
Mendengarkan omong kosong yang telah di ucapkan oleh Arya berkali-kali membuat Ling tertawa sangat keras, karena dia tidak akan pernah lagi ingin kembali ke penderitaan dan di remehkan dan di rendahkan oleh orang-orang. Tidak lama setelah selesai tertawa dia mulai menggunakan bom yang ada di sistemnya membuat Arya menjadi sangat waspada satu kali lemparan saja bisa membuat seseorang hancur berkeping-keping hingga tidak bersisa. Betapa mengerikannya sebuah bom yang diciptakan.
"Rokhahul, tolong lindungi semua orang dengan perisai aku akan bertarung dengan Ling dan membuatnya kembali sesuai dengan janjiku," ucap Arya yang berjalan maju tanpa menoleh ke arah belakangnya untuk melihat Rokhahul dan Austin yang tersisa
"Oh kamu tidak maju bersama dengan Rokhahul dan Austin,"
"Padahal jika kamu dan kedua lainnya ingin mati menyusul mereka akan aku lakukan dengan cepat untuk membunuhmu," ucap Ling dengan tatapan haus darah ke arah Arya yang terlihat dimatanya sangat angkuh dan merasa dirinya akan menang
Serangan beruntun kemudian di lancarkan kembali oleh Ling dan sedangkan Arya berada di posis bertahan menahan serangan Ling sampai akhirnya Ling berhenti menyerang karena kehabisan peluru dan bom maka Arya langsung melakukan serangan balik ke arah Ling karena dia merasa ini adalah kesempatannya.
__ADS_1
Arya melemparkan gas pelumpuh atau bius untuk membuat Ling tidak bisa bergerak untuk melakukan serangan balik ke arah Arya, poin dari reputasi miliknya telah habis di pakai untuk semua senjata yang dia gunakan terutama untuk gas pelumpuh yang merupakan senjata terakhir yang dia miliki untuk melawan Ling. Ketika Ling menghirupnya walaupun sedikit maka dia terduduk tidak bisa bergerak sama sekali karena itu adalah efek dari gas pelumpuh itu.
"Kamu apa yang akan kamu lakukan? Bagaimana bisa kamu yang menghirup gas itu tidak ikut terkena efeknya? Dan apa-apaan ini?" tanya Ling dengan tatapan dingin ke arah Arya yang berada di depannya yang hanya fokus menatapnya
Arya menarik nafas dan mengingat kembali semua yang pernah terjadi dimasa lalu, dari mulai kehidupan yang dia terima sampai kematian orang-orang yang menjadi musuhnya sebelum dia memulai pembicaraan.
"Kamu pasti tidak akan mendapatkan hukuman yang memberatkan," ucap Arya yang menatap Ling dengan tatapan khawatir dan perasaan simpati
"Kembali bersama kalian? Hanya orang bodoh yang ingin melakukan itu,"
__ADS_1
"Dan berhenti menatapku dengan tatapan kasihan dan merendahkan seperti itu," ucap Ling dengan tatapan dingin dan tajam ke arah Arya yang kemudian dia mengakhiri hidupnya sendiri dengan ledakan otomatis dari sistem
Arya cukup mengerti dengan tindakan yang dilakukan oleh Ling karena di kehidupan sebelumnya dia berasal dari timur dan di sana ada sebuah prinsip daripada dipermalukan lebih baik mati saja. Di saat yang sama sistem iblis juga menghilang dan tepat pada saat itu Chen melihat adiknya mati di depan matanya membuat dirinya merasa sakit karena tidak pernah bisa menyelamatkan adiknya sejak masih kecil, walaupun begitu Chen memutuskan untuk tetap hidup dan melanjutkan salah satu impian yang pernah dijanjikan dengan adik kecilnya yaitu melakukan perdagangan terbesar di dunia. Sedangkan Arya dan yang lainnya memutuskan untuk kembali ke istana kerajaan dan melaporkan yang telah terjadi setelah selesai. Charles memutuskan untuk membimbing dunia bawah menggantikan Edward dan Ling yang telah gugur.
Semua orang merasa sangat senang ketika mendengarkan mereka kembali walaupun banyak yang gugur dalam perjalanan, mereka yang gugur dan berkorban akan dimakamkan di makan para pahlawan. Arya mendapatkan banyak poin reputasi dari kejadian ini dan dia menukarkan semua poinnya dengan uang hingga dia akhirnya bisa hidup dengan uang yang dia miliki.
Kaya Dengan Sistem Reputasi 2
Tamat
__ADS_1