KEHIDUPAN SEMPURNA

KEHIDUPAN SEMPURNA
Imbran Viral Di internet.


__ADS_3

Pada saat itu, ada seorang wanita yang sedang berlari di kejauhan dan dia melihat ada belasan anak di bawah umur bekerja di dermaga milik Imbran. Matanya pun langsung berbinar. Kemudian, dia mengeluarkan ponselnya, lalu merekam dan menyebarkannya melalui aplikasi Toktok!


Aplikasi TokTok hanya bisa berbagi video pendek, tetapi sangat populer di Stanfford Entah berapa banyak selebgram yang lahir berkat aplikasi ini.


"Bos Tidak bermoral Dan tak punya hati nurani Memperkerja kan anak di bawah umur untuk bekerja di lokasi konstruksi!"


Wanita itu segera membuat Judul Video Singkat nya semenarik mungkin.


"Agar Bisa Mengejutkan Warganet.!


Setelah menyebarkannya, video Itu Tak Butuh waktu lama Langsung viral.


Di dalam video itu, para Remaja sedang memindahkan balok semen yang rusak dengan ekspresi kesakitan. Hal ini segera menarik simpati banyak orang.


Satu demi satu netizen pun mulai memberi komentar menohok Caci makian pun Di lontarkan.


"Bos Kamffret berhati kejam. Demi uang dia, memaksa anak di bawah umur untuk bekerja."


"Dunia makin buruk. Bos ini adalah penjajah zaman modern Ayo Penjarakan dia!"


Dalam sekejap, video itu mencapai dua puluh juta klik dan makin populer di aplikasi TokTok!


Sementara itu, sang tokoh utamanya tidak tahu Sama sekali tentang masalah ini!


Para netizen yang berada di kota Stanfford mengenali tempat ini. Mereka yang bersaing demi mendapat popularitas segera naik taksi untuk datang ke tempat itu.!


Tak Berselang lama Banyak sorot mata wartawan yang datang ke Lokasi Dermaga Imbran.


Imbran pun bertanya-tanya kenapa banyak Sekali orang yang datang untuk merekam.


Tiba-tiba, Salsa mengirim pesan : "Imbran, apa yang terjadi kepadamu cepat Buka aplikasi TokTok dan cari judul 'Bos Berhati Kejam'. Kamu sudah terkenal Sekarang. Ada banyak netizen yang mencaci makimu sekarang." Setelah membaca pesan Salsa, Imbran masih kebingungan.


Imbran yang juga tahu aplikasi TokTok segera Membuka aplikasi itu dan melihat topik bos berhati kejam yang sedang viral Tersebut.


Begitu mengeklik video itu, dia langsung


melihat Rentetan Komentar kemarahan netizen terhadap dirinya. Emosi Imbran pun langsung meluap.


Video ini diambil dari lokasi konstruksi dermaga miliknya. Selain itu, komentar para netizen makin buruk. Mereka menggambarkan dirinya sebagai orang yang sangat keji.


Seorang reporter wanita yang melihat keberadaan Imbran segera mengambil mikrofon berlogo saluran media internet dan menghampiri nya. Dia bertanya, "Halo, Bos. Apakah kamu bos yang berhati kejam di lokasi konstruksi ini?"


Imbran tidak berani bicara sembarangan. Jika dia dicap sebagai bos berhati kejam, itu artinya dia tidak bisa berbisnis lagi kelak.


Imbran menarik napas Panjang lalu buru-buru berkata, "Omong kosong. Bagaimana mungkin aku menjadi bos berhati kejam? Aku ini seorang pebisnis yang Punya hati nurani."

__ADS_1


"Bagaimana dengan buruh di bawah umur ini? Mereka terlihat sangat kesakitan. Kenapa kamu tega membiarkan anak sekecil itu melakukan pekerjaan berat Seperti itu?"


"Begini, dermaga ini awalnya dihancurkan oleh mereka dan kerugiannya mencapai miliaran rupiah. Aku pikir mereka masih muda. Jadi, aku Tidak meminta mereka Mengganti rugi. Aku hanya memberi mereka hukuman agar mereka tahu betapa susahnya pekerjaan para Tukang Kontruksi!"


Imbran menjawab dengan sangat formal. Penjelasan ini seharusnya bisa meredakan amarah dan kesalah pahaman Netizen,Mungkin akan segera mereda pikir Imbran.dalam Benak nya


"Ternyata begitu. Kalau begitu, apa pendapatmu tentang masalah ini?"


"Pendapatku? Aku ingin mereka tidak sembarangan menghancurkan hasil kerja


orang lain dengan sesuka hati di masa depan."


Lagi pula, para pekerja ini sudah membangunnya dengan susah payah!"


"Oke. Terima kasih Pak atas penjelasannya."


Reporter wanita itu pun langsung pergi dengan ponselnya.


Tak lama kemudian, Imbran melihat video di TokTok. Dia kebetulan melihat video hasil wawancara nya barusan.


Dia awalnya berpikir kesalahpahaman akan segera berakhir. Namun, Detik berikutnya Imbran menjadi sangat marah setelah menonton video tersebut.


Isi video itu telah diedit dan semua penjelasan positifnya sudah dipotong. Jawaban aslinya juga sudah disunting hingga menjadi sangat berbeda.


Orang itu mengubah kata "Aku bukan bos berhati kejam" menjadi "Aku adalah bos


Astaga. Media sialan ini!amarah Imbran Kembali Memuncak.


Akibatnya, makin banyak orang yang berkumpul. Melihat hal ini, Imbran pun maju!


"Tidak ada yang perlu direkam di sini. Cepat pergi. Mereka melakukan ini karena kesalahan mereka sendiri. Cepat pergi!"


Imbran mengusir Para wartawan, Namun Wartawan-Wartawan itu tidak bergerak sama sekali.


"Bos, kenapa kamu setega ini? Kenapa kamu memaksa anak kecil seperti mereka bekerja disini? Mereka itu masih harus sekolah."Cerca Wartawan Wanita berkaca mata.


"Bos berhati kejam, apakah kamu gak memperhitungkan Undang-Undang y Perlindungan Anak Di Bawah Umur? Tahukah kamu bahwa mempekerjakan anak-anak ini adalah tindakan yang melanggar hukum Negara kita?"


"Bos berhati kejam, apa kamu gak punya hati nurani Lagi?"


Satu demi satu Wartawan menyudutkan Imbran.Dengan Pertanyaan Yang Menarik Simpati Netizen.


Hendi yang melihat pemandangan ini juga berlari ke pembatas dermaga, lalu bertanya sambil berbisik, "Bos, aku baru saja melihat Aplikasi TokTok. Masalahnya sudah jadi seperti ini. Bagaimana kalau kita berhenti kerja dulu?"


Imbran yang sudah mendengar kritikan semua orang tidak bisa mengontrol amarahnya lagi. Dia berteriak dengan marah, "Jangan berhenti kerja! Cepat kerja. Mereka belum bekerja selama delapan jam. Tidak ada yang boleh pulang!"

__ADS_1


Kemudian, Imbran berbalik dan melihat kerumunan yang merekam dari samping. Dia berkata, "Kalian media yang Tidak bermoral. Aku akan tetap menyuruh


mereka bekerja hari ini. Kalian mau apa?"


Pada saat itu, Siren juga bergegas menyuruh Angga untuk mengendarai kapal dan membawanya kembali.


"Bos, situasi di internet sudah menjadi


sangat serius Saat ini. Kenapa kita Tidak berhenti Bekerja Untuk Sementara dan meminta maaf?"


"Kalau Tidak, reputasi kita akan hancur dan kita akan kesulitan menjalankan bisnis di masa depan."


Imbran yang mendengar perkataan Siren malah menjadi semakin marah!


"Catat ya Di otak mu Aku Tidak bersalah. Kenapa Aku harus minta maaf?"


"Aku Tidak percaya, orang yang Tidak bersalah dibuat jadi bersalah oleh mereka!"


Imbran sangat marah. Dia tidak pernah menyangka bahwa dia yang sudah berbaik hati dan tidak meminta ganti rugi malah mendapat masalah seperti ini!


Saat ini, opini publik makin jahat dan kata-kata yang diucapkan Imbran barusan membuat para netizen makin marah. Akibatnya, jumlah penonton topik ini mencapai ratusan juta.


Netizen yang mencaci maki Imbran pun makin parah. Kini, jumlah komentar telah mencapai jutaan!


"Yang di dalam sana adalah anakku. Dasar bos berhati kejam! Kenapa kamu memaksa anakku bekerja?"Deretan Komentar Terus Bergulir Dan Salah Seorang ibu dari Para Remaja Itu mengenali Anak nya Yang kini Tampak Sangat menyedihkan.


Seorang wanita Paruh Baya menyerobot masuk dan segera menarik salah seorang dari kesebelas remaja itu. Kemudian, dia berkata di hadapan Imbran sambil menangis.


Imbran yang melihat kejadian ini pun menjadi makin kewalahan.


Wanita itu pasti sudah melihat video di internet. Jadi, dia buru-buru datang kesini.


"Dasar bajingan, lihat tangan putraku!" teriak wanita itu berteriak dan mengeluarkan ekspresi yang Tampak tertekan.


Media yang berada di sekitar makin heboh dan mereka berusaha merekam setiap Detik dan Menit yang Di lalui mereka disitu.


Sekarang, Imbran telah terkenal akan kejelekannya di internet.


"Bos, lebih baik segera buat permintaan maaf kepada publik. Kalau gak, reputasi Budidaya ikan kita akan hancur sebelum dibangun. Kalau begini, jangankan membudidayakan hasil laut, Mendengar nama Mu saja orang Mungkin Tidak akan membeli Ikan Hasil Jerih payah kita," ucap Siren dengan Nada cemas.


Pada saat itu, tujuh atau delapan orang lagi menyerobot masuk untuk mencari anak-anak mereka. Kemudian, mereka mendatangi Imbran dan meminta penjelasan.


"Kalian, jelaskan semuanya!" Imbran menunjuk para siswa berandalan itu sambil berteriak marah.


Namun, para remaja ini menundukkan kepala dan tidak berbicara sama sekali. Mereka tampak sedih.

__ADS_1


(To Be Continued)


__ADS_2