
"Bagaimana kalian bisa saling kenal?" tanya Salsa dengan sedikit penasaran.
"Pria ini adalah orang yang menjual dua ginseng berusia ratusan tahun kepada Toko kami waktu itu. Oh iya, kenapa dia bisa muncul di perjamuan ulang tahun kakekmu?"
Tuan Tua Lunar melirik Imbran dengan penuh keterkejutan. Kala dia mengingat perkataan' Pak Topan waktu itu, dia memberitahunya bahwa pemuda yang menjual ginseng kepadanya agak aneh. Tidak disangka, pemuda aneh itu adalah pacar cucunya sendiri.
Dunia ini Benar-benar sempit.gumamnya
"Di-dia adalah pacarku."
"Ujar Salsa,tergagap
Wajahnya, sontak memerah.disini, ada begitu banyak orang di sini. dan tentu dia tidak boleh mengaku bahwa dirinya hanya berteman dengan Imbran. Jika tidak, perihal dirinya yang meminta bantuan Imbran untuk berpura-pura menjadi pacarnya akan terungkap disini."
Silvia membelalakkan matanya. Dia mengelilingi Imbran dan Salsa dua kali, lalu fokus menatap mereka dengan sangat terkejut.
"Bagaimana mungkin kamu yang hanya penjual obat bisa menjadi pacar Kak Salsa? Sejak kapan kalian kenal satu sama lain?"
"Kita bahasnya nanti saja, ya. Kakek Topan, apakah kakekku boleh meminum pil ini?" tanya Salsa dan dia segera mengambil pil di tangan Imbran dan menyerahkannya kepada Topan untuk diperiksa.
Topan mengambil pil itu dan mencium
Aroma nya. Sedetik kemudian, raut wajahnya pun Tampak berubah. Dia berkata dengan sangat bersemangat, "Dari mana kalian mendapatkan pil ini? Aroma ini. energi kehidupan yang terkandung di dalamnya sangat kuat!"
"Kakek Topan, jadi kesimpulan nya apakah kakekku boleh meminum pil ini?" tanya Salsa dengan sedikit cemas.
Topan merenung sejenak, lalu berkata, "Boleh saja Jika mau diminum. Meskipun tidak bisa menyembuhkan penyakit kakekmu, pil ini bisa memperkuat fisiknya dan mencegah penyakitnya makin memburuk."
Mendengar bahwa pil ini bisa mencegah memburuknya penyakit sang kakek raut wajah Salsa sontak terlihat gembira.
"Kakek, cepat diminum. Kakek Topan sudah bilang boleh diminum."
Kini, Tuan Tua Lunar tidak memiliki
Alasan untuk menolak dia sebaik nya mencoba untuk meminum. pil Imbran"
Setelah diminum, pil obat segera meleleh, lalu aroma wangi daun Mint pun menyebar dan terus menutrisi tubuh Tuan Tua Lunar.
Ehh dahsyat!
Tuan Tua Lunar mengerang dengan sangat nyaman. Wajahnya yang semula pucat kini langsung terlihat merona.
"Pil ini sungguh luar biasa. Setelah diminum, tubuhku menjadi jauh lebih baik." Cara berbicara Tuan Tua Lunar sudah tidak selemah barusan. Dia telah menjadi lebih energik dan berstamina jika Nenek nya Salsa Masih Hidup Mungkin dia akan Minta Ampun di tengah malam kepada kakek lunar karna staminanya serasa kembali Muda lagi,
"Setelah meminum pil itu, aku akan mengobati penyakit Kakek nanti," ujar Imbran dengan datar.
"Apa? Maksudmu, pil-pil barusan itu
milikmu?" Topan menatap Imbran dengan kaget.
"Kamu bahkan bisa mengobati penyakit?"
__ADS_1
Imbran mengangguk. "Aku hanya Punya sedikit kemampuan di Dunia medis,ujar Imbran merendah.
"Apakah maksudmu masih ada metode pengobatan lain selain meminum pil tadi?" tanya Salsa yang tampak penuh harap.
"Memangnya kamu bisa menyembuhkan penyakit Tuan Tua Lunar? Dia menderita kanker Tahap terakhir!" Topan kembali terkejut.
"Aku hanya punya keyakinan 60% atau 70%."Selebih nya Lihat Keajaiban.
Topan merasa malu. Itu adalah penyakit kanker stadium akut dan sudah stadium akhir. Dia sendiri bahkan tidak memiliki keyakinan 5%, Namun Imbran Berani meyakinkan Bahwa dia memiliki keyakinan 60% sampai 70%. Ucapannya
benar-benar sangat berani.
Arman yang mendengar bahwa Imbran memiliki keyakinan 60% sampai 70% pun menjadi sangat bersemangat. "Selama kamu bisa menyembuhkan ayahku, aku Tidak akan melarang kalian berdua berpacaran lagi."
" dan aku akan melakukan yang terbaik untuk kalian.
Tapi, aku butuh tempat yang sepi dan Tidak bisa diganggu oleh siapa pun." Imbran menyebutkan syaratnya.
"Oke, masuklah. Aku akan mengatur kamar untukmu."
Arman langsung membawanya ke dalam vila.
Imbran memapah Tuan Tua Lunar ke dalam kamar. Sementara itu, Arman, Topan, dan yang lainnya menunggu di luar.
Imbran hendak menggunakan kemampuan khususnya untuk membunuh sel kanker. Hal ini tentu tidak boleh dilihat oleh orang lain.
Dia juga akan meminta Tuan Tua Lunar untuk memejamkan mata. Kemudian, dia akan asal-asalan memijatnya untuk dianggap sebagai proses pengobatan.
"Kakek, berbaringlah dan tutup matamu," ujar Imbran kepada Tuan Tua Lunar.
Pada saat yang sama, kesadaran Imbran pun memasuki tubuh Tuan Tua Lunar.
Segera, Imbran bisa mendeteksi bagian kanker di paru-paru.
Kesadarannya memadatkan esensi
kehidupan yang dikonsumsi oleh Tuan
Tua Lunar barusan menjadi sebilah
pedang air. Kemudian, pedang tersebut
terus membunuh sel-sel kanker satu demi
satu.
Untungnya, Imbran pernah melakukan Percobaan terhadap penyu kecil. Jika tidak, dia benar-benar tidak punya cara untuk menghancurkan sel kanker Ganas itu.
Satu demi satu sel kanker hancur oleh pedang air Imbran dan berubah menjadi tumpukan nutrisi yang dimakan oleh sel-sel pertahanan dari sistem kekebalan tubuh.
Setelah setengah jam berlalu, Imbran akhirnya berhasil memusnahkan semua sel kanker. Bagian kanker juga telah dikuasai oleh sel-sel sistem kekebalan tubuh.
__ADS_1
Setelah itu, Imbran baru membuka matanya.
Kemudian, rasa letih pun muncul. Imbran tahu bahwa dia sudah terlalu lelah karena Terlalu banyak menggunakan kekuatan Khusus nya Untuk membunuh sel-sel kanker ini.
Sementara itu, Tuan Tua Lunar sudah tertidur pulas.
Pada saat ini, Tuan Tua Lunar telah sembuh total. Wajahnya tampak merah merona dan tidak lagi terlihat sakit seperti barusan.
Imbran sudah berhasil!
"Kakek, pengobatannya sudah selesai. Bangunlah."
Saat ini, Tuan Tua Lunar perlahan-lahan terbangun. Dia merasakan kondisi tubuhnya dan menunjukkan ekspresi terkejut.
Kini, dia memiliki perasaan rileks yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Rasa sakit di paru-parunya juga telah sepenuhnya menghilang.
"Apa aku sudah sembuh dari penyakitku?"
Imbran tersenyum, lalu membantu Tuan Tua Lunar untuk duduk. "Benar. Aku sudah menyembuhkanmu."
"Haha. Bagus sekali!"
Tuan Tua Lunar tertawa terbahak-bahak, lalu bangun dan berjalan beberapa langkah.
Ketika orang-orang di luar kamar mendengar suara tawa Tuan Tua Lunar, mereka pun sontak membuka pintu. Kemudian, mereka melihat Tuan Tua Lunar yang sedang berjalan-jalan di dalam kamar.
Wajah Tuan Tua Lunar tampak cerah dan Berstamina Vitalitas nya seakan kembali muda. Dia tidak terlihat seperti orang sakit lagi sekarang.
Mungkinkah penyakitnya sudah sembuh?
Arman dan Salsa datang ke sisi Tuan Tua Lunar dengan penuh semangat.
"Kakek, apa kamu sudah sembuh?"
"Haha, iya. Semua ini berkat Imbran. Sekarang, aku merasa tubuhku kembali muda lagi. Aku belum pernah merasakan ini sebelumnya."
"Tidak mungkin. Ini adalah penyakit kronis. Bagaimana mungkin bisa
Disembuhkan dengan begitu mudah?" Topan melangkah maju, lalu langsung meraih tangan Tuan Tua Lunar dan mulai memeriksa denyut nadinya.
Kondisi denyut nadinya stabil dan kuat. Kondisi ini hanya akan dimiliki oleh orang yang sehat.
Topan membelalakkan matanya dan menunjukkan ekspresi tidak percaya.
Ini adalah penyakit kronis!
Masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh banyak ahli medis, bisa-bisanya disembuhkan oleh Imbran dalam waktu setengah jam.
"Saudara Imbran, bagaimana cara kamu menyembuhkannya?" Topan mencengkeram tangan Imbran dengan penuh semangat dan tampak sangat gembira.
Topan sangat mendalami keterampilan medis. Kini, melihat Imbran yang bisa menyembuhkan penyakit kronis, bagaimana mungkin dia tidak bersemangat?
__ADS_1
Melihat tatapan penuh gairah Topan, Imbran merasa Sedikit kesulitan. Dia mengandalkan kemampuan khusus untuk menyembuhkan penyakit dan ini adalah satu-satunya di dunia.
(To Be Continued)