Kaya Dengan Sistem Reputasi

Kaya Dengan Sistem Reputasi
Bab 16 Iblis dan akademi Atticus


__ADS_3

Suasana antara keduanya sedikit menjadi hangat, entah karena apa tapi itulah yang dirasakan keduanya. Setelah merasa cukup bersih Arya mengajukan diri untuk mengantarkan gadis yang membantunya karena matahari sebentar lagi tenggelam, ditolak oleh gadis itu karena dia merasa keberatan tidak ingin berhutang Budi dengan Arya.


Keesokan harinya Arya dan Ling di panggil langsung oleh ketua Schonheit untuk ke ruangannya menjalankan misi pertama mereka sebagai anggota. Namun sebelum keduanya memasuki ruangan keduanya mendengarkan suara teriak-teriakan dari dalam ruangan sampai merasa ragu untuk membuka pintu besar di depan, keduanya sampai saling bergantian memuji hanya untuk saling mengizinkan untuk membuka pintu.


Sampai seorang laki-laki berkulit coklat membuka pintu besar itu tanpa berbasa-basi dengan Ling ataupun dengan Arya. Ketika pintu besar terbuka terlihat kedua orang laki-laki yang satunya meminta pertanggungjawaban pekerjaan dan yang satunya meminta untuk memberikan waktu istirahat karena lelah dengan tumpukan kertas yang telah berjejer rapi di setiap meja mereka masing-masing.


"Kalian berdua sudah tua masih saja bertingkah seperti anak kecil,"


"Apakah kalian sudah tidak ada malu di depan siswa-siswi yang baru masuk?" ucap laki-laki berkulit coklat sambil berjalan masuk ke dalam ruangan dan duduk di kursi yang mejanya sudah penuh dengan tumpukan kertas, setelah ucapan dari laki-laki itu membuat keduanya menjadi menoleh ke arah pintu dan terlihat Arya dan Ling yang masih di depan pintu terbuka menatap kejadian yang terjadi, hanya senyuman kaku yang di tunjukkan oleh Arys dan Ling saat mereka berdua di perhatikan oleh kedua seniornya.


"Maafkan kami membuat kalian memperlihatkan sisi memalukan kami,"


"Tidak perlu malu-malu,"


"Masuklah ke dalam ruangan dan maafkan kami yang tidak bisa menyajikan teh karena tumpukan kertas yang ada di atasnya," ucap Edward dengan tatapan dan senyuman ramah berbeda dengan pada saat dia bertengkar dengan laki-laki berkacamata di sebelahnya, perubahan ekspresi yang begitu cepat tentu membuat Ling dan Arya merasa merinding melihat ekspresi ramah yang muncul tiba-tiba.


"Kami tidak apa-apa,"


"Jadi apa tugas pertama kami berdua?" tanya Arya dengan tawa yang kaku ke arah sang ketua yang sedang membereskan beberapa dokumen yang berada di sekitar mejanya supaya memiliki ruang.

__ADS_1


"Ah, itu sebelumnya perkenalkan kedua orang yang ada di kiri dan kananku,"


"Yang berkacamata ini adalah sekertaris Schonheit namanya Austin Carl dan yang duduk dengan kaki di atas dokumen itu adalah Rokhahul Qirin dia adalah wakil Schonheit dan pemimpin divisi kedisiplinan akademi ini,"


"Jika kamu penasaran kenapa orang seperti dia tidak sopan tapi menjadi ketua divisi kedisiplinan, kamu tanyakan sendiri," ucap Edward dengan tatapan lelah ke arah laki-laki yang begitu santai dengan nama terakhir yang di sebutkan olehnya


Terlihat ketiganya sangat dekat seperti persahabatan Arya, Ling dan Liam tapi yang tersisa di antara mereka bertiga kini hanya kerapuhan pertemanan saja. Sistem langsung mengeluarkan layar tipis untuk memberikan informasi mengenai kedua orang yang ada di depannya, apakah dapat di percaya atau tidak kedua orang di depannya.


Pembicaraan singkat terjadi antara mereka berlima di ruangan besar mengenai kasus yang pernah terjadi di pesta teh tradisi akademi, dan beberapa orang tersangka yang di yakini oleh ketua, wakil dan sekretaris tersebut sebagai seorang pelaku, tapi karena Arya telah mengetahui informasi penting mengenai orang yang melakukan, dia pun mengatakan siapa orang yang dia lihat tanpa menyebutkan nama Liam yang mungkin terlibat ikut dalam kasus ini.


"Aku tidak menyangka kalau iblis akan ikut turun tangan dalam masalah ini,"


"Karena para dewa dikatakan juga tidak akan ikut campur dalam masalah dunia tengah," ucap Austin sambil menaikkan kacamatanya yang akan jatuh


"Tentu saja mereka akan ikut campur melihat para manusia yang telah menjadi utusan dewa, mereka jadi merasa kalau para dewa akan mengambil dunia tengah karena banyak orang yang mewakili dewa dan meminta pertolongan dengan para dewa melaluinya,"


"Sedangkan iblis tidak memiliki hal semacam katedral atau kuil yang akan mewakili mereka di dunia tengah," sambung Rokhahul dengan tatapan dingin dan helaan nafas panjang


Mendengarkan pembicaraan Austin dan Rokhahul yang terlihat memahami iblis membuat Arya ikut mencarinya melalui layar tipis yang tidak bisa di lihat oleh orang sekitarnya, sejarah iblis dan dewa memang sangat panjang terlihat dan betapa kuatnya mereka sampai bisa membuat satu dunia dahulu penuh ketegangan dan ketakutan.

__ADS_1


Membaca semua yang tertulis di sistem dan melihat Austin serta Rokhahul yang sangat serius membuat Arya yakin ini ancaman yang tidak akan mudah di selesaikan. Arya jadi semakin berpikir hubungan apa yang dimiliki Liam dengan seorang iblis dan siapa tuan yang keduanya maksud.


"Ada sebuah asosiasi yang dikatakan sebagai asosiasi dari pengikut raja iblis, tapi asosiasi itu terlihat sangat bersih dan tidak memiliki keanehan,"


"Rokhahul, aku ingin kamu yang langsung turun tangan dalam masalah ini karena hanya kamu yang pernah mengetahui seperti apa aura dari sihir hitam," ucap Edward yang tiba-tiba sambil menggampar meja yang tidak memiliki salah dengan tatapan dingin, yang kemudian di jawab dengan anggukan oleh Rokhahul


Arya yakin kalau mungkin ini semua adalah sistem iblis yang dimaksud karena terlihat dengan jelas dewa dan iblis memiliki hubungan yang buruk dan mungkin kedua bangsa ini telah memajukan kemampuan teknologi hingga seperti saat ini dia menikmati menggunakan sistem.


"Arya dan Ling aku ingin kalian berdua merahasiakan masalah yang telah terjadi ini karena kita tidak boleh membiarkan semua siswa-siswi di akademi saling waspada dan saling membunuh karena masalah raja iblis yang berada dekat di akademi," ucap Edward di jawab dengan anggukan tegas oleh Arya dan Ling


Sedikit demi sedikit semakin banyak bukti yang membuktikan raja iblis ada di balik kasus pembunuhan itu, entah apa tujuan dari iblis itu tapi itu mampu membuat mereka sadar kalau iblis adalah ancaman yang benar-benar besar. Sampai sore hari tiba keduanya kembali ke asrama, Arya penasaran kenapa Ling tidak banyak membicarakan tentang raja iblis di ruangan tadi. Padahal biasanya dia tertarik belajar tentang sesuatu yang tidak ada di negeri timurnya, karena Arya penasaran tentang pendapat dari Ling dia memutuskan untuk menghentikan langkahnya dan mulai berbicara.


"Ling, apa pendapatmu mengenai iblis? Aku melihat dirimu sepertinya tidak banyak berbicara saat pembicaraan tadi?"


"Apakah itu tidak menarik atau di negerimu juga pernah ada cerita mengenai iblis?"


"Tidak, hanya saja aku rasa lebih baik mendengarkan daripada menyela pembicaraan,"


Kaya Dengan Sistem Reputasi

__ADS_1


__ADS_2