
Arya yang menguping pembicaraan Liam dan seorang laki-laki misterius yang terlihat tidak akur dengan Liam, membuatnya penasaran dengan sosok laki-laki misterius yang wajahnya tidak terlalu jelas. Sampai Arya berjalan maju ke dekat mereka tapi kesialannya malah menimpa dirinya.
"Krak..." Suara ranting terinjak begitu nyaring terdengar oleh kedua orang membuat keduanya menjadi waspada dengan situasi sekitarnya, mereka juga mengeluarkan senjata untuk mendeteksi keadaan sekitar mereka.
Arya yang menggunakan ramuan yang ada di jual dengan sistem, tentu tidak akan mudah ketahuan dibandingkan dengan ramuan yang dibuat di dunia ini. Karena merasakan aneh tidak ada orang tapi ada suara yang menginjak ranting kayu, laki-laki bermata merah ruby menjentikkan jarinya yang membuat hewan-hewan di sekitar mati, kecuali Arya.
Walaupun begitu Arya mendapatkan peringatan dari sistem untuk tidak bermain-main dengan laki-laki misterius yang tidak memiliki informasi di sistem karena alasan Arya tidak terkena sihir adalah ada pelindung yang dibuat sistem untuk melindungi pemiliknya.
"Sepertinya hanya hewan-hewan yang berada di hutan saja yang sedang berkeliaran,"
"Jika sudah selesai berbasa-basi, aku akan segera pergi karena aku masih memiliki segudang pekerjaan," ucap laki-laki bermata merah ruby yang kemudian pergi dengan menghilang di tengah kabut hitam, meninggalkan Liam sendirian di sana.
Tidak lama setelah kabut hitam menghilang Liam langsung terbatuk-batuk berdarah dan terduduk di tanah, entah apa yang terjadi kepadanya tapi dapat dipastikan keadaan dari Liam saat ini tidak baik-baik saja. Tanpa banyak berpikir Arya langsung menghampiri Liam yang masih sedang batuk-batuk.
"Liam, apakah kamu masih bisa bertahan?" ucapan dari Arya yang menampakkan diri sambil berlari ke arahnya membuat laki-laki yang sedang terbatuk-batuk menatap tajam ke arah Arya, Arya yang khawatir berusaha membawa Liam namun ditepis oleh laki-laki itu.
"Tidak perlu membantuku, aku bisa berdiri sendiri,"
"Kenapa kamu ada di tempat ini? Seharusnya kamu ada di asrama tapi kenapa kamu ada di hutan?"
"Jangan bilang kamu kesini, untuk menguping pembicaraan yang barusan terjadi?" tanya Liam dengan tatapan dingin berusaha bangkit
__ADS_1
Arya terdiam dan kemudian berpikir jawaban jujur atau kebohongan yang harus dia katakan kepada Liam. Arya kemudian menghela nafasnya sebelum siap berbicara.
"Aku tadi pergi mencarimu karena ada yang ingin aku tanyakan jadi aku tidak tau kalau kamu ada di sini berbica-"
"DIAM!!" Teriakan dari Liam membungkam ucapan yang belum selesai dibicarakan oleh Arya tentu saja membuat Arya terdiam dengan teriakan itu tidak lama dari itu Liam pergi meninggalkan Arya yang terduduk di sana yang awalnya ingin membantu Liam.
Arya yang tidak mengerti di mana kesalahan yang dia perbuat membuatnya menghela nafas panjang dan mengingat semua masalah yang sama pernah terjadi di masa lalunya sebelum dirinya mati. Huli tiba-tiba muncul di hadapan Arya yang sedang melamun lama.
"Kenapa kamu berada di hutan? Bukankah beberapa jam yang lalu kamu mengatakan ingin kembali ke asrama?" tanya Huli dengan tatapan kebingungan melihat Arya yang dengan raut wajah yang terlihat berbeda pada saat dia bertemu dengan Arya.
Arya hanya menggeleng untuk memberikan isyarat baik-baik saja, sambil menggendong Huli untuk kembali ke asramanya. Sebelum asrama menutup gerbang dan tidak mengizinkannya masuk ke dalam asrama. Huli yang baru kembali dari rapat dengan para tetua di sistem terheran dengan sifatnya Arya yang barusan begitu baik-baik saja sekarang tidak. Tapi itu pastinya bukan urusan untuk Huli karena tugasnya adalah membimbing Arya mencapai kekayaan dan reputasi.
"Aku ingin bicara denganmu Arya mengenai hasil dari rapat yang baru selesai aku rapatkan dengan para dewan tetua host lain,"
"Jadi alasan kamu selama ini menjalankan misi yang tidak jelas dengan tujuanmu karena satu hal yang pasti sistem itu telah merusak sebagian sistem milik dewa,"
"Perbaikannya harus dilakukan dari misi-misi yang tidak jelas kamu jalani, setiap misi yang berhasil bisa menjadikan energi untuk membetulkan setiap jalan cerita yang terjadi," ucap Huli dengan tatapan serius sampai memunculkan wujud manusianya meminta tolong kepada Arya supaya bisa ikut bekerja sama dengannya.
Arya menjadi bingung dan bimbang, apakah impiannya untuk menjadi kaya dan di senangi banyak orang hanyalah impian semu dan konyol supaya, dia bisa membantu para dewa untuk merealisasikan tujuan atau malah dia hanyalah boneka untuk kesenangan dewa yang melihat penderitaannya saja.
Arya kemudian meminta waktu untuk berpikir karena dia merasakan banyak hal yang harus dia pikirkan tentang kehidupannya saat ini, mulai dari hubungan yang dia kira bisa dengan mudah dibangun sampai ke beban yang harus dia tanggung untuk memenuhi impian orang lain yang menginginkan kedamaian.
__ADS_1
Sampai keesokan harinya mata panda terlihat dengan jelas dibawah matanya. Ling dan Liam menunggu di bawah asrama, karena terkejut dengan bawah mata Arya. Tidak terjadi pembicaraan antara Liam dan Arya yang biasanya kompak dalam berbicara blak-blakan ketika membahas hubungan orang, karena kejadian kemarin yang baru saja terjadi.
Ling yang tidak mengetahui masalah keduanya berusaha sebaik mungkin membuat mereka berdua tetap berbicara, walaupun hanya di jawab singkat oleh keduanya.
"TENG... TENG... TENG..."
Lonceng telah berdetang yang menandakan kalau semua siswa sudah harus masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran. Karena Ling tidak paham apa yang terjadi dengan keduanya, dia memutuskan untuk menanyakan kepada Arya yang lebih terbuka dalam masalah dibandingkan dengan Liam.
"Arya, kenapa kamu bisa bertengkar dengan Liam?"
"Padahal biasanya kalian malah paling bersemangat, jika berbicara mengenai masalah uang," ucap Ling sambil membuka buku pelajaran
"Tidak apa-apa, kami hanya perlu waktu untuk berpikir mengenai pendapat baru kami tentang bisnis jadinya yah begitu,"
"Bukankah sejak dulu kamu juga tau tentang masalah ini," ucap Arya yang menutupi kebenaran dari pembicaraan kemarin dengan Liam
Mendengarkan jawaban yang memuaskan rasa penasaran Ling, dia hanya mengangguk kemudian fokus dengan pelajaran. Setelah rumor kemarin tidak banyak siswa-siswi yang membicarakan betapa kerennya Arya yang sabar atau tidak menghujat para Schonheit yang keliru menangkap pelaku.
Karena diskusi kemarin Arya diminta untuk mengumpulkan fokus ke rasa suka atau kekaguman untuk membantu sistem. Banyak hal yang berubah dari sistem karena sistem iblis yang membuat kekacauan di dalamnya, entah dimana saat ini sistem iblis itu tapi yang pasti memperbaiki sistem saat ini adalah cara yang tepat.
"Aku yang terlalu baik atau naif ya?"
__ADS_1
Kaya Dengan Sistem Reputasi