
Setelah keempatnya selesai makan siang, mereka berempat memutuskan untuk pergi ke suatu tempat untuk berbicara masalah bisnis dan pertengkaran yang terjadi antara hubungan pertunangan keluarga kalangan atas.
"Terima kasih karena telah membantuku pergi dari situasi itu,"
"Apakah bisa kalian merahasiakan masalah yang terjadi barusan?" tanya perempuan itu dengan tatapan tajam dan dingin
Arya dan kedua lainnya tentu masih memikirkan, apa yang mereka inginkan untuk asosiasi keluarga mereka karena perempuan tersebut membuat kesempatan bisnis untuk mereka bertiga menutup mulut atas kejadian barusan.
"Apakah kamu tau kalau meminta tolong kepada kami tidak bisa hanya dengan berbicara,"
"Kamu juga tau kan yang kami maksud," ucap Ling dengan senyuman lembut membuat perempuan di depan itu langsung mengeluarkan cek kosong yang di minta untuk dituliskan jumlah nominal yang dinginkan untuk menutup mulut.
Tapi karena menginginkan sesuatu yang lain tentu Arya dan yang lain menolak cek uang yang berharga milik putri keluarga Marques itu.
"Tenang nona kami tidak ingin uang tapi kami ingin anda membantu kami dalam bisnis ini dan kami berharap anda bisa menjadi teman bisnis kami," ucap Arya dengan mulut manis yang telah terlatih selama beberapa tahun tinggal dan melihat banyak cara berbisnis dari keluarga Fu
Memang terdengar tidak sopan untuk seorang bangsawan karena mereka merasa kalau mereka diremehkan oleh seorang rakyat biasa, tapi keluarga Fu berbeda karena mereka memiliki hak yang setingkat dengan penyihir atau penasehat kerajaan. Putri keluarga Marques tentu memahami hal ini oleh karena itu dia hanya bisa mengangguk menerima hal yang inginkan, dengan begitu juga kontrak bisnis terjalin antara keluarga Fu dan putri keluarga Marques. Misi yang diberikan sistem otomatis terselesaikan berkat mereka yang menjalin hubungan bisnis bersama.
'Hadiah yang didapatkan dari sistem kali ini adalah kemampuan berpedang ya,'
'Yah aku pikir ini tidak buruk karena ini bisa membantuku,' ucap Arya di dalam hatinya dengan perasaan bahagia
Keesokan harinya, putra makhota menemui Arya di taman tempat mereka bertemu kemarin setelah mereka selesai mengikuti tes sihir yang sama-sama di ikuti. Arya langsung memasang sihir ruangan hampa atau kedap suara transparan supaya tidak akan ada orang yang mendengarkan atau menguping pembicaraan mereka, putra makhota di depannya tentu saja terkejut karena orang yang akan masuk ke dalam akademi rata-rata orang belum mempelajari sihir tingkat menengah atau tingkat tinggi.
Melihat kemampuan Arya tentu saja membuat putra mahkota menjaga sikap dan ucapannya supaya nantinya tidak banyak hal buruk terjadi kepadanya.
__ADS_1
"Apa yang ingin kamu bicarakan kepadaku?" ucap putra makhota yang tidak ingin mendengarkan basa basi dari Arya yang belum berbicara sama sekali
"Baiklah, yang mulia kalau begitu saya akan mengatakan secara langsung mengenai masalah tunangan anda dengan pertengkaran kemarin,"
"Saya memang tidak ingin membela atau melakukan apapun tapi saya harap anda bisa menilainya secara langsung hari ini dengan diam-diam kita akan mengikutinya," ucap Arya dengan tatapan serius ke arah laki-laki di depannya
"Apa maksudmu?" tanya putra mahkota yang tidak mengerti maksud dari ucapan Arya katakan
"Anda mengatakan kalau tunangan anda kemarin berubah bukan? Dan mengatakan kalau dia lebih buruk dari rakyat jelata yang berperilaku,"
"Saya tau mengikuti orang secara diam-diam bukan sifat yang kurang sopan tapi bukankah kita harus melihat orang seperti apa perempuan anda hingga anda bisa menilai hal buruk seperti itu?"
"Tapi tenang saja saya memiliki sihir tidak terlihat supaya dia tidak akan menyadari keberadaan kita," ucap Arya dengan tatapan meyakinkan kepada orang di depannya
Seorang gadis yang duduk di sebuah kursi gazebo menatap kotak bekal yang bertumpuk dengan tatapan pahit, gadis itu adalah putri Marques. Tiba-tiba seorang laki-laki datang ke arah gadis itu.
"Sudah lama tidak melihat dirimu nona,"
"Tidak biasanya kamu membawa bekal yang banyak hari ini dan juga makan sendirian,"
"Apakah kamu masih berpegang teguh terhadap pertunangan dengan putra makhota? Sampai kapan kamu akan bertahan?" ucap seorang laki-laki yang menatapnya dengan lembut dan khawatir kepada putri keluarga Marques yang mulai makan.
"Kenapa seorang putra keluarga Duke ada di sini?" ucap putri keluarga Marques dengan tatapan dingin
"Aku khawatir dengan dirimu yang selalu diabaikan oleh laki-laki itu dan juga aku yakin kamu tau tentang perasaanku kepada dirimu,"
__ADS_1
"Jadi aku tidak akan menyerah kepadamu, sampai laki-laki itu memutuskan pertunangan denganmu perasaanku tidak akan berubah," ucap laki-laki Duke itu dengan tatapan sedih menatap gadis di depannya sedangkan Arya dan putra makhota melihat itu masih terdiam seperti menonton drama pertunjukan
"Aku bertunangan dengannya memang karena tugas yang diberikan oleh orang tuaku tapi lama-kelamaan aku merasa kalau dia adalah laki-laki yang cocok denganku dan aku mencintainya,"
"Aku rasa itu tidak perlu lagi di jelaskan bukan? Kenapa aku ingin bertahan di sini?" ucap putri keluarga Marques itu dengan senyuman pahit
"Kapanpun kalau kamu sedih atau telah membatalkan pertunangan, aku akan siap jadi penggantinya karena aku mencintaimu Caroline,"
"Laki-laki itu pasti akan menyesal jika mengetahui bahwa dirimu berjuang lebih keras untuk pantas duduk di kursi ratu," ucap laki-laki Duke itu yang kemudian mencium punggung tangan milik perempuan yang berada di depannya sedangkan putra makhota yang melihat kejadian tersebut merasa tersentuh dengan ucapan yang dilontarkan oleh Caroline untuk tetap setia kepadanya walaupun tersentuh dia masih yakin kalau dia bukan perempuan yang baik
Tidak lama dari itu tes berpedang khusus perempuan di mulai, setiap serangan dari Caroline sungguh luar biasa membuat Arya dan putra mahkota tidak menyangka betapa sulitnya latihan yang dilewati oleh perempuan di depannya hingga bisa tersenyum seperti itu ketika lulus dari ujian masuk berpedang.
"Apa kamu telah melihatnya yang mulia, sosok seorang perempuan yang selalu berjuang untuk anda sekarang berada di depan anda,"
"Hanya untuk memantaskan diri berada di sisi anda," ucap Arya yang menjentikkan jarinya menghilangkan sihir persembunyian setelah Caroline selesai berpedang dan ketika itu dia pergi meninggalkan putra mahkota di sana dari kejauhan kedua orang yang mengetahui rencana Arya hanya bisa menarik pakaiannya untuk sedikit menjauh dari lokasi itu.
Liam dan Ling mengomelinya setelah itu karena bodoh untuk tidak mengambil keuntungan dari masalah yang terjadi.
"Yang mulia, maafkan saya jika saya sedang tidak berdandan untuk berhadapan dengan anda,"
"Dan untu-"
"Caroline, maafkan aku karena aku buta,"
Kaya Dengan Sistem Reputasi
__ADS_1