KEHIDUPAN SEMPURNA

KEHIDUPAN SEMPURNA
Kejutan.


__ADS_3

Tidak lama kemudian, bau lobster yang segar menguar keluar dari kukusan. Salsa Menarik Napas dalam-dalam. Aroma ini terlalu wangi!


Sepuluh menit kemudian, Salsa mencicipi salah satu tentakel lobster Biru itu. Sepasang matanya sontak berbinar-binar.


i -ini wangi dan enak sekali! Salsa tergagap merasakan kenikmatan, masakan Imbran Aku belum pernah makan lobster yang begitu wangi seperti ini!"


"Kakek pasti sangat senang jika makan makanan enak ini!"


Selanjutnya, Salsa langsung mengambil sebuah piring besar, lalu meletakkan lobster Biru di atas piring dan menutupinya,!


*


*


*


Semua tamu yang diundang sudah tiba di lokasi perjamuan Keluarga Lunar.


Arman sedang Mendorong kursi roda Tuan Tua Lunar ke lokasi perjamuan. Semua tamu Lekas maju untuk mengucapkan selamat.


"Di mana Salsa? Kenapa aku tidak melihatnya hari ini apa dia sudah lupa ini hari apa?" tanya Tuan Tua Lunar Suaranya masih terdengar sedikit lemah dan seakan putus asa.


"Tentu salsa tidak lupa yah hari ini kan hari istimewa mu"


"Tadi pagi, gadis itu bilang mau memberimu kejutan. Dia sudah keluar pagi-pagi sekali," ujar munaroh kartulis. istri Arman.


"Aih! Salsa ini selalu impulsif. Dia Tidak Pernah melakukan persiapan dulu saat mau melakukan sesuatu," ujar Tuan Tua Lunar dengan tidak berdaya.


"Kakek, ini kejutan yang aku siapkan untukmu."ucap Salsa Yang muncul secara Tiba-tiba"


Dia Berjalan ke arah Tuan Tua Lunar dan Imbran mengikuti dia dari belakang.


Ketika Arman melihat Imbran, wajahnya Tampak menjadi muram dan sedikit amarah di mata nya.


Kenapa bocah ini bisa datang ke sini?


Namun, hari ini adalah perjamuan ulang tahun ayahnya. Arman tidak bisa mengusir Imbran begitu saja Di tengah keramaian orang?


Di antara para tamu, raut wajah seseorang juga menjadi sangat Suram ketika melihat Imbran.


Orang ini tidak lain adalah Dickiano yang selalu mencari masalah dengan Imbran.


Sial! Kenapa si Imbran masih Mendekati Salsa memang Siall,! Umpat dickiano


*


*


"Kakek, ini adalah lobster Biru yang kumasak khusus untukmu."


Tuan Tua Lunar mengernyitkan kening nya dia tahu bahwa cucunya ini tidak pernah bisa memasak. Jadi, makanan yang dia masak pasti Rasa nya tidak akan enak.

__ADS_1


Namun, Tuan Tua Lunar tetap menerima niat baik cucunya itu dan tertawa bahagia.


"Salsa memang paling menyayangiku." "Oh iya, kenapa Pak Topan belum


datang?"


Tuan Tua Lunar menoleh ke belakang untuk menatap Arman.


"Pak Topan terjebak macet ayah. Dia mungkin akan sedikit telat," jawab Arman.


Tuan Tua Lunar menoleh kembali dan menatap cucunya. Saat ini, dia baru menyadari ada seorang pria yang berdiri di belakang Salsa.


"Salsa, Pria di belakang mu itu temanmu, ya?"


"Kenapa kamu Tidak memperkenalkannya kepada kami?" Tuan Tua Lunar pun berinisiatif bertanya sambil Tertawa ringan."


Salsa meraih tangan Imbran dan berkata, "Kakek, ini pacarku, Imbran nama nya."


Begitu Salsa menyelesaikan ucapannya, banyak orang yang mendengar langsung terkejut.


Arman tampak makin Marah "Salsa, bagaimana bisa kamu asal mencari Pria untuk menjadi pacarmu?"


"Salsa, mencari pacar adalah masalah besar.kamu harus tau Bibit bebet dan bobot nya Kenapa kamu Tidak berdiskusi dengan kami? Kamu jangan sampai tertipu."ucap Munaroh memarahi salsa.


Di kejauhan, raut wajah Dickiano bahkan


tampak lebih merah karna kemarahan tampak nya jantung nya akan segera meledak. Dia sudah bersusah payah demi mengejar Salsa. Namun, dia malah ditolak berulang-ulang kali.


Apalagi saat ini Dickiano juga bermusuhan dengan Imbran. Bagaimana dia bisa menerima hal seperti ini terjadi?


"Salsa, bukan Maksud Ibu mau Memarahimu. Jika ingin mencari pacar, kamu harus mencarinya dengan cermat. Apa kamu tahu ada be-berapa orang yang mendekatimu hanya demi uang Keluarga kita?"


"Seingatku, Tidak ada Tuan muda bangsawan bernama Imbran di sekitar Starfford. Apa kamu tahu tentang latar belakangnya?" ujar Munaroh dengan penuh perhatian.


Saat ini, Dickiano bangkit berdiri dan langsung berkata, "Paman, Bibi, aku kenal


Imbran ini. dia adalah penipu."


"Orang ini berasal dari pedesaan. Dia hanya orang miskin dan sama sekali bukan berasal dari keluarga bangsawan."


"Selain itu, dia baru mengenal Salsa selama beberapa hari saja, Namun dia sudah mendapatkan satu vila dan satu buah mobil sport dari Salsa. Kita semua harus waspada dengan orang seperti dia ini."


Begitu Dickiano mengatakan ini, raut wajah kedua orang tua Salsa langsung berubah menjadi Suram. Begitu juga dengan Tuan Tua Lunar, raut wajahnya tidak terlalu baik saat ini.


Munaroh juga tahu bahwa beberapa hari yang lalu, Salsa memberikan satu vila dan sebuah mobil sport kepada orang lain.


Munaroh berpikir bahwa Salsa


memberikannya kepada teman dekat nya Jadi, dia tidak terlalu Memperduli kan


nya. Bagi Keluarga Lunar, tidak masalah untuk memberikan sesuatu kepada orang lain.

__ADS_1


Jika dilihat lagi sekarang, sepertinya masalah ini tidak sesederhana itu. Jangan-jangan Salsa benar-benar ditipu oleh pria ini?


Pada saat ini, Imbran pun berkata, "Ku akui jika aku memang berasal dari pedesaan. Namun, aku bersikap jujur dan bekerja dengan disiplin. Latar belakang Tidak menandakan segalanya menurutku."


"Kamu gak layak untuk menjadi pacar putriku. Menjauhlah darinya," ujar Arman Kesal.


Ketika Dickiano melihat adegan ini, wajahnya berbinar dan tampak sangat bangga.


Di sisi lain, setelah mendengar perkataan Imbran, Tuan Tua Lunar Mengamati Pria itu dengan Lebih teliti.


"ekspresinya pun Seketika kembali tenang."


Tuan Tua Lunar sudah hidup selama puluhan tahun. Dia sangat ahli dalam menilai orang. Sorot mata Imbran tegas berani dan teguh. Dia memang Berpakaian Sederhana, tetapi dia juga bersih.


Imbran adalah orang yang dewasa. Jika tidak bersalah, tidak masalah baginya untuk menjadi pacar Salsa. Lagi pula, Keluarga Lunar memiliki banyak uang. Mereka tidak perlu menjalin hubungan


kerja sama melalui pernikahan.


"Arman kamu diam. waktu itu, aku juga berasal dari pedesaan. Setelah puluhan tahun berlalu, aku juga berhasil mengembangkan bisnisku ini," tegur Tuan Tua Lunar.


"Kalau Imbran enggak bersalah, Tidak masalah baginya untuk menjadi cucu menantuku. Memangnya Keluarga Lunar kita begitu tinggi hati?"


Mendengar ucapan Tuan Tua Lunar Arman pun tidak berani berbicara menghujat lagi. Sementara itu, raut wajah Dickiano menjadi makin Suram


Jika Imbran berhasil mendapatkan dukungan Keluarga Lunar Keluarga nya pasti akan di sengsarakan di masa depan.


Tidak bisa seperti ini. Dia harus mencari cara untuk mengusir Imbran dari Starfford dan membiarkan dia kembali ke Pedesaan untuk bertani.


Dengar-dengar, orang tua dan adik perempuan Imbran masih berada di Desa Bering?


Dickiano mencibir. Dia akan memberi tahu Imbran apa konsekuensi dari Menyinggung Tuan muda ini.


Saat ini, melihat bahwa masalah sudah mulai mereda, semua orang mulai memberikan hadiah ulang tahun kepada Tuan Tua Lunar


Keluarga tangkop memberikan hadiah berupa sepasang cincin giok salju senilai dua miliar dua ratus juta rupiah.


Keluarga Farguso memberikan hadiah berupa batu jamrud merah kelas atas senilai empat miliar rupiah.


dan kini giliran Dickiano memberikan hadiah lukisan terkenal yang telah dipersiapkannya. Dia tahu bahwa Tuan Tua Lunar sangat menyukai lukisan. Jadi, dia menghabiskan banyak uang dan membeli lukisan antik itu untuk diberikan kepada Tuan Tua Lunar.


"Tuan kudengar Tuan tua menyukai lukisan antik, Ini adalah lukisan terkenal yang kubeli dengan harga tinggi. Aku ingin memberikannya kepada Tuan tua Lunar"


Ketika Dickiano mengeluarkan lukisan antik ini, ekspresi para anggota Keluarga Lunar menjadi sangat aneh. Sementara itu, Imbran tidak bisa menahan diri dan tertawa.


"Hahaha.....


Lukisan pemandangan ini adalah lukisan palsu dari "Lukisan Pemandangan Bulan Terang" yang dilihat Imbran dan Salsa di jalan barang antik pada waktu itu.


Melihat Bahwa Imbran menertawai nya Dickiano sontak menjadi marah. "Kenapa kamu tertawa? Ini adalah 'Lukisan Pemandangan Bulan Terang' yang aku beli dengan harga enam miliar. Ini adalah hasil karya seniman kuno yang terkenal!"


(To Be Continued)

__ADS_1


__ADS_2