KEHIDUPAN SEMPURNA

KEHIDUPAN SEMPURNA
Lobster Batik


__ADS_3

Beberapa kolam ikan pertama sudah hampir selesai. Imbran bersiap untuk membeli bibit hewan laut untuk dibudidayakan.


Hari ini, Imbran Berencana akan pergi ke pasar bibit hewan laut untuk membeli beberapa bibit lobster.


Namun, Sesampai nya disana pedagang bibit hewan laut sama sekali tidak mau menjual bibit Mereka kepada Imbran. Mereka terus-terusan memberi alasan bahwa mereka tidak punya stok. Meski Imbran sudah Berulang kali pergi ke pasar Dia tetap tidak mendapatkan satu pun bibit lobster.


"Maaf, sudah ada yang memesan bibit lobster kami. Kami sudah kehabisan stok."


"Mustahil! Jelas-jelas tadi masih ada. Aku tidak percaya semua bibit lobster di sini sudah dipesan!"


"Maaf, Pak pergilah ke toko lain!"


Bos toko bibit lobster ini langsung menolak Dan Mengusir Imbran.


Dalam keputusasaan,


Imbran terpaksa pergi ke toko lain. Namun, Ditoko Lain dia masih tidak berhasil mendapatkan satu bibit pun. Tidak peduli apakah itu bibit lobster, tiram, atau kerang Teripang atau apapun itu, para bos Di pasar berkata bahwa mereka tidak ada stok.


Saat itu, di pasar pusat perdagangan bibit hewan laut, dua orang berjalan perlahan mendekati Imbran.


"Hahaha."


"Imbran, jangan mimpi, ya! Kamu tidak akan bisa membeli satu pun bibit hewan laut di sini. Serahkan Pulau Pasir Putih kepada kami. Kalau tidak, tidak ada gunanya kamu membangun kolam ikan. Tanpa bibit, kamu tidak bisa membudidayakan apa pun dan uang mu Tidak akan berarti lalu kamu aka Merasakan apa itu yang namanya bangkrut!" ancam Willy Sambil Tertawa bahagia.


"Ternyata kalian dalangnya. Pantas saja Aku Susah mendapatkan Bibit!" ujar Imbran sambil memandang Willy dengan Dengusan amarah.


"Semua bibit hewan laut yang ada di pasar ini berasal dari perusahaan kami. Jadi, jangan harap kamu bisa membeli bibit hewan laut untuk dibudidayakan!"


"Kalau kamu beli dari tempat lain, kamu akan dikenakan biaya pengiriman dan biaya perawatan bibit hewan laut. Kamu tidak akan mampu menanggung semua biaya itu!"


Willy terus mencela dengan ekspresi sinis, "Kalau ingin melawanku, kamu harus lihat dulu siapa identitasmu dan Sekuat apa kamu!"


"Willy, biar kuberi tahu, ya. Meskipun aku tidak bisa membeli bibit disini, aku juga tidak


akan memberikan kalian hak Untuk Mengelola Pulau Pasir Putih padamu. Jangan mimpi Disiang Bolong!" kata Imbran dengan tegas.


"Kalau begitu, Coba kulihat bagaimana kamu bisa bertahan. Kurasa, nanti kamu akan Menangis memohon padaku untuk mengambil alih hak pengelolaan Pulau Pasir putih ini," ujar Willy sambil mendengkus dingin, lalu pergi bersama Manajer Toto.


Imbran memandang Lekat punggung Willy dan Manajer Toto yang sudah pergi jauh dengan Ekspresi muram.


Tidak boleh! Dia tidak boleh membiarkan masalah ini membelitnya sampai tidak berdaya!


Pasti ada cara lain meski para pedagang tidak mau menjual bibit mereka padaku! Paling-paling, aku tinggal berlayar ke laut untuk memancing lobster. Begitulah yang dipikirkan Imbran.

__ADS_1


Imbran langsung pulang ke rumah. Kemudian Dia mengambil satu set peralatan menyelam, lalu datang ke pantai dan Bergegas melompat ke laut.


Imbran mulai menggunakan kemampuan khususnya untuk mencari lobster di dasar laut.


Lebih baik lagi jika dia bisa menangkap sepasang lobster eropa jantan dan betina. Jika dia bisa membudidayakan bibit lobster eropa, hidup nya akan makmur!


Setelah mencari cukup lama, Imbran hampir menyelami seluruh wilayah laut sejauh 100 kilometer di dekatnya. Namun, dia tidak menemukan satu pun lobster eropa. Sebaliknya, dia menemukan beberapa pasang lobster batik biasa.


Jika tidak mendapatkan lobster eropa, lobster batik juga tidak apa-apa.


Saat ini, 15 kolam ikan sudah dibangun di Pulau Pasir putih. Tujuh di antaranya akan digunakan Imbran khusus untuk Membudidayakan lobster.


Menurut rencananya, dia akan Membangun 100 kolam ikan di Pulau ini. dan Masih ada 85 kolam ikan yang belum selesai dibangun.


Imbran memasukkan belasan lobster batik ke dalam kolam ikan, lalu meneteskan air spiritual yang dia padat ke sana.


Beberapa hari yang lalu, Imbran juga sudah mengumpulkan banyak air spiritual. Pengumpulan air spiritual menguras banyak kekuatan spiritual Imbran. Jadi, Dia tidak membuat begitu banyak setiap harinya.


Jumlahnya hanya satu botol.


Kemudian Dia langsung menuangkan kurang dari setengah botol air spiritual ke kolam.


"Pak Imbran, kamu tidak bermaksud membudidayakan bibit lobster sendiri, 'kan?" Paman John tampak bingung.


Paman John telah menjadi nelayan sepanjang hidupnya. Mungkin saja dia punya metode khusus.


"Sayangnya, persentase kelangsungan hidup telur lobster sangat rendah. Cukup sulit untuk membudidayakannya," Ucap Paman John sambil menghela napas.


Imbran tahu dari buku-buku pembudidayaan hewan laut bahwa persentase kelangsungan hidup telur lobster batik pada umumnya sangat rendah. Akan tetapi, dia memiliki air spiritual. Persentase kelangsungan hidup telur yang seharusnya sangat rendah akan Segera meningkat pesat.


"Bukan itu masalahnya. Kenapa lobster-lobster ini tidak kawin?" tanya Imbran dengan sedikit bingung.


"Coba beri mereka makan daging tiram,Daging tiram bisa merangsang lobster-lobster untuk kawin."


Paman John memberikan saran kepada Imbran berdasarkan pengalamannya menjadi nelayan selama bertahun-tahun.


Begitu mendengar saran ini, Imbran langsung bergegas ke pasar dan membeli puluhan kilogram tiram. Kemudian, dia menghancurkan daging tiram dan memasukkannya ke dalam kolam ikan.


Metode Paman John memang Sangat efektif. Sesuai harapan Imbran, lobster-lobster ini akhirnya mulai kawin.


Beberapa hari kemudian, perut masing-masing pasangan lobster batik ditutupi dengan lapisan telur lobster kuning.


Baguslah, akhirnya mereka kawin! Totalnya ada sepuluh lobster betina di sini. Setiap lobster betina ini telah menghasilkan sejumlah besar telur.

__ADS_1


Demi mengamati perkembangan lobster batik, Imbran pun pindah dan tinggal di sebelah kolam ikan. Dia menanti-nantikan lobster-lobsternya kawin setiap hari.


Imbran dengan Cekatan merawat lobster betina yang bertelur dengan sangat baik. Setiap hari, dia selalu meneteskan setetes air spiritual ke


dalam kolam.


Semua lobster yang dirawat Imbran menjadi lumayan kuat berkat Air Spritual. Berat setiap lobster betina bahkan mendekati empat Sampai lima kilogram!


Sementara lobster jantan sudah lama Imbran pindahkan ke kolam lainnya agar Tidak Mengganggu Perkembangan Si betina.


Tujuh hingga delapan hari kemudian, telur-telur lobster ini mulai menetas sesuai harapan.


Persentase kelangsungan hidup telur lobster ini cukup menakjubkan, yakni hampir mencapai 90%.


Paman John juga cukup terkejut melihat situasi kini.


Tambak berjalan sesuai rencana secara bertahap. Lima belas kolam yang sudah dibangun telah ditempati bibit lobster. Beberapa bulan lagi, dia pasti bisa memanen lobster-lobster ini.


Imbran Terus menambahkan air spiritual dengan jumlah yang sama ke setiap kolam. Pertumbuhan lobster-lobster disini juga cukup mengejutkan.


Kemudian Imbran mengunggah beberapa video.


tambak ke TokTok sesekali. Hal ini menarik banyak netizen berjanji untuk membeli lobster-lobster itu setelah Imbran berhasil membudidayakan mereka.


"Imbran pun pindah kembali ke vila. Semua urusan di tambak diserahkan kepada pegawainya dan Siren selaku Sekretaris.


Orang tua Imbran benar-benar tidak bisa bersantai. Mereka juga pergi ke Pulau anak nya untuk membantu Meringankan pekerjaan Imbran.


Besok, Murni akan masuk sekolah lagi. Imbran akan mengantarnya ke sekolah besok.


"Besok kamu sudah masuk sekolah. Coba bilang, apa keinginanmu. Kakak akan mengabulkannya," ujar Imbran sambil menatap Lembut adiknya.


"Benarkah? Malam ini, Penyanyi favoritku, Angela akan datang ke Stanfford untuk konser. Aku ingin melihat konsernya. Kakak sudah berjanji. Jadi, jangan ingkar janji, ya!" kata Murni dengan nada riang.


Bagaimanapun, Angela adalah salah satu penyanyi wanita terpopuler di kota Blackyar. Bukan hanya penampilannya yang cantik dan menakjubkan, keterampilan bernyanyi nya juga patut di ajungi Jelmpol. Dia memiliki banyak penggemar.


"Oke, aku setuju. Aku akan membelikanmu tiket konser!"


Imbran menyalakan ponselnya, lalu melihat harga tiket konser dan tersentak.


Harga Satuan tiket sebesar enam juta rupiah hanyalah tiket biasa. Untuk posisi yang lebih bagus, harganya bahkan Bisa mencapai puluhan juta rupiah!


(To Be Continued)

__ADS_1


__ADS_2