
Suasana serius begitu terasa melalui tatapan Edward, seolah-olah mengatakan kalau ini adalah rapat penting dan serius. Tidak banyak yang terlibat dari rapat ini yang mengikutinya hanya Arya, Edward, Ling, dan Austin karena Arya dan Ling adalah kepercayaan Edward sejak kejadian itu tentu saja mereka akan di ikutkan ke dalam rapat, Rokhahul tidak mengikuti rapat itu dikarenakan dia harus menyelidiki asosiasi yang mencurigakan di kerajaan.
"Jadi pembahasan kita kali ini mengenai mayat yang baru-baru ini di temukan di belakang gedung akademi,"
"Ada tiga orang bangsawan laki-laki dan dua bangsawan perempuan terbunuh begitu saja,"
"Sepertinya mereka di bunuh dengan senjata tajam," ucap Edward yang menunjukkan kertas identitas anak bangsawan yang baru saja terbunuh
Arya memutuskan untuk melihat menggunakan layar tipis sistem karena itu akan memudahkan dirinya mengetahui cara apa yang digunakan dalam pembunuhan, kemudian alasan kenapa mereka memungkinkan di bunuh juga tertera di sistem itu. Firasat atau perasaan buruknya memang sesuai, kalau ada masalah yang baru saja terjadi akademi ini.
"Kalau di lihat mereka bangsawan yang keluarganya cukup berpengaruh di dunia perdagangan, politik dan dunia sosialita bangsawan,"
"Ditambah lagi mereka berlima terlihat sangat memiliki faksi atau pengikut yang isinya bangsawan semua,"
"Mereka dengan jelas memusuhi dan menindas orang-orang yang dari kalangan bawah padahal sudah jelas kalau di akademi ini sama sekali tidak diperbolehkan menggunakan nama keluarga untuk merendahkan orang lain,"
"Jadi kemungkinan besar pelakunya berasal dari kalangan bawah," ucap Ling yang menaikkan kacamatanya sambil mengambil selembar kertas mengenai identitas siswa-siswi yang terbunuh
__ADS_1
Arya merasa kalau ini mungkin bukan pembunuhan yang mudah dilakukan oleh rakyat dari kalangan bawah atau berasal dari keluarga biasa saja, sangat rapi terlihat cara pelaku melakukan pembunuhan ini terlihat di layar tipis. Tidak terlihat sama sekali kalau di sana ada senjata pembunuhan yang ditinggalkan atau pesan kematian yang ditinggalkan, hanya ada darah dan orang-orang tergeletak. Arya kemudian mencoba mencari sejarah setiap keluarga bangsawan yang terbunuh dengan menggunakan sistem yang pastinya tidak gratis, sampai dia harus menggunakan reputasinya untuk membayar setiap pencarian informasinya.
"Tapi siswa-siswi yang mereka tindas juga bukan satu dua dari kalangan bawah,"
"Apakah kita harus mencarinya di seluruh akademi? Itu aku rasa akan membuang-buang waktu kita," ucap Austin sambil menatap dua tumpukan daftar siswa yang tebal kertasnya setinggi meja kerja, Edward yang melihat Arya sejak tadi diam memutuskan untuk meminta pendapat darinya karena dia terlihat seperti memiliki pemikiran sendiri tentang kasus ini
"Pendapat apa Arya kami ingin tau juga tentang yang kamu pikirkan mengenai kasus ini," ucap Edward dengan tatapan tajam memperhatikan laki-laki di depannya seketika mendengarkan ucapan dari Edward, Arya langsung menghilangkan sistemnya dan memikirkan apa yang harus dia bicarakan.
"Aku pikir pembunuhan ini dilakukan oleh orang yang sangat profesional dalam menggunakan senjata mengesampingkan kasta bangsawan juga bisa melakukannya," ucap Arya dengan tatapan serius kemudian sadar kalau hanya Edward dan Austin yang mengetahui cara pembunuhan, dia seharusnya tidak mengatakannya karena dia bisa saja di curigai sebagai seorang pembunuh walaupun bukan dia yang melakukan
"Ah... itu karena aku mendengarkan orang-orang yang melaporkan kejadian ini, mereka membicarakan saat di lorong aku pikir pembicaraan mereka ha ya sebuah pembicaraan biasa yang di jadikan candaan," ucap Arya dengan senyuman kaku dan tatapan yang berusaha meyakinkan kalau semuanya baik-baik saja
Untuk memudahkan pencarian mereka akan membagi dua tim yaitu Ling dan Edward di sisi lain ada Austin dan Arya, mereka membagi tim dengan cara menggunakan stik panjang berwarna supaya adi. Arya dan Austin mendapatkan bagian menyelidiki siswa-siswi yang telah menjadi korban dari para bangsawan yang telah hilang nyawanya, sedangkan Ling dan Edward mendapatkan bagian menyelidiki siswa-siswi yang bisa menggunakan senjata atau yang tidak menyukai para bangsawan yang telah hilang nyawanya. Tiba-tiba terlintas di pikiran Arya untuk mencari gadis yang pernah ditolongnya berkali-kali dan gadis itu sering terluka.
"Austin, bisakah kita mencari seorang siswi dulu untuk ditanyakan masalah ini?" tanya Arya yang sambil mengaktifkan sistem untuk melihat peta akademi yang luas karena sulit mencari orang dengan luas akademi yang bisa membuat satu desa.
"Tentu saja boleh, ini pertama kalinya aku bekerja sama dengan orang selain dua orang pemalas itu,"
__ADS_1
"Lega rasanya aku tidak dapat tim yang sama dengannya, kamu akan merasakan neraka jika bersama dengan orang seperti dia," ucap Austin dengan tatapan lega dan senang merasa kalau dia habis terbebas dari beban berat
"Bukankah kamu dan Edward sangat akrab?" tanya Arya dengan tatapan kebingungan ke arah Austin yang tiba-tiba menjadi serius dan dingin
"Hubungan kami tidak bisa di bilang akrab karena kami hanya saling membutuhkan dibandingkan dengan itu walaupun dia terlihat ramah, dia adalah orang yang harus benar-benar di perhatikan karena dia adalah orang yang berdarah dingin,"
"Aku bertemu dengannya sekitar tujuh tahun yang lalu terlihat dia sangat haus dengan darah kepada orang yang mengunjunginya,"
"Kadang aku juga melihat dia terlihat mirip dengan deskripsi yang ditemui oleh siswa bernama Liam, tapi aku memutuskan untuk tutup mulut dan bersikap tidak tau apa-apa karena aku tidak ingin mati misterius seperti yang terjadi dengan beberapa bangsawan yang mengejek dirinya saat pertama kali masuk akademi ini," ucap Austin dengan serius yang kemudian menyisihkan kesunyian dan angin berhembus di antara keduanya.
Arya tidak menyangga ucapan dari Austin karena memang aneh jika sifat Edward begitu baik kepada semua orang dan lembut, tidak pernah sekalipun terlihat dia melampiaskan emosinya. Apa hubungannya dengan Dewi sistem yang menanggapi ucapannya.
Semua orang di akademi ini memainkan peran mereka dengan topeng sangat baik sampai tidak terlihat yang mana air dan yang mana api, yang mana putih dan yang mana hitam. Semuanya begitu misteri seperti puzzle, yang terlihat sama di luar namun berbeda cara penyusunan.
Setelah lama Arya berada di tengah lamunan, mendadak terhenti karena di hentikan oleh Austin yang berada di depannya, sakit memang rasanya tertabrak tapi mungkin nanti akan ada yang lebih sakit dari tabrakan.
Arah dari yang di tunjukkan oleh peta berada di dekat bangunan menara penelitian, akan tetapi di sana ada sebuah bangunan besar yang belum mereka pernah lihat sebelumnya dan di belakang mereka juga tidak terlihat lagi seperti belakang menara penelitian.
__ADS_1
"Sepertinya kita akan bermain permainan yang menyenangkan,"
Kaya Dengan Sistem Reputasi