KEHIDUPAN SEMPURNA

KEHIDUPAN SEMPURNA
Bertemu Mantan.


__ADS_3

"Kali ini, acara mencicipi rasa lobster Tambak sangat sukses karena rasa lobsternya sangat enak.


Imbran pun berencana untuk menetapkan lobster tambak ini dengan harga delapan ratus ribu rupiah per setengah kilogram. Kolam ini berisi sekitar 15.000 kilogram lobster dan seharusnya Imbran bisa mendapatkan dua puluh miliar rupiah.


Salsa biasanya membutuhkan sekitar 1.500 sampai 2.000 kilogram lobster pada musim-musim ini. Jadi, Imbran masih perlu mencari cara untuk menjual sisa lobsternya.


Tiba-tiba, Imbran teringat akan dua teman lamanya, yaitu Burhan dari Resto abadi dan Fendy dari Resto Wajib.!


" Mereka berdua seharusnya memerlukan makanan laut ini Kan.


Imbran buru-buru menelepon Burhan. Begitu telepon terhubung, suara Burhan terdengar dari ujung telepon sangat gembira. "Imbran, akhirnya kamu meneleponku juga. Apa kamu sudah punya makanan laut?"


"Aku Tidak punya makanan laut hasil tangkapan. Aku ingin kamu mengunjungi pulau yang aku kembangkan."


"Haha, pantas saja kamu sudah lama Tidak Memasok ikan ketempat ku dan pasti kamu jarang pergi melaut lagi sekarang. Ternyata kamu sudah sukses, ya!"


"Di mana itu? Aku akan segera ke sana!"


Imbran Lekas memberi tahu lokasi Pulau nya dan kemudian menelepon Fendy. Fendy juga langsung setuju untuk datang kesitu.


Kapal kecil yang sebelumnya dipesan Imbran dari pabrik kapal sudah tiba. Kemudian, Imbran mengendarai Kapal itu ke dermaga baru.


Setelah membuka pelacakan lokasi, Fendy dan Burhan pun tiba di sana.


"Haha, Imbran, aku benar-benar gak salah menilaimu. Kamu bahkan telah berhasil mengembangkan sebuah pulau sekarang!" kata Burhan sambil tersenyum.


"Haha, aku membeli sebuah pulau untuk memelihara sedikit lobster. Ayo, aku bawa kalian untuk melihatnya!"


Imbran tersenyum dan mengajak mereka berdua ke Pulau Pasir putih.


Sesampainya mereka disana,Imbran lalu mengajak mereka berdua berkeliling ke kolam lobster yang berada di pulau!


Kemudian, Imbran mengukus masing-masing satu lobster untuk mereka berdua. Mereka berdua pun terus memuji lobster tambak yang dipelihara oleh Imbran ini.


"Kemudian, mereka berdua memesan masing-masing 1.000 kilogram. Dalam satu hari,


Kini Imbran pun telah berhasil mendapatkan tiga miliar dua ratus juta rupiah.


Namun, lobster yang berada di kolam masih tersisa 10.000 kilogram. Kelihatannya, Imbran masih perlu mencari cara lain untuk menjual lobsternya!


Oh ya, Imbran masih punya jutaan penggemar di akun TokTok miliknya!


Imbran lalu mengambil video lobster dewasa dan kemudian langsung mempromosikan nya di TokTok. Setelah sehari berlalu, Imbran pun mendapatkan pesanan ratusan kilogram lobster.


Imbran terus-terusan sibuk membeli bahan untuk mengemas lobster. Kemudian, dia menegosiasikan biaya pengiriman dengan kurir dan langsung mengirimkan lobsternya!

__ADS_1


Namun, adapun lobster dengan total berat sekitar 10.000 kilogram, jumlah penjualan ini masih terlalu sedikit.


Sekarang, lobster batik sudah dewasa. Selama Imbran tidak menjual habis lobster ini, kerugiannya pun akan makin besar.


Imbran berpikir untuk sesaat. Kemudian, dia pergi ke daerah pinggiran kota dan mengiklankan lobsternya. Setelah itu, Imbran pun berhasil menjual ratusan kilogram lobsternya.


Imbran sangat sibuk akhir-akhir ini hingga dia merasa kelelahan. Sementara itu, Siren juga langsung berubah dari sekretaris menjadi bagian penjualan dan sengaja pergi ke hotel-hotel besar untuk mempromosikan lobster bosnya di sana-Sini


Imbran dan Siren sudah mengunjungi hampir seluruh hotel yang berada di daerah Stanfford dan kota sebelah dalam beberapa hari ini.


Meskipun begitu, masih ada lima hingga enam kolam lobster yang belum terjual!


Namun, Imbran juga sudah merasa Sedikit senang. Sekarang, dia sudah mendapatkan kembali modalnya karena telah berhasil menjual dua pertiga lobster miliknya.


Berhubung ini adalah pertama kalinya Imbran terjun dalam bisnis tambak. lobster, dia sudah termasuk sangat beruntung kalau tidak rugi!


Imbran pun berencana untuk mengurangi harganya bila lobster ini masih belum terjual beberapa hari lagi.


Di Grup Viktor, raut wajah Willy tampak sangat masam. Kemudian, dia berteriak marah, "Apa perusahaan besar seperti Grup Viktor kita Tidak bisa menghukum sebuah tambak kecil?"


"Berengsek, aku bersumpah aku pasti akan membuatmu bangkrut Imbran.!"


"Tunggulah sampai panen lobstermu berikutnya. Aku akan membuatmu Gak bisa menjualnya satu pun dan semuanya akan membusuk di kolam tambak bututmu itu."ujar willy dalam hatinya.


Selain lobster batik, Imbran juga telah membawa kembali beberapa kepiting raja untuk dibudidayakan!


Dengan air spiritual, kepiting raja ini pun mulai menghasilkan bibit-bibit kepiting.


Saat ini, Imbran punya 30 kolam tambak. Lima belas di antaranya digunakan untuk memelihara lobster, sedangkan 15 kolam lainnya digunakan untuk memelihara kepiting raja!


Air spiritual yang dihasilkan oleh Imbran juga kebetulan mampu untuk memelihara semua hewan ini.


Dengan mengandalkan air spiritual, biaya Imbran untuk memelihara semua hewan


ini pun jadi sangat rendah. Ini karena waktu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan hewan laut yang dibudidayakannya juga jadi berkurang setengah!


Imbran sedang mengamati bibit kepiting raja yang berada di kolam ketika tiba-tiba ada telepon yang berdering.


Setelah mengambil ponselnya, Imbran menyadari bahwa orang yang meneleponnya adalah teman sekelasnya yang sudah lama tidak menghubunginya. Orang itu adalah ketua kelas, Budi Sulistio.


Ini aneh sekali. Kenapa Budi tiba-tiba menelepon ya?


Imbran Lekas menekan tombol jawab dengan ragu-ragu dan suara Budi langsung terdengar jelas.


"Halo, Imbran. Besok akan diadakan reuni kelas di Hotel Harnet. Semuanya akan datang besok. Apa kamu bersedia datang?"

__ADS_1


Imbran juga lumayan merindukan teman-teman sekelasnya karena dia tidak pernah melihat teman-teman sekelasnya lagi setelah mereka lulus. Jadi, Imbran pun


menyetujuinya.


Mendengar bahwa Imbran telah setuju untuk hadir, Budi lanjut berkata, "Oke. Reuninya diadakan di ruang privat 302 di lantai lima Hotel Harnet. Nanti, semua pengeluarannya akan kita bagi rata!"


Keesokan harinya, Imbran datang ke Pulau Pasir putih. Setelah sibuk seharian, Imbran baru teringat bahwa ada reuni teman sekelas hari ini. Setelah itu, dia pun bergegas kembali ke vila.


Kompleks Phoenix terletak tidak terlalu jauh dari Hotel Harnet karena jaraknya hanya tiga kilometer. Jadi, Imbran tidak mengendarai mobilnya Dia hanya mengendarai motor listrik yang dibeli ayahnya, dari pasar barang bekas untuk pergi ke Hotel Harnet!


Imbran langsung mengendarai motor miliknya ke Hotel Harnet. Tepat saat Imbran masuk ke parkiran, dia melihat tempat parkir yang kosong dan buru-buru memarkirkan motor yang dikendarainya di sana.


Setelah memarkirkan motornya, Imbran langsung berjalan menuju pintu masuk hotel!


Pada saat itu, sebuah mobil BMW tiba-tiba berhenti di samping Imbran dan jendela mobilnya tampak diturunkan!


Imbran mendongak dan melihat bahwa orang itu adalah wakil ketua kelas, Perdi brakoto.


Jelas sekali terlihat bahwa Perdi juga telah mengenali Imbran. Setelah melihat Imbran untuk sesaat, Perdi mengejek, "Imbran, kenapa kariermu makin lama makin mundur?


Bagaimanapun juga, kamu juga sudah tamat kuliah satu tahun, kamu bahkan Tidak punya satu motor listrik pun. Kamu datang dengan jalan kaki, ya?" tanya Perdi sambil tersenyum.


Perdi terkenal sebagai orang yang sangat sombong di kelas nya karena selalu meremehkan murid yang miskin. Itulah sebabnya, Imbran tidak begitu dekat dengan Perdi selama ini.


"Huh, dasar orang miskin. Lihatlah dirimu. Padahal kita sudah tamat setahun, tapi kamu masih tetap miskin seperti ini Ngemis dimana aja kamu selama ini.!"ejek perdi


Mendengar ejekan Dari Perdi, Imbran pun membalasnya dengan kasar, "Hehe, memangnya kenapa kalau aku jalan kaki atau menyetir? Itu bukan urusanmu hidup-hidup ku jadi jangan Sok ngatur dan saat ini yang kau pakai pun hanyalah harta orang tuamu kan!"


"hahaha.."


Mendengar ejekan Imbran, raut wajah Perdi berubah menjadi masam. Kemudian, Perdi kembali mencibir Imbran dan berkata, "Imbran, lihatlah siapa yang duduk di sebelahku!"


Imbran kemudian menoleh melihat ke dalam dan segera, menyadari bahwa itu adalah perempuan yang sangat dikenalnya.


Orang itu tidak lain adalah Dina, mantan pacar nya Kala itu.


"Kamu kenal, 'kan? Dia sekarang adalah pacarku. Bagaimana perasaanmu saat ini?" tanya Perdi dengan bangga.


Pada saat pertama kali masuk kuliah, Imbran dan Perdi sebenarnya sama-sama ingin mengejar Dina, tetapi Kala itu Dina akhirnya memilih Imbran jadi pacar nya.!


Perdi pun selalu tidak menyukai Imbran dan terus berusaha merendahkan Imbran di setiap ada kesempatan!


Beberapa Waktu yang lalu, saat Perdi mendengar Dina dan Imbran sudah putus, Perdi segera meminjam uang untuk membeli sebuah Mobil BMW. Dia berbuat seperti itu untuk mengejar Dina Yang Mata Duitan.


(To Be Continued)

__ADS_1


__ADS_2