
Arya dan teman-temannya mendapatkan denah peta dari Chen langsung bergegas untuk ke ruangan kerja milik Ling saat ini berada atas arahan dari Chen, dia mengatakan kalau ada sesosok laki-laki bertudung misterius membantu dirinya juga keluar dari ruangan itu dan meminta dirinya untuk memberikan peta kepada Arya dan teman-temannya jika nanti ada seekor rubah datang ke tempatnya. Chen juga mengatakan kalau laki-laki itu telah lama memberikan peta ini dan menitipkan harapan itu kepada dirinya supaya Chen masih tetap harus bisa memperbaiki sifat buruk yang dimiliki adiknya dan semua orang yang berada di balik jeruji penjara.
Di tengah perjalanan lorong istana tanpa sengaja mereka berlima bertemu dengan seorang anak kecil yang pernah mereka temui pada saat mereka berkemah dan mereka bantu anak itu kembali desanya, tapi malah mereka di jebak oleh anak kecil itu hingga nyawa mereka hampir berada di ujung pisau kematian karena tidak mengetahui dia adalah iblis.
"Sudah lama tidak bertemu kakak-kakak, aku sangat merindukan kalian sejak kita terakhir kali bertemu tapi siapa yang menyangka kalian datang ke sini untuk menemui aku,"
"Aku tau kalian pasti merindukan permainan yang kita mainkan bersama pada saat di desa pada saat itu,"
"Tapi saat ini kalian pasti tidak datang menemuiku saja, karena aku telah mendengar kalau ada sekelompok orang datang ke istana sebagai tahanan,"
__ADS_1
"Jadi, aku tebak itu pasti kalian," ucap anak kecil itu dengan tatapan yang dingin dan haus akan darah
Dengan cepat anak kecil itu mulai melakukan penyerangan ka arah Arya, serangan itu juga langsung ditangkis oleh Rokhahul yang memiliki kewaspadaan yang tinggi. Karena suara yang begitu besar terdengar hingga seluruh istana tau maka tidak lama kemudian para iblis langsung mengepung sedangkan Ling dan Edward yang mendengarkan suara ledakan itu tetap berada di dalam ruangan menunggu di sana.
Tidak lama kemudian salah satu dewan iblis yang pernah mereka lihat pada saat mengambil anak kecil itu saat ini berada di tempat itu dengan beberapa dewan iblis lain.
"Seharusnya anak kecil itu tidur siang ini malah bermain sampai meledakkan bangunan kerajaan,"
Arya dan teman-temannya yang tidak memiliki kemampuan yang setara dalam pertarungan terdesak dengan situasi yang ada di depan mereka saat ini. Arya kemudian mencoba mengecek sistem untuk melihat adakah fitur yang bisa digunakan untuk membuat jumlah dan kekuatan mereka bisa sebanding sambil berusaha menghindari serangan yang diberikan oleh iblis yang jumlahnya sudah melebihi jumlah mereka.
__ADS_1
Terlihat di layar tipis itu menunjukkan beberapa alat atau item yang bisa di gunakan untuk melakukan penyerangan dan membuat kekuatan yang mereka sebanding dengan musuh yang mereka hadapi saat ini. Arya sebenarnya sedikit ragu dengan senjata yang ingin dia tentukan ini tapi saat ini jika mereka mati di tempat ini mereka tidak akan bisa menyelamatkan Liam dan Ling.
Dengan keadaan yang terdesak Arya memilih salah satu item dari sistem, item yang dia pakai adalah sebuah gas tidur yang banyak supaya efeknya dapat dirasakan mengingat lawan mereka adalah iblis. Arya memberikan isyarat kepada semua teman-temannya untuk mundur beberapa langkah kemudian Arya melemparkan gas tidur ke arah para iblis yang menjadi musuhnya.
Arya dan teman-temannya kemudian melanjutkan perjalanan di lorong menuju ruangan itu, walaupun di sepanjang perjalanan mereka di cegat oleh para tentara iblis tapi dengan seluruh kemampuan mereka akhirnya mereka bisa sampai ke tempat tujuan mereka.
Akan tetapi di depan pintu malah saat ini mereka bertemu dengan seorang gadis dan laki-laki yang tidak asing di sana.
"Kita bertemu lagi padahal baru tadi perasaanku kita bertemu di penjara bawah,"
__ADS_1
"Sungguh cepat sekali lepas tanpa ada alarm,"
Kaya Dengan Sistem Reputasi 2