KEHIDUPAN SEMPURNA

KEHIDUPAN SEMPURNA
Tekad Imbran


__ADS_3

"Tenang saja. Karierku baru saja dimulai, aku pasti akan sukses di masa depan!"ujar Imbran dengan berani.


"Aku sudah menyelidiki latar belakangmu. Kamu hanyalah orang biasa, bahkan berasal dari desa. Kamu memang punya sebuah usaha setelah lulus, tapi usahamu tidak berkembang sama sekali!"


Imbran mencibir. "Kalau begitu, menurut Anda orang seperti apa yang pantas untuk Salsa?"


"Setidaknya, kamu yang sekarang masih belum pantas untuk Anak ku. Kamu harus tahu, Keluarga Lunar yang memiliki usaha sebesar ini hanya punya seorang putri. Hal itu tentu saja membuatku sangat memedulikan urusan pernikahan Salsa."


"Bisa saja kalau kamu ingin bersama putriku, tapi ada syaratnya!" ujar Arman dengan tenang.


Mendengar dirinya masih ada harapan, Imbran langsung bertanya, "Syarat apa?"


"Syaratnya adalah setidaknya perusahaanmu harus mendapat keuntungan sebesar empat ratus miliar rupiah dan nilai pasarmu harus melebihi empat triliun rupiah!" Arman langsung menyampaikan syarat yang tidak bisa dipenuhi oleh orang biasa.


Namun, Imbran bukan orang biasa. Dia punya kemampuan khusus. Imbran yakin dia bisa menyelesaikan target itu.


"Baiklah, aku setuju. Aku yakin bisa mencapai target itu kelak!" ujar Imbran dengan percaya diri.


Tiba-tiba, terdengar ketukan di luar pintu. "Ayah, Imbran, apa yang kalian lakukan di


ruang kerja? Cepat keluar, ayo kita makan malam!"


"Oh, tidak ada apa-apa. Kami akan segera keluar!"


Imbran dan Arman lalu meninggalkan ruang kerja. Saat ini, Arman berbisik kepada Imbran, "Jangan sampai hal ini diketahui orang lain. Selain itu, sebelum kamu mencapai target itu, kamu tidak boleh berbuat macam-macam kepada Salsa!"


Namun, Imbran langsung keluar dari ruang kerja seolah-olah dia tidak mendengar perkataan Arman sama sekali. Hal ini membuat Arman merasa sangat kesal.


"Bocah, kurasa kamu sengaja berpura-pura tidak dengar!"


Segera, Imbran makan malam di Manor Keluarga Lunar.


Setelah menetapkan hubungan mereka, Imbran dan Salsa selalu bertemu begitu ada waktu. Hubungan mereka juga meningkat dengan pesat.


Imbran juga mengaku kepada orang tuanya tentang hubungannya dengan Salsa.


Kedua orang tuanya tentu sangat bahagia. Mereka juga sangat menyukai kepribadian Salsa.


Lobster di tambak milik Imbran juga pelan-pelan bertumbuh besar. Lobster sebanyak 15 kolam sudah dewasa semuanya.

__ADS_1


Dengan air spiritualnya, lobster yang dipeliharanya juga tumbuh menjadi sangat sehat.


Kolam ikan biasa seukuran ini mungkin bisa menghasilkan sekitar 500 kilogram, sedangkan kolam milik Imbran bisa menghasilkan sampai 1.000 kilogram


yaitu sebesar dua kali lipat.


Di sini ada 15 kolam lobster. Satu kolam ada sekitar 1.000 kilogram lobster. Lima belas kolam artinya ada sekitar 15.000 kilogram lobster.


Sebagian besar lobster batik yang ada di pasaran seharga empat ratus ribu rupiah per setengah kilogram. Jadi, lima belas kolam ini kira-kira bisa menghasilkan sekitar dua belas miliar rupiah.


Imbran menghitung-hitung. Saat ini, dia hanya mampu menghasilkan air spiritual untuk paling banyak 30 kolam tambak.


Dengan kata lain, dalam tiga bulan, dia hanya bisa menghasilkan uang paling banyak sekitar dua puluh miliar rupiah.


Dikurangi dengan upah karyawan dan biaya produksi, bisa mendapat keuntungan sebesar empat belas miliar rupiah dalam tiga bulan sudah cukup Lumayan.


Jaraknya masih cukup jauh dengan syarat yang diajukan oleh Calon ayah mertua nya!


Saat ini, tempat-tempat yang bisa dijadikan kolam ikan di Pulau Pasir putih ini rata-rata sudah menjadi kolam ikan. Selain itu, dia juga sudah mengeluarkan biaya pembangunan sekitar empat puluh miliar rupiah.


Kemudian, karyawan Imbran juga sudah dua kali menerima gaji. Sekarang, Imbran sudah mempunyai 21 orang karyawan termasuk Siren. Gaji Siren sendiri sebesar seratus juta rupiah dan gaji karyawan lainya sekitar sepuluh juta rupiah. Ditambah dengan asuransi dan bonus, dana yang dikeluarkan Imbran untuk membiayai karyawan selama dua bulan saja sudah beberapa ratus juta rupiah.


Setelah dikurangi biaya pakan lobster, biaya listrik air, dan lainnya, dana yang dimiliki Imbran saat ini masih tersisa sekitar empat puluh miliar rupiah.


Hari ini, Imbran mengumpulkan semua penduduk di Pulau, beserta kedua orang tuanya dan Siren. Dia meminta mereka untuk mencicipi bagaimana rasa lobster dewasa yang dibudidayakannya!


Salsa juga Turut hadir di sana. Imbran sudah memberitahunya sebelumnya bahwa hari ini mereka akan mencoba rasa lobster Tersebut!


Lobster yang dibudidayakan oleh Imbran beratnya sekitar setengah kilogram per ekor, benar-benar besar. Selain itu, Imbran juga sangat murah hati. Dia memberikan satu ekor lobster untuk setiap orang. Dia menangkap sekitar 50 ekor lobster, lalu


mengeluarkan kukusan besar dan mulai mengukus lobsternya.


"Ingat, jangan beri bumbu apa pun. Cukup beri garam saja!" ujar Imbran.


Tanpa bumbu apa pun, barulah mereka Bisa merasakan rasa lobster yang asli.


Segera, lobster-lobster sudah selesai dikukus. Puluhan lobster ditempatkan bersama, benar-benar terlihat Sangat spektakuler.


Harus diketahui, lobster-lobster batik itu termasuk makanan laut yang elite. Kalau disajikan di hotel, kamu harus mengeluarkan uang setidaknya dua juta rupiah untuk bisa mencicipinya.

__ADS_1


Dulu, penduduk Pulau ini merasa Sangat sayang untuk memakan lobster batik, meskipun mereka sendiri yang menangkapnya.


Sekarang, mereka tentu merasa sangat senang saat Imbran mengundang mereka untuk mencicipi Rasa lobster ini.


"Imbran, lobster kamu ini laku keras di pasaran. Meskipun hasil tambak, kualitasnya tetap yang terbaik!" ujar Salsa sambil tersenyum.


"Hehe, ayo kita coba dulu bagaimana rasa lobster ini!"


Kemudian, Imbran langsung memecahkan satu capit besar lobster dan mulai memakan nya.


Begitu masuk ke mulut, aroma harum, kesegaran langsung mengalir di mulutnya!


"Wow, lobster ini benar-benar lezat!"


"Lobster batik liar yang kutangkap sebelumnya juga tidak selezat ini!"


Dalam sekejap, semua orang memuji.


Salsa mengambil sepotong besar daging lobster dan memasukkannya ke mulut. Matanya langsung berbinar.


"Imbran, bagaimana kamu membudidayakannya? Ini benar-benar lezat!" ujar Salsa segera.


Lobster ini terasa sangat lezat, Imbran juga merasa sangat senang. Lalu, dia berkata dengan bangga, "Tentu saja, pacarmu ini memang serbabisa. Hasil tambakku tentu saja lebih baik dari yang lainnya.'


"Imbran, Keluarga Lunar memiliki


beberapa hotel dan kami membutuhkan lobster dalam jumlah banyak. Aku mewakili hotel-hotel ini memesan 2.500 kilogram lobster denganmu."


"Lobster selezat ini pantas dihargai delapan ratus ribu rupiah per setengah kilogramnya!"


Dua ribu lima ratus kilogram lobster cukup untuk beberapa hotel selama setengah tahun. Imbran juga tahu, Salsa membuat pesanan sebanyak ini demi Dirinya!


"Salsa, Jika kamu suka langsung ambil saja. Tidak usah bayar!" ujar Ayah Imbran yang berada di samping.


"Tidak bisa Seperti itu Paman. Kalau sampai begitu, aku tidak bisa membuat laporan keuangan akhir tahun perusahaan!" ujar Salsa buru-buru mencari alasan.


"Begini saja. Salsa, kamu tidak perlu langsung memesan sebanyak ini. Suruh orang-orang Hotel mu pergi ke dermaga setiap hari, aku yang akan mengantarnya langsung. Dengan begitu, lobster-lobster yang kamu dapatkan juga akan lebih segar."


"Selain itu, kamu adalah pacarku. Kamu sudah datang kemari untuk mengambil barang, mana mungkin tidak kuberi diskon. Lobster-lobster ini akan kuberi harga empat ratus ribu per setengah kilogram," ujar Imbran langsung.

__ADS_1


"Baik. Perhitunganmu jauh lebih baik!" Salsa tersenyum lebar.


(To Be Continued)


__ADS_2