Kaya Dengan Sistem Reputasi

Kaya Dengan Sistem Reputasi
Bab 56 Keadaan yang berbalik


__ADS_3

Setelah mendengarkan ucapan Charles, Ling kemudian tidak menghiraukannya lagi karena laki-laki itu telah mengatakan kalau dia tidak akan ikut campur dalam urusan ini. Ling dan Edward menyerang serangan beruntun ke arah Austin, Rokhahul, Callister, dan Cain yang melindungi Arya yang sedang dalam melakukan proses pemulihan sistem walaupun mereka tidak melihat dan tidak terlalu paham dengan yang Arya lakukan tapi mereka mengerti kalau Arya bisa menjadi kartu tersembunyi mereka untuk mengalahkan para iblis yang ada di depan mereka.


Saat ini layar tipis milik Arya terus memproses data yang berasal dari flash disk untuk memulihkan sistem miliknya. Beberapa jam berlalu, tetapi sudah sangat jelas jika kemampuan keempatnya tidak akan sebanding dengan Edward dan Ling yang ada di depan mereka.


"Apakah kalian benar-benar tidak ingin menyerahkan diri?"


"Kemampuan kalian masih sangat jauh ingin melawan iblis yang ada kalian menjadi makanan iblis dengan sukarela," ucap Edward dengan tatapan yang dingin dan haus darah ke arah kelima orang yang ada di depannya


Terlihat hanya ada sedikit luka yang berhasil mengenai Edward sedangkan mereka berempat yang melindungi Arya saat ini masing-masing telah muntah darah sebanyak tiga kali karena serangan beruntun yang diberikan.


"Kamu bilang menyerah? Dendamku kepada orang tuaku belum terbalaskan, kenapa aku harus mati sebelum dirimu?" ucap Cain dengan lantang dan tatapan benci ke arah Edward, bukan takut tapi membuat Edward tertawa dengan lantang juga seperti orang gila melihat kebencian yang ditunjukkan oleh Cain


"Kamu membenciku? Apakah kamu tau kalau kamu bukan anak mereka melainkan juga seorang iblis,"


"Apakah kamu juga tau selama ini kamu hanyalah pengganti anak mereka yang telah lama meninggal dunia? Mereka membuat perjanjian dengan iblis dan permintaan mereka adalah menginginkan jiwa iblis yang bisa mengisi kehidupan tubuh seseorang yang telah meninggal,"

__ADS_1


"Dan anak itu adalah dirimu jiwa iblis yang diberikan ke dalam tubuh bayi yang telah meninggal,"


"Faktanya aku tidak ingin membunuh sesama rasku,"


"Tetapi kamu saat ini malah membela makhluk lemah dan tidak berguna itu," ucap Edward dengan tatapan dingin menusuk ke arah Cain yang melindungi Arya yang berada di belakang mereka


Ling hanya tersenyum memperhatikan Edward yang seorang raja iblis berusaha membuat situasi saat ini berpihak kepada mereka. Akan tetapi tentu saja gagal karena dendamnya Cain kepada para iblis yang telah membunuh orang yang merawat dan memberikan kasih sayang kepada dirinya tidak bisa dia biarkan begitu saja. Aura yang begitu gelap terlihat pada saat itu juga dari tubuh milik Cain lebih gelap dibandingkan sang raja iblis Edward.


Edward tentu terkejut dengan apa yang dia lihat karena terlihat kegelapan yang merupakan sihir menyelimuti anak itu melebihi sihir yang dimiliki oleh Edward membuat Edward langsung menyerangnya, karena dia tau bahayanya jika dia masih menunggu Cain menyempurnakan sihir kegelapan itu. Tapi semuanya itu sia-sia karena Cain kini diselimuti oleh kebencian mendalam hingga bisa membuat Edward mati hanya dalam tiga kali serangan cepat dan begitu kuat kepada Edward karena dirinya menjadi tidak terkendali.


"Cain, sadar jika kamu terus berada di pengaruh kegelapan maka kamu bisa membunuh semua orang yang berada di tempat ini," ucap Callister yang berada di depan Cain dengan tatapan khawatir


"Callister, jangan halangi aku untuk langsung membunuh iblis itu,"


"Dan aku tidak peduli kita saudara atau bukan karena aku pasti akan menjadi yang terkuat setelah ini," ucap Cain yang telah terpengaruh oleh kegelapan sihir itu tanpa peduli teman atau musuh tapi Callister sama sekali tidak bergerak dari tempat itu karena dia merasa mungkin Cain yang akan mati

__ADS_1


Ling yang melihat adegan terlalu banyak drama ini secara diam-diam menembak menggunakan senjata yang dia miliki di sistem yaitu pistol sihir. seketika peluru yang dilengkapi sihir itu langsung melesat dengan sangat cepat menuju ke arah Callister dan Cain hingga keduanya mustahil bisa menyadari serangan itu. Darah dengan cepat mengalir deras dari luka tembakan itu, mereka tidak bisa diselamatkan sebelum keduanya mati mereka meminta maaf kepada Rokhahul karena banyak melakukan kesalahan dalam perjalanan mereka menuju ke negeri iblis tapi mereka merasa sedikit senang karena akhirnya mereka bisa menyusul sosok ibu dan ayah yang telah meninggalkan mereka dulu.


"Dua orang telah mati sekarang tinggal tiga orang, Austin dan Rokhahul apakah kalian yakin akan berdiri di depan Arya untuk mempertaruhkan nyawa kalian? Jika memang kalian menatapku seperti itu sepertinya memang benar kalau kalian menginginkan itu,"


"Baiklah mati saja kalau begitu," ucap Ling dengan dingin sambil menembakkan peluru ke arah Austin dan Rokhahul beruntun


Ling terkejut melihat kedua orang itu masih baik-baik saja ketika melihat keduanya masih hidup dan Arya telah selesai memperbaiki sistem miliknya hingga bisa digunakan kembali.


"Ling, lawanmu sekarang adalah aku jadi hadapi aku dulu," Ucap Arya yang mengaktifkan fitur perisai sihir menggunakan sistem


Ling hanya menyeringai dan kemudian melanjutkan serangannya ke arah Arya dengan beruntun untuk menghancurkan perisai yang dibuat tapi semuanya sia-sia.


"Ling, menyerah saja,"


"Karena aku ke sini untuk mengembalikan dirimu,"

__ADS_1


Kaya Dengan Sistem Reputasi 2


__ADS_2