
Arya dan Rokhahul mendirikan tenda, Austin menyiapkan masakan bersama dengan Callister dan Cain yang merupakan anggota baru dalam perjalan mereka. Karena mereka berangkat dengan sederhana, sederhana juga masakan yang bisa mereka masak semuanya di ambil dari sungai dan sekitar mereka inilah kenapa alasan mereka berada di tepi sungai walaupun tidak benar-benar dibilang berada di tepi sungai.
Di hari itu semuanya berjalan dengan lancar setidaknya sampai mereka menyiapkan makanan malam, tapi tiba-tiba suasana sekitar mereka menjadi sangat sunyi tidak seperti berada di hutan umumnya yang biasanya masih ada suara serangga di sekitar mereka tapi kali ini mereka hanya benar-benar mendengarkan suara aliran sungai yang mengalir. Mendengarkan hanya suara aliran sungai yang mengalir membuat mereka menjadi waspada kepada keadaan yang mereka alami saat ini.
Betapa terkejutnya mereka dari arah semak-semak mereka malah bertemu dengan sesosok anak kecil yang menyatakan kalau dia tersesat, memang mustahil jika ada anak kecil tersesat di tengah hutan tapi karena ada sungai membuat mereka berpikir kalau mungkin memang ada pedesaan di dekat sini.
"Apakah kamu yakin ingin mengikutinya Rokhahul?"
"Kamu tau bukan aku memiliki firasat buruk tentang ini, ini bukan hutan biasa karena kita di perjalanan tadi bahkan hampir menemui kematian karena jalanan yang curam dan berbahaya," bisik Austin dengan tatapan kebingungan dengan sosok sahabatnya ini, karena dia tau Rokhahul sudah biasa tinggal di tempat bahaya Padang pasir harusnya bisa memahami situasi ini tetapi dia merasa entah kenapa tidak bisa mempercayai institusi temannya
Arya mencoba membuka sistemnya ikut memeriksa apakah di dekat sini ada desa, tapi desa jaraknya dari sini sangat jauh dan sangat mustahil jika seorang anak kecil bermain ke sini atau tersesat sampai ke sini karena memerlukan dua hari ke sini berjalan. Tapi karena sistemnya bisa mendeteksi otomatis perubahan peta, tiba-tiba saja ada desa kecil yang tidak jauh dari lokasi mereka yang ditinggali tidak lebih dari tiga ratus orang, akan tetapi di lihat dari petanya banyak rumah yang sepertinya di tinggalkan.
Arya juga tidak banyak berkomentar terhadap institusi Rokhahul dan tidak banyak berbicara dengan Austin yang memiliki firasat buruk itu, kedua orang yang baru saja bergabung hanya mengikuti mereka saja berjalan ke arah mana.
"Kakak-kakak, aku rasa sebentar lagi sampai di desa tempat aku tinggal,"
"Walaupun aku tidak terlalu ingat juga apakah benar ini adalah jalannya," ucap anak kecil itu dengan tatapan sedih tapi Arya merasa sedikit curiga bagaimana bisa anak kecil ini dibilang tersesat dia memandu jalan hampir begitu tepat ke arah desa yang dia lihat di layar sistem tipis miliknya
__ADS_1
Tidak berapa lama mereka akhirnya sampai di tempat desa itu berada terlihat di sana tidak terdapat ada orang sama sekali hanya ada bangunan-bangunan yang kosong dan tua, Arya dengan cepat melihat lagi dengan sistemnya yang benar saja semua informasi itu ternyata dapat di palsukan hanya dengan sebuah bangunan. Anak kecil itu juga langsung tersenyum bangga karena berhasil melakukan yang dia inginkan.
"Kakak-kakak selamat datang di tempat milikku,"
"Kamu mungkin tidak pernah mengingat aku siapa tapi aku ingat kalian semua dan karena itu aku ingin membunuh kalian semua di sini,"
"Kecuali si kembar di sana karena kalian adalah hal yang berharga katanya tapi aku akan tetap menyakiti kalian jika kalian tetap ikut campur,"
"Saatnya pesta teh," ucap anak kecil itu yang tiba-tiba semua tengkorak itu hidup dan langit yang awalnya masih terdapat cahaya sore hari saat ini menjadi merah dan bulan yang merah seolah-olah mereka di bawa ke dunia lain oleh anak kecil itu
Dari layar tipis sistem terlihat jelas jumlah para tengkorak itu sekitar kurang dari tiga ratus orang sama seperti data jumlah penduduk yang sebelumnya di tunjukkan oleh sistemnya, mereka semua telah siap bersedia dengan senjata yang mereka miliki untuk menghabisi para tengkorak yang berusaha mendekati mereka saat ini.
Anak kecil itu dengan sangat mudah mengarahkan para tengkorak itu untuk menyerang ke arah mereka berlima, tidak ada satupun tengkorak yang berhasil mereka berlima kalahkan walaupun mereka telah menebas para tengkorak itu. Mereka paham dengan jelas karena itu adalah tulang belulang jadi tentu tidak akan semudah itu untuk menghancurkan para tengkorak hidup satu-satunya cara hanya mengalahkan anak kecil yang saat ini duduk bersantai minum teh, tapi sangat kecil kemungkinannya mereka bisa sampai di tempat anak kecil itu karena dia berada di belakang tengkorak yang jumlahnya kurang lebih tiga ratus ini.
"Rokhahul, apakah kamu pernah bertemu dengan para tengkorak seperti ini di Padang pasir?" tanya Arya dengan tatapan penasaran karena terlihat sejak tadi laki-laki itu sangat santai dengan situasi yang terjadi saat ini mengelilingi mereka
"Kamu menanyakan kepadaku karena apa? Para tengkorak ini hanya ada dua cara dikalahkan,"
__ADS_1
"Dan aku tidak memiliki hal itu jadi hanya bisa pasrah saja," ucap Rokhahul dengan nada suram karena merasa tidak bisa melakukan kedua hal itu
"Sudah aku katakan bukan? kalau ini adalah hal yang buruk tapi kita masih mengikuti anak kecil itu,"
"Bukankah kalian bisa melihat peta kalau jelas-jelas di situ jarak desa sangat jauh," ucap Austin dengan tatapan kesal sambil membenarkan kacamatanya yang hampir terlepas
"Katakan saja Rokhahul, bagaimana caranya mungkin kita bisa memikirkannya,"
"Selain kita bisa mengalahkan anak kecil itu dua cara ini adalah pengguna sihir cahaya dan satu caranya lagi temukan alat pengendaliannya,"
"Tapi aku rasa cara yang bagus menggunakan sihir cahaya karena sihir hitam ini sangat pekat jadi dia mana perlu alat pengendalian," ucap Rokhahul yang sambil menghindari setiap serangan dari para tengkorak dengan santai walaupun dia masih berada di dalam keadaan bahaya yang mengancam nyawanya
Rokhahul yang lebih terbiasa dalam keadaan bahaya seperti ini tentu lebih memutuskan untuk menghindari serangan dibandingkan menyerang karena dia telah memiliki pengalaman pahit menghadapi hal berbahaya di gurun seperti ini bahayanya.
"Jika kalian semua ingin cepat selesai maka kalian hindari semua serangan para tengkorak dan terus maju ke arah anak kecil itu tapi kalau kalian bisa cepat ke sana,"
Kaya Dengan Sistem Reputasi 2
__ADS_1