Kaya Dengan Sistem Reputasi

Kaya Dengan Sistem Reputasi
Bab 31 Festival


__ADS_3

Tidak lama setelah dia melihat mimpi itu, Arya langsung terbangun dan menatap langit-langit kamarnya di asrama terlihat beberapa orang juga duduk khawatir menunggu dirinya sadar. Melihat Arya yang sadar semua orang yang menunggu di ruangan itu tentu saja menjadi lega dan bersyukur, Arya diizinkan untuk tidak mengikuti rapat serta persiapan festival yang akan berlangsung selama satu minggu sebelum acara di mulai. Desas-desus mengenai Arya yang berhasil menyelamatkan akademi menjadi topik pembicaraan yang paling panas di akademi, banyak siswa-siswi akademi yang mulai mengagumi Arya sebagai sosok laki-laki yang keren karena sampai menggunakan sihir yang banyak hanya untuk mengalahkan para monster.


Arya tidak keluar dari kamarnya selama satu minggu dan dijaga bergantian oleh para anggota Schonheit bagaimana tau dengan informasi itu, tentu itu karena dia kurang kerjaan sampai mencari informasi menggunakan layar tipis sistem. Karena kejadian ini banyak para siswa-siswi akademi yang sampai membuat sebuah perkumpulan pengagum untuk Arya, tapi beruntungnya tabungannya yang telah habis buat membeli senjata menggunakan reputasinya terbayarkan karena kejadian ini.


"Kamu tersenyum seperti itu apakah otakmu baik-baik saja Arya," ucap Austin yang mendapatkan giliran untuk menjaga Arya dengan tatapan khawatir karena Arya terlihat sejak tadi tersenyum dengan aneh


"Aku baik-baik saja, kamu tenang saja,"


"Aku hanya berpikir betapa beruntungnya aku masih bisa hidup setelah menggunakan sihir yang begitu besar," ucap Arya dengan senyuman kaku


"Arya, karena kejadian yang lalu kamu berhasil mengalahkan para monster dengan senjata itu,"


"Kami berharap kamu menjadi kartu as kami pada saat bahaya terjadi di akademi," ucap Austin dengan tatapan kepercayaan kemudian di jawab anggukan mengerti oleh Arya


Setelah ucapan itu Austin mengalikan pembicaraan ke pembicaraan yang lebih santai untuk Arya karena mungkin hanya membahas pekerjaan saja bisa membuatnya tidak baik-baik dari kesehatannya saat ini.

__ADS_1


Arya merasa bersyukur dapat tinggal di dunia ini banyak orang yang sangat baik kepadanya, walaupun ada beberapa hal yang akan menjadi musuhnya nanti.


Satu hari sebelum festival semua orang dari berbagai kalangan datang ke kota dan sebagain dari mereka langsung datang ke akademi karena merindukan putra putri mereka di akademi. Karena putra-putrinya tinggal di asrama akademi, sebagian bangsawan ingin ikut tinggal di sana supaya nantinya mereka bisa mengurus putra-putri mereka yang pergi ke akademi tanpa seorang pelayan. Tradisi akademi sangat di hormati oleh para bangsawan yang pernah belajar di akademi karena itu adalah salah satu cara mereka untuk memahami tidak semuanya bisa dilakukan dengan bantuan para pelayan.


Chen dan keluarganya datang ke kota juga, keluarganya tinggal di penginapan kota sedangkan Chen langsung menuju kamar Arya, Ling dan Liam tanpa sepengetahuan mereka, yang membuat Chen terkejut karena ruangan milik Ling kosong dan rapi tidak pernah di sentuh. Tentu akan menjadi pertanyaan untuk Liam dan Arya kenapa kamar adiknya kosong, tapi Chen memutuskan belum bertanya kepada keduanya karena mungkin bisa saja adiknya ikut dalam misi dengan ketua Schonheit sama seperti dia di kunjungi di mansion.


Arya dan Liam melihat dengan jelas raut wajah yang khawatir dan gelisah kepada Chen walaupun tidak dibicarakan olehnya secara langsung tapi itu cukup untuk Arya dan Liam paham akan situasinya. Arya dan Liam ingin berbicara tapi merasa bukan waktu yang tepat untuk menambah kekhawatirannya kepada Chen, Chen kemudian memutuskan untuk menginap di asrama akademi di kamar adiknya. Sedangkan di atas atap akademi Arya dan Liam kembali berbincang-bincang berdua sambil menikmati pemandangan yang mungkin akan menjadi akhir dari mereka nanti.


"Kapan kita akan memberikan kejujuran kepada Chen?"


"Aku sendiri merasa cepat atau lambat pasti dia akan mengetahuinya, tapi terlihat dari wajahnya Chen dia tidak tau kalau timur telah menjadi rata menjadi tanah,"


"Dia hanya khawatir kalau adiknya tidak berada di akademi saat ini, dan mungkin esok kita akan memberitahunya karena suasana hatinya sudah baik sebab besok hiruk-pikuk festival besar," ucap Arya dengan senyuman tipis sambil menutup bukunya dan memandangi langit malam


Keesokan harinya Festival besar tiba, para siswa-siswi yang mengikuti perburuan telah bersiap-siap dengan bangga untuk memamerkan kemampuan yang mereka miliki di hadapan banyak orang yang hadir di sana. Arya dan Liam mendapatkan tugas untuk menyambut para tamu sebagai Schonheit akademi yang menjadi wajah akademi yang memiliki siswa-siswi berbakat.

__ADS_1


Acara penyambutan berjalan dengan lancar sampai ke acara hiburan sebelum mereka berangkat ke hutan untuk berburu, akan tetapi tiba-tiba seorang laki-laki bertepuk tangan di saat sebelum festival itu dinyatakan mulai, semua siswa-siswi dan tamu yang hadir kebingungan apa maksud dari tepukan tangan itu. sesosok laki-laki berambut perak yang telah lama tidak ada di akademi saat ini malah berjalan dengan santai ke arah panggung sambil bertepuk tangan.


Anggota Schonheit yang mengetahui kalau dia adalah ancaman tentu saja bersiap atas segala kemungkinan yang terjadi kepada para siswa-siswi akademi, kepala akademi telah pergi ke negeri timur tengah setelah memberikan ucapan penyambutan tidak tau hal ini akan terjadi.


"Austin, sekarang bukankah giliranku untuk menyampaikan sepatah kata kepada semua tamu dan para siswa-siswi akademi yang hadir,"


"Kamu juga tidak mungkin kan meminta acara di mulai sebelum aku memberikan sambutan," ucap laki-laki itu membuat Austin menatap Rokhahul dan mengangguk setuju kepada Austin untuk menyetujuinya, setelah itu tanpa lama Edward menyampaikan ucapan satu dua patah kata untuk memulai festival


Sampai kemudian pada saat dia turun dari panggung, semua jenis monster berdatangan dari arah hutan akademi yang seharusnya tidak memiliki monster-monster itu, Arya dan anggota Schonheit lain langsung menyusun formasi untuk menghalangi para monster itu dari para tamu dan siswa-siswi yang masih ada di lokasi itu. Rokhahul langsung memberikan perintah untuk evakuasi semua tamu dan siswa-siswi yang jumlahnya ribuan, memang akan sulit untuk dilakukan tapi mereka tetap berusaha melakukannya. Siswa-siswi banyak yang panik karena keadaan mereka saat ini di kepung oleh para monster tingkat tinggi, tidak lama kemudian sekumpulan orang yang menggunakan sihir hitam terlihat dengan auranya yang haus darah berjalan dengan santai di antara para monster itu, sesosok laki-laki yang ternyata berada di barisan para pengguna sihir hitam itu tentu membuat semua orang disana terkejut karena kedua orang yang berada di Schonheit terlibat dalam acara festival ini.


"Sudah lama tidak bertemu ya,"


"Karena Kakakku telah memberikan kata-kata sambutan maka saat ini adalah pesta perburuan kami dimulai,"


Kaya Dengan Sistem Reputasi

__ADS_1


__ADS_2