
Imbran memandangi wanita cantik itu dan tiba-tiba dia berkata dengan galak, "Gadis kecil, jangan paksa aku berbuat kasar. Aku cuma datang ke sini untuk pinjam toilet. sebentar. Kalau kamu teriak-teriak lagi sampai membuatku kewalahan, mungkin aku akan berbuat nekat!"
Imbran merasa tidak berdaya. Berhubung gadis ini tidak bisa dibujuk dengan kata-kata yang baik, Imbran terpaksa mengancam wanita itu!
Saat itu juga, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita di luar pintu, "Angela, apa kamu sudah siap? Sekitar 20 menit lagi kamu sudah bisa naik ke panggung!"
Imbran terkejut, ternyata wanita yang dibekapnya ini adalah tokoh utama konser Hari ini, namanya Angela!aduh mati aku ucap Imbran dalM benak nya.
Jika puluhan ribu penggemarnya tahu Imbran memperlakukan idola mereka seperti ini, dia pasti akan dihabisi oleh para penggemarnya.
"Suruh wanita yang di luar itu pergi dulu, atau aku tidak akan sungkan lagi padamu!" ancam Imbran.
Melihat Angela mengangguk, Imbran dengan hati-hati melepaskan tangannya yang menutupi mulut Angela.
"Kamu pergi dulu, tunggu sebentar lagi, aku sekarang sedang ganti pakaian!"
Suara Angela terdengar begitu nyaring dan merdu. Setelah mendengar ucapannya, Imbran langsung menghela napas lega.
Kalau Imbran sampai ditangkap, satpam itu pasti akan kehilangan pekerjaannya.
Setelah mendengar perkataan Angela, wanita yang berada di luar pintu itu pun langsung pergi.
"Sekarang kamu sudah bisa melepaskanku, 'kan?"
Imbran melihat ke bawah dan menyadari tangannya masih memegang lengan Angela. Lalu, Imbran buru-buru melepaskan tangannya.
"Sekarang kamu sudah bisa pergi, 'kan?" tanya Angela dengan nada dingin dan senyum Sinis.
"Kamu belum kasih tahu aku jalan keluar dari belakang panggung ini."
"Setelah keluar dari sini, kamu belok kanan, lalu belok kanan di persimpangan kedua. Dari sana kamu sudah bisa keluar!"
Setelah mendengar ucapan Angela, Imbran buru-buru meninggalkan tempat itu.
"Selamat tinggal. Percayalah, aku benar-benar cuma salah jalan!"
Selanjutnya, Imbran pun pergi dengan tergesa-gesa. Setelah mengikuti petunjuk yang diberikan Angela, akhirnya Imbran berhasil meninggalkan belakang panggung.
"Pak Imbran, kenapa lama sekali? Kalau sampai ketahuan orang lain, masalahnya bisa runyam ini!" kata satpam yang membiarkan Imbran masuk tadi.
"Aku buang air besar, terima kasih!"
Imbran melambaikan tangannya, lalu langsung kembali ke tempat duduknya!
"Dek, waktu ke toilet tadi, aku ketemu Angela. Aku bahkan berjabat tangan dengannya," ujar Imbran dengan bangga.
__ADS_1
"Dasar tukang bual!" Mona sama sekali tidak percaya dan wajahnya terlihat acuh-tak acuh.
Setelah menunggu lebih dari sepuluh menit, konser akhirnya dimulai. Semua lampu di stadion dipadamkan, hanya menyisakan beberapa lampu warna-warni di atas panggung. Sebuah sosok perlahan melangkah ke panggung dari balik layar.
Di bawah panggung, para penggemarnya sudah berteriak Histeris dengan riuh sambil melambaikan tongkat cahaya di tangan mereka dan meneriakkan nama Angela.
Seorang wanita bergaun panjang Berwarna Ungu berdiri di atas panggung dan mulai bernyanyi.
Suara nyanyiannya sangat nyaring dan merdu, melodinya menyentuh, dan iramanya terdengar begitu indah.
Suara musik yang mengharukan menggema di dalam stadion. Cahaya bintang seakan-akan menjadi redup dalam seketika, menyisakan suara nyanyian yang
merdu itu menyelimuti seisi dunia
Imbran yang Mendengar langsung terkejut. Angela memang layak menjadi penyanyi yang paling terkenal di Seluruh dunia Saat ini, sungguh luar biasa suara nya.
Para penggemar mulai bersorak-sorai, bahkan ada beberapa dari mereka yang ikut bernyanyi.
Namun, berbagai macam suara penggemar yang berantakan itu pun tidak bisa menyembunyikan suara nyanyian Angela yang begitu jernih dan mengharukan!
Selesai Angela menyanyikan sebuah lagu, tepuk tangan meriah dan teriakan yang riuh di bawah panggung mengguncang seisi stadion ini.
Para penggemar ini benar-benar energik sekali, jika Imbran mempekerjakan orang-orang ini membangun Pulau nya diperkirakan Pulau Pasir putih itu bisa selesai dibangun dalam beberapa hari.
Tentu saja, itu cuma sebatas pemikiran Imbran belaka.
"Terima kasih untuk semua penggemar yang sudah datang ke konserku malam ini. Untuk berterima kasih atas dukungan kalian selama ini, aku akan memilih seorang penonton yang beruntung untuk berfoto denganku di akhir konser kali ini." Angela berteriak keras sambil memegang mikrofon di atas panggung.
Penonton di bawah panggung langsung bersorak sorai dan terus berharap diri mereka bisa menjadi penonton beruntung yang dipilih oleh sang idola!
Detik berikutnya, lampu panggung berkelap-kelip. Di atas panggung, cahaya melingkar mulai memilih secara acak di antara 45.000 penonton.
Tiba-tiba, seberkas cahaya langsung menyinari tubuh Imbran. Detik berikut nya Imbran sangat terkejut. Dia tidak menyangka bahwa dia benar-benar menjadi penonton yang beruntung kali ini!
"Sekarang, penggemar beruntung dengan tiket tempat duduk nomor 187 bisa berfoto denganku di atas panggung!"
Banyak penggemar lainnya yang memandang Imbran dengan tatapan iri. Sementara itu, Murni yang duduk di sampingnya tampak sangat bersemangat, seolah-olah dia yang berada di atas panggung.
"Kakak, ayo cepat naik, sekalian ambilkan tanda tangan Angela untukku!" Murni tidak peduli dengan apa pun lagi sekarang, dia langsung mendorong Imbran keluar.
Imbran terpaksa berjalan ke atas panggung dengan rasa tak berdaya.
Setelah Imbran naik ke atas panggung, Angela melihat penampilan Imbran dan langsung berseru.
"Kenapa kamu lagi?"
__ADS_1
Berhubung mikrofonnya sudah dimatikan,
penonton di bawah panggung pun tidak bisa mendengar seruan Angela.
"Kebetulan sekali, kita bertemu lagi Nona, secepat ini!" ucap Imbran sambil tertawa canggung.
Angela memelototi Imbran dengan tatapan marah, orang tidak tahu malu ini benar-benar sangat menjijikkan.
Sejak kecil hingga dewasa, tidak ada seorang pun yang berani memperlakukan Angela seperti ini.
Tiba-tiba, Angela menunjukkan senyum licik di wajahnya dan berkata, "Kalau saat ini aku menyalakan mikrofon dan memberi tahu penggemarku mengenai kejadian tadi, kamu tebak akibatnya akan seperti apa?"
Imbran merasakan hawa dingin menjalar ke seluruh punggungnya. Jika saat ini Angela memberi tahu semua orang bahwa Imbran sudah berbuat tidak sopan kepadanya, kemungkinan penggemar gila Angela akan mencabik-cabik Imbran sampai ketulang-tulangnya.
"Kalau kamu berani bilang, hehe, jangan salahkan aku karena bersikap kurang ajar
Di depan umum!" ancam Imbran dengan tidak tahu malu. Saat ini, dia terpaksa berbuat nekat.
"Kalau kamu terus menunggu seperti ini, penggemarmu mungkin akan gelisah sebentar lagi!"
Pada saat ini, Angela baru teringat dirinya sedang mengadakan konser.
Selanjutnya, dia buru-buru berfoto dengan Imbran. Imbran juga mengangkat ponselnya dan memotret dirinya dengan Angela.
Angela adalah bintang besar. Jika foto bersama Angela ditaruh di akun TokTok Imbran, itu pasti akan menarik perhatian banyak penggemar!
Tampaknya dalam situasi seperti ini, Angela pun tidak berani terlalu lancang.
Tiba-tiba, Yusran menyunggingkan
Senyum tipis. Dia merentangkan tangannya dan membuat gerakan memeluk!
Melihat senyum licik di wajah Imbran, Angela membuka mulutnya Lebar dan diam-diam berseru, "Dasar tidak tahu malu, kamu jangan keterlaluan!"
Imbran tetap tak bergeming dan masih membuka kedua tangannya.
Kini, Angela sudah terjebak dalam dilema. Jika dia mengabaikan Imbran secara terang-terangan, mungkin tajuk berita terhangat besok adalah dirinya memandang rendah penggemarnya.
Dalam keadaan terpaksa, Angela lalu memeluk Imbran dengan lembut!
Sontak, terdengar suara teriakan. penggemar yang menggila di dalam stadion tersebut.
"Wah, pria itu benar-benar tidak tahu malu! Bisa-bisanya dia meminta Angela untuk memeluknya!"
"Ah... sifat Angela benar-benar lembut!"
__ADS_1
Sementara itu, Murni terlihat sangat terkejut. Nyali kakaknya ini sungguh amat lah Besar!
(To Be Continued)