KEHIDUPAN SEMPURNA

KEHIDUPAN SEMPURNA
hajar dia


__ADS_3

"Mendengar bahwa Imbran ingin mengajak para pekerja pergi ke bar, Siren pun menjadi kebingungan.


"Bos, lebih baik ajak para pekerja untuk makan. Itu jauh lebih baik daripada pergi ke bar."


Siren menduga bahwa otak bosnya sudah tidak beres.


"Kamu Tidak mengerti. Lakukan saja sesuai instruksiku," kata Imbran sambil tersenyum.


Sekalipun harus pergi ke seluruh bar di kota ini, Imbran tetap harus menemukan geng remaja nakal yang sudah menghancurkan dermaganya dan memberi mereka pelajaran.


Setelah menyelesaikan pekerjaan di malam hari, Hendi Lesmana, mandor konstruksi, membawa sekitar 20-an pekerja ke dermaga yang hancur.


Imbran pun tersenyum puas ketika melihat 20-an pekerja yang kekar itu.


Di sisi lain, Hendi justru terkejut ketika melihat dermaga yang berantakan. Dia bertanya, "Pak Imbran, kenapa dermaganya jadi seperti ini?"


"Ada sekelompok anak kecil yang merusaknya. Jadi, aku memanggil kalian semua ke sini untuk membantuku mencari anak-anak nakal ini."


"Jangan khawatir. Aku meminta bantuan kalian. Jadi, masing-masing dari kalian akan mendapat imbalan sebesar dua juta rupiah malam ini."


Begitu mendengar akan mendapatkan uang, para pekerja langsung menjadi bersemangat. Kemudian, Imbran membagikan potret yang didapatkannya dari kamera pengawas di sekitar kompleks dan berkata, "Bocah-bocah ini mungkin akan muncul di bar malam ini. Kalian semua harus menyebar dan mencari mereka. Begitu ketemu, segera hubungi aku."


"Oke. Tenang saja, kami pasti akan menyelesaikan pekerjaan yang Pak Imbran berikan. Teman-teman, malam ini, kita akan pergi ke berbagai bar dan tempat karaoke untuk mencari mereka," kata Hendi dengan lantang.


"Aku akan mentraktir kalian makan malam ini. Kalian bisa berpencar setelah kenyang."


Dengan bantuan 20 orang ini, Imbran percaya bahwa dia akan menemukan geng ini.


Kemudian, Imbran mengajak semua orang untuk pergi makan di restoran. Setelah makan hingga kenyang, para pekerja pergi ke beberapa bar terdekat dan memulai pencarian.


Tidak lama kemudian, Imbran mendapat kabar bahwa anak-anak nakal ini telah ditemukan.


Seorang pekerja menemukan sepeda motor milik anak-anak nakal itu di depan pintu Azora Karaoke.


Bagus sekali!


Imbran segera membawa para pekerjanya dan pergi ke Azora Karaoke.


Setibanya di depan pintu masuk, Imbran menyuruh semua orang untuk menunggu di luar. Kemudan, dia langsung masuk ke tempat karaoke itu.

__ADS_1


Setelah mencari selama beberapa saat,


Dari Tempat Karaoke Imbran akhirnya menemukan ruang karaoke tempat bocah-bocah ini berada.


Ada lebih dari 20 orang di ruang karaoke ini. Selain anak-anak remaja yang menghancurkan dermaganya, ada juga beberapa pemuda yang sedang mabuk.


Kemudian, Imbran langsung membuka pintu ruang karaoke dan berjalan masuk.


"Hei, kamu cari siapa?"


Seorang pemuda yang terlihat seperti pemimpin geng bertanya dengan kasar ketika melihat Imbran yang tampak asing.


"Pokoknya, aku bukan datang untuk mencarimu. Kalian cepat pergi dari sini. Aku ingin melakukan sesuatu pada anak-anak nakal ini," ucap Imbran sambil menunjuk sekelompok remaja nakal itu.


"Hei, dasar bocah! Beraninya kamu berbicara seperti itu dengan Kak Beri!"


Seorang pemuda berdiri dan menatap Imbran dengan galak.


"Sialan! Cepat berlutut dan minta maaf kepada bosku. Kalau gak, jangan harap bisa meninggalkan tempat ini." Anak buah yang berada di samping segera berdiri, lalu mengadang pintu ruang karaoke.


"Biar kuperingatkan, ini bukan urusan kalian. Aku sedang mencari siswa-siswa itu. Lebih baik kalian segera pergi. Kalau Tidak, kalian gak akan punya kesempatan buat menyesal kelak." Imbran menatap beberapa preman ini tanpa rasa takut.


Terlebih lagi, masih ada puluhan pekerjanya di luar. Jadi, perkataan Imbran ini bukan main-main.


Para pekerja konstruksi ini melakukan pekerjaan berat setiap hari, sedangkan tubuh anak-anak muda ini sudah rusak akibat sering berpesta di bar. Mungkin, seorang pekerja sudah bisa melawan tiga bocah ini.


"Bocah, kamu gila, ya? Aku cukup terkenal di area ini. Kalau kamu berbuat seperti ini, kehormatanku harus ditaruh di mana?" Pada saat ini, Kak Geri berdiri sambil menatap Imnran dengan dingin.


Kak Beri ini adalah seorang pemuda yang berusia sekitar 26 atau 27 tahun. Meskipun tubuhnya cukup besar, dia terlihat tidak bisa apa-apa. Jadi, Imbran tidak menganggapnya serius.


Imbran menatap Kak Beri, lalu berkata dengan tenang, "Kamu adalah pemuda yang Tidak bermoral, kehormatanmu tidaak lah penting bagiku!"


Amarah Kak Beri pun meledak. Seketika, belasan pemuda berandal lainnya segera mengepung Imbran. Mereka ingin memberi pelajaran kepada Imbran.


Saat ini, beberapa remaja berambut warna-warni dan berusia sekitar 15 atau 16 tahun yang ditunjuk oleh Imbran juga menghampirinya. Melihat Imbran yang bertingkah seperti ini, remaja itu pun berkata dengan bingung, "Kak Beri, aku gak mengenal orang ini."


"Kalian para bocah bukannya belajar dengan baik, tapi malah menghancurkan dermagaku. Kualitas generasi penerus bangsa ini benar-benar sudah merosot," desah Imbran sambil menggelengkan kepalanya.


"Hahaha..."

__ADS_1


"Jadi, dermaga itu milikmu? Aku bahkan mendapat beberapa juta rupiah dengan menghancurkan dermagamu. Memangnya apa yang bisa kamu lakukan padaku?"


Beberapa siswa yang merusak dermaga


Imbran tertawa terbahak-bahak.


"Oh, ternyata begitu. Beberapa orang ini adalah anak buahku dan aku yang melindungi mereka. Beraninya kamu mencari masalah dengan anak buahku. Kelihatannya, kamu tidak tahu tentang


kehebatanku."


Kak Beri akhirnya mengerti situasi ini dan berkata dengan marah, "Serang dia! Aku jamin bahwa kamu akan dipukul sampai babak belur hari ini!"


Kemudian, belasan pemuda bergegas menyerang Imbran. Bahkan, ada beberapa orang yang mengambil botol bir kosong, lalu menghantamkannya ke arah Imbran.


Namun, Imbran segera menghindar. Setelah itu, dia meninju belasan orang itu satu demi satu hingga terhempas ke lantai.


Kak beri tidak menyangka bahwa Imbran ternyata begitu terampil. Kini, ekspresinya berubah menjadi ngeri.


Dia langsung mundur beberapa langkah begitu melihat Imbran yang mendekat ke arahnya.


"Dasar segerombolan sampah masyarakat.


Bukannya bekerja dengan baik, kalian malah menjerumuskan anak-anak sekolah! Kalian memang pantas dihajar!"


Imbran melangkah maju, lalu menendang perut Kak Beri. Kak Beri ditendang hingga terjerembap ke lantai dan memegang perutnya dengan kesakitan.


Pada saat yang bersamaan, Hendi tiba dengan memimpin lebih dari 20 pekerja dan mengerumuni ruang karaoke ini.


Perbandingan antara 20-an pria berbadan kekar dengan sekelompok pemuda berandal ini pun langsung terlihat sangat kontras.


Itu karena anggota geng ini tidak ada yang sekekar para pekerja Imbran.


Alhasil, wajah beberapa remaja berpenampilan siswa langsung memucat begitu melihat kedatangan para pria kekar ini.


Mereka tidak menyangka bahwa pemilik dermaga itu akan begitu kejam dan langsung menemukan mereka.


Kak Beri yang melihat kedatangan orang-orang ini juga langsung ketakutan. Dia segera memohon, "Kak, aku yang tidak berwawasan luas. Aku sudah menyinggungmu. Aku minta maaf."


"Aku sudah memberimu kesempatan untuk pergi barusan. Tapi, kamu sendiri yang Tidak menurut," ujar Imbran sambil mendesah.

__ADS_1


(To Be Continued)


__ADS_2