
Di malam itu keduanya duduk di atas atap asrama dengan kisah-kisah masa lalu, Arya yang mendengarkan cerita itu menjadi terdiam sejenak dan berpikir betapa miripnya Liam dengan dirinya di masa lalu, namun yang membedakannya dia di masa lalu tidak ada siapapun yang peduli.
Keesokan harinya seluruh anggota Schonheit di minta untuk berkumpul karena terjadi masalah yang sangat darurat, pertemuan ini juga bukan hanya melibatkan Schonheit tapi pihak kerajaan. Sebelum rapat dimulai Arya mencari menggunakan sistem masalah apa yang saat ini menjadi pembicaraan darurat.
Layar tipis itu memberikan informasi, kalau telah terjadi sebuah perang antara kerajaan timur dan para iblis. Organisasi besar yang di pimpin oleh salah satu dewan iblis yang kuat, nama organisasi iblis ini adalah Teufel. organisasi ini dibentuk oleh raja iblis dari orang-orang ditunjuk langsung oleh raja iblis, sebagian negeri timur telah hancur banyak rakyat yang menjerit dan menangis karena ulah para iblis yang menyerang.
Arya yang melihatnya merasakan sedih dan marah tapi dirinya saat ini tidak bisa berbuat banyak karena dia tinggal di wilayah barat bukan wilayah timur. Entah berapa banyak korban jiwa di sana saat ini, tapi yang pasti saat ini mungkin adalah barat yang akan menjadi medan pertempuran.
"Aku sangat berterima kasih kepada kalian semua yang telah hadir, walaupun harus mengorbankan waktu jam pembelajaran kalian,"
"Kalau begitu kita akan langsung memulai rapat darurat, kali ini," ucap Rokhahul yang memimpin rapat darurat kali ini sambil mengeluarkan tumpukan kertas dari tempat penyimpanan sihirnya
Terlihat berbeda-beda isi kertas yang dibagikan kepada setiap anggota Schonheit, tapi dengan kesimpulan yang sama yaitu pembahasan perang iblis dengan negeri timur yang barusan diperiksa oleh Arya melalui sistem.
"Silahkan kalian baca dan lihat informasi yang ada di kertas yang telah dibagikan,"
"Itu semua adalah berita dadakan yang kita terima dari negeri timur,"
"Jangan sampai ada siswa-siswi dari akademi kita yang berasal dari timur mengetahui informasi ini, karena jika mengetahuinya mungkin mereka akan melakukan hal bodoh dengan mengorbankan nyawa mereka sendiri,"
__ADS_1
"Kita akan mengamankan penjagaan tiga kali lipat lebih ketat dibandingkan dengan sebelumnya, dibantu oleh pasukan keluarga kerajaan,"
"Dan jalankan festival seperti tidak terjadi apa-apa, karena tugas kita melindungi semua siswa-siswi," ucap Rokhahul dengan tatapan tegas dan dingin
Liam yang mendengarkan ucapan dari Rokhahul tentang hilangnya negeri timur tentu tidak akan mudah di terima, karena dia pernah tinggal disana pada saat Chen mengajaknya ke sana. Banyak sekali hal yang dia dapat dari sana, namun kini telah hilang hancur karena iblis. Saat ini dia hanya harus berkepala dingin menghadapi masalah yang baru terjadi. Karena melihat Liam yang gemetaran maka Arya meminta izin kepada Rokhahul untuk pulang ke mansion karena ada hal yang ingin di ketahui oleh mereka berdua.
Setelah pertimbangan panjang Rokhahul mengizinkan mereka pulang sebentar tetapi menggunakan sihir teleportasi sebab Rokhahul tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada kedua anggotanya yang memiliki bakat luar biasa.
Arya dan Liam yang pulang menggunakan teleportasi, hari itu juga keduanya langsung berangkat supaya bisa membantu penyusunan festival di akademi. Titik teleportasi itu ternyata tepat langsung ke depan pintu mansion besar milik keluarga Fu.
Terdengar suara hiruk pikuk dari luar mansion, Liam dan Arya saling menatap untuk memikirkan siapa di antara mereka yang harus membuka pintu mansion karena perasaan takut setelah berita yang baru di dapatkan dari negeri timur yang hancur. Arya menggunakan sistem untuk mengaktifkan fitur tembus pandang atau X-ray yang akan memperlihatkan sisi dibalik pintu, karena suara-suara yang terdengar begitu terdengar.
Tanpa berpikir panjang, Arya langsung membuka pintu tanpa menatap ke arah Liam lagi karena dia telah memastikan dalam ruangan dengan layar tipis miliknya.
Semua orang di dalam ruangan menoleh ke arah pintu yang terbuka, Liam yang melihat isi ruangan di penuhi oleh orang-orang yang dia kenal terduduk lemas karena lega bahwa orang-orang dari timur yang dia kenal selamat.
"Arya dan Liam kenapa kalian ada di mansion? Bukankah seharusnya kalian berada di akademi saat ini? Dan dimana dengan Ling?" tanya Chen yang berjalan ke arah keduanya, tepat sebelum Arya menjawab dia langsung disela oleh seorang laki-laki yang terlihat paruh baya dengan tatapan tajam ke arah Arya.
"Jadi kamu yang bernama Arya, tidak heran jika putraku sering mengirimkan surat dan menceritakan tentang dirimu,"
__ADS_1
"Aku harap kamu tetap ingin bekerja sama dengan keluarga kami terutama dengan putra kami Chen," ucap laki-laki paruh baya itu dengan menepuk-nepuk pundak Arya dengan keras sedangkan Liam di datangi oleh seorang gadis kecil dan di peluk olehnya.
"Saya berterimakasih juga kepada kedua putra anda terutama Ling yang menjadi teman main saya dan berkat mereka berdua saya bisa sesukses sekarang, walaupun bisnis ini tidak di jalankan secara langsung," ucap Arya dengan senyuman lembut ke arah laki-laki paruh baya itu, tetapi laki-laki paruh baya itu terlihat tidak senang ketika nama Ling di sebut seperti mereka membenci Ling yang merupakan saudara dari Chen, dan merupakan salah satu bagian dari keluarga Fu.
Entah konflik seperti apa yang ada di keluarga ini karena sangat memusuhi Ling. Kepala pelayan tiba-tiba datang dan mengatakan kalau semua makanan siang telah di siapkan yang membuat semua anggota keluarga Fu langsung mengikuti kepala pelayan itu, kecuali Chen yang masih ingin menanyakan beberapa hal kepada keduanya.
"Karena para orang tua itu telah pergi,"
"Jadi, tolong jawab pertanyaan yang aku ajukan tadi," ucap Chen dengan tatapan serius ke kedua orang yang sedang saling menatap
"Ling saat ini sedang di akademi mengurus acara festival,"
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dia titip pesan bahwa dia baik-baik saja di akademi dan kami kesini ingin menyampaikan surat festival yang mengundang semua keluarga siswa-siswi ke akademi,"
"Setelah ini kami akan kembali ke akademi lagi," ucap Arya dengan senyuman ke arah Chen yang terlihat khawatirkan adik kecilnya itu.
Arya yang melihat wajah dari Chen yang khawatir itu, tentu tidak mungkin tidak mengatakan kebohongan kepada Chen. Karena mungkin saja Chen bisa melakukan sesuatu hal yang nekat nantinya untuk menyelamatkan adik laki-lakinya dari iblis. Arya dan Liam kemudian di ajak Chen untuk makan bersama di ruangan makan, mereka semua yang berada di ruang makan berbincang riang dengan Liam dan Arya. Akan tetapi itu tidak berlangsung lama sampai dua orang laki-laki memasuki ruangan makan membuat ekspresi sebagian orang di dalam ruangan berubah.
"Aku pulang kakak,"
__ADS_1
"Ternyata seluruh keluarga Fu datang ke barat ya,"
Kaya Dengan Sistem Reputasi