
Rapat mengenai keberangkatan Arya dan teman-temannya selesai disertai dengan penyerahan sebuah peta layar tipis yang akan membimbing atau memudahkan perjalanan mereka ke negeri bawah. Arya memutuskan untuk memastikan perjalanannya ke negeri bawah dengan keempat orang yang merupakan rekan atau tim perjalanannya nanti.
"Aku rasa kita harus rapatkan ini kembali karena kita benar-benar akan menempuh jarak jauh," ucap Arya dengan tatapan serius ke empat orang yang berada di depannya yang saling menatap sebentar kemudian mengangguk setuju ke arah Arya
Arya dan teman-temannya kemudian pergi ke kamar asrama miliknya untuk melakukan rapat lanjutan tentang yang akan mereka bicarakan. Sesampainya di dalam kamar asrama milik Arya, dibukanya peta yang telah di dapatkan oleh mereka dan di perhatikan kembali semua susunan di peta.
"Baiklah, sebelum mulai membahas aku ingin tau nama dan alasan kalian sampai ingin melakukan kegiatan membalas dendam kepada iblis,"
"Kalau bisa tolong jelaskan lebih detail bagaimana kalian berdua bisa selamat dari tragedi yang terjadi di negeri timur yang mengerikan itu," ucap Arya dengan tatapan penasaran dan serius kepada dua sosok laki-laki yang duduk berada di sampingnya
"Namaku adalah Callister Fane dan ini adalah saudara kembarku namanya Cain Fane,"
__ADS_1
"Kami ingin balas dendam karena orang tua kami dibunuh secara terang-terangan oleh seorang iblis dan dia menertawakan dengan bahagia bagaimana setiap jeritan dan tangisan orang-orang yang dicambuk, disiksa dengan besi panas dan di kurung di dalam ular atau serangga yang menggelikan,"
"Kami berdua di perlihatkan dengan jelas bagaimana setiap teriakan orang-orang yang di siksa oleh mereka terutama orang tua kami berdua di malam itu," ucap Callister dengan tatapan dingin dan tangan terkepal erat mengingat setiap kejadian yang benar-benar di lihat dengan kedua matanya sendiri langsung
Tidak lama kemudian Callister mulai menjelaskan bagaimana sebuah kota bisa hilang dalam semalam dan kenapa mereka berdua bisa selamat dari kejadian yang mengerikan itu. Tapi sebelum dia menjelaskan inti permasalahannya, dia menceritakan tentang sebuah cerita lama yang mengisahkan sebuah keluarga yang telah lama bertugas untuk menjaga iblis supaya tidak marah ataupun memberikan bencana di tempat itu.
Pada zaman dahulu sekali ada sebuah keluarga yang sangat besar di negeri timur dimana para iblis dan monster masih sering berkeliaran dimanapun, tidak sering juga dari mereka mendirikan takhta mereka sendiri untuk kepentingan mereka sendiri. Para manusia di zaman itu yang memiliki negeri yang kecil dan mudah dijajah dijadikan sebagai budak, pemuas nafsu, mainan bahkan sampai tidak memiliki harga dirinya lagi. Perang sering terjadi karena itu, sampai para dewa mendengarkan doa-doa dari para manusia dan turun untuk ikut campur dalam perang ini.
Perang terus menjadi-jadi hingga ratusan tahun berlalu di dunia manusia atau dunia tengah dan mengakibatkan banyak sekali nyawa hilang. Karena tidak ada yang mengalah antara keduanya maka para dewa memutuskan untuk membuat perjanjian perdamaian karena mereka merasa sama saja membuat para manusia menderita karena perang yang mereka lakukan dengan iblis. Awalnya para iblis tidak setuju tapi pihak mereka juga banyak yang mati, terjadilah persetujuan antara kedua belah pihak untuk membuat kontrak perdamaian dan isi perdamaian itu mengatakan kalau kedua belah pihak tidak boleh menginjakkan kaki di dunia tengah untuk membuat semua manusia di sana menderita.
Tetapi semua isi dari perjanjian damai itu tidaklah berlangsung lama, para manusia mulai mendapatkan anugerah dari para dewa dan menjadi seorang pendeta di barat maupun timur mendirikan sebuah kuil. Siapapun yang mendapatkan anugerah mereka dikatakan sebagai orang suci atau saint hal ini awalnya tidak terdengar oleh para iblis hingga puluhan tahun kemudian para iblis yang mendengarkan ini menjadi sangat marah karena para dewa menggunakan anugerah dengan alasan untuk ikut campur dengan dunia tengah, padahal telah tertulis dengan jelas kalau dunia tengah tidak boleh diikut campurkan lagi dengan kedua belah pihak.
__ADS_1
Para iblis yang merasakan tidak adil atas perbuatan para dewa juga ikut memberikan anugerah kepada para manusia yang menyembah dirinya atau mengikutinya, turunannya keluarga Fu lah salah satunya yang menjadi pengikut iblis itu sampai saat ini. Tugas mereka untuk meredam para iblis tidak marah dan setiap anak dari keluarga mereka akan dijadikan sebagai persembahan untuk penghormatan kepada raja iblis.
Sampai generasinya saat ini di keluarga Fu ada kejadian yang sangat aneh. Anak kedua dari keluarga itu yang dijadikan sebagai persembahan hidup kembali setelah di lemparkan ke dalam tempat pembakaran secara hidup-hidup tidak ada yang tau kenapa, tapi satu hari dari pengorbanannya dia telah ada kembali ke dalam rumahnya dalam kondisi yang selamat tanpa ada bekas luka bakar sama sekali, semua orang pikir itu adalah hantu tetapi ketika dipanggil seorang Tao yang bisa melihat makhluk gaib sama sekali tidak ditemukan hantu yang mendiami tubuh itu ataupun sosok itu adalah hantu. Semua orang semakin menjauh dari sosok anak laki-laki itu, kecuali sang anak pertama dari keluarga itu yang merupakan kakak dari anak laki-laki itu.
Dia sendiri sering diminta oleh kedua orang tuanya untuk menjaga jarak dari adik laki-lakinya, tapi karena sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi kepada adik laki-lakinya hingga dia diminta untuk menjauhi sosok laki-laki yang merupakan adiknya, maka dia tidak menghiraukan semua ucapan yang dikatakan oleh kedua orang tuanya. Hingga bertahun-tahun berlalu salah satu dari mereka seharusnya masuk ke akademi timur untuk belajar sebagai seorang calon pewaris keluarga, dan tentu saja anak tertua yang terpilih tetapi anak tertua itu tidak ingin pergi ke akademi kalau adik laki-lakinya tidak ikut dengannya dengan keinginan yang teguh itu sangat sulit keduanya dipisahkan.
"Ling, percaya kepada kakak,"
"Kamu pasti mendapatkan pembelajaran yang sama layaknya dengan kakak oleh karena itu kakak pastikan kedua orang tua kita mengerti," ucap sang kakak dengan tatapan yang meyakinkan
"Aku sudah mengatakan kepada kakak, aku tidak apa-apa bahkan jika tidak belajar atau mendapatkan pendidikan dari keluarga karena aku adalah anak kedua yang hanya merupakan bayangan dari keluarga ini,"
__ADS_1
"Kakak belajarlah dengan rajin di sana, jika sudah selesai kembalilah dengan menunjukan kemampuan yang telah kakak dapatkan,"
Kaya Dengan Sistem Reputasi 2