Kaya Dengan Sistem Reputasi

Kaya Dengan Sistem Reputasi
Bab 11 Sistem muncul memberikan peringatan


__ADS_3

Arya, Ling dan Liam membantu proses penyiapan pesta yang akan diadakan, banyak perempuan yang awalnya berada di asrama malah pergi ke taman untuk melihat Liam yang membantu menyiapkan acara, sampai akhirnya Liam punya pikiran untuk memanfaatkan para perempuan yang terpikat untuk membantu pekerjaannya tidak memerlukan waktu yang lama semua pekerjaan yang diberikan selesai bahkan persiapannya lebih awal dibandingkan dengan yang di rencanakan.


"Aku berterima kasih kepada kalian karena berkat kalian kami berhasil menyelesaikan susunan pesta sebelum pesta di mulai, apakah kalian bertiga tertarik untuk menjadi Schonheit?"


"Jika iya maka aku akan meminta kepala akademi untuk memasukan kalian bertiga ke Schonheit?" ucap laki-laki berambut perak dan bermata emas


Arya, Liam dan Ling saling menatap dengan kebingungan. Arya melihat layar di atas kepala laki-laki di depannya, cukup membuat dia yakin kalau orang-orang di depannya tertarik dengan mereka. Arya meyakinkan Ling dan Liam melalui tatapan Arya bahwa orang di depan mereka cukup bisa di percaya mereka kemudian memutuskan untuk mengikutinya.


"Baiklah, kami rasa kami akan bergabung dengan anda," ucap Arya yang bertugas untuk mewakili mereka bertiga


"Ah iya, sepertinya aku belum memperkenalkan diriku,"


"Namaku Edward Cullenze, aku adalah ketua dari Schonheit suatu keberuntungan bagi saya, berkenalan dengan kalian para siswa kelas 1 dari keluarga Fu yang begitu terkenal dalam perdagangan," ucap Edward dengan tatapan lembut ke arah tiga orang di depannya


Tidak lama dari itu, Edward meminta Arya, Ling dan Liam untuk kembali ke asrama karena sudah selesai semua susunan pesta minum teh yang bisa mereka bantu susun.


"Huli, setelah kamu awasi apakah ada yang aneh di saat persiapan pesta?" tanya Arya yang berbaring di atas kasur setelah selesai membereskan barang-barangnya ke kamar asrama tempat dia akan tinggal saat ini.

__ADS_1


"Humm..."


"Aku rasa tidak ada yang aneh selama aku melihat semua persiapan, aku bahkan sampai menggunakan alat dari sistem untuk melihat dengan detail,"


"Tapi jika bukan hari ini persiapannya bagaimana dengan besok? Bukankah bisa besok pagi masih ada persiapan untuk orang itu meracuni?" ucap Huli dengan tatapan acuh kepada Arya


"Kalau begitu kita akan datang lebih awal besok," ucap Arya dengan penuh percaya diri dan menatap ke luar jendela


Akan tetapi sampai pada saat dia datang awal di acara pesta teh yang akan segera berlangsung tidak dia temukan satu pun hal yang mencurigakan atau orang yang mencurigakan. Sampai pada saat semua siswa-siswi baru telah berkumpul di taman untuk menikmati pesta teh, tiba-tiba layar sistem muncul memberikan peringatan kepada Arya untuk segera menemukan siapa pelaku dalam kasus keracunan yang akan terjadi, tapi semuanya terlambat karena seorang laki-laki berteriak sakit dengan tubuh yang gemetar kemudian mati di tempat. Melihat kejadian ini Arya terkejut karena tidak lama itu para petugas malah menangkap Arya karena dianggap sebagai orang yang melakukan pembunuhan.


Ling dan Liam yang melihat kejadian itu tentu saja tidak percaya jika orang di depannya adalah orang yang tidak memiliki kesalahan kepada keluarga mereka atau bahkan tidak pernah menyinggung Arya. Seolah-olah dia adalah yang tidak memiliki hati dalam melakukan sesuatu, itu mungkin yang di pikirkan oleh Ling dan Liam saat melihat Arya. Rasa suka keduanya di layar atas kepala Ling dan Liam terlihat berkurang 10 poin, Arya yang tidak tau harus berbuat apa untuk saat ini hanya bisa menerimanya sampai dia terpikirkan siapa pelakunya.


"Padahal dia adalah siswa baru yang masuk dengan nilai tertinggi di akademi,"


"Tidak heran orang sepertinya licik karena dia berasal dari keluarga pedagang,"


"Aku sudah curiga kenapa dia datang ke sini lebih awal dibandingkan kita," ucap para siswa-siswi yang berada di depan Arya dengan tatapan merendahkan dan jijik ke arah Arya. Arya tentu hanya bisa diam tidak berkutik karena semuanya adalah kesalahan yang dia perbuat sendiri sampai pada akhirnya dia di jebloskan ke dalam penjara dingin tempat yang bahkan dikatakan lebih buruk dibandingkan dengan tempat berteduhnya di kehidupannya sebelumnya.

__ADS_1


Di sana dia hanya bisa memandangi layar sistem yang memberikan hukuman tanpa memberikan kesempatan untuknya, entah skenario apa yang akan dibuat oleh sistem kepadanya tapi dia hanya akan diam. Sampai suara langkah kaki terdengar mendekat ke arah Arya membuatnya langsung waspada apa pun yang terjadi, sesosok perempuan dengan gaun yang cukup mewah dan seorang laki-laki berpakaian pelayan dengan ekor rubah terlihat.


"Padahal diberikan kesempatan untuk menulis kisahnya tapi dia malah menyiakan kesempatan emas ini,"


"Huli, kamu sebagai seorang host kenapa tidak mendisiplinkannya, karena hal ini akan membuat semua usahaku di tertawakan oleh semua rekan bisnisku," ucap perempuan itu dengan tatapan tajam ke arah pelayan ekor rubah itu kemudian menatap laki-laki dibalik jeruji besi itu


"Jika kamu bertanya-tanya siapa perempuan yang berada di sampingku,"


"Beliau adalah dewa yang membantu dirimu untuk tinggal di dunia yang dia buat,"


"Dan kali ini beliau langsung menemui dirimu karena dia merasa kecewa dengan dirimu yang tidak bisa menggunakan kemampuan yang kamu miliki,"


"Karena sejak awal dia saat berharap dengan kesialan yang kamu miliki kamu mampu untuk mengubah yang kamu miliki menjadi baik ternyata hasilnya tidak jauh berbeda dengan kehidupanmu sebelumnya," ucap Huli dengan tatapan bersalah dan dingin karena bagaimanapun juga dia adalah orang yang diminta untuk membantu dan membimbing setiap orang yang menurut dewa menarik untuk hidup di dunianya.


Mendengarkan ucapan itu tentu membuat Arya, mengingat tentang kehidupannya yang tidak mungkin diberikan dengan suka rela oleh para dewa kepadanya untuk menjalani kehidupan, pastinya setiap yang dia lakukan akan ada bayarannya yang mungkin adalah nyawanya sendiri yang hanya dihargai satu pion catur oleh sang dewa.


Arya hanya bisa diam, sejak awal juga dia yakin ke sialannya masih ada sampai saat ini. Huli dan sang dewa masih saling berbicara mengenai masalah Arya, sampai tidak lama kemudian terdengar langkah kaki yang berjalan menuju ke arah jeruji besinya, entah siapa kali ini yang akan datang ke padanya. Tapi saat ini adalah salahnya yang terlalu menganggap sepele masalah yang terjadi saat ini.

__ADS_1


"Sepertinya ada hal menarik di sini? Sampai dewa sistem yang menganggap jiwa manusia adalah boneka datang,"


Kaya Dengan Sistem Reputasi


__ADS_2