
Ayam rebus itu langsung dilahap oleh para juri sampai habis!
Salsa Yang Melihat langsung berteriak dengan kaget. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa Imbran benar-benar sehebat itu!
Alicia terlihat sangat kesal. Dia tidak bisa berkata apa-apa dan raut wajahnya tampak muram.
Kemudian, para juri mulai mencicipi hidangan kedua!
Dalam sekejap, setiap juri mengambil piring dan membagi kerang bihun itu sampai habis. Bahkan, sepotong bawang pun tak disisakan oleh mereka. Benar-benar seperti hantu kelaparan yang berebut makanan.
"Astaga, ini benar-benar kerang bihun Terlezat yang pernah kumakan seumur hidup. Lezat sekali!"
"Bukan. Nama masakan ini adalah kerang sutra. Huh... benar-benar enak!"
Dalam sekejap, sepuluh juri langsung melahap masakan itu sampai habis!
"Kuberi sepuluh poin untuk hidangan ini!" Alhasil, masakan kedua Imbran mendapat nilai
sempurna lagi!
Semua orang langsung merasa kaget. Pendi terlihat sangat emosi.
Awalnya, Pendi mengira dia akan memenangkan kompetisi di Stanfford kali ini dengan sangat mudah. Siapa sangka, dia berhadapan dengan seorang ahli memasak.
"Syukurlah. Imbran, ternyata kamu tidak mengecewakanku!" Salsa merasa sangat Bersemangat.
Dia memandang Imbran dengan sorot mata memuja.
Setelah sembilan hidangan dinilai, skor yang didapatkan Imbran saat ini sudah lebih dari 95 poin.
Hidangan terakhir, sup bening kristal!
"Coba kita lihat bagaimana sup sawi biasa ini mendapat pengakuan dari para juri. Hidangan ini benar-benar biasa, bisa mendapat nilai dua atau tiga poin saja sudah bagus!"
"Asalkan total poinnya lebih rendah dariku, aku tetap akan memenangkan pertandingan ini!" Gumam Pendi sambil mendengkus.
Setelah mendengar ucapan Pendi, Imbran langsung tersenyum. Sup sawi ini sudah pasti mendapatkan nilai sempurna karena Imbran memasukkan beberapa puluh gram air spiritual ke sup itu.
Setelah membuka penutup hidangan terakhir, wajah para juri terlihat keheranan begitu melihat sup sawi yang sangat sederhana itu.
Ini benar-benar sederhana!
Sepuluh orang juri masing-masing mendapat satu mangkuk sup, lalu mereka mulai mencicipi!
__ADS_1
Dalam sekejap, tatapan sepuluh juri itu terlihat sangat kaget. Terdapat aroma yang unik di sawi ini, kelezatan aroma sawi yang pekat langsung menyebar di indra perasa mereka. Setelah menenggak semangkuk sup itu, seluruh tubuh mereka langsung terasa sangat segar.
"Benar-benar lezat. Sup sawi ini kuberi nilai sempurna!"
"Sawi ajaib apa ini, sampai bisa selezat ini!"
Tanpa diragukan, lagi-lagi ini adalah hidangan dengan nilai sempurna!
"Aku tidak terima. Aku keberatan. Ini pasti curang. Kalian pasti disogok oleh Hotel Harnet!"
Alicia langsung Murka mendengar kalimat para juri kemudian dia berdiri dan naik ke panggung sambil berteriak.
"Betul, aku tidak percaya. Mana mungkin sup sawi sederhana seperti itu bisa seenak Ucapan mereka. Aku tidak terima!"
Pendi juga berdiri dengan wajah tidak terima.
"Ini..."
Para juri merasa kebingungan. Kedua orang ini merasa tidak terima, tetapi masakan Imbran sudah dilahap para juri sampai habis sehingga tidak bisa diberikan kepada mereka untuk dicicipi.
Tiba-tiba, juri pertama, Wilbert, melihat ada dua lembar daun sawi yang tertinggal di bawah mangkuk sup tadi dan lekas berkata, "Begini saja, karena kalian tidak terima, coba cicipi saja sendiri dua lembar sawi yang tersisa di sana. Daripada kalian menuduh kami berbuat curang!"
Pendi dan Alicia Langsung maju. Pembawa acara mengeluarkan dua buah sendok, lalu mereka berdua menyendok daun sawi itu dan mulai mencicipinya.
"Aku mengaku kalah!"
Pendi langsung merasa lesu. Pada saat yang sama, dia juga langsung mengaku kalah dengan tegas dan meninggalkan arena kompetisi.
Wajah Alicia terlihat sangat kesal. Pendi saja sudah mengaku kalah, tidak ada gunanya lagi kalau dia menentang keputusan juri.
"Kuumumkan bahwa Hotel Harnet memperoleh nilai 97 poin dan mendapat peringkat pertama pada kompetisi festival kuliner ini."
Salsa langsung bersemangat. Dia naik ke panggung dan langsung memeluk Imbran!
"Syukurlah. Imbran, kita menang. Kamu benar-benar hebat!"
Salsa Tanpa malu memeluk Imbran dengan sangat senang.
"Imbran, sekarang kuumumkan kepadamu. Kamu sudah resmi menjadi pacarku, oke?" Tiba-tiba, Salsa membuka mulutnya dan mengucapkan kalimat yang sangat mengagetkan.
Imbran tercengang. Salsa adalah seorang gadis yang berstatus tinggi, bisa-bisanya dia mengungkapkan perasaannya kepada Imbran.!
Sebelumnya, Salsa pernah meminta
__ADS_1
Imbran untuk berpura-pura jadi pacarnya, tetapi itu hanya pura-pura.
Namun, sekarang Salsa meminta Imbran untuk menjadi pacarnya yang sebenarnya. Informasi ini benar-benar sulit dipercaya.
"Bagaimana, Imbran kenapa kamu diam? Apa Kamu tidak menyukaiku?" ujar Salsa dengan cemas.
Salsa adalah gadis yang sangat luar biasa, tentu saja Imbran berharap bisa menjadi pacarnya. Namun, dia selalu merasa Salsa meremehkannya sehingga tidak berani berpikir seperti itu.
Akan tetapi, siapa sangka, sekarang Salsa Berani mengungkapkan perasaannya kepada Imbran.
Melihat wajah cemas Salsa, Imbran langsung merasa senang dan berkata sambil tersenyum, "Oke, mulai sekarang kamu adalah pacarku."
Mendengar jawaban Imbran, Salsa akhirnya tersenyum Lega, Lalu dia langsung menarik tangan Imbran.!
"Imbran, untuk merayakan kemenangan kita, ayo main ke rumahku dan kita rayakan bersama-sama!"
"Kakekku juga selalu berpesan untuk mengajakmu main ke rumah!"
Imbran langsung menyetujuinya, dia masih belum sadar. Begitu merasakan kehangatan dari tangan Salsa, dia baru menyadari bahwa dia benar-benar telah menjadi pacar Salsa.
Jantung Salsa juga berdebar kencang. Ini adalah pertama kalinya dia berpacaran sehingga merasa sangat gugup. Dalam sekejap, suasana di antara mereka berdua menjadi canggung.
Salsa Lanjut mengemudikan mobil kembali ke Manor Keluarga Lunar. Mereka pelan-pelan mulai terbiasa dengan perasaan jatuh cinta sehingga sudah tidak secanggung Tadi lagi.
Mereka masuk ke Manor Keluarga Lunar. Begitu melihat Imbran, kakek Salsa langsung merasa senang.
Dia Langsung menyambut Imbran dengan ramah.
Kondisi kakek Salsa sudah benar-benar pulih. Wajahnya sudah terlihat segar dan penuh semangat.
Hanya Arman yang terlihat Suram. Wajahnya terlihat tidak senang, entah apa yang sedang dipikirkannya.
"Hei, bocah, ayo ke ruang kerjaku sekarang. Ada yang ingin kubicarakan denganmu!" Melihat tidak ada orang di sekitar, Arman langsung berkata dengan wajah Tegas, lalu langsung masuk ke ruang kerjanya.
Imbran juga tidak berani menentang. Bagaimanapun, Arman adalah calon mertuanya!
Jadi, Imbran langsung mengikuti Arman masuk ke ruang kerja.
"Nak, aku tahu bahwa kamu telah menyembuhkan ayahku dan aku sangat berterima kasih atas hal itu. Tapi, kamu tetap tidak pantas untuk putriku!" ujar Arman. Dia tetap tidak menyukai Imbran.
"Derajat semua orang itu setara. Aku dan Salsa benar-benar saling mencintai!" bantah Imbran.
"Hehe. Memangnya perasaan cinta bisa dimakan? Aku tidak bisa menerima orang biasa sebagai menantuku!" ujar Arman dengan tidak ramah.
__ADS_1
(To Be Continued)