Kaya Dengan Sistem Reputasi

Kaya Dengan Sistem Reputasi
Bab 37 kisah lama 2


__ADS_3

Setelah mendengarkan ucapan dari sang adik laki-laki yang sangat dia sayangi itu, maka pergilah laki-laki yang merupakan anak tertua itu ke akademi timur untuk belajar dengan hati yang berat tanpa tau apa yang terjadi kepada adik laki-lakinya di rumah yang besar itu, tapi surat demi surat selalu dikirimkan olehnya berharap kalau adiknya baik-baik saja di sana walaupun tanpa ada balasan yang datang kepadanya.


Bertahun-tahun kemudian dia lulus dengan nilai terbaik di akademi dan pulang ke rumah besar keluarga Fu, pesta besar-besaran diadakan hanya untuk menyambut seorang anak laki-laki yang telah pulang dari akademi. Terlalu berlebihan memang tapi untuk keluarga pedagang seperti dirinya ini adalah sebuah pencapaian yang harus dirayakan oleh keluarganya, dari banyaknya orang yang menyambut anak tertua itu tidak pernah terlihat sosok anak kecil yang merupakan seorang adik menyambut dirinya pulang dari akademi.


Bagi sosok anak tertua itu semua sambutan dan ucapan selamat yang diberikan di dalam acara besar itu sama sekali tidak berarti karena dia belajar untuk adik laki-lakinya yang sangat berharga daripada emas apa pun di dunia ini yang menjadi motto keluarganya. Secara diam-diam sosok anak laki-laki itu pergi dari pesta setelah merasa itu adalah saat yang tepat untuk kabur dari acara yang tidak ada maknanya.


Di saat perjalanannya ke kamar adiknya, dia malah melihat adiknya berada di pinggir kolam teratai sendirian duduk awalnya dia melihat tatapan mata adiknya yang berwarna merah, tetapi setelah dia menggosok matanya mata adiknya ternyata adalah hitam yang mungkin dia kelelahan.


"Ling, kakak telah kembali,"


"Apakah kamu tidak ingin menyambut kakak? Padahal kakak sangat merindukanmu walaupun kamu tidak pernah membalas surat kakak," ucap sosok laki-laki yang lebih tua itu dengan senyuman lembut sambil memeluk sosok laki-laki yang sejak tadi diam melamun


"Kakak sudah banyak yang menyambut, ucapan selamat datang dan hadiah,"


"Apakah masih ingin ucapan dari aku yang tidak memiliki apa-apa ini?" ucap sosok anak laki-laki itu dengan dingin


"Ling, kakak pernah bilang bukan kalau hanya kamu satu-satunya yang berharga untuk kakak,"


"Dan semua itu tidak ada artinya untuk kakak jika kamu tidak bersama dengan kakak," ucap laki-laki yang duduk berada di sebelahnya dengan senyuman pahit menatap sosok yang berada di sampingnya

__ADS_1


"Apa itu semua benar? Kalau itu benar,"


"Kenapa aku tidak pernah menerima surat yang kakak kirimkan sama sekali? Bukankah itu artinya sama saja aku ini tidak termasuk orang yang berharga?"


"Padahal kita berasal dari keluarga yang sama, darah yang sama, dan bahkan kita adalah kembar tapi hanya aku saja yang dianggap sebagai orang yang tidak bernyawa," ucap Ling dengan tatapan dingin dan senyuman pahit ke arah sosok yang dianggap sebagai kakak


"Ling, maafkan kakak karena terlalu lama membuat dirimu menunggu,"


"Seharusnya kakak tidak pergi ke akademi dan tetap bersama dengan dirimu di sini," ucap sang kakak dengan tatapan yang sedih langsung memeluk lagi sosok laki-laki yang berada di sampingnya


"Tidak ini bukan salah kakak karena aku yang meminta kakak juga untuk belajar di sana karena ilmu sangat penting bagi keberlangsungan hidup,"


Keduanya kemudian saling berbagi cerita tentang yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari yang berbeda perjalanannya pada saat bertahun-tahun, ketika itu mereka tidak sadar kalau ternyata waktu telah sampai sangat larut dan pesta penyambutan untuk dirinya telah selesai. Sang kakak kemudian mengantarkan Ling ke kamarnya untuk tidur, Setelah selesai mengantarkan sang adik ke kamar dia juga hendak kembali ke kamarnya tapi di tengah perjalanan terlihat sesosok laki-laki yang lewati dirinya dan berbicara dengan pelan di telinganya melewati sosok tersebut pada saat di menoleh untuk menanyakan maksud yang diucapkan, akan tetapi tidak lagi terlihat sosok laki-laki yang lewat itu.


Keesokan harinya sang anak tertua meminta izin untuk pergi ke negeri barat untuk menyebarkan nama perdagangan mereka dan melakukan bisnis, oleh karena itu sang ayah mau tidak mau setuju. Di perjalanan ini dia juga membawa adiknya yang sebenarnya untuk membebaskan adiknya dari tekanan yang diberikan oleh kedua orang tua mereka yang jelas dia ketahui kalau adiknya sama sekali tidak bisa hidup dengan tenang selama di rumah.


"Ling, ikut kakak pindah ke negeri barat ya,"


"Kakak tau pasti berat untuk dirimu tinggal di negeri timur sendirian,"

__ADS_1


"Kakak dengar dari teman kakak yang berada di akademi kalau di negeri barat adalah negara yang bagus oleh karena itu kita ke sana ya," ucap sosok laki-laki yang lebih tua sambil menggenggam tangan yang lebih muda dengan tatapan penuh kepercayaan dengan tatapan itu hanya di jawab anggukan oleh anak yang lebih muda itu


Beberapa hari kemudian keduanya pergi ke negeri barat menggunakan kapal, memang dibutuhkan waktu yang lama tapi itu semua cukup untuk dirinya berpergian bersama dengan adiknya yang belum pernah melihat dunia luar selama ini.


"Itu adalah sebagian kisah yang aku ceritakan,"


"Tidak ada yang tau bagaimana anak laki-laki dari keluarga Fu itu bisa selamat, tapi berkat kejadian satu malam di hilangkan negeri timur itu barulah mereka tau kalau sosok itu adalah sosok orang yang tidak boleh di sindir ataupun dikucilkan karena dia adalah penyebab dari bencana," ucap Callister sambil menatap cangkir teh yang disediakan oleh Arya untuk menyambut para tamunya yang datang walaupun hanya untuk rapat.


"Bagaimana kamu bisa mengetahui tentang kisah keluarga Fu itu? Bukankah kamu berasal dari barat yang berati kamu hanya seorang pendatang?" tanya Austin dengan tatapan kebingungan dengan cerita yang bisa diceritakan dengan lancar oleh salah satu dari kedua orang di depannya


"Itu karena keluarga kami bekerja sama dengan keluarga Fu dalam perdagangan dan kami berdua menuntut ilmu di satu akademi yang sama dengan Chen Fu kakak dari anak laki-laki iblis itu,"


"Dia adalah teman dekat kami berdua selama berada di negeri timur tanpa memandang asal kami dari mana,"


"Dan selama di akademi dia banyak bercerita tentang negerinya dan juga sejarah keluarganya tentu saja aku jadi mengerti dan ingat dengan jelas," ucap Callister dengan senyuman tipis di ikuti anggukan saudara kembarnya


"Jadi bisa jelaskan kenapa kamu bisa selamat dari para iblis?"


Kaya Dengan Sistem Reputasi 2

__ADS_1


__ADS_2