
Mendengarkan pertanyaan yang di ucapkan oleh Arya membuat keduanya terdiam sebentar dan saling menatap seperti mereka saling menatap untuk memastikan apakah itu cerita yang layak untuk di ceritakan atau tidak.
"Baiklah, aku akan menceritakan kejadian pada saat itu terjadi sekarang kali ini akan membuat kalian ikut bingung dengan maksud yang diucapkan oleh iblis itu," ucap Cain yang menggantikan kakaknya bercerita kali ini karena kakaknya terlihat lelah sehabis bercerita kisah lama untuk menyambungkan cerita yang saat ini terjadi dengan keadaan sebenarnya
"Kalian mungkin juga penasaran kenapa keluarga Fu bisa selamat dan berada di sini tapi tidak tau tentang kejadian di negerinya itu semuanya adalah cerita dari sini,"
Pada suatu ketika, keluarga Fu diberitakan dengan surat dari anak tertuanya yang meminta kedatangan keluarganya untuk ke barat dan melihat kondisinya dan adik laki-lakinya yang berada di akademi sedang mengadakan festival besar-besaran yang menjadi tradisi di akademi ini. Tapi perlu kamu tau setelah menerima surat itu keluarga Fu membanggakan putra tertuanya saja dan mengadakan pesta besar sebelum keberangkatan mereka ke negeri barat hanya putra pertama mereka yang mereka banggakan di saat itu, berita itu sampai mungkin ke telinga anak kedua dari keluarga Fu karena dia bisa ke negeri timur dengan tatapan kebencian dan senyuman merendahkan ketika mencari keluarga Fu yang tidak terlihat satupun anggota keluarga itu di kediamannya. Kami berdua juga diundang langsung ke pesta yang diadakan oleh keluarga Fu karena kami merupakan rekan bisnis yang melakukan perdagangan, setelah acara pesta itu selesai keesokan harinya seluruh keluarga Fu berangkat untuk pergi ke negeri barat dengan kapal yang telah mereka pesan seluruhnya untuk keluarganya berangkat. Meninggalkan rumah, kepala pelayan yang diandalkan dan para pelayan untuk merawat rumah yang mereka tinggalkan rencananya selama beberapa hari kedepannya.
Beberapa hari setelah kepergian keluarga Fu, sesosok laki-laki dari keluarga Fu yang merupakan anak kedua mereka Ling Fu datang ke negeri timur dengan banyak sosok orang yang aneh dan tidak di kenal. terlihat banyak saksi mata yang melihat kejadian itu dengan jelas karena kediaman keluarga Fu berada di tengah kota yang dimana hiruk-pikuk orang-orang yang sedang melakukan jual beli dan aktivitas terlihat di sana.
"Bukankah ini adalah tuan Ling Fu?"
"Kenapa anda kembali ke rumah kediaman Fu?" tanya seorang pedagang yang duduk tidak jauh dari gerbang rumah itu
"Memangnya kenapa aku tidak boleh pulang? Dan kenapa di sini sangat sepi?" tanya Ling dengan tatapan menyidik ke arah orang yang ada di depannya
__ADS_1
"Bukankah tuan besar dari keluarga Fu mengadakan pesta besar dan pergi ke barat katanya ingin menemui anda dan saudara anda di barat?" ucap salah satu pedagang itu dengan tatapan kebingungan melihat Ling Fu yang tidak tau apa-apa tapi dia juga merasa ini saat yang tepat untuk melampiaskan kepada orang-orang yang telah meremehkan dirinya
"Aku mengerti terima kasih atas informasinya," ucap Ling yang menyeringai tidak lama kemudian terjadi kebakaran hebat tidak jauh dari lokasinya dan dilanjutkan oleh wilayah sekitarnya semua orang langsung panik melihat kejadian itu
Semua orang berbondong-bondong melarikan diri untuk menghindari tempat terjadi kebakaran yang berbuntut terjadi tiba-tiba, tapi semua orang baru tau penyebab utama semua itu adalah Ling Fu sendiri dengan para iblis yang datang ke negeri timur itu setelah dia sendiri dan orang yang dibawanya membunuh semua orang dengan menikmati suasana jeritan dan tangisan dari orang-orang yang satu persatu dibunuh itu, terlihat itu adalah senyuman kepuasan bagi sosok laki-laki itu.
Semua orang dibunuh dengan kejam oleh mereka hingga hanya menyisakan kedua orang tuaku dan kami berdua yang belum dibunuh entah apa maksud dari mereka membunuh kami di saat-saat terakhir, tapi yang jelas sosok yang membunuh kedua orang anak yang hidup saat ini adalah sosok laki-laki bernama Charles laki-laki itu tidak langsung melakukan pembunuhan tapi penyiksaan terlebih dahulu dilakukan sama seperti orang-orang yang mereka siksa sampai mati di depan mata kami berdua kami melihatnya dengan jelas.
Diakhir hanya menyisakan sosok dua anak laki-laki dengan tatapan ketakutan walaupun mereka tidak jauh umurnya dengan sosok laki-laki itu, tetapi perbedaan kekuatan itu cukup membuatnya merasa ketakutan dengan suasana yang sedang terjadi saat itu terjadi.
"Mana menyenangkan langsung membunuhnya, saranku kita buat mereka merasa benar-benar ingin mati tapi tidak bisa mati," ucap seorang anak kecil yang tidak jauh jaraknya dari perempuan itu
"Kalian semua harusnya memberikan aku giliran memberikan kepada hewan peliharaanku secara hidup-hidup anak ini,"
"Karena mereka akan sangat suka daging yang sangat-sangat segar contohnya mereka langsung," ucap salah seorang laki-laki dengan suara yang aktif dan tatapan tidak sabaran
__ADS_1
"Tidak, jangan bunuh dia,"
"Karena salah satu dari mereka adalah istimewa kalau mereka bisa bertahan dan bertemu dengan kita nantinya mereka akan menerima satu fakta tentang diri mereka sendiri," ucap sesosok laki-laki dengan tatapan dingin ke arah orang yang tidak jauh berbeda umurnya dengan mereka
Setelah keputusan dari laki-laki itu, terlihat sosok laki-laki itu membuat semua orang-orang yang disana kecewa dan pergi kepada Ling untuk melaporkan kalau semuanya telah selesai dan hanya menyisakan dua anak yang tau persis kejadian dan cara mereka melakukan pembantaian sangat kejam dengan santai itu.
"Jadi kurang lebih kalian telah tau bagaimana cara kami bisa hidup dengan baik,"
"Aku tidak mengerti juga kenapa dia maksudkan tetapi jelas tujuan kami adalah untuk membunuh mereka semua para iblis yang memberikan kami penderitaan karena tidak bisa menolong orang tua kami,"
"Tapi setidaknya kami diberikan harapan untuk menyelamatkan nyawa temanku yang berharga nantinya," ucap Cain dengan tatapan dingin tapi gemetaran karena mengingat kembali kejadian yang tidak bisa membuat mereka berbuat apa-apa
Kemampuan mereka yang terbilang sangat jauh dibandingkan para iblis yang bisa memusnahkan satu kota cukup membuat mereka gemetaran ditambah lagi jumlah mereka tidak satu atau dua yang kuat. Arya menjadi paham kenapa mereka ingin membalas dendam di saat yang sama dia juga mengerti kenapa Ling ingin membalas dendam kepada orang-orang itu, jika saja dia bertemu lebih awal dengan Ling mungkin Ling tidak akan seperti itu menurutnya tapi saat ini mereka telah menjadi air dan api.
"Kita akan berangkat besok pagi hari sekali,"
__ADS_1
Kaya Dengan Sistem Reputasi 2