Kaya Dengan Sistem Reputasi

Kaya Dengan Sistem Reputasi
Bab 28 Memalsukan peristiwa adalah kebenarannya


__ADS_3

Arya yang kembali ke asrama merasakan kalau dia terlalu lemah jika dibandingkan dengan Ling yang terlihat memiliki aura yang berbeda dengan dirinya. Huli sendiri kembali ke sistem dengan keadaan tidak peduli dengan kekuatan yang dimiliki para iblis karena dewa selalu berada di atas dan para iblis selalu berada di bawah, karena mereka terbuang yang artinya kemampuan mereka tidak setara, akan tetapi Arya merasakan kalau mungkin kali ini negeri ini akan hancur karena dewa terlalu menganggap remeh kemampuan yang dimiliki oleh seorang iblis yang terlihat dengan jumlah yang banyak.


Arya tiba-tiba teringat kenapa pada saat pesta teh di adakan waktu itu Edward membebaskan dirinya dari jeruji besi, jika dia adalah seorang penghalang. Mungkinkah iblis tidak sejahat yang di perkirakan atau memang pernah terjadi sesuatu diantara mereka di masa lalu. Akan Atticus tetapi walaupun Arya berpikir begitu dia akan mengurungkan niatnya untuknya berbicara hal itu kepada anggota Schonheit. Karena Edward dan Ling saat ini adalah ancaman terbesar di akademi, tidak ada yang akan bisa merubah pemikiran mereka.


Arya dan Liam keesokannya kembali mengikuti rapat festival, karena itu adalah tradisi paling penting yang terjadi hanya dua tahun sekali jadinya butuh lebih banyak persiapan dibandingkan semua tradisi yang berada di akademi.


"Aku rasa kita memerlukan penjaga tambahan lagi," ucap salah seorang siswi di dalam rapat itu


"Kita tidak bisa menambah penjaga terus-menerus, para tamu akan merasa khawatir jika banyak penjagaan ketat,"


"Mereka akan berpikir hal-hal negatif nantinya, dan malah tidak menikmati festival yang diadakan,"


"Jadi tambahan para anggota itu tidak terlalu di perlukan walaupun kita benar-benar mungkin berada dalam bahaya aku yakin kita bisa mengatasinya bersama-sama,"


"Austin, aku yakin kamu akan setuju dengan pendapatku, karena semua itu harus menjadi bagian dari kenyamanan para tamu yang hadir," ucap salah seorang laki-laki yang tidak setuju dengan penambahan penjagaan yang akan ditambahkan


Austin kemudian mengangguk setuju, dengan mudah laki-laki itu membuat Austin setuju seperti kalau dia bukan orang biasa dimata Arya dan Liam, bukan hal yang mudah jika menginginkan persetujuan dari Austin, jika tidak memiliki alasan yang logis. Rapat itu kemudian selesai setelah beberapa jam pembahasan rapat, Arya dan Liam keluar bersamaan tapi tidak sengaja keduanya yang langsung keluar itu menabrak seorang laki-laki yang akan ikut keluar dari pintu besar itu.


Keduanya langsung menunduk meminta maaf, sedangkan laki-laki itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tidak mempermasalahkan hal itu.


"Daripada kalian terus meminta maaf bagaimana kalau kita berkenalan dan menjadi teman dekat?" tanya laki-laki di depannya dengan senyuman yang ramah

__ADS_1


"Jangan hiraukan laki-laki yang suka bermain hati dan berbicara manis kepada para perempuan,"


"Dia sering melanggar aturan akademi sejenak jidatnya," ucap Rokhahul yang berjalan keluar ruangan untuk mencari makanan di kafetaria menatap laki-laki yang ada di sebelahnya dengan tajam dan jengkel tapi hanya di jawab dengan menggaruk kepala yang tidak gatal serta senyuman tidak berdosa seolah-olah tidak melakukan kesalahan apapun kepada Rokhahul


"Aku belum memperkenalkan siapa aku kepada kalian ya,"


"Karena aku baru kembali dari pertukaran siswa-siswi akademi dengan timur tengah,"


"Perkenalkan namaku adalah Charles Morte, seorang bendahara yang tidak pernah terlihat," ucap laki-laki itu dengan senyuman lembut ke arah keduanya


Arya dan Liam merasakan kesilauan dalam senyumannya, seperti memang senyuman orang-orang malaikat. Karena Arya tidak mudah percaya dengan orang baru lagi sejak di tipu dia memutuskan untuk mencari informasinya melalui layar tipis sistem, walaupun hanya seperti itu banyak identitas yang dibuat-buat tapi terlihat benar kalau melihat orangnya yang bersikap buruk seperti itu.


"Tidak semua hal terjadi karena iblis, kadang yang memalsukan peristiwa adalah kebenarannya,"


"Tidak perlu banyak di pikirkan ini hanya ucapan dariku saja," ucap Charles sambil tersenyum tetapi dengan tatapan dingin kemudian berubah menjadi ceria dalam sedetik


Arya dan Liam terlihat kebingungan dengan maksud Charles, Karena merasa ada yang janggal dan tidak memiliki arti rasanya tetapi Arya akan tetap mencari maksud dari Charles dengan mencari di perpustakaan akademi, karena merasa mungkin saja ada hubungannya dengan sejarah para dewa melawan para iblis di perpustakaan akademi yang katanya telah berdiri ratusan tahun lalu. Sampai di depan pintu perpustakaan saat Arya ingin masuk ke dalam ruangan, terdengar suara yang tidak asing menyapa dirinya.


"Arya, kamu juga ke perpustakaan ya," ucap seorang perempuan dan seorang laki-laki yang di seret oleh perempuan tersebut dengan santainya tanpa banyak mengomentari perempuan itu walaupun di tarik ke sana kemari


"Yang mulia dan Caroline, sudah lama tidak bertemu,"

__ADS_1


"Kalian terlihat sanga lekat ya seperti pasangan pada umumnya," ucap Arya dengan senyuman kaku dan memberikan hormat


"Arya, kenapa kamu memanggilku dengan sebutan yang mulia sedangkan tunanganku di panggil dengan nama langsung?"


"Kamu juga harus memanggilnya dengan panggilan yang mulia karena dia adalah tunangan dari pewaris kerajaan ini,"


"Kalau tidak panggil aku juga dengan nama seperti kamu memanggilnya," ucap putra mahkota dengan tatapan tajam ke arah Arya dengan berdiri di depan Caroline


Arya meminta maaf dan memanggil dengan sebutan yang diinginkan, tetapi Caroline yang tidak senang di panggil dengan panggilan itu hingga membuat Arya mau tidak mau memanggil keduanya dengan nama langsung. Setelah merasa pertengkaran itu telah selesai, Arya masuk ke dalam perpustakaan untuk mencari buku-buku yang ingin dia ketahui diikuti oleh Caroline dan tunangannya.


Di dalam perpustakaan, terlihat ribuan lemari melayang secara beraturan. Arya seketika terpukau karena besarnya perpustakaan dan jumlah buku dan lemari buku yang begitu banyak, tapi dia jadi berpikir betapa bersyukurnya dia di kehidupan sebelumnya untuk mencari informasi.


Arya memiliki sistem untuk mencari memang dia dimudahkan, tetapi mengingat dia berada di pihak para dewa berarti ada beberapa hal atau informasi dari sisi iblis yang tidak akan bisa dia temukan di dalam sistem ditambah lagi ucapan Charles yang membuatnya penasaran dengan cerita dunia ini di sisi yang berlawanan. Diakhir nanti dialah yang menentukan apakah iblis atau para dewa yang sebenarnya salah, sistem tiba-tiba muncul memberikan misi.


Misi kali ini sangat aneh untuk Arya karena mencari buku yang memiliki arti kebenaran, tidak dijelaskan dari layar tipis itu disisi mana kebenaran yang harus dia cari.


"Perpustakaan sebesar ini aku harus benar-benar mencari buku yang tidak aku ketahui?"


"Sistem ini aku rasa semakin hari semakin gila,"


Kaya Dengan Sistem Reputasi

__ADS_1


__ADS_2