KEHIDUPAN SEMPURNA

KEHIDUPAN SEMPURNA
Masakan Enak


__ADS_3

Besok adalah hari perjamuan ulang tahun kakek Salsa. Imbran mencoba mempersiapkan pengobatan, yang akan dia praktikan nanti nya dia melihat air spiritual yang terisi di dalam botol air mineral.


Air spiritual ini memang sangat berfungsi, tetapi penampilannya terlihat sulit untuk dipercayai orang-orang.


Orang yang tidak tahu akan mengira bahwa ini adalah botol air mineral biasa.


*


*


Tiba-tiba, sebuah ide muncul di otak Imbran. Dia bisa membuat bentuk pada esensi kehidupan di air spiritual ini.


Imbran menemukan sekantong kecil tepung terigu di wajan, lalu menuangkan tepung ke dalam baskom.


Setelah itu, dia menuangkan sebotol kecil


air spiritual dan mulai mengaduk tepung dan campuran air spiritual tersebut dengan segenap hati dia memasak nya di wajan.


Tidak lama setelah, tepung tersebut direbus menjadi bentuk adonan. Imbran mulai menggosok tepung yang dicampur dengan air spiritual itu menjadi butiran pil-pil kecil dan semua nya ada 8 butir.


Imbran merasa Senang ketika Dia melihat Esensi kehidupan dari dalam pil.


Jika bisa dijual, obat ini pasti akan menghasilkan banyak uang.


Namun, delapan butir pil ini menghabiskan air spiritual yang Imbran kumpulkan selama lima sampai enam hari. Lingkup pembuatan nya terlalu rendah.


Esensi kehidupan yang terkandung di dalamnya sangat kaya seakan-akan mengatakan diri nya bisa menghidup kan orang mati.


Imbran mengambil kotak kecil untuk menyimpan semua pil itu. Kemudian, dia pergi tidur.


*


*


*


Keesokan harinya, Imbran bangun dari tidurnya. Setelah mandi, dia mulai memasak semangkuk mie instan.


Imbran terpikirkan sesuatu. Dia menggunakan kemampuan khususnya untuk memadatkan setetes air spiritual dan meneteskannya ke dalam panci.


Saat ini, sebuah aroma yang unik memenuhi udara.


Huft...


Imbran menarik napas dalam-dalam dan Melihat Mie yang dimasak dengan air spiritual pasti sangat enak.


Air spiritual ini sama seperti obat mahal yang memiliki kegunaan luar biasa yang tiada habisnya.


"Telolet tet.


"Telolet tet.


bel pintu Vila berbunyi. Imbran bergegas untuk membuka pintu. Dia

__ADS_1


mendapati bahwa Salsa sudah tiba di depan pintu sepagi ini.


"Imbran, kenapa wangi sekali. Aku sudah mencium aromanya di depan pintu. Apa yang sedang kamu masak di dapur?" tanya Salsa dengan penuh semangat setelah mencium aroma masakan nya,


"Aku sedang masak mie. Apa kamu mau makan?"


"mau dong."


Salsa juga tidak sungkan-sungkan. Dia Segera datang ke dapur dan mengambil semangkuk besar mie instan tersebut.


Aroma dari mangkuk langsung menyebar. Berbeda dengan mie yang pernah dia makan sebelumnya, tidak ada bau berminyak dalam aroma ini. Sebaliknya, terdapat aroma segar yang samar.


"Mi ini!"


Salsa mengambil sumpit dan Langsung memakannya.


Rasa mi dan aroma segar ini menyatu dengan sangat sempurna. Mata Salsa sontak berbinar-binar.


"Kenapa bisa ada mi yang begitu enak? Imbran, aku gak menyangka kalau kamu selain pandai menangkap ikan,menilai barang barang antik kamu juga jago memasak!"


Salsa menatap Imbran dengan sedikit kagum. Pria di depannya ini terlalu hebat!


Pria ini bisa menilai barang dan mengobati penyakit. Sekarang, keterampilan memasaknya juga begitu bagus.


"Hahaha.


Imbran tertawa. "Jika kamu suka, makanlah lebih banyak jangan sungkan."


Kelihatannya, mi ini bisa begitu lezat berkat air spiritualnya.


Dalam waktu singkat, Salsa sudah menghabiskan semua mie yang ada di panci.


Salsa menyentuh perutnya yang membesar. Kemudian, dia tersenyum malu-malu saat melihat panci yang kosong.


"Maaf. Mienyang kamu masak terlalu enak. Aku tidaak bisa menahan diri dan lupa menyisakannya untukmu."


"tidak apa-apa. Aku makan roti saja"


Imbran membuka roti yang dibelinya dua hari lalu dengan tidak berdaya. Dia pun memakan roti sebagai sarapan.


"Oh iya, hari ini adalah ulang tahun kakekku. Aku datang ke sini untuk mengajakmu ke perjamuan nya."


"Selain itu, tolong bantu periksa penyakit kakekku ya."


iya-iya! jawab Imbran.


Sebenarnya, Salsa juga tidak begitu yakin bahwa Imbran bisa menyembuhkan penyakit kakeknya.


Bagaimanapun, kakek Salsa menderita penyakit kanker. Bahkan, Pak Saman yang memiliki keterampilan medis luar biasa juga kewalahan.


Beberapa saat kemudian, keduanya keluar dari vila. Imbran Melihat di halaman Vila nya terdapat mobil baru lagi apakah Salsa mengendarai mobil sport baru lagi kali ini


Gadis ini benar-benar kaya. Mobil sport Lamborgini Biru edisi terbatas seperti itu setidaknya bernilai puluhan miliar rupiah.

__ADS_1


"Oh iya, ini untukmu. Lebih pantas kalau kamu yang memberikan hadiah kepada kakek." Salsa mengeluarkan Lukisan Festival Sepanjang Sungai yang disalin oleh Chandra Ajimukti, lalu memberikannya kepada Imbran. Dia membelinya di jalan barang antik beberapa hari lalu.


"Ini... kamu sudah memberiku mobil sport untuk ditukar dengan lukisan.aku rasa ini Tidak pantas kalau kamu memberikannya lagi kepadaku."


"Kamu sudah banyak membantuku. gak ada yang tidak pantas." Salsa tidak membiarkan Imbran menolak. Dia langsung mengemudi ke arah Paviliun Keluarga Lunar.


Paviliun Keluarga Lunar berada di Kawasan Elite orang kaya papan atas di Starfford. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota. Dalam waktu kurang dari. setengah jam, mereka sudah tiba di pintu masuk Paviliun Keluarga Lunar


Imbran melihat dengan takjub halaman yang luas dan interior desain nya sangat elegan Keluarga Lunar ini.


Benar-benar terlalu mewah!


Paviliun Keluarga Lunar setidaknya sebesar empat kali lapangan sepak bola. Selain itu, masih ada vila di dalamnya.


Tanahnya dilapisi dengan rumput hijau, lalu terdapat bebatuan alami dan taman. Memang layak untuk disebut sebagai keluarga bangsawan papan atas.


Salsa langsung mengemudikan mobil ke tempat parkir di sisi kiri Paviliun Kemudian, dia membawa Imbran dan langsung berjalan ke dapur.


"Imbran, keterampilan memasakmu sangat baik. Bantu aku untuk memasak lobster Biru yang kamu tangkap beberapa hari yang lalu. Nanti, kita akan memberikan kejutan kepada kakek."


Di dapur besar ini, semua koki sedang sibuk untuk mempersiapkan hidangan perjamuan ulang tahun Tuan besar Keluarga Lunar.


*


*


*


seorang pria paruh baya berusia 45 tahun-an datang dan berkata dengan tergesa-gesa, "Aduh, Nona, di dapur banyak asap. Tidak baik jika kamu menghisapnya. Kamu mau makan apa? Aku akan segera menyiapkannya untukmu."


"Pak Wahyu, berikan aku kunci dapur kecil di belakang. Aku ingin menyiapkan kejutan untuk kakek," Ucap Salsa secara to the point.


Kemudian, Salsa mengambil kunci dari Pak Wayu dan langsung bergegas ke dapur kecil di belakang bersama Imbran.


Setelah membuka pintu dapur kecil, Imbran langsung melihat sebuah kolam. Lobster Biru yang dia tangkap beberapa waktu lalu sedang berenang dan tampak sangat energik.


"Imbran, keterampilan memasakmu sangat baik. aku percaya kan Lobster ini kamu yang memasak nya!"


Awalnya, Salsa hanya tiba-tiba terpikirkan ide untuk membuat makanan dari lobster besar dan menyenangkan kakeknya. Akan tetapi, setelah membeli lobster, dia tidak menemukan koki yang bisa memuaskan cita rasa masakan lobster biasa, bagaimana mungkin dia rela Lobster cantik ini di masak oleh seorang koki yang tidak kompeten. pengecualian untuk Imbran Salsa percaya Jika Imbran pasti bisa Membuat Hidangan enak.


Imbran merasa sedikit bingung ketika melihat lobster besar itu. Dia sama sekali belum pernah memasak lobster.


Namun, melihat wajah Salsa yang tampak memohon iba, Imbran tidak tega untuk menolaknya.


Tiba-tiba, Imbran teringat dengan air spiritual yang telah dia padatkan. sontak Dia Merasa percaya diri lagi.


"Baiklah, serahkan lobster ini kepadaku."


Cara memasak makanan laut yang paling Sederhana adalah kukus dan rebus. Bagi Imbran, mengukus adalah cara yang paling mudah.


Kemudian, Imbran menggunakan kemampuan khususnya untuk membersihkan aliran kotoran yang panjang di perut lobster. Setelah membersihkan semua kotoran nya, Imbran


diam-diam memadatkan setetes air spiritual dan mengoleskannya di tubuh lobster Biru ini.

__ADS_1


Setelah itu, Imbran langsung memasukkan lobster itu ke kukusan untuk dikukus selama 10 menit.


(To Be Continued)


__ADS_2