
Beberapa staf muncul di arena kompetisi dan Langsung mengambil makanan yang telah dibuat oleh para koki untuk dicicipi dan dinilai oleh sepuluh orang juri.
Setiap koki yang dinilai mulai menjelaskan karakteristik masakan mereka.
Hidangan dari satu per satu koki dicicipi, kebanyakan dari mereka hanya mendapat skor sekitar 50 hingga 70 poin.
Akhirnya, sampai di hidangan milik Pendi!
"Hidangan pertama bernama tahu naga kukus. Tahu ini diukir dulu, lalu dimasak dengan teknik khusus..."
Pendi kemudian memperkenalkan hidangan kedua. Hidangan itu adalah ikan garing asam manis, bentuknya juga sangat indah!
Semua orang sangat terkejut saat melihat hidangan nya.
Hidangan ini menunjukkan keterampilan Pendi dalam menggunakan pisau, Dan Naga yang diukir dari tahu tersebut terlihat sangat hidup, benar-benar ajaib!.
"Pendi sangat pantas disebut sebagai koki ternama di seluruh negeri, Karna Naga yang diukir dia dari tahu ini benar-benar indah!"
"Kelihatannya, rasa tahu naga ini juga pasti sangat lezat!"
Wajah Alicia terlihat bangga. Kemudian, Dia mencibir dan berkata, dengan nada sombong Salsa, coba Lihat koki yang ku undang,
lalu lihat koki
Dari Hotel Harnet yang kamu undang itu.
Kali ini, kamu sudah pasti akan kalah, Ucap Alicia Membanggakan Dirinya.
Wajah Salsa terlihat Suram, dia tidak Bisa berkata apa-apa Lagi.!
Melihat hal itu, Imbran tidak bisa menahan diri lalu berkata, "Terlalu ribet!"
Ucapan Imbran tersebut terdengar oleh Pendi yang berada di samping. Pendi kemudian mematikan mikrofon yang dia pegang, lalu melirik Imbran dengan tatapan merendahkan sambil mengejek, "Ternyata, orang yang statusnya tidak jelas pun bisa berpartisipasi dalam kompetisi Bergengsi seperti ini.!"
"Hehe, tampilan yang cantik belum tentu enak. Masakanku tidak cantik, tapi ini enak, benar-benar cocok di lidah semua orang!" ujar Imbran dengan tenang.
"Dasar tidak tahu malu. Kemampuan memasakmu yang seperti itu bahkan tidak bisa dibandingkan dengan muridku.
Kamu Tidak pantas mengomentari masakanku!"
Sepuluh orang juri di atas panggung mulai menyendok makanan dan mencicipinya! "Ini benar-benar lezat! Rasanya
benar-benar umami!"
"Kuberi 9,5 poin. Ini benar-benar lezat!"
Setelah para juri memberi nilai, masakan Pendi mendapat nilai 9,6 poin.
Hidangan yang terakhir juga mendapatkan nilai 9.
__ADS_1
Dari sepuluh hidangan yang disajikan, tidak ada satu pun yang nilainya di bawah 9 poin. Setelah kesepuluh masakan Pendi selesai dicicipi, Hotel Naufah mendapatkan nilai total sebanyak 93 poin.
Satu hal yang perlu diketahui, selama bertahun-tahun kompetisi festival kuliner Stanfford diadakan, belum pernah ada yang mendapati Nilai Seperti Pendi.
"Haha...
Salsa, Segera lah menyerah!"Ucap Alicia dengan yakin.
Seorang koki yang mendapati nilai lebih dari 90 poin. Orang-orang merasa, dengan nilai yang didapatkannya itu, Hotel North pasti yang akan menjadi pemenang kompetisi kali ini.
"Sekalipun koki aslimu tidak kecelakaan, dia tetap tidak akan bisa menandingi Pendi. Apalagi bocah yang sok hebat di atas panggung itu," ujar Alicia sambil tertawa terbahak-bahak.
Keluarga North dan Keluarga Lunar terus bersaing selama bertahun-tahun. Sekarang, akhirnya ada kesempatan untuk mengalahkan Keluarga Lunar dalam bisnis perhotelan. Tentu saja hal ini membuat Alicia sangat bersemangat.
"Sekarang, giliran masakan dari koki Hotel Harnet yang akan dinilai!" Pembawa acara menyerahkan mikrofonnya kepada
Imbran, agar Imbran memperkenalkan hidangannya.
Begitu sepuluh hidangan Imbran disajikan, para penonton langsung tertawa terbahak-bahak setelah melihat bentuk nya.
"Kemampuan memasak seperti ini saja berani bertanding. Kemampuan memasakku lebih hebat darinya."
"Lihat masakan bocah itu, bukankah itu hanya sup sawi biasa? Benar-benar konyol. Dari mana Hotel papan atas itu mengundang orang aneh ini?"
"Selain itu, tidak ada saus untuk ayam rebusnya. Sepertinya dia sengaja ingin membuat Hotel Harnet kalah, ya?"
Disisi Lain Alicia berjongkok di lantai sambil memegangi perutnya. Dia tertawa terbahak-bahak sampai mengeluarkan air mata.
Salsa yang berada di bawah panggung menatap Imbran dengan marah!
"Hidangan pertama adalah ayam rebus klasik. Ayam rebus ini tidak diberi saus karena menggunakan ayam kampung terbaik di pegunungan. Dagingnya sangat segar, ditambah dengan cara memasakku yang khusus, saus apa pun hanya akan merusak kelezatan ayam ini!"
"Hidangan kedua adalah kerang sutra. Ini adalah kerang terbaik di laut dan bihun berkualitas tinggi di Kota ini!"
"Hidangan ketiga adalah sup bening kristal ...
Imbran mulai memperkenalkan Nama hidangannya sesuka hati. Dia memberi nama masakannya dengan kata-kata yang sangat menarik.
"Haha, hanya ayam rebus dan kerang bihun pun diberi nama yang sangat artistik!"
"Sup bening kristal? Bukannya itu sup sawi? Haha!"
"Jangan-jangan dia bodoh? Kulihat, masakan yang dibuatnya sama sekali tidak menggugah selera!"
Imbran sama sekali tidak peduli dengan ejekan orang-orang!disamping
Kemudian, seorang juri mulai mencoba ayam rebus. Ketika daging ayam itu masuk ke mulut, kedua mata juri tersebut langsung memelotot dan wajahnya sangat kaget.
Begitu ayam itu masuk ke mulut, juri itu merasakan kesegaran yang tiada tara.
__ADS_1
Daging ayam itu sangat empuk dan lembut, bahkan ada aroma kesegaran yang samar tercampur dengan rasa ayam. Ini benar-benar makanan terlezat di dunia!
"Ini benar-benar lezat, benar-benar
masakan terlezat di dunia! Selama aku menjadi pakar kuliner, aku belum pernah makan ayam rebus selezat ini!"
Kalimat yang diucapkan juri itu membuat semua orang tercengang. Mereka menatap juri yang masih menikmati ayam di mulutnya itu dengan sangat kaget.
Tebersit kegembiraan di mata Salsa. Lalu, dia menatap Imbran yang tampak tenang. Apakah Imbran benar-benar yakin akan menang?
"Hei, jangan-jangan kamu disogok, ya? Mana mungkin masakan ini bisa selezat itu?" ujar juri kedua kepada juri pertama.
"Betul sekali. Kurasa juri itu disogok. Mana mungkin bisa selezat itu!"
Semua orang curiga bahwa juri pertama telah disogok oleh Hotel Harnet. Benar-benar tidak masuk akal!
Merasa penilaiannya diragukan, juri pertama langsung terlihat marah.
"Jangan bicara sembarangan. Aku cukup terkenal dalam dunia kuliner. Sudah banyak koki yang kunilai dan semuanya kulakukan dengan sangat objektif. Mana mungkin
aku mau disogok? Kalau tidak percaya, kalian Silahkan cicipi saja sendiri!"
Mendengar ucapan Wilbert, juri lainnya juga mulai mengambil ayam rebus itu dengan ragu-ragu dan mulai mencicipinya!
Dalam sekejap, sembilan juri lainnya langsung tercengang!
"Astaga, ini benar-benar lezat!"
"Benar-benar lezat. Tidak kusangka, daging ayam bisa selezat ini!"
"Penilaianku sudah salah. Ini benar-benar masakan terlezat di dunia!"
Seluruh penonton langsung terkejut. Melihat sikap para juri, sepertinya mereka benar-benar mencicipi makanan yang luar
biasa lezat.
Satu hal yang harus diketahui, tidak ada satu pun perusahaan di Stanfford yang mampu untuk menyogok sepuluh orang juri sekaligus. Itu artinya, masakan itu sepertinya benar-benar lezat.
Imbran tersenyum dengan Rasa puas. Air spiritual miliknya mampu meningkatkan rasa bahan-bahan masakan, mengembangkan Cita rasanya hingga titik terlezat, dan tidak akan bertentangan dengan rasa makanan itu sendiri.
"Kali ini, kuberi nilai sempurna. Seumur hidup, aku belum pernah makan daging ayam seunik dan selezat ini!"
"Kuberi sepuluh poin juga!"
Dalam sekejap, masakan Imbran langsung mendapat nilai sempurna!
(To Be Continued) seperti ini Lah Filosofi wajah Salsa
__ADS_1