Kekasihku Ayah Sahabatku

Kekasihku Ayah Sahabatku
BAB 21: Anniversary


__ADS_3

Hari ini tepat dua tahun sudah aku menjalin asmara dengan kekasihku. Dan hari ini kita akan merayakannya dengan pergi berlibur ke privat pulau. Beby sudah menyewa sebuah resort di pulau privat yang hanya akan ada kami berdua sebaga pengunjung disana.


Aku sudah menyiapkan beberapa pakaian untuk ku pakai saat liburan di pulau nanti, dan diantaranya tentunya ada 'two piece' merah maroon yang akan aku pakai khusus di depan Beby. Satu koper sudah kuisi pakaian serta perlengkapanku, kini saatnya aku mempersiapkan penampilanku.


Aku harus tampil sexy di depan Bebyku. Ucapku pada diriku sendiri di depan cermin.


Aku mengenakan rok mini hitamku yang mempertontonkan kaki jenjangku dan blouse crop biru dengan aksen lengan balon. Tak lupa aku pakai sandal, kacamata hitam, topi pantai, serta tas rotan pemberian Beby. Kini aku tampil manis sekali, pakaian ini membuatku tampak sexy sekaligus manis.


"Bu, aku pamit ya. Sebentar lagi taxi online nya sampai." Aku pamit izin pergi pada ibu dengan menggiring koperku.


"Aduuh... Keren banget nih anak gadis ibu. Hati-hati dijalan ya, terus inget pesan ibu buat jaga diri. Jangan satu kamar sama temen cowokmu ya." Ibu memberikan aku wejangan. Sebetulnya aku sudah berbohong pada ibu kalau aku akan outing bersama teman-teman kampusku ke pantai. Jadi ibu betul-betul tidak tahu kalau aku akan pergi merayakan hari anniversary bersama kekasihku.


"Siap, ibu tenang aja. Aku bisa jaga diri kok." Aku pun memeluk ibu erat sebelum berangkat naik taxi online untuk bertemu Beby di dermaga.


Sesampainya di dermaga aku bertemu Beby, dengan setelan celana pendek selutut serta kaos kerah biru mudanya, kami tampak serasi.


"Hai cantik, gimana udah siap buat liburan?" Sapanya sambil merapikan rambut panjangku yang tergerai.


"Siap banget, kamu ngga lihat nih penampilan aku kece gini." Ucapku padanya.

__ADS_1


"Tapi ada yang kurang deh." Beby melihatku dari atas sampai bawah.


"Kurang apanya?" Aku bingung karena rasanya aku sudah totalitas sekali.


"Kurang gandengan sih kayaknya." Beby lalu menggandeng tangangku.


"Iseng deh, aku kan udah pol-polan banget ini Beb." Ucapku penuh manja.


Kami menaiki speed boat putih bersama beberapa awak kapal. Pulau kami cukup jauh letaknya dari dermaga, dari speed boat dapat kami lihat laut biru yang begitu indah. Angin bertiup sangat kencang menghempaskan rambutku. Panas terik matahari menyinariku dan Beby, sambil minum cola dingin bersama, kami menikmati perjalanan laut dengan sangat menyenangkan.


Akhirnya tibalah kami di resort yang cantik, kamarnya sangat aestethic, banyak pepohonan di sekitar tempat kami menginap sehingga hawanya sangat teduh dan asri. Tapi ada sedikit yang aneh disini, bath tub nya di luar kamar bukan di dalam, yaaa di dalam kamar mandi memang ada shower tapi bagaimana kalau kami mau pakai bath tub ini?


"Beb, kok bath tub nya di luar gini ya? Kalau berendem kelihatan orang dong." Tanyaku pada Beby.


"Beneran aman nih? Masa sih aman?!" Aku menggoda Beby dan berbalik memeluknya.


"Mau bukti nih? Hah? Kamu yang nantangin aku lho ya..."


Dan begitu lah pergumulan pertama kami di mulai di pulau privat ini. Pakaianku yang minim membuatnya mudah untuk bergerak, aku pun merasa lebih tenang melakukannya disini sebab tidak ada orang lain selain kami. Ia terus menciumi tubuhku, bagian intiku pun tak luput darinya, ia terus menyesapnya dan aku merasakan sensasi yang sangat berbeda dari biasanya.

__ADS_1


Disini ia begitu buas, ia melampiaskan hasratnya dengan sangat serakah. Hingga kami melakukannya dalam beberapa permainan, ia terus memintaku tanpa lelah. Sampai-sampai ia tak mengizinkanku memakai sehelai benang pun, ia terus memeluki tubuhku hingga kami memulai permainan kami lagi.


"Beb, udah sore aku laper. Udahan yuk, biar nanti kita ada tenaga lagi. Belum malam lho ini, emang ngga capek?" Aku memohon padanya untuk berhenti sejenak dan menghilangkan rasa lapar.


"Oke, aku juga lapar. Sebentar aku telepon supaya mereka antar makanan kesini." Beby pun menelpon seseorang dan 20 menit kemudian makanan datang.


Makanan datang dengan nampan bulat besar dan di letakkan di pinggir kolam renang.


"Jadi kita makannya sambil berenang nih? Seru banget sih sayang..." Aku jejingkrakan norak saking semangatnya.


"Yaudah kamu ganti pakaian renang dulu gih." Beby menyuruhku mengganti pakaianku, aku pun memakai pakaian renang hitam dengan bagian belakang dan dada yang terbuka.


Beby menatapku terpana dan aku dapat lihat 'senjata' nya mulai berdiri. Kalau dilihat dari pintu kaca di kamar, aku memang nampak sangat menggoda. Dengan tinggi dan berat badan ideal serta kulit putih mulus ini, sudah pasti ia akan tergoda melihatku dengan pakaian renang ini.


"Yuk ah renang, jangan lihat-lihat terus ntar pengen lagi..." Ajakku pada Beby sembari masuk perlahan ke dalam kolam.


"Pengen terus lah sayang, gimana ngga pengen sih, kamu sexy banget gini, pantes aja Rendy ngebet banget sama kamu." Beby ikut masuk ke dalam kolam. Sambil makan ia terus menatapku, terkadang kami tertawa untuk hal yang kami tak tahu mengapa harus tertawa.


"Happy Anniversary cantik. Semoga kita bisa begini terus ya. Aku sayang sama kamu." Beby lalu menciumku mesra

__ADS_1


"Tapi, aku ngga mau terus begini, aku mau kita menikah suatu hari nanti. Aku mau kita punya rumah tangga yang bahagia dengan banyak anak."


Beby tidak menjawab, ia hanya meresponku dengan pelukam dan senyuman hangat. Aku pun berharap hari tak cepat berlalu bersamanya.


__ADS_2