
Arya kemudian berhenti melawan untuk berpikir akan tetapi sambil menghindari para tengkorak yang menghampiri dirinya dan berusaha membunuh dirinya, kemudian dia memutuskan untuk mengikuti dan percaya dengan perkataan yang diucapkan Rokhahul karena dia adalah orang yang pernah hidup di Padang pasir sejak dia masih kecil, walaupun begitu Austin mana mungkin ingin ikutan percaya lagi dengan temannya yang mendadak mengikuti saja kemauan anak kecil itu.
Arya kemudian mencari celah yang bagus supaya dia bisa mengalahkan anak kecil itu tanpa harus membunuhnya. Tapi hampir setiap tengkorak itu tidak memberikan celah karena jumlah mereka yang telah ratusan hampir tidak mungkin untuknya bisa menembus itu.
Tapi tiba-tiba ketika dia hampir berhasil mendekati sosok anak laki-laki itu, ada sesosok laki-laki yang menarik pakaian anak kecil itu dan ketika dia selesai menariknya dia telah berada di atas bangunan tua disana terlihat tatapan tajam dari laki-laki yang menarik pakaian anak kecil itu.
"Aku tidak menyangka kamu malah datang ke tempat ini tanpa seizin yang mulia kamu malah ingin melakukan pembunuhan di sini,"
"Untung saja beliau memintaku untuk mencari dirimu kalau tidak kamu akan di marahi oleh yang mulia," ucap laki-laki itu dengan tatapan dingin dan kesal ke anak kecil itu kemudian menatap tajam ke arah kelima orang di sana
Cain dan Callister yang melihat sosok laki-laki yang berdiri di atas bangunan yang tua sambil memegang sosok anak kecil yang memegang anak kecil merasakan merinding dan ketakutan kedua bersaudara itu seakan-akan mereka mengenal dengan baik siapa sosok laki-laki yang terlihat sangat dingin itu tatapannya.
__ADS_1
"Kalian berdua adalah anak yang dibebaskan oleh tuan bukan? Tapi tahukah kalian kalau salah satu dari kalian bukan seorang saudara,"
"Apakah kalian berdua tidak sadar kalau kalian berdua sama sekali tidak mirip,"
"Aura salah satu dari kalian bahkan bukan seorang manusia, kenapa kamu ingin berada di dunia manusia? Sosok seperti dirimu cepat lambat akan dibuang oleh mereka dalam perjalanan ini,"
"Percaya atau tidak aku telah mengatakannya kebenarannya," ucap laki-laki itu dengan tatapan dingin ke arah kedua anak yang terlihat mengenal dirinya juga
Setelah sosok laki-laki itu dan anak kecil itu pergi suasana di sekitar mereka kembali seperti semula dan para tengkorak itu juga tiba-tiba menghilang seolah-olah hanya sebuah ilusi semata.
Arya menepuk pundak Callister dan Cain untuk menyadarkannya kedua orang itu kalau saat ini mereka harus fokus karena bahaya akan jauh lebih mengerikan di masa mendatang, Rokhahul menatap tajam ke arah kedua anak itu setelah mereka sadar dari pemikiran mereka.
__ADS_1
"Kalian berdua serius atau tidak dalam menjalankan pekerjaan ini? Kalian berdua harus tau kalau kami memilih kalian karena kalian memiliki harapan dan tidak membawa dendam tapi kalian dengan emosi kalian seperti ini adalah sebuah beban bagi bertiga," ucap Rokhahul dengan tatapan dingin dan tajam ke arah kedua orang itu
Ucapan laki-laki misterius itu tiba-tiba menjadi sebuah kebenaran kalau cepat atau lambat mereka akan bertengkar, tapi karena perjalanan mereka masih panjang Arya dan Austin mencoba menenangkan Rokhahul supaya dirinya memikirkan dan melihat ke arah depan perjalanan yang telah mereka tempuh sejauh ini bersama-sama. Setelah beberapa jam dari itu Rokhahul baru bisa tenang setelah Austin memarahinya dan menceramahi dirinya, bagi Rokhahul ucapan Austin semuanya tidak ada yang bisa dibantah oleh karena itu dia sangat diam.
Berhari-hari mereka melakukan perjalanan Callister dan Cain sama sekali tidak berbicara dengan Rokhahul begitu juga Rokhahul yang tidak ingin berbicara sama sekali kepada kedua anak yang dianggap sebagai beban, tidak bisa berbaikan Arya dan Austin tidak bisa berbuat apa karena pada dasarnya juga Rokhahul orang yang keras karena sudah lama tinggal di Padang pasir.
Sesampainya di tepi laut yang luas tempat mereka akan pergi ke pulau tersebut terlihat sebuah kapal tua dan terlihat tidak aman sama sekali untuk dinaiki.
"Austin, apa pendapatmu tentang kapal ini?" tanya Arya sambil mengscan menggunakan layar tipis sistem miliknya yang terlihat kapal itu benar-benar bisa roboh kapan saja jika mereka berlima naik ke sana untuk melintas ke pulau yang tidak jauh dari sini
"Kita akan mati aku rasa karena kamu tau kan kalau kapal ini sudah benar-benar tua,"
__ADS_1
Kaya Dengan Sistem Reputasi 2