Kaya Dengan Sistem Reputasi

Kaya Dengan Sistem Reputasi
Bab 7 Laki-laki yang buta ya


__ADS_3

Setelah Arya, Liam dan Ling keluar dari ruangan ujian tertulis. Ketiganya memutuskan untuk pergi ke kafetaria milik akademi, tiba-tiba layar tipis muncul dan menunjukkan peta akademi yang menandai lokasi merah yang memberi tau lokasi target yang harus di jalankan di dalam misi ini.


Kalau Arya gagal maka tidak akan ada lagi toleransi untuk dirinya atas misi dari sistem, dia akan mendapatkan hukuman reputasi buruk di mata orang lain di akademi. Oleh karena itu sebaik mungkin dia akan menjalankan misi ini dengan hati-hati tapi tidak jauh dari tujuan yang hanya di ikuti oleh Liam dan Ling di belakang Arya dalam diam. Tidak jauh dari titik itu terdengar suara teriak-teriakan angkuh dan suara seorang laki-laki yang emosi kepada suara perempuan yang berteriak itu.


Siapa yang menyangka pemandangan yang seharusnya ketiganya tidak lihat adalah pertengkaran antara tunangan putri Marques dengan seorang laki-laki yang ternyata adalah seorang putra mahkota yang membela seorang gadis yang baru saja terlihat seperti ditindas oleh putri Marques.


Terlihat keduanya berdebat masalah posisi bangsawan yang mereka miliki untuk tidak ikut campur atau menolong gadis dari keluarga rakyat biasa yang baru saja diperlakukan seperti di tandas, tapi tentu saja sang putra makhota tidak setuju dengan ucapan dari sang tunangan hanya karena status seharusnya dia memperlakukan semua orang dengan baik bukan seperti ini.


Keduanya berargumen sedangkan gadis yang terlihat tertindas terlihat baik-baik saja di pelukan sang putra mahkota, Arya dan kedua lainnya melihat ini tentu saja terdiam dengan tatapan dingin karena terlihat jelas jika perempuan yang berada di pelukan itu berpura-pura lemah di depan seseorang untuk mendapatkan pembelaan atau perhatian dari laki-laki itu.


Hebatnya lagi ini seperti di drama-drama yang sering di lihat atau di baca Arya di kehidupan sebelumnya, perempuan lemah yang di lindungi oleh orang yang berkuasa sedangkan antagonis yang tentu hanya mengingat malah harus menyalahkan perempuan yang mengingatkan.


"Ini sangat konyol bahkan untuk seorang laki-laki yang tidak bisa melihat kebenaran," ucap Liam tanpa memberikan filter sama sekali terhadap ucapan yang dikeluarkan dari mulut secara langsung hal ini membuat ketiganya langsung di tatap oleh orang-orang didepan yang berarti secara tidak langsung mereka bertiga harus ikut campur urusan orang lain.


Ling yang melihat ini hanya bisa pasrah dan ikut dalam kelakuan Liam tanpa berkomentar, begitu juga dengan Arya yang memiliki misi untuk memiliki hubungan baik dengan putri keluarga Marques.


"Ini bukan urusan kalian jadi jangan ikut campur,"

__ADS_1


"Dan kalian tidak sopan dengan aku yang merupakan seorang pewaris takhta kerajaan ini," ucap laki-laki yang merupakan putra mahkota itu dengan tatapan tajam dan percaya diri ke arah Arya dan yang lain


"Maafkan saya jika salah seorang dari keluarga saya tidak sopan dengan anda yang mulia, tapi perlu anda ketahui saat ini kita semua berada di zona netral atau bisa di bilang di tempat ini sama sekali tidak perlu sama sekali untuk memberikan hormat kepada anda,"


"Gelar atau pangkat sama sekali tidak berlaku di tempat ini jadi kami sama sekali tidak perlu memberikan anda hormat," ucap Arya dengan tatapan dingin ke arah putra mahkota dan gadis yang berada di pelukannya membuat sang putra makhota mengeram kesal


"Jangan karena kalian berasal dari keluarga perdagangan timur Fu aku tidak berani deng-"


"Memang tidak berani karena setengah dari kerajaan ini di jalankan oleh keluarga Fu dan jika keluarga Fu di hina ataupun di perlakukan tidak pantas setengah dari kerajaan ini akan lumpu atau bisa dibilang menjadi wilayah milik timur,"


"Karena semuanya dijalankan oleh asosiasi milik keluarga kami, bahkan sampai raja memberikan hak kepada kami maka kami adalah orang yang tidak bisa di singgung,"


"Temui kami besok sendirian, jika kamu ingin tau kenapa kamu dikatakan sebagai laki-laki buta,"


"Dan untuk perempuan yang dengan asik memeluk sebaiknya kamu tau diri bahwa kamu di publik,"


"Orang-orang akan menganggap dirimu adalah seekor rubah kotor, aku yakin kamu juga paham maksudnya,"

__ADS_1


"Serta juga untuk nona Marques, jika memang anda tidak keberatan ada hal yang ingin kami bertiga bicarakan mengenai bisnis yang keluarga anda janjikan," ucap Ling dengan senyuman dingin dan terlihat merendahkan ke arah kedua orang itu perempuan dari keluarga Marques yang mengerti maksud dari Ling langsung melangkah ke arah Arya, Ling dan Liam meninggalkan kedua orang yang berpelukan berada di tengah taman.


Setelah itu ketiganya pergi ke kafetaria yang seharusnya tempat tujuan mereka tanpa banyak komentar dari putri Marques, karena memang sudah memasuki jam makan siang tentunya dia tidak akan marah-marah atau naik pitam kepada Arya dan teman-temannya.


"Aku tidak menyangka kalau makan siang di akademi ini lumanyan baik," ucap Ling sambil mengambil makanan yang telah tersaji di setiap meja diikuti oleh Arya dan orang-orang yang mengantri di belakang mereka


"Tentu saja, ini adalah salah satu bentuk promosi kepada para calon siswa-siswi yang akan masuk ke dalam akademi ini," sambung Liam dengan dingin sambil mengambil menunggu yang lain selesai mengambil makanan di atas meja panjang.


Setelah mereka selesai mengambil makanan, dengan cepat mereka berempat mengambil tempat untuk duduk sebelum mereka tidak mendapatkan tempat untuk duduk dan makan mengingat banyaknya siswa-siswi di akademi ini hampir dua ribu lebih dari berbagai tingkatan.


hiruk-pikuk cafetaria terdengar begitu nostalgia di telinga Arya hingga membuatnya teringat kehidupannya di masa lalu, betapa menyedihkannya dirinya hingga tidak bisa makan jika tidak bekerja sedangkan teman-temannya bisa makan siang bersama di cafetaria tanpa beban apapun. Kesialan pertamanya adalah ibunya mati pada saat melahirkannya ke dunia dan mengakibatkan sang ayah menjadi seorang pemabuk oleh karena itu, menuntut dirinya harus bekerja di usia yang sangat muda.


"Arya, kenapa kamu melamun menatap makanan? Apakah kamu tidak enak badan?" tanya Ling dengan menatap Arya yang melamun.


Arya yang mendengarkan ucapan dari Ling tersentak dari lamunannya, hanya menggeleng pelan dengan senyuman pahit langsung memakan makan siangnya. Arya merasa sangat beruntung dengan kehidupannya saat ini karena bisa merasakan makan tanpa perlu mencarinya bahkan memiliki tempat berteduh tanpa harus repot-repot tinggal di hutan atau menyewa penginapan yang ada.


Mungkin inilah kehidupan sederhana yang disadari oleh Arya mengingat penderitaannya dahulu sewaktu masih susah atau sial.

__ADS_1


"Aku harap bisa hidup di sini lebih lama lagi,"


Kaya Dengan Sistem Reputasi


__ADS_2