Kaya Dengan Sistem Reputasi

Kaya Dengan Sistem Reputasi
Bab 12 Lily Of The Valley


__ADS_3

Seorang laki-laki dengan rambut perak dan mata emas menatap sosok perempuan di depannya dengan tatapan lembut dan hangat tapi dengan dingin dewa sistem itu, menatap dengan rendah ke arah laki-laki itu.


"Kenapa kamu begitu dingin? Jangan bilang kamu lupa dengan teman lamamu sendiri," ucap laki-laki itu sambil tersenyum membuat Huli dan Arya kebingungan tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi didepan mereka.


Laki-laki bernama Edward Cullenze seorang ketua Schonheit saat ini menyapa seorang dewa dengan begitu santai seolah-olah mereka pernah menjadi teman dekat.


"Berikan dia kesempatan untuk menjalani kehidupannya, bukankah kamu dulu juga sering melakukan kesalahan? Jika kamu tidak bisa memberinya kesempatan maka aku akan menjadikan dia sebagai pengikutku," ucap Edward dengan senyuman lembut ke arah Arya, tentu karena tidak terima sang dewa langsung pergi yang artinya memberikan Arya sebuah kesempatan untuk memecahkan kasus besar yang menimpa dirinya.


Tiba-tiba sistem mengeluarkan notifikasi bahwa Arya harus segera menemukan pelakunya dalam waktu dua hari, jika tidak dia benar-benar akan di penjara sesuai dengan aturan di kerajaan ini.


Arya menatap sang surai perak dengan tatapan penasaran karena bagaimana ada orang yang bisa berbicara seperti itu kepada seorang dewa, tetapi kali ini dia mengurungkan niatnya karena masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan saat ini juga.


Berkat kekuasaan yang dimiliki Edward sebagai ketua Schonheit maka, Arya bisa di lepaskan walaupun dia masih dijadikan sebagai tersangka dari kasus pembunuhan terhadap seorang siswa di pesta teh karena perilakunya yang aneh. Disisi lain Liam dan Ling kembali ke asrama di dalam kamar masing-masing karena kalau mereka bersama, mereka akan ikut dituduh merencanakan kejadian yang hari ini terjadi.


Setelah keluar dari penjara akademi, dapat di lihat suasana taman atau tempat kejadian terlihat sepi. Sehingga memungkinkan untuk mereka menyelidiki kasus yang terjadi.


Karena Arya mendapatkan kesempatan kedua maka dia akan memanfaatkan alat yang berada di shop sistem, walaupun dengan harga mahal dia tetap akan membelinya.


Sebuah alat berbentuk jarum yang bisa mengidentifikasi jenis racun hanya dengan mencelupkan ke zat beracun. Dia mencobanya di setiap cangkir teh kecuali di cangkir teh milik korban karena belum di berikan izin, tapi tidak terlihat ada racun di setiap cangkir itu, tentu saja ini aneh karena pembunuhannya jelas-jelas terjadi dan tidak ada yang berubah dari tempat kejadian ini.

__ADS_1


"Siapa saja orang yang menjaga lokasi kejadian?" tanya Arya dengan tatapan tajam


"Tentu saja tidak ada yang menjaganya karena semua siswa-siswi akademi berada di asrama jadi situasi saat ini tidak perlu benar-benar di awasi,"


"Anggota Schonheit semuanya hanya di minta untuk berkumpul ke ruangan untuk rapat masalah yang terjadi," ucap Edward sambil mengingat-ingat kejadian yang terjadi setelah Arya di jebloskan ke dalam jeruji besi


"Apakah aku boleh menyentuh korban dan tempat duduk korban?" tanya Arya di jawab anggukan pelan oleh Edward


Tercium aroma harum dari pakaian korban dan di cangkir teh juga sama harumnya dengan pakaian yang sama. Yang memungkinkan orang terdekat yang melakukan kejadian ini, saat di periksa menggunakan jarum sebuah tipis terllihat hanya ada kandungan bunga Lily of the valley. Arya merasa kebingungan hanya ada kandungan bunga yang di jadikan teh dan parfum bagaimana bisa membunuh orang, kemudian setelah dia cek ulang setiap cangkir teh yang di isi teh. Ternyata teh yang di sajikan berbeda-beda, karena telah menjadi tradisi untuk menyajikan teh sesuai dengan kursi masing-masing.


Tapi tahun ini cukup aneh teh dari bunga Lily of the valley itu bukan teh karena itu adalah jenis bunga, itulah pikirnya. Setelah selesai menyelidiki, Arya memberi tau Edward yang membuatnya terkejut mengingat seorang anggotanya yang bersikeras untuk menyajikan teh itu sebelum menit-menit acara berlangsung hingga membuatnya mengiyakan keinginannya.


Edward kemudian meminta untuk semua orang berkumpul di taman tidak terkecuali Arya yang dituduh melakukan pembunuhan. Sistem menganggap kali ini Arya berhasil memecahkan kasus ini dan tidak ada hadiah karena dia gagal di awal tapi reputasinya akan membaik.


Semua orang tentu sudah menduga-duga kalau Arya pastilah seorang pelaku pembunuhan laki-laki itu karena dia datang ke taman lebih awal dibandingkan dengan jadwal yang ditentukan.


"Baiklah, karena semua orang telah tiba di sini,"


"Maka kita akan reka ulang adegan yang telah terjadi hari ini,"

__ADS_1


"Jadi saya harap semua siswa-siswi duduk di kursi yang sesuai dengan tempat awal kalian duduk,"


"Darius, kamu gantikan korban yang telah mati, tenang saja tidak ada yang berubah dari sebelumnya,"


"Karena kita tidak mengetahui korban mati karena apa jadi kamu gantikan posisinya,"


"Tenang saja tidak di temukan racun dan itu hanya teh dari bunga Lily Of Thee Valley," ucap Edward dengan tatapan dingin dan tegas ke arah seluruh siswa-siswi baru di taman


Seluruh siswa-siswi di taman langsung duduk di posisi sebelumnya, laki-laki yang diminta untuk menggantikan posisi korban dengan gemetar dan ragu duduk di kursi milik korban. Laki-laki itu tentu saja di pandang aneh oleh semua orang karena kenapa dia ketakutan, jika itu hanya teh.


"Kamu gemetaran karena teh itu sebenarnya racun bukan? Dan kamu yang menyarankan anak laki-laki itu untuk menggunakan parfum yang sama dengan wangi teh untuk membuat samar kasus ini bukan?" ucap Arya dengan tatapan dingin dan tajam karena langsung memahami situasi yang terjadi sebenarnya.


Semua orang dengan tatapan tidak percaya langsung beranjak dari kursi dan menjauh dari laki-laki, bernama Darius itu supaya mereka tidak menjadi korban pembunuhan selanjutnya.


"Kamu tidak mungkin melakukannya sendiri, katakan siapa yang menyuruh dirimu untuk melakukan ini Darius," ucap Edward dengan tatapan tajam menatap laki-laki yang gemetaran di depan.


Darius menatap ke arah kerumunan siswa-siswi baru, entah menatap siapa tapi dengan cepat dia berlari ke arah sana dan menyandera salah seorang siswa. Siswa yang di sandera adalah Ling yang memang sangat empuk untuk dijadikan sebagai tawanan oleh pelaku sebenarnya.


Arya yang melihat ini tentunya tidak tinggal diam walaupun dia dirantai, dia menggunakan jarum yang dibelinya di sistem sebelumnya dengan melemparkan ke titik-titik bagian tubuh lawan untuk melemahkannya. Karena keberaniannya sistem memberikan kemampuan melemahkan orang dengan jarum.

__ADS_1


"Sekarang adalah akhir untukmu,"


Kaya Dengan Sistem Reputasi


__ADS_2