Kaya Dengan Sistem Reputasi

Kaya Dengan Sistem Reputasi
Bab 35 dua orang yang berhasil bertahan


__ADS_3

Arya mengajukan dirinya dengan ucapan yang lantang dan percaya diri karena dia yakin kalau lawannya seumuran dengan dirinya maka tidak akan masalah walaupun sulit, tidak lama dari dia mengajukan diri Austin dan Rokhahul secara bersamaan juga mengajukan diri untuk ikut karena dia masih ada tanggung jawab kepada semua tamu yang seharusnya dia lindungi.


"Apakah hanya ada tiga orang yang mengajukan diri? Dan semuanya berasal dari pihak dewan akademi Schonheit?"


"Apakah kalian para bangsawan hanya pajangan saja? Takut dengan kematian untuk apa aku menunjuk kalian semua sebagai bangsawan?" ucap sang raja dengan lantang dan kecewa ke arah semua bangsawan yang duduk di sana dengan kepala tertunduk tanpa berani menatap mata sang raja yang terlihat sangat marah


Siapa yang tidak marah ketika melihat semua bangsawan yang hanya ingin hidup enak tanpa memikirkan keadaan banyak orang atau rakyatnya, hanya memikirkan nyawanya dan kehidupannya adalah yang paling penting untuk di selamatkan tentu saja kecewa sang raja. Beberapa menit setelah sang raja marah masih juga tidak ada yang berani mengangkat tangan untuk mengajukan diri, sampai tiba-tiba pintu besar itu terbanting dengan kuat tanpa mengetuk pintu ataupun membukanya pelan-pelan terlihat dua orang yang asing untuk Arya dan kedua temannya lihat masuk ke dalam ruangan seenaknya tanpa meminta maaf ataupun menyapa orang-orang yang berada di dalam ruangan.


"Kalian ingin memburu iblis bukan? Ini adalah hal yang sangat tepat untuk membawa kami berdua juga untuk ikut ke dalam perburuan tersebut,"


"Karena kami memiliki dendam kepada iblis itu," ucap salah seorang dari kedua orang itu untuk mewakili pembicaraan dengan tatapan serius


Semua orang disana tercengang dengan kedatangan kedua orang yang terlihat seumuran itu, secara diam-diam Arya mengecek identitas kedua orang itu yang ternyata adalah orang yang berhasil selamat dari negeri timur dan orang tua mereka adalah seorang pedagang dari barat yang telah mati karena para iblis. Memang aneh jika dilihat kedua anak itu masih hidup, akan tetapi tidak ada yang aneh dari cerita yang ditunjukkan oleh sistem yang menceritakan dengan jelas bagaimana kedua anak itu bertahan hidup.


"Bagaimana kalian berdua bisa menemukan ruangan bawah tanah ini dan masuk ke dalam sini?" Tanya seorang bangsawan dengan tatapan tajam menyidik ke dua orang asing yang pakaiannya telah compang-camping

__ADS_1


"Kami diberi tau oleh kepala akademi pada saat perjalanan kami ke kerajaan, katanya untuk datang ke sini dan tenang saja kamu tidak akan menjadi beban karena kami juga pernah belajar di akademi, walaupun itu adalah akademi timur," ucap salah satu diantara mereka lagi dengan tatapan serius dan percaya diri


Arya menggunakan sistem untuk mendengarkan ucapan yang diucapkan, memang tidak melihat adanya kebohongan sedikitpun dari ucapan itu, tidak ada tanda-tanda mereka di manfaatkan ataupun dimanipulasi.


"Kalau begitu bisakah kamu bertarung denganku? Karena kami tidak ingin orang yang hanya ada dendam ikut dalam perjalanan kami, "


"Kemampuan juga dibutuhkan walaupun kamu belajar di akademi karena di akademi kebanyakan teori dibandingkan praktek, dan aku yang akan menilai apakah kamu layak atau tidak untuk bersama dengan kami," ucap Rokhahul yang tiba-tiba berbicara dengan tatapan dingin ke arah dua sosok di depannya


Rokhahul adalah orang yang tidak suka orang yang membawa emosi ke dalam pertarungan karena itu hanya akan menghambat semua strategi yang di susun nantinya, ditambah lagi jika orang itu hanya dibutakan oleh dendam membuat dirinya benci orang itu.


Sang raja yang melihat ini hanya bisa menyerahkan kepada Rokhahul karena sang raja juga tidak ingin ada laporan kalau orang-orang yang dia utus mati di tengah perjalanan sebab perbedaan pandangan, dengan menggunakan sistem Arya menilai situasi kedua orang yang sama-sama menggunakan senjata tombak bertarung. Penilaian sistem mengatakan kalau keduanya akan seri, karena keduanya adalah orang yang mengerti penggunaannya. Austin diminta untuk menjadi wasit dalam pertandingan ini karena satu-satunya orang yang paling mengerti aturan selain Rokhahul oleh karena itu kepercayaan penuh kepada pertandingan yang jujur dan adil dijalankan.


Terlihat setelah dimulainya adu tusukan dari tombak saling di kerahkan oleh masing-masing pihak dan ketika keduanya bertahan juga keduanya sangat sempurna, tapi tepat di tengah-tengah Rokhahul sengaja atau tidak sengaja memprovokasi sosok laki-laki yang menjadi lawannya, tapi sama sekali tidak berefek karena sudah merasa puas dengan yang dilakukan ditengah-tengah pertarungan itu dia menyerah hasil yang tidak bisa di prediksi oleh sistemnya. Memang sistemnya mungkin telah terkena virus hingga sangat sulit untuk dirinya menggunakan beberapa fitur yang tersedia, tapi kalau begini dia tidak akan bisa pergi negeri bawah dengan mudah karena tidak bisa menggunakan sebagian fitur itu.


Disisi lain di sebuah tempat di negeri yang di penuhi oleh kegelapan tanpa ada siang dan hanya diterangi oleh sebuah bulan merah yang begitu terang sebuah kastil berdiri dengan kokoh walaupun kegelapan disana tetap ada. Banyak mahkluk yang terlihat menyeramkan maupun mahkluk yang lucu yang bersembunyi di balik topeng hanya untuk memangsa, di dalam istana itu ada seorang raja dan seorang pangeran serta bawahannya yang setia. Mereka semua sangat menantikan kehancuran dunia manusia dan para dewa yang tidak adil dalam bertindak dan bersikap.

__ADS_1


"Ling, kamu yakin ingin fokus dengan semua kertas itu? Apakah kamu yakin tidak ingin bersantai dulu?"


"Karena mereka mungkin cepat atau lambat datang ke istana kita dan nanti mungkin kita tidak akan bisa berbaring dan berguling seperti sekarang," ucap seorang laki-laki yang berbaring di atas kursi yang tidak jauh dari meja kerja laki-laki yang sedang mengerjakan pekerjaannya


"Charles, aku tau kamu memang orang yang santai, tapi bisakah kamu lebih fokus saat ini?"


"Karena nanti kamu akan ditemui oleh dua orang anak yang pernah kamu bunuh secara terang-terangan orang tua mereka di depan mereka pada saat pembantaian besar-besaran di negeri timur itu,"


"Aku yakin kamu mengingatnya karena kamu merasakan salah satu dari mereka adalah bibit iblis yang bagus," ucap Ling sambil menyeringai ketika melihat melalui layar tipisnya yang menunjukkan rapat yang sedang berlangsung di wilayah musuhnya saat ini


"Ah, anak yang kembar yang beberapa bulan lalu aku lepaskan itu,"


"Jika memang benar mereka ingin membalas nyawa dengan nyawa, maka aku dengan senang hati ingin melihat kemampuan yang diselimuti oleh kebencian dan dendam itu,"


Kaya Dengan Sistem Reputasi 2

__ADS_1


__ADS_2