
Imbran sangat emosional sekarang sehingga tidak memperhatikan hal ini.
Oh ya, air spiritualnya!
kenapa aku sampai melupakan hall terpenting ini,gumam Imbran di hati.
Imbran lalu mengeluarkan pil air spiritual dari kantong celana nya dan segera memasukkan pil itu ke dalam mulut ayahnya. Pada saat yang sama, dia mengeluarkan botol air mineral dan terus-menerus menyuntikan air spiritual ke dalam mulut ayahnya.
Aku mohon, air spiritual ini harus berguna! Jangan tidak berefek apa pun!
Tangan Imbran masih gemetar tak beraturan. Dia terus berdoa di dalam hatinya.
"Imbran, apa yang kamu lakukan?"
ucap ibunya yang kaget melihat imbran yang terus mencekoki ayah nya air mineral sehingga mata nya memerah menatap Imbran dengan sedikit ragu.
"Aku sedang menyelamatkan ayah. Ayah pasti akan selamat," ucap Imbran dengan penuh semangat.
"Aduh, ini akan susah. ayahmu sudah dipukuli hingga seperti ini. Para dokter di desa kita juga sudah bilang tidak ada harapan lagi."
"ayahmu benar-benar sial. Kenapa masalah seperti ini bisa menimpanya?"
Semua orang menghela napas. Jelas, mereka tidak menaruh harapan ketika melihat cedera di tubuh korban.
Setelah meminum pil dan air spiritual dari Imbran, mata ayah nya perlahan-lahan mulai berkedip-kedip dan napasnya menjadi makin cepat dan. Detak jantungnya yang awalnya lemah berangsur-angsur menjadi lebih cepat dan detik berganti menit perlahan napas nya teratur.
Kemudian, terjadi sebuah adegan yang mengejutkan semua orang. Kemerahan dan memar di tubuh Yoga menghilang dengan cepat.
Bagaimana mungkin?
Semua orang terkejut. dikala Mereka melihat Imbran mengeluarkan pil aneh dan membiarkan ayah nya mengonsumsinya. Kemudian, keadaan Yoga membaik secara perlahan-lahan.
"Pil macam apa itu? Sungguh luar biasa!"
"Ini benar-benar ramuan ilahi. Efeknya bisa begitu cepat dan bisa menyelamatkan orang yang sudah berada di ujung neraka"
Air spiritualnya memang berefek. Tubuh ayahnya pun perlahan-lahan membaik.
Ketika melihat ini, wajah Ayu menunjukkan kegembiraan. Dia langsung
bergegas ke sisi Yoga. "Baguslah! Suamiku, bagaimana keadaanmu? Apa kamu merasa baikan?"
"Cepat... cari Murni...Murni anak ku.uu
ucap ayah Imbran sambil menangis.
"Apa yang Ayah katakan?" Imbran buru-buru bertanya ketika melihat ayahnya berbicara.
"Cepat selamatkan , Murni dia sudah diculik orang!"
Perkataan ayahnya langsung membuat Imbran terkejut. karna tadi panik kini dia baru sadar bahwa adiknya tidak ada di sini.
"Ayah, bicaralah perlahan. Apa yang terjadi pada Murni?" tanya Imbran buru-buru.
Ketika mendengar kata-kata Yoga, Ayu segera bangun dan buru-buru berkata, "Ayahmu membawa Murni ke kota hari ini untuk mengambil surat pemberitahuan dari universitas.
Tidak tahunya, ayahmu tiba-tiba dibawa pulang oleh orang-orang desa dengan keadaan terluka parah."
"Murni juga tidak kelihatan di saat para warga menemukan ayahmu!"
__ADS_1
"Di kota, Murni diculik oleh tujuh preman yang masih muda!" Saat ini, Yoga akhirnya bisa berbicara dengan lancar.
Mendengar kata-kata ayahnya, Imbran langsung murka.
Adiknya sangat cantik. Jika jatuh ke tangan para preman ini, adiknya pasti akan menderita.
Ayahnya juga pasti dipukuli oleh orang-orang ini.
Imbran berlari keluar dengan panik dan kemudian langsung berlari menuruni gunung.
Tanpa di duga ponsel Imbran berdering saat dia berlari kencang hingga membuat nya berhenti sejenak .
dia tiba-tiba teringat sesuatu. Mungkinkah itu kabar tentang adiknya?
Imbran buru-buru mengangkat telepon. Saat ini, terdengar suara seorang pria di ujung telepon. "Adikmu ada di tanganku sekarang. Aku sarankan kamu untuk tidak memanggil polisi. Kalau kamu mau adikmu hidup, cepatlah enyah dari Stanfford. Aku akan menunggumu di Gua Ular sanca di kota."
"Jangan sakiti adikku!" Apapun syarat mu akan ku lakukan teriak Imbran sambil berlari menuju mobilnya.
Namun, sudah tidak terdengar suara apa pun dari ujung telepon. Penelepon sudah mengakhiri panggilan telepon.
Ternyata, orang-orang ini menargetkan dirinya.
Gua Ular sanca. adalah sebuah gua alami di kota dan karena lokasinya yang amat terpencil, banyak sekali preman yang menongkrong di sana.
sesampainya di mobil Imbran lalu membuka pintu mobil dan langsung melompat ke dalamnya. Dia langsung melaju secepat yang dia bisa menuju Gua Ular sanca itu.
Jangan sampai terjadi apa-apa, jangan sampai...
Imbran menginjak pedal gas dengan gila-gilaan. Tanpa sadar, laju mobil sudah naik ke tingkat yang sangat menakutkan.
Tiba-tiba, Imbran sepertinya memasuki keadaan aneh. Dunia terasa melambat di depan matanya seperti gerakan slow, yang muncul di dalam adegan film.
Imbran tiba di bawah kaki gunung dengan sangat cepat.
Setelah itu, dia lalu berlari menuju puncak gunung.
Kemudian, dia langsung datang ke Gua Ular sanca.
Di dalam Gua Ular sanca itu. ada tujuh pria berambut kuning yang mengenakan celana jins.
Saat ini, adiknya diikat di tanah dalam keadaan tidak sadarkan diri. dan baju nya sedikit robek
Melihat adiknya masih berpakaian lengkap dan hanya sobek sedikit dan murni tidak terluka fisik lain nya, Imbran benar-benar merasa lega.
Untungnya, tidak ada yang terjadi pada adiknya.
Ketujuh preman yang melihat Imbran yang berlari masuk dengan sangat cepat.
membuat
Raut wajah mereka terlihat kaget.
"Wah! Tidak di sangka, Pahlawan yang akan mati hari ini akhir nya datang dengan sangat cepat, punya nyali juga kamu ya!" Jejak kejutan muncul di wajah seorang pemuda.
"Kalian yang menculik adikku dan melukai
ayahku?" tanya Imbran dengan Nada bicaranya yang mengandung amarah yang tak terbendung.
"Haha, iya, kami orangnya. Memangnya kenapa? Kamu sudah menyinggung
__ADS_1
Seseorang yang seharusnya Tidak kamu singgung.
Orang itu menghabiskan enam miliar untuk membeli kepala mu"
"Setelah mendapatkan enam miliar itu, kami akan langsung meninggalkan negara ini!"
hahaha...hahah.a.
Semua preman itu tertawa ganas dan mata sorot mata mereka liar, lalu salah seorang dari mereka mengeluarkan senjata. tajam Kemudian, ada dua orang yang menjaga mulut gua.
"Agar Imbran tidak melarikan diri."
"Hei, jangan melawan. Asalkan kamu patuh, aku bisa saja membuatmu mati tanpa disiksa."
"Adapun adikmu, setelah kami puas bermain dengan nya Dan meminta sedikit uang dari keluarga mu. mungkin akan kami biarkan dia tetap hidup agar dia bisa melahirkan anak kami.!"
Pemuda yang merupakan pemimpin dari sekumpulan preman ini langsung tertawa cabul.
dan dengan Mulut nya yang kotor terus-terusan memantik api amarah di hati Imbran.
"Mendengar Kan Kalimat hina yang keluar dari pria Berambut kuning. Imbran lalu Meraung marah Kalian semua harus mati!"
Mata Imbran memancarkan api amarah yang tak ada habisnya. Para pemuda ini pun mengayunkan pisau di tangan mereka dan menebas ke arah Leher Imbran.
Daya Tahan Fisik Imbran kini telah diperkuat oleh kemampuan khususnya sehingga kualitas fisiknya makin meningkat dari hari ke hari. Dia bisa menghadapi lima atau enam orang biasa dengan sangat mudah.
Beberapa pemuda ini hanyalah preman kacang biasa sehingga kekuatan mereka sangat lemah. Tentu saja, mereka bukan tandingan Imbran.
Bukannya mundur, di kala Senjata Musuh hendak mengenainya Imbran justru maju. Hampir setiap desingan suara pedang dan pukulan yang dilayangkan mereka dia tangkap dan patah kan.
setiap langkah yang di lalui Imbran akan menumbangkan satu orang.
Orang-orang ini segera ketakutan. Mereka tidak menyangka ternyata Orang yang menjadi Musuh mereka begitu
kuat dan duit enam milyar. yang di janjikan oleh bos mereka itu seakan tidak ada artinya saat ini.
Tak butuh waktu lama enam dari tujuh orang yang ada di depan kini sudah tersungkur di atas tanah dengan tangan dan kaki yang siap memisahkan diri dari raga.
"dan seorang pemuda yang tersisa hanya menatap dengan mulut menganga.
karna merasa ini seperti mimpi.Namun kembali ke Realita Itu semua adalah fakta yang sangat amat nyata.
Imbran berjalan perlahan mendekati pemuda yang merupakan pemimpin rombongan preman ini dan sang pemuda menatap Imbran dengan tatapan ketakutan.
"Ba-Bagaimana kamu bisa begitu kuat... Pemuda itu ketakutan. Dia tidak menyangka bahwa kekuatan Imbran begitu dahsyat.
Dia mulai menyesal karena sudah menyinggung orang ini.
"Berani sekali kamu menyentuh keluargaku!" Imbran lalu mencibir dan berlari cepat ke depan pria itu.
Pemuda yang sangat ketakutan itu tak berhenti nya bergetar dan tak terasa ada air yang keluar dari Sela-Sela Celana Jins nya sehingga pisau di tangannya pun jatuh ke tanah. lalu dia segera berlutut sambil memohon ampun.
Imbran Tidak Menggubris Pria menyedihkan itu setiba nya dihadapan sang pria dia langsung menamparnya. dengan 50% tenaganya Wajah pria itu sampai miring karena tamparan ini.dan 4 gigi nya beterbangan.
"Siapa yang mau membeli nyawaku?" tanya Imbran dengan nada Berat.
"Kak, A-aku mengaku salah. Aku Tidak tahu siapa orang ini. Dia memberi kami dua ratus juta sebagai uang muka dan kemudian menawarkan harga sebesar enam miliar jika misi ini berhasil Dia menyuruh kami untuk menyandera keluargamu dan membunuhmu."
(To Be Continued)
__ADS_1