KEHIDUPAN SEMPURNA

KEHIDUPAN SEMPURNA
Imbran Yang Berbaik Hati


__ADS_3

"Kenapa Kalian diam saja? Katakan apa yang sudah kalian lakukan!" bentak Imbran Meninggikan Suara nya, sambil menatap Tajam para remaja itu dengan marah.


"Hehe. Nak, jangan takut padanya. Aku tahu dia mengancam kalian kan."


"Aku akan Segera menuntutnya di pengadilan. Lihatlah putriku, seorang gadis malah disuruh melakukan pekerjaan seperti ini!" Ucap seorang pria dengan ekspresi Suram.


"Iya! Ayo, kita tuntut dia bersama-sama!"


Saat ini, hampir semua orang tua dari sebelas siswa itu sudah tiba di sana. Semua media yang hadir mengangkat kamera mereka untuk merekam siaran langsung.


"Silahkan saja Jika kalian ingin menuntutku. Tapi Sebelum itu, aku juga akan menuntut kompensasi dari kalian Para Orang tua Anak Berandalan ini!"


Imbran Kemudian Mengeluarkan Phonsel nya lalu memutar video yang dia dapatkan dari kantor keamanan Kompleks Phoenix kemarin dan daftar kerusakan menjadi satu video sederhana, lalu mengunggahnya ke jejaring internet.


Judul video: "Seluk-beluk Insiden Bos yang berhati Jahat!"


Begitu video itu diunggah, banyak netizen langsung tertarik untuk menonton video Imbran.


Saat ini, Imbran juga membiarkan orang tua para remaja itu menonton video Tersebut.


"Karena kalian ingin menuntutku, kita lakukan semuanya sesuai aturan Hukum yang ada Di Negeri kita. Mari kita lihat apakah aku memang bos jahat atau bukan!"


"Video itu menunjukkan bahwa putra dan putri kalian menghancurkan dermagaku."


"Sebenarnya, aku tidak ingin meminta kompensasi dari kalian. Tapi, Karna kalian ingin menuntutku, aku akan melayani kalian sampai akhir Di mana Kesanggupan Kalian."


"Tangga dan jalan dermaga kami sudah dihancurkan oleh putra dan putri kalian. Setelah dinilai oleh organisasi profesional arsitekur, jumlah kerugian yang aku alami bahkan melebihi dua miliar rupiah."


"Awalnya, kami hanya meminta para remaja ini untuk membantuku meratakan tanah dengan santai. Tapi, sekarang aku akan langsung meminta kalian, para orang tua, untuk mengganti rugi dua miliar rupiah. Setiap keluarga harus membayar setidak nya Seratus delapan Puluh satu juta rupiah."


Begitu para orang tua ini melihat daftar tagihan yang harus di bayar mereka, wajah Semua nya langsung pucat.


"Aku hanya menghukum mereka. Karena kalian sangat menentang Niat baik ku, mari kita selesaikan kompensasinya. Aku tidak Terlalu peduli kalian mendapatkan uang nya dari mana yang terpenting Kompensasi Tidak kurang satu rupiah pun!" Ucap Imbran dengan ekspresi sinis.


Berhubung mereka berbuat begini, jangan salahkan Imbran karena tidak segan-segan!


"Mustahil! Untuk apa mereka menghancurkan dermagamu tanpa alasan? Mungkin bukan anak kami yang melakukannya!" bantah salah satu orang tua.


"Sepertinya kalian tidak akan berhenti sebelum kalian berhasil menuntutku. Baiklah, dengarkan baik-baik!"


Imbran mengeluarkan ponselnya dan memutar sebuah rekaman.


Rekaman itu berisi pengakuan para remaja itu kemarin bahwa mereka telah


menghancurkan dermaga Imbran demi mendapatkan sepuluh juta rupiah.

__ADS_1


"Sekarang, kalian tidak bisa mengelak lagi, 'kan? Jadi apa pilihan kalian? Mau bayar kompensasi kerugian atau membantuku memperbaiki dermaga?"


Setelah para orang tua itu mendengar rekaman pengakuan para anak nya, mereka pun terdiam dengan ekspresi muram.


"Sialan! Lihat apa yang sudah kalian lakukan. Kalian ingin menyuruhku membayar 181 juta rupiah, aku akan Segera mematahkan kakimu!"


"Bukannya belajar dengan benar, kalian malah melakukan hal-hal yang tidak bermoral begini. Pergilah bekerja untuk Pak Imbran!"


"Bagaimana aku bisa melahirkan anak sepertimu Donita? Kalau kamu tidak Segera memperbaiki dermaga Pak Imbran, aku akan mengulitimu!"Pulang nanti.


Dalam sekejap, para orang tua ini mengubah sikap mereka dan mulai memarahi anak-anak mereka. Mereka terlihat sangat kecewa sekaligus murka.


Semua keluarga dari anak-anak ini berasal dari kalangan menengah. Uang 181 juta rupiah bukanlah jumlah yang kecil bagi mereka.


Banyak media yang menyiarkan kejadian ini secara langsung di lokasi kejadian. Dalam sekejap, hal ini langsung membalikkan opini publik di internet.


Banyak orang mulai memuji kebijaksanaan Imbran menyebutnya sebagai bos yang baik.


"Anak-anak itu berbuat onar tanpa memedulikan hukum yang ada. Begitu mereka terjun ke masyarakat, Pak Imbran akan mengajari mereka bagaimana menjadi orang yang benar!"


"Aku rasa tindakan Bos ini tidak salah. Anak-anak itu memang harus diberikan Sedikit pelajaran."


Netizen yang tak terhitung jumlahnya mulai mengikuti akun TokaTok Imbran. Hanya dalam waktu setengah jam, dia mendapatkan jutaan penggemar.


Melihat opini publik padanya sudah berubah, Yusran akhirnya tersenyum.


Sementara itu, belasan remaja berandal ini dimarahi oleh orang tua mereka tanpa berani bersuara.


"Bapak dan Ibu sekalian, apa kalian sudah membuat keputusan? Apa kalian akan membiarkan mereka bekerja di sini untuk


melunasi utang mereka atau membayar kompensasi dengan uang kalian sendiri? Kalian bebas memilih," kata Imbran dengan nada datar.


"Pak Imbran, kami bersedia membiarkan


anak kami bekerja di sini demi menebus kerugianmu!"


"Pak Imbran, biarkan saja mereka bekerja. Sekalian biar mereka bisa melatih diri Dan jiwa nya!"


Para orang tua ini bersedia membiarkan anak-anak mereka bekerja di sini untuk membayar utang mereka.


"Kalau begitu, jangan datang mengganggu pekerjaanku lagi. Kalian semua bisa pergi!" kata Imbran kepada para orang tua dan media-media lainnya.


Khawatir bahwa Imbran akan menarik kembali kata-katanya dan meminta mereka membayar kompensasi dengan uang sendiri, para orang tua itu pun segera pergi dari tempat itu. Ketika para media melihat bahwa masalah sudah terselesaikan, mereka juga meninggalkan tempat itu satu per satu.


Melihat para remaja berandal ini masih tak bergeming, Imbran langsung berteriak, "Kenapa Kalian masih melamun? Cepat kerja Sana!"

__ADS_1


Para remaja itu buru-buru pergi ke dermaga untuk memindahkan puing-puing dermaga yang telah mereka


hancurkan sendiri.


"Bos, kinerjamu lumayan bagus. Kejadian kali ini benar-benar terlalu berisiko. Kalau reputasimu hancur, kita pasti akan kerepotan," Puji Siren dari samping.


Hendi juga mengacungkan jempolnya kepada Imbran.


Saat ini, Imbran mendapati bahwa dirinya sudah memiliki jutaan penggemar di TokTok. Sebuah ide tiba-tiba terlintas di benaknya.


Jika dia bisa memopulerkan akun ini, masalah penjualan hasil usaha budi dayanya juga akan segera terpecahkan!


Apalagi, jumlah orang yang mengikuti akun TokTok miliknya masih terus bertambah.


Sekarang, citranya di internet cukup positif. Jadi, Imbran memutuskan membuat video.


Isi video itu berisi rekaman sekelompok remaja yang sedang bekerja keras.


Tidak sampai sepuluh menit setelah video itu diunggah, langsung ada ratusan ribu orang yang menonton.


"Hehe. Kali ini, akun TokTok-ku mendapatkan sejuta penggemar."


Di Perusahaan Viktor, Willy merasa sangat marah. Dia tidak menyangka bahwa Imbran akan memperbaiki dermaga dengan begitu cepat. Selain itu, Imbran juga memasang kamera CCTV di dermaga itu. Trik yang sama tidak akan berhasil untuk kedua kalinya.


Saat ini, Willy tidak punya cara lain untuk menghadapi Imbran.


"Tuan Muda Willy, kudengar Imbran membangun pulau ini untuk budi daya hewan laut."


"Semua bibit hewan laut yang dipasarkan di Stanfford berada di bawah kekuasaan perusahaan kita. Hehe. Setelah mereka membangun kolam ikan, mereka tidak akan bisa membeli bibit untuk dibudidayakan. Lalu, tambak ini pada akhirnya tidak akan bisa dibuka," kata Manajer Toto dengan nada menyanjung.


"Hehe. Solusi Anda bagus juga. Kalau tidak ada bibit hewan laut, mana bisa tambak bocah itu dibuka!"


Di Kediaman Keluarga Grata.


"Kapan kamu akan kembali? Aku ingin kamu membantuku menyingkirkan seseorang," kata Lanar dengan nada muram seraya memegangi telepon di tangannya.


Entah apa yang dikatakan oleh orang di ujung telepon. Lanar lalu tersenyum kecil,


Kemudian dia menutup telepon.


"Huh! Tak lama lagi, aku akan membuatmu menderita Imbran!"


Lima hari kemudian, dermaga yang rusak akhirnya selesai diperbaiki. Pada hari terakhir, kulit Badan sebelas remaja yang sudah bekerja keras itu jadi kecokelatan karena terbakar oleh terik nya sinar matahari. Imbran pun berbaik hati melunaskan semua utang mereka.


(To Be Continued)

__ADS_1


__ADS_2