
Semua orang di dalam ruangan itu terkejut dengan sosok yang masuk ke dalam ruangan, siapa yang menduga kalau kedua orang yang berbahaya datang ke mansion ini. Arya sampai menggunakan sistem untuk menenangkan diri dan supaya dia tidak di curigai kalau dia tau yang sebenarnya. Semua orang terlihat sinis dan tidak suka kepada laki-laki yang muncul tersebut, tetapi berbeda dengan sang kakak yang tersenyum dan berjalan memeluk dirinya.
"Ling, kakak pikir kamu tidak akan datang ke sini,"
"Karena kata Arya dan Liam kamu sibuk menyiapkan festival di akademi," ucap Chen dengan penuh senyuman lembut membuat Ling menatap ke arah Arya yang tersenyum kaku karena di tatap oleh Ling
"Aku pulang karena aku merindukan kakak dan aku takut kalau nantinya ini adalah malam yang mungkin jadi hari harmonis kita,"
"Aku membawa temanku namanya Edward, dia adalah ketua Schonheit atau dewan kesiswaan," ucap Ling dengan senyuman lembut ke arah kakaknya
Arya dan Liam tidak merasakan aura membunuh atau haus darah dari keduanya, tapi entah apa yang direncanakan oleh Ling dan Edward yang datang ke mansion tiba-tiba, itu membuat Arya dan Liam menjadi semakin waspada dengan situasi yang mereka hadapi.
"Ayah dan ibu apakah kalian tidak ingin menyambut aku yang pulang dari akademi? Padahal aku akan sangat menantikan ucapan selamat datang saat pulang ke mansion," ucap Ling membuat kedua orang yang terlihat paruh baya itu menatap dengan kesal dan ingin marah tetapi tidak bisa dilakukan oleh kedua orang itu karena mungkin ada tamu hingga dia tidak bisa melakukannya, hanya senyuman terpaksa yang bisa di tunjukkan oleh kedua orang tuanya kepada Ling yang menatap tajam
Suasana makan malam berlangsung dengan menegangkan, Arya tentu tidak enak untuk makan dengan suasana yang seperti ini memutuskan untuk selesai dulu dan berbisik kepada pelayan untuk meminta pelayan mengantarkan makanannya nanti yang tersisa ke kamarnya karena kalau tidak habis dia bisa kena omelan dari kepala pelayan yang telah mengurus mereka sejak kecil.
Tidak lama dari itu juga Liam memutuskan untuk selesai karena merasakan kalau dia ditatap dengan tajam oleh Ling yang berkeinginan membunuhnya, bagi Arya dan Liam tentu ini seperti berada di kandang harimau karena terlihat dengan jelas mata dimana-mana menatap dan kehadiran orang yang tidak di inginkan. Arya mengaktifkan sistem untuk melihat kejadian yang terjadi di ruang makan menggunakan perangkat yang dia pasangkan di sana, karena dia meninggalkan ruangan terlebih dulu tetapi tiba-tiba sistemnya berubah menjadi merah dan seekor rubah yang mirip dengan Huli berdiri di balkon kamar Arya. Rubah itu berubah menjadi seorang gadis dan menyapa Arya yang berada di dalam ruangan terkejut, tentang sosok rubah yang tidak jauh berbeda dengan sosok rubah miliknya.
__ADS_1
"Aku adalah Gumi, aku memiliki pekerjaan yang sama dengan Huli dari sistem dewa yaitu sebagai seorang host yang melayani tuannya dalam menjalankan misi," ucap Gumi yang membuat Arya dengan cepat menutup layar tipis dan membuka pintu besar yang mengarah ke balkon
"Kamu pasti berasal dari sistem iblis bukan?" ucap Arya dengan tatapan waspada ke arah perempuan rubah yang terlihat cantik tapi berbahaya itu
"Itu memang benar, aku kesini diminta oleh tuanku untuk bermain-main dengan sistem milikmu atau bisa dibilang aku akan menghancurkan dirimu karena kamu adalah salah satu penghalang kami yang berada di pihak para dewa," ucap rubah itu yang kemudian mengeluarkan sebuah pedang samurai dan sebuah pistol untuk menyerang menggunakan dua cara jarak dekat dan jarak jauh
Satu dua serangan di lancarkan oleh rubah itu karena melalui serangan jarak jauh, tapi tidak selamanya dia bisa menghindari semua tembakan itu, karena ada serangan jarak dekat yang akan berjalan mendekat ke arahnya. Tiba-tiba Huli keluar dari sistem dan menangkis pedang dengan kecepatan yang sangat cepat, karena tugasnya adalah melindungi tuannya dari segala macam bahaya.
"Arya, kamu lebih baik keluar dari sini karena dia bukan lawan yang setara dengan dirimu," ucap Huli dengan wujud sosok laki-laki tinggi dan dewasa, keduanya terlihat pertarungan yang sangat mencekam karena keduanya adalah lawan yang setara.
Seorang laki-laki yang tidak asing, tiba-tiba berdiri di luar balkon.
"Bukankah aku sudah bilang selama di mansion ini jangan membuat keributan," ucap laki-laki itu dengan tatapan dingin dan aura yang menekan ke arah rubah perempuan di depannya
Gumi langsung tertunduk gemetaran melihat tuannya yang datang langsung menghampirinya. perlahan-lahan dia berjalan ke arah tuannya dan merubah wujudnya kembali, setelah itu dia menatap Arya dan Huli di dalam ruangan.
"Kalian sudah tau kebenarannya bukan? Tenang saja aku disini tidak akan melakukan pembunuhan sesuai dengan perkataanku di makan malam tadi," ucap Ling dengan dingin ke arah Arya yang ekspresi berubah ketika Ling mengetahui semua informasi yang telah sampai ke akademi tentang dirinya, tidak lama kemudian Ling pergi meninggalkan Arya dan Huli
__ADS_1
Keesokan harinya Arya dan Liam mau tidak mau harus kembali ke akademi, karena Schonheit membutuhkan banyak tangan di akademi untuk menyiapkan sebuah festival. Arya kemudian menggunakan sistem secara diam-diam untuk melakukan teleportasi diam-diam, walaupun sebenarnya dia ragu meninggalkan mansion sebab Ling dan Edward berada di sana. Bisa saja mereka tidak menepati ucapan mereka dan malah melakukan pembunuhan di sana terutama Ling yang terlihat dimusuhi oleh keluarganya, akan tetapi mereka tidak bisa berbuat banyak karena Ling dan Edward bukan lawan yang sebanding untuk dua lawan dua.
"Selamat datang kembali ke akademi,"
"Jadi bagaimana dengan keluarga kalian di mansion?" tanya Austin dengan tatapan penasaran ke arah keduanya sedangkan Arya dan Liam terlihat kelelahan karena harus waspada dengan Ling yang terkenal dengan kelicikannya
"Syukurlah baik-baik saja, dan aku juga tidak menyangka kalau keluarga Fu akan datang ke pesta ini jadi mereka selamat dari kejadian yang akan menimpa mereka,"
"Kalau dari yang terlihat Sepertinya mereka sama sekali belum mengetahui tentang insiden negeri timur yang hancur,"
"Yang lebih mengejutkannya Ling dan Edward datang ke mansion tersebut seolah-olah memperingatkan kami untuk tidak banyak ikut campur," ucap Arya dengan tatapan lelah
Arya dan Liam setelah memberikan laporan kepada keduanya, mereka di izinkan untuk berisitirahat karena harus waspada dengan para iblis tidaklah mudah untuk mereka. Rokhahul dan Austin sangat terkejut jika langkah mereka akan dengan mudah di lacak oleh para iblis karena alasan Austin mengutus Arya hanya untuk memastikan ujung kota yang berbatas dengan negeri timur baik-baik saja atau tidak.
"Lawan kita sepertinya bisa membaca dua kali lebih awal dibandingkan dengan kita,"
"Situasi ini semakin rumit,"
__ADS_1
Kaya Dengan Sistem Reputasi