, Arya kembali menanyakan apa alasan raja iblis itu muncul.
Liam mau atau tidak mau harus menjawab pertanyaan yang di tanyakan oleh Arya, karena dia sudah terpojok oleh dua orang dan identitasnya di akademi mungkin saja bisa terancam lebih jauh. Ketika keduanya mendengarkan jawaban itu, membuat mata keduanya terbelalak tidak percaya.
"Apa kamu yakin dengan yang kamu katakan barusan?" tanya Austin sambil menarik kerah baju milik Liam
"Aku yakin tidak ada keraguan di dalam ucapanku,"
"Dan satu-satunya alasan mengapa raja iblis bisa berada di pihak Ling karena dia adalah adik kandung raja iblis,"
"Keluarga Fu mengorbankan tubuh Ling di saat kecil untuk persembahan, sedangkan Chen akan menjadi kepala keluarga oleh karena itu Ling di korbankan,"
"Sejak Ling menjadi persembahan raja iblis, raja iblis memberikan hadiah kecil kepada Ling yaitu menjadi salah satu dari mereka yang artinya dia mendapatkan darah raja iblis menjadi iblis,"
"Sisanya tidak bisa aku ceritakan karena aku tidak juga mengetahui kronologi kejadiannya dengan jelas," ucap Liam dengan dingin dan senyuman pahit ke arah luar jendela
__ADS_1
Cerita dari Liam membuat keduanya merasa terkejut, tapi masih jadi satu pertanyaan yang belum terjawab untuk Arya yaitu siapakah raja iblis yang membantu Ling untuk mendapatkan dukungan.
Austin memutuskan untuk saat ini pembicaraan di akhiri saja, karena ini sudah sangat larut dan besok mungkin mereka bisa terlambat. Banyak kenangan yang tidak bisa di lupakan oleh Arya dari kehidupannya saat ini tapi, saat ini dia harus menghapus semua perasaannya yang naif itu karena sahabatnya adalah orang yang akan menjadi musuhnya nanti.
Di tempat dan malam yang tidak Arya dan Austin ketahui, rapat besar di adakan di atas meja besar panjang. Dihadiri oleh berbagai makhluk dari monster yang cerdas sampai ke raja iblis sendiri, rapat yang bisa membuat mereka bersenang-senang menunggu kehancuran para dewa.
"Yang mulia, sesuai dengan perintah anda saya telah mengumpulkan para monster,"
"Kita juga sudah berhasil melatih para knight," ucap seorang laki-laki bertaring sambil menggoyangkan gelas yang berisikan darah
"Sistem iblis akhir-akhir ini sedang berusaha merusak sistem yang dibuat para dewa, tapi tidak pernah berhasil sampai saat ini sistem itu hancur,"
"Lama-lama ini menjadi menyebalkan," ucap seorang laki-laki berkacamata dengan tatapan kesal dan aura yang menekan
"Ling, kamu tidak boleh menggunakan aura juga jika kamu kesal,"
"Semuanya ada prosesnya sampai kita berhasil, jika kamu ingin menghancurkan keluarga Fu maka tenang saja kakak akan melakukannya tanpa harus menghancurkan sistem dewa," ucap Laki-laki bermata merah dengan tatapan lembut ke arah laki-laki berkacamata
Malam itu rapat besar di meja panjang, berakhir dengan pesta minum-minum tidak ada yang menyadari kalau akan ada pengkhianat di dalam rapat besar yang diadakan.
Keesokan harinya, Arya terlambat hadir ke kelas salah satu guru yang pernah menghukum dirinya, tapi karena sudah merasa telat Arya malah mengatakan kalau dia sakit kepala dan berisitirahat di ruangan perawatan sesaat sebelum masuk ke dalam kelas. Merasakan kalau kali ini Arya mengatakan sejujurnya dia di izinkan masuk ke dalam kelas, padahal Arya berbohong kepada gurunya semulus bernafas.
__ADS_1
Pelajaran pertama, kedua dan ketiga berjalan lancar sampai istirahat tiba, seluruh siswa-siswi akademi pastinya berjalan menuju kafetaria untuk makan, akan tetapi saat berjalan ke kafetaria mereka berjalan dengan berdesak-desakan karena ini adalah jam dimana semua siswa akan makan siang. Arya berusaha menyelip di setiap ada ruang untuk lewat, sampai pada saat dia ingin lewat melewati celah tanpa sengaja dia menabrak seorang gadis.
"Maafkan aku, karena menabrak anda nona," ucap Arya yang sambil mengulurkan tangannya ke arah gadis itu
"Tidak apa-apa ini juga salahku pasti karena tidak memperhatikan jalanan dengan baik sampai menabrak," ucap gadis yang terjatuh sambil membersihkan debu-debu yang berada di pakaiannya, kemudian menatap ke arah Arya membuat keduanya menjadi termenung sesaat
Orang yang ditabrak oleh Arya ternyata adalah putri keluarga Marques yang pernah di tolong olehnya berbaikan dengan sang calon tunangan dari keluarga kerajaan, karena Arya bertemu dengan putri keluarga Marques yang sudah lama tidak terlihat olehnya. Keduanya berbincang-bincang sampai ke kafetaria, sang putra makhota yang keduanya berjalan bersama tentu merasakan amarah ingin meledak, tetapi mengingat juga kalau karena Arya masalah kesalahpahaman antara mereka selesai, dia menjadi tidak terlalu menghakimi Arya yang dekat dengan tunangannya.
"Liam dan Ling tidak bersama denganmu? Padahal ada rumor yang mengatakan kalau kalian selalu bersama-sama seperti saudara kemanapun perginya dan kelas apa yang kalian ikuti,"
"Kalian pasti akan tetap saling menunggu sama lain sampai pelajaran itu selesai, tapi sepertinya kalian tidak begitu mirip dengan yang rumor beredar,"
"Apakah kalian bertengkar?" ucap Caroline dengan senyuman tipis ke arah Arya yang terlihat sedikit murung walaupun tidak benar-benar di tunjukkan
Arya yang menyadari ucapan Caroline yang awalnya hanya berbasa-basi tapi ternyata untuk membicarakan hubungan mereka bertiga, merasa sangat sakit tak berdarah dan sesak di dada. Seperti setiap ucapan yang paling dihindari olehnya saat ini. Memang berat rasanya dirasakan oleh Arya ketika ada orang yang mengatakan hubungan persahabatan yang akur miripnya hubungan dengan saudara kandung, tetapi hubungan mereka saat ini telah kandas karena keinginan masing-masing yang berbeda-beda, bahkan mungkin tidak akan bisa lagi menjadi salah satu tempat untuk berlindung kepercayaan.
"Kamu pasti merindukan kenangan masa lalu bukan Arya?"
"Tidak lemah jika jujur dengan perasaanmu sendiri jika kamu rindu,"
"Malah akan buruk jika kamu akan merasakan sakit berkali-kali lipat jika kamu berbohong kepada diri sendiri,"
__ADS_1
Kaya Dengan Sistem Reputasi