Kaya Dengan Sistem Reputasi

Kaya Dengan Sistem Reputasi
Bab 21 Sihir kegelapan


__ADS_3

Karena terkena api, tangan Arya tentu saja terluka sampai dia harus menggunakan obat yang ada di sistem supaya bisa menyembuhkan dengan efek yang cepat, kalau tidak akan sangat lama penyembuhan yang harus dia lakukan.


Beberapa hari kemudian peringkat-peringkat hasil ujian siswa-siswi terbaik telah di umumkan terlihat Ling menempati posisi pertama kedua Liam dan ketiga adalah Arya. Sejak kejadian tangannya dibakar oleh Ling, tidak pernah lagi terlihat Ling muncul di akademi, entah kemana perginya Ling tapi yang pasti firasatnya tidak baik.


"Kenapa akhir-akhir ini kamu banyak melamun? Apakah kamu masih memikirkan bocah kacamata itu?" ucap Huli dengan tatapan tajam ke arah Arya yang hanya membuka buku namun tidak kunjung membalikkan halaman buku selama berjam-jam membuka buku itu.


"Tidak, hanya sa-"


"Jangan banyak berbohong, kamu orang yang tidak berubah suka ikut campur masalah orang lain tentu kamu pasti akan kepikiran tentang masalah yang terjadi kepada bocah kacamata itu," Sela Huli dengan tatapan dingin ke arah Arya yang selalu saja terlihat naif, entah bagaimana nasib mereka nanti kalau harus menghadapi iblis karena tidak terlihat bisa di andalkan


Arya tentu tidak bisa bersikap tidak peduli dengan orang yang telah memberikan tempat tinggal bahkan sampai modal untuk membuka sebuah usaha, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar padahal sudah jelas ini malam hari dan semua siswa-siswi seharusnya sudah tidur.


Suasana ruangan hening sejenak, Arya dan Huli saling bertukar pandang untuk menyuruh siapa salah satu diantara mereka harus membuka pintu ruangan. Karena tentu saja mencurigakan jika di larut malam ada yang berkunjung ke ruangannya.


Tapi setelah beberapa menit berlalu dan ketukan pintu masih terdengar, Arya menyerah dengan Huli, kemudian berjalan ke arah pintu sambil memegang sebuah belati untuk melindungi dirinya. Dibukanya pintu itu pelan-pelan namun waspada, baru ingin di todongkan sebuah belati ke arah leher tapi laki-laki itu berbicara dengan suara yang tidak asing. Ternyata Austin yang datang ke ruangan mereka di malam hari seperti ini.


"Ada perlu apa Austin sampai datang ke sini?" tanya Arya yang hanya membuka setengah pintu kamarnya


"Bisakah kamu izinkan aku masuk terlebih dahulu?" ucap Austin dengan senyuman tipis, Kemudian Arya membuka lebar pintunya dan mempersilahkan Austin untuk masuk ke dalam ruangan


Tidak lama setelah Austin masuk, Arya merasa kalau ini adalah pembicaraan serius maka dengan jentikan jarinya, dia mengaktifkan sihir kedap suara supaya tidak ada orang yang mendengarkan percakapan yang akan mereka lakukan.


"Jadi ada apa ke sini?" tanya Arya dengan tatapan penasaran ke arah orang yang ada di depannya

__ADS_1


"Aku ke sini karena ada hal penting yang aku harus bicarakan denganmu,"


"Ling anggota Schonheit di duga sebagai orang yang menggunakan sihir kegelapan," ucap Austin dengan tatapan serius dan tajam


"Eh? Itu tidak mungkin,"


"Karena kami telah tinggal bersama dan tidak pernah terlihat sama sekali dari dia menggunakan sihir kegelapan atau ajaran sesat,"


"Ja-"


"Itu memang benar baik dalam proses masuk akademi dan pembelajaran sihir tidak terlihat sama sekali dia mengikuti ajaran sesat atau bahkan menggunakan sihir kegelapan,"


"Tetapi pada saat aku bertemu dengannya dalam keadaan terluka, aku memutuskan untuk mengobatinya dengan air suci dari kuil,"


Memang tidak bisa dipercaya tapi jika benar-benar Ling menghindari dirinya selama ini dan bahkan sampai menggunakan sihir untuk kabur darinya karena tidak ingin berbicara. Banyak hal yang membuat Arya berpikir, apakah dia mempelajari sihir kegelapan sejak dia menerima surat dari keluarganya atau sejak awal dia menyembunyikan sihir kegelapan dari semua orang, tidak ada yang benar-benar mengerti apa yang sebenarnya Ling lakukan.


Arya baru ingat satu hal kalau dia dari dulu sampai saat ini tidak pernah benar-benar mengetahui Ling dengan baik, semua yang di tunjukkan oleh Ling begitu sempurna sampai hampir tidak terlihat kekurangan dari yang dia lakukan.


"Aku tau memang berat menerima sebuah kenyataan mengenai salah satu sahabatmu yang menggunakan hal terlarang,"


"Akan tetapi, ini juga bisa merugikan banyak orang," ucap Austin dengan tatapan serius dan tegas ke arah Arya yang terlihat ragu dengan keputusan yang akan di ambil, tidak mungkin dia mengkhianati orang yang sangat dia percayai hanya karena hukum yang berlaku di kerajaan.


Suara ketukan dari jendela terdengar, entah siapa kali ini yang datang ke kamarnya di larut malam. Sistem memberikan sebuah misi sebelum Arya membuka jendela itu, misi yang mengejutkan yaitu mencari tau alasan raja iblis muncul. Walaupun Arya ingin menolak itu tidak akan bisa di tolak karena sistem sekarang harus terus menerima banyak misi yang terselesaikan.

__ADS_1


Arya akhirnya membuka jendela yang sejak tadi di ketuk, seorang laki-laki bertudung terlihat berdiri di atas dahan pohon. Tanpa aba-aba laki-laki itu meloncat masuk ke jendela yang telah di buka oleh Arya.


Laki-laki itu membuka tudungnya dan terlihat salah satu mata laki-laki tertutup tidak asing, ternyata adalah Liam.


"Liam, kenapa kamu ke sini?" tanya Arya dengan tatapan kebingungan


"Kamu pasti sudah lama ditugaskan untuk mengintai ke sini, sejak aku lari ke asrama dan datang ke kamar milik Arya?" ucap Austin dengan tatapan dingin dan tajam ke arah Liam yang masuk ke dalam ruangan terlihat keduanya seperti bermusuhan


"Tuanmu sebenarnya adalah Ling bukan? Karena aku baru saja mengobatinya dengan air suci dan ketika tidak bisa di obati dengan air suci maka dia mengutus dirimu untuk mengintai apa yang aku lakukan," ucap Austin dengan tatapan dingin dan waspada


Arya tentu yang tidak mengetahui permalasahan yang jelas tidak mengerti tentang cerita yang jelas, tapi yang jelas saat ini dia harus mencari tau akar dari permasalahan yang terjadi. Terlihat kedua orang di depannya seperti saling meningkatkan kewaspadaan untuk bersiap jika salah satu dari mereka ada yang mengunakan senjata untuk membunuh.


"Kalian bisakah jangan bertarung di ruanganku,"


"Karena ini adalah kamarku, jika ada yang rusak atau salah satu dari kalian mati maka kalian akan menyusahkan aku jadi tolong keduanya berkepala dingin," ucap Arya yang mengingatkan semuanya supaya untuk tidak bertindak macam-macam, karena dia pasti yang akan di marahi jika ada sesuatu aset asrama akademi yang rusak di dalam kamarnya.


Di sisi lain seorang laki-laki bermata merah ruby sedang minum teh di atas meja panjang yang dipenuhi oleh orang-orang penting dengan di depannya seorang laki-laki berkacamata.


"Tuan, karena sudah begini,"


"Bagiamana kalau kita sekalian saja menjalankannya?"


Kaya Dengan Sistem Reputasi

__ADS_1


__ADS_2