Kaya Dengan Sistem Reputasi

Kaya Dengan Sistem Reputasi
Bab 29 Buku terlarang


__ADS_3

Arya kemudian berkeliling di bangunan yang terlihat aura bersejarahnya di setiap langkahnya saat berjalan ke dalam ruangan berbagai jenis buku tersedia dari buku anak-anak sampai buku novel untuk bersantai ada di sini. Tentu tidak akan ada waktu bagi Arya untuk meluangkan waktu bersenang-senang, karena menurutnya mencari sebuah buku dengan makna kebenaran tidaklah mudah. Jutaan bahkan miliaran buku berada di ruangan ini, tidak mudah untuk tau yang mana jelasnya tapi novel dan buku anak-anak pastinya bukan yang dimaksud jadi dia harus mencari sisa buku yang telah dia keluarkan dari pilihannya.


Karena mencari buku dengan arti kebenaran itu tidak mudah maka Arya memutuskan untuk mencari buku sejarah yang dia perlukan untuk melihat dari sudut pandang lain, hanya dengan menggunakan sistem dia bisa mendapatkan buku yang dia inginkan hanya dengan mengetik buku sejarah secara otomatis, sistem mengambil buku itu dari lemari-lemari buku sampai-sampai sebuah buku dari ruangan yang di rantai juga ikut terambil tanpa berhasil di deteksi oleh sihir di akademi.


Di sudut ruangan Arya mengaktifkan sihir supaya apapun yang dia lakukan dan dia baca tidak bisa terdengar oleh orang-orang yang berada di perpustakaan. Tanpa Arya mengetahui ada buku terlarang yang berada di dalam bacaannya, dan dari buku terlarang yang berjudul sistem Katastrophe adalah kutukan, membuat Arya merasakan bahwa ada hal yang menarik dari buku ini langsung membuka buku itu.


Dikisahkan sebuah kerajaan kelahiran seorang perempuan cantik, semua orang dari berbagai kerajaan dan kalangan berbondong-bondong untuk mencalonkan anaknya kepada sang putri. Sampai putri dewasa masih banyak orang yang berbondong-bondong walaupun ditolak puluhan kali oleh pihak kerajaan, sampai suatu hari sang putri bertemu dengan seorang laki-laki cantik bermata merah ruby tanpa diketahui kalau laki-laki cantik tersebut adalah seorang iblis.


Sang putri dan sang iblis menjalin hubungan percintaan, akan tetapi di saat pernikahan sang raja malah menentang pernikahan itu dan mengepung sang iblis dengan ratusan bahkan ribuan pasukan. Sang putri hanya bisa berlutut tidak bisa berkata-kata dan menangis ketika melihat kejadian itu, tidak ada penjelasan apakah sang putri yang melakukannya atau memang dia juga di jebak yang pasti sang iblis di tusuk oleh senjata para dewa yang mengakibatkan luka yang sangat fatal untuk iblis.


Iblis itu jadi berpikir mungkin kerajaan ini bersekongkol dengan para dewa untuk membunuhnya, yang membuat dirinya timbul rasa kebencian yang mendalam kepada orang yang menjanjikan perdamaian dan semua skenario yang di buat oleh kerajaan, sang iblis membunuh semua orang kecuali sang putri. Sang putri di seret ke negeri bawah, di perlakukan selayaknya seorang pelayan atau bahkan budak karena sang raja tidak peduli lagi kepada sang gadis yang mengkhianatinya.


Sampai suatu hari ada seorang dewa yang bertugas menjadi seorang duta dari perwakilan dunia atas berkunjung ke dunia bawah karena sang raja iblis akan menikah dengan seorang Nobel iblis. Dan dari sinilah kisah perang besar terjadi ketika melihat sang putri yang cantik, dan membuat sang dewa terpana hingga membuat keputusan kalau para iblis menangkap sang putri, singkat cerita itu memicu perang yang merugikan dua bangsa di dunia tengah di jadikan medan tempur keduanya.


Arya yang selesai membaca kisah dari buku itu merasa apakah itu benar-benar cerita yang nyata atau dibuat-buat, karena sangat berbanding jauh dengan yang dikatakan oleh guru sejarah di akademi pada saat memberikan penjelasan.

__ADS_1


"Woah... woah..."


"Sepertinya kamu bisa masuk ke dalam penjara karena memegang buku terlarang," ucap seorang laki-laki bermata merah muda di telinga Arya membuat Arya yang terkejut menoleh ke belakang dan mengarahkan sebuah belati ke arah laki-laki itu dengan santainya laki-laki itu hanya diam tersenyum ke arah Arya


Terjadi suasana yang sunyi antara Arya dan laki-laki bermata merah muda hingga sampai seorang perempuan berkacamata datang dan melempar buku tebal ke arah laki-laki bermata merah muda.


"Bisakah kamu diam di perpustakaan? Dan tidak menggangu seorang murid yang sedang membaca buku?" ucap perempuan berkacamata itu sambil memasang pelindung yang bisa membuat suara mereka tidak terdengar orang lain


"Aku bukannya mengganggu tapi aku hanya kebetulan berjalan dan memperhatikan anak ini yang menggunakan sihir untuk membuat suaranya tidak terdengar keluar dari dalam ini,"


"Ditambah lagi dia sangat lincah menggunakan senjata," ucap laki-laki bermata merah muda dengan tatapan tertarik ke arah Arya


"Tolong jaga kehormatanmu,"


"Walaupun aku tau kamu ingin menjadikan dia sebagai bahan penelitian milikmu, tapi harus ingat kamu saat ini adalah kepala akademi jadi jangan bersikap aneh-aneh kepada seorang murid," ucap gadis berkacamata itu dengan sambil memukul menggunakan buku tebal yang seperti kamus

__ADS_1


Karena penasaran dengan kedua orang di depannya Arya memeriksanya menggunakan sistem, tidak dia sangka orang di depannya adalah orang yang memimpin akademi dan asisten pribadinya yang menemani. Arya terkejut karena keberuntungan atau kemalangan baginya bisa bertemu dengan orang nomor satu di akademi ini, tetapi saat ini terlihat jelas kalau dia telah melanggar aturan akademi yang artinya dia tidak akan baik-baik saja.


"Kamu adalah Arya Virendra bukan? Salah satu anggota Schonheit, aku telah mendengar dirimu dari para siswa-siswi yang selalu berlalu-lalang setiap kali ada jam istirahat atau pergantian mata pelajaran,"


"Kamu sepertinya memiliki bakat hingga bisa membuka sihir tingkat tinggi yang digunakan oleh seorang kepala akademi,"


"Bisa jelaskan bagaimana caramu mengambil tanpa di ketahui oleh sihir-sihir yang menjaga buku terlarang itu," ucap perempuan berkacamata itu dengan tatapan serius dan waspada ke arah Arya


Arya tentu tidak mungkin mengatakan ada sistem atau layar tipis yang membuatnya bisa dengan mudah mengambil buku-buku terlarang tanpa ketahuan oleh sihir-sihir tingkat tinggi yang dipasang oleh kepala akademi sendiri. Dia mungkin bisa di anggap sebagai orang pembohong atau orang yang berusaha menyembunyikan sesuatu dari akademi dan bisa saja menjadi ancaman paling berbahaya bagi akademi. Arya berusaha berpikir hingga sampai dia kebingungan untuk membuat alasan, Huli keluar dari layar tipis karena melihat Arya yang terlihat begitu kebingungan untuk memberikan penjelasan kepada kepala akademi dan asisten pribadinya menggunakan wujudnya sebagai manusia rubah.


"Aku disini akan menggantikan dia untuk menjelaskan bagaimana bisa dia mendapatkan buku terlarang,"


"Tapi aku rasa kamu yang melihat wujudku tidak perlu penjelasan bukan?"


Kaya Dengan Sistem Reputasi

__ADS_1


__ADS_2