Kaya Dengan Sistem Reputasi

Kaya Dengan Sistem Reputasi
Bab 33 End season 1 Kaya Dengan Sistem Reputasi


__ADS_3

Arya yang merasakan seperti dirinya yang mengalami kegagalan karena tidak berhasil melindungi orang yang telah menolong dirinya, berlutut gemetar saat ini dia rasakan sampai Huli keluar dari sistem dan berada di depannya, menatap dengan tatapan menyedihkan.


"Tugasmu hanya untuk membunuh iblis,"


"Apakah seberat itu hingga kamu tidak bisa melakukannya dan memilih untuk melindungi?"


"Apakah kamu ingat orang-orang di kehidupanmu sebelumnya? Mereka meninggalkan dirimu setelah kamu berbuat baik kepada mereka,"


"Masih saja sikap naif itu dipertahankan," ucap Huli dengan tatapan tajam ke arah Arya yang terduduk diam


Arya tidak berbicara sama sekali dengan kepala yang tertunduk, terlihat jelas dia berada di posisi putus asa, Walaupun dia sekarang sangat kaya dengan sistem reputasinya tapi tidak terlihat ada keyakinan darinya mampu menggunakan sistem untuk mengalahkan para iblis.


"Aku tau aku memang lemah dan tidak berguna,"


"Aku bahkan tidak bisa menggunakan kemampuanku sendiri, selalu mengandalkan para dewa untuk membantu setiap masalah yang terjadi kepadaku,"


"Jadi kenapa kalian memilihku? Bukankah membiarkan aku mati saja itu cukup?" ucap Arya dengan lantang dan nada yang terdengar begitu gemetaran


Semua orang di sana terlihat memandangi ke arah Arya, Liam kemudian berjalan dan menempatkan badan dengan cara melipat kedua lutut, bertumpu pada telapak kaki di hadapan Arya.


"PLAK..." suara tamparan yang keras terdengar begitu jelas, semua Schonheit dan Huli terkejut dengan perilaku Liam kepada Arya yang hanya diam setelah tamparan dan ditampar dengan keras


"Kamu mengatakan dan menyakinkan kepadaku kalau kita bisa melawan para iblis,"


"Tapi kenapa kamu saat ini berhenti di tengah jalan?"


"Apakah kamu sedang mempermainkan keyakinan yang telah di bangun?" ucap Liam dengan tatapan tajam ke arah Arya yang terlihat putus asa


Hanya diam yang membuat Liam menjadi tidak sabaran kepada Arya. Ditinggalkan Arya sendirian berlutut di tempat itu, semua anggota Schonheit telah diminta untuk langsung berisitirahat sambil mereka memikirkan rencana apa yang akan mereka rancang untuk membebaskan orang-orang yang dibawa para iblis.

__ADS_1


Tiba-tiba seorang perempuan muncul melewati sistem, terlihat dia sangat ingin marah kepada Arya tapi dia juga tidak berhak untuk memarahinya karena dia diberikan hidup seperti ini karena dia yang mengirimnya.


"Aku tau memang berat tanggung jawab yang aku berikan kepada dirimu untuk mengubah dunia yang aku buat,"


"Aku sendiri juga merasa tidak layak menjadi seorang dewa karena sampai melibatkan banyak jiwa untuk dibawa ke negeri ini supaya mereka bisa tinggal di dunia ini,"


"Dan bahkan sistem yang digunakan untuk memperkuat dunia ini adalah orang-orang yang terpilih oleh sistem untuk menyelesaikan misinya,"


"Aku butuh bantuanmu,"


"Jika kamu ingin menjadi kuat aku akan membantumu saat ini,"


"Jadi tolong lindungi semua senyum dari para makhluk yang tinggal di dunia ini," ucap sang Dewi sistem membuat Arya terkejut karena bagaimana bisa seorang Dewi sampai ikut putus asa dan tidak mengancam dirinya untuk berusaha


Arya berpikir mungkin karena memang dunia ini telah berada di tengah kehancuran dan satu-satunya harapan berada di tangannya. Setelah mengingat semua kejadian yang pernah terjadi di kehidupannya ini, Arya kemudian memikirkan baik-baik. Apakah dia akan mengorbankan nyawanya untuk ikut bertarung dengan para dewa melawan iblis dan sistem iblis atau dia akan tetap menjadi seorang saksi dari kehancuran dunia ini, tapi yang pasti keduanya akan menjadikan dirinya menyesal walaupun begitu dia tidak mungkin tidak memilih salah satu di antara itu.


"Baiklah, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk kembali membantu,"


Karena menurutnya kalau Arya sampai putus asa maka semua ancaman tidak akan ada gunanya karena dia telah berpasrah kepada hidupnya, mati atau tidak dia sudah tidak akan peduli lagi. Oleh karena itu dia berpikir kalau mengancam Arya mungkin tidak akan efektif lagi.


Di sisi lain di sebuah istana negeri bawah yang tidak ada siang sama sekali, terlihat manusia-manusia yang dirantai oleh dan di giring ke penjara bawah tanah kecuali seorang laki-laki yang dibawa langsung oleh seorang pangeran iblis, laki-laki itu dibawa ke sebuah ruangan yang besar dan mewah tidak mirip seperti sebuah penjara.


"Kakak akan tinggal di sini untuk sementara,"


"Dan jangan berharap bisa keluar dari ruangan ini tanpa izin dariku," ucap sang pangeran dengan dingin meninggalkan laki-laki itu sendirian


Sang pangeran kemudian berjalan ke sebuah ruangan dan di depan pintu ruangan besar itu, sudah terdengar suara teriak-teriakan pertengkaran.


"Kalau kamu tidak mengerti lebih baik diam," ucap seorang perempuan dengan lantang sampai terdengar ke luar ruangan, sampai dibukanya pintu besar itu oleh sang pangeran

__ADS_1


Terlihat di ruangan tersebut ada yang beberapa orang yang sedang ribut, dua orang diskusi dan satu orang tidur dengan nyenyak tanpa peduli dengan situasi yang ada di sekitarnya.


"Orang-orang akan curiga kalau kalian bukan seorang iblis karena perilaku kalian di sini yang masing-masing tidak jelas,"


"Dan tidak terlihat ada seram-seramnya," ucap sang pangeran dengan tatapan dingin ke arah para bawahannya yang santai


"Yang mulia Ling, anda harusnya sedikit lebih santai,"


"Sekarang kita hanya tinggal membuat rata kerajaan itu,"


"Jadi kenapa tidak bersantai-santai dulu tuan," ucap Charles dengan tatapan yang santai ke arah tuanya yang hanya di jawab dengan helaan nafas panjang


"Baiklah,"


"Kalau begitu aku ingin melihat para tahanan yang berhasil ditangkap,"


"Gumi, temani aku ke penjara bawah tanah," ucap sang pangeran dengan tatapan dingin, kemudian rubah kecil itu naik ke lengan miliknya


Dingin, mencengkam, bau darah begitu terasa di penjara bawah tanah. Banyak kerangka manusia yang bertebaran di tempat itu juga, memang membuat orang-orang takut ketika memasukinya tetapi untuk para iblis ini adalah tempat terbaik karena mereka bisa mendengarkan teriakan-teriakan penderitaan orang-orang yang putus asa.


Terlihat di balik jeruji, beberapa orang yang terlihat sudah paruh baya berteriak-teriak untuk dilepaskan dan mengancam kalau mereka akan membunuh balik orang-orang yang memasukan mereka ke balik jeruji tetapi ketika mereka melihat sosok pangeran di balik jeruji dengan tatapan merendahkan dan dingin mereka memohon dengan putus asa untuk dilepaskan.


"Ling, lepaskan kami kami adalah orang tuamu,"


"Apapun yang kamu inginkan akan kami berikan kepadamu, bahkan jika kamu menginginkan posisi kepala keluarga akan aku berikan,"


"Apapun?"


"Posisi kepala keluarga?"

__ADS_1


"Aku hanya ingin kalian menderita seperti apa yang telah aku rasakan selama ini,"


Kaya Dengan Sistem Reputasi


__ADS_2