KEHIDUPAN SEMPURNA

KEHIDUPAN SEMPURNA
Imbran Yang Terlalu Santay


__ADS_3

Imbran melihat bahan-bahan makanan itu Lalu Mengangguk. Ada kepiting, kerang, bihun, sawi, daging ayam, dan lain-lain.


"Bahan-bahan ini sudah cukup.


Kapan kompetisi nya akan dimulai? Selain itu, apa saja peraturan dalam kompetisi disini?"


"Kompetisi akan dimulai satu jam lagi. Alur proses kompetisi festival kuliner ini adalah setiap kontestan diberi waktu tiga jam untuk membuat sepuluh jenis hidangan. Skor untuk setiap hidangan antara satu sampai sepuluh poin, lalu poin dari sepuluh jenis hidangan tersebut akan ditotal untuk mendapatkan poin akhirnya. Kemudian, akan diurutkan peringkatnya."


Setelah mendengar ucapan Salsa Panjang Kali Lebar. Imbran Menguap langsung mengerti peraturan kompetisi disini.


Hanya sepuluh jenis hidangan.


Air spiritual yang dibawanya lebih dari cukup.


Air spiritual milik Imbran adalah sebuah obat yang sangat mujarab. Tidak hanya bisa digunakan untuk pembudidayaan, tetapi juga bisa untuk menyembuhkan segala macam penyakit, bahkan bisa membuat masakan menjadi sangat lezat.


Ada total sepuluh juri dalam kompetisi ini. Setiap juri adalah pakar kuliner yang terkenal di Bidang Nya.


Banyak penonton sudah berkumpul di bawah arena menunggu kompetisi dimulai.


"Salsa, tunggu saja kekalahanmu!" ujar Alicia dengan nada dingin ketika melewati area kompetisi koki Hotel Harnet.


Alicia Melangkah Dengan Gaya Sombong membawa Koki Pendi naik ke panggung.


"Kompetisi akan segera dimulai. Kamu turun saja, aku sendiri bisa menanganinya di sini! Tenang saja, aku tidak akan kalah," ujar Imbran kepada Salsa.


"Baiklah, lakukan yang terbaik!"


Salsa berkata kepada Imbran, lalu turun dari panggung.


Tiba-tiba, seorang pembawa acara naik ke panggung sambil membawa mikrofon!


"Kompetisi akan segera dimulai. Diharapkan kepada setiap koki di setiap hotel untuk segera bersiap-siap. Yang lainnya silakan turun, tidak boleh ada orang lain di atas panggung selain Koki."


"Sekarang, mari kita sambut para Juri Kompetisi ini!"


Seiring dengan teriakan pembawa acara, sepuluh pakar kuliner duduk di podium depan panggung.


Setelah sepuluh pakar kuliner duduk di podium, pembawa acara langsung mengumumkan bahwa kompetisi dimulai.


Begitu kompetisi dimulai, puluhan koki di atas panggung langsung mulai beraksi menyiapkan makanan!


Hanya Imbran seorang yang terlihat santai dan tidak tergesa-gesa.


Dia masih belum tahu makanan apa yang akan dibuatnya.


Imbran melihat bahan-bahan makanan dan langsung terpikirkan sepuluh jenis hidangan.

__ADS_1


Kerang kukus bihun, ayam rebus, sup sawi, kepiting asam manis, tahu tumis daging, ikan kukus ...


Sepuluh hidangan itu semuanya adalah masakan rumahan yang sederhana, tidak perlu tampilan yang berlebihan Namun Cita rasa nya yang Terpenting,Menurut Imbran.


Koki lainnya masing-masing memamerkan keahlian mereka. Ada yang menunjukkan keahlian mengukir bahan makanan, ada juga menunjukkan keahlian penggunaan pisau, semuanya sangat menarik perhatian penonton.


Hanya Imbran sendiri yang sedang mencuci sayur dengan santai, tidak terlihat panik sedikit pun.


Sementara itu, aksi Koki Pendi yang paling menarik perhatian!


Pendi mengambil sepotong tahu panjang dan mulai mengukirnya. Perlahan-lahan, tahu tersebut diukir menjadi bentuk naga.


"Astaga, dia ahli mengukir tahu? Dia bukan manusia!"ujar salah satu Penonton.


"Hebat sekali. Aku pernah melihat Pendi di TV, tidak heran kalau dia disebut koki ternama di seluruh negeri!"


Di sisi lain, Imbran menggunakan pisau dapur untuk memotong sawi ala kadarnya, tidak berseni sama sekali.


Namun, ketepatan potongan Imbran setiap kalinya sangat akurat, ukuran setiap Potongan sawinya sama persis.


Sejak memperoleh kemampuan khusus, kemampuan fisik Imbran meningkat pesat. Bahkan, kemampuannya dalam mengontrol Sesuatu menjadi sangat akurat.


Melihat hal itu, Alicia yang berada di bawah panggung langsung tersenyum.


"Sungguh konyol. Kemampuan segitu saja ingin mengalahkan Koki Pendi? Salsa, kali ini kamu sudah pasti kalah!"


Aksi Pendi sangat mengejutkan banyak orang, sedangkan Imbran yang di samping tidak diperhatikan oleh siapa pun.


Waktu perlahan berlalu. Kompetisi sudah berlangsung selama satu jam. Semua bahan-bahan untuk memasak


Sudah disiapkan Imbran dengan baik, hanya tinggal dimasak saja.


Namun, masih ada waktu dua jam sebelum kompetisi selesai. Kalau terlalu cepat dimasak, masakannya pasti sudah dingin begitu kompetisi selesai.


Jadi, Imbran mengambil Kursi dari bawah panggung. Lalu, dia duduk sambil bermain ponsel dan melihat berita Viral di internet untuk menghabiskan waktu.


Aksi Imbran langsung disadari oleh Banyak penonton yang berada di bawah panggung.


"Lihat orang itu, apa yang dia lakukan? Kenapa dia malah duduk dan bermain ponsel?"


"Astaga. Tadi aku juga memperhatikannya, sedikit pun tidak terlihat seperti jago memasak. Jangan-jangan dia hanya kontestan tambahan untuk meramaikan acara ini!"


Melihat sikap Imbran yang seperti itu, Alicia yang berada di bawah panggung tidak bisa menahan diri dan langsung tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.


"Salsa, dari mana kamu mengundang orang bodoh itu? Hanya mempermalukan diri sendiri saja dia disana!"


Raut wajah Salsa juga terlihat kesal. Dia langsung mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Imbran, agar Imbran segera kembali bekerja atau setidaknya berpura-pura sibuk.

__ADS_1


Namun, Imbran hanya membalasnya : "Tidak ada gunanya tergesa-gesa!"


Sikap Imbran yang seperti ini makin menarik perhatian banyak orang. Satu per satu mulai mengejek Imbran.


Imbran sendiri malah asyik menonton video-video di TokTok.


Melihat waktu tinggal satu jam, Imbran Lalu mematikan ponselnya dan mulai beraksi.


"Si bodoh itu akhirnya mulai bergerak. Kukira dia akan langsung menyerah Begitu saja Payah!"


"Haha. Jangan-jangan kemampuan memasaknya lebih buruk dari istriku. Siapa yang mau makan masakannya?"


Salsa tidak menyangka dia akan menghadapi kondisi yang seperti ini ketika mengundang Imbran. Dia menatap Imbran dari bawah panggung dengan rasa marah.


Sementara itu, Alicia merasa sangat puas mengejek Salsa sehingga membuat Salsa merasa sangat marah.


Pertama-tama, Imbran menuang air spiritual ke sebuah mangkuk. Kemudian, dia memercikkannya ke bihun kerang dan mulai dikukus.


Hanya dalam beberapa menit, sebuah Hidangan Sederhana sudah jadi.


Kemudian, dia mulai merebus ayam! Imbran tidak menggunakan teknik macam-macam dalam memasak, hanya Seperti memasak masakan rumahan.


Imbran Lanjut meletakkan masakan yang sudah jadi ke dalam wadah penghangat makanan, lalu ditutup.


Terakhir, Imbran mulai membuat sup sawi. Dia mengisi panci dengan air, lalu menuang sisa air spiritualnya ke dalam panci!


Jumlah air spiritual ini hampir 50 gram, sama dengan jumlah yang dipadatkan Imbran dalam sehari.


Cara Imbran membuat sup sawi benar-benar membuat orang tercengang!


Sangat sederhana!


"Siapa pun bisa membuat sup sawi itu. Apakah Pemuda itu naik ke panggung untuk menghina kontestan lainnya?"


"Hotel Harnet adalah hotel bintang lima. Kelihatannya mereka ingin menutup hotel mereka sampai mengundang orang seperti ini."


Para penonton mengejek. Terlihat jelas, hal yang dilakukan Imbran benar-benar mengejutkan semua orang!


"Haha, Salsa. Tamatlah Hotel Harnet kalian. Bisa-bisanya kamu mengundang orang seperti ini," ujar Alicia sambil tertawa.


Imbran yang berada di atas panggung akhirnya selesai membuat masakan terakhir, yaitu sup sawi. Pada saat itu, kompetisi pun berakhir.


Sekarang mulai masuk ke sesi terakhir kompetisi. Saatnya para juri menilai


hidangan yang dibuat para koki.


(To Be Continued)

__ADS_1


__ADS_2