Kekasihku Ayah Sahabatku

Kekasihku Ayah Sahabatku
BAB 28: Undangan Perjodohan


__ADS_3

Aku banyak terdiam, isi kepalaku terus saja membicarakan diriku yang sepertinya tidak ada apa-apanya dibandingkan tante Ira. Perubahan seperti apa yang harus aku lakukan untuk merubah penampilanku menjadi sepertinya. Aku benar-benar insecure melihatnya kali ini, apakah karena aku sedang mengkhawatirkan hubunganku dengan Beby? Segala bentuk basa basi mereka hampir tak terdengar di telingaku, pikiranku sedang berisik sekali saat ini.


"Lia... Lia... Kamu ngelamunin apa?" Suara tante Ira membangunkanku dari lamunan panjangku.


Aku tersentak dan sadar bahwa dari tadi aku sedang terus menatap gelas berisi jus dingin di genggamanku. Aku melihat sekelilingku dan nampak Rendy serta Anita juga sedang melihat ke arahku.


"Lia, kamu ngga apa-apa?" Tanya Rendy padaku, yang rasanya ingin ku jawab dengan 'tentu saja aku tidak baik-baik saja, bodoh!'


"Aku baik-baik aja kok." Aku mengangguk lalu tersenyum pada mereka semua.


"Ibunya Lia barus saja pulih mah maklum saja ya, mungkin Lia juga ke-capek-an harus bagi tugas urus ibu, urus rumah dan tugas kuliah. Betul kan Lia?" Ucap Anita yang bagiku terdengar seperti, 'hidup Lia memang sedang berat-beratnya'.


Kalau dipikir-pikir betul juga sih, hidupku akhir-akhir ini memang sedang berat. Aku harus bagi tugas mengurus ibu yang sakit, mengurus rumah agar tetap bersih, serta mengurus tugas-tugas kuliahku. Belum lagi aku juga harus memikirkan biaya kuliahku dan tagihan-tagihan belum dibayar yang baru saja di pos ke rumahku.


"Maafin tante ya Lia, sebenernya tante ingin sekali datang ke rumah Lia, tapi kemarin-kemarin ini tante masih sibuk pindah ke apartemen baru. Kan tante sudah cerai dengan mantan suami tante." Tante Ira mengusap jemari tanganku dengan tangannya yang lembut bak sutra.


"Iya tante ngga apa-apa kok." Aku menjawab sambil terus melihat ke arah tangan tante Ira yang bersih terawat, jauh sekali dengan tanganku.


"It's ok. Kan ada aku yang selalu siap siaga buat Lia, tante. Hehehe..." Rendy memecahkan kecanggunganku dengan tante Ira. Ia memang selalu mengerti perasaanku dan selalu berhasil menyelamatkanku dari situasi yang canggung.


"Oke, aku lanjut ya... Jadi aku mau minta tolong sama kalian buat datang ke acara apa ya namanya mah? Hm... Acara perjodohan mamah dan ayah kali ya. Hahaha..." Ucap Anita yang disambut tawa lebar oleh mamahnya itu.


"Maksudnya perjodohan gimana?" Tanyaku tiba-tiba. Entah keberanian dari mana, tapi aku merasa emosiku terusik mendengarnya

__ADS_1


"Tadi kan aku sudah jelaskan, Lia. Aku mau jodohkan ayah dan mamah lagi. Yaah... Aku dan mamah ngga berharap banyak sih, kalau ayah mau kita pasti seneng banget. Tapi, kalau ayah menolak yasudah aku dan mamah fine-fine aja sih." Jelas Anita padaku.


"Memang ayah kamu masih ada perasaan sama mamah kamu?" Sepertinya pertanyaanku membuat tidak hanya Anita tapi juga Rendy mebelalakkan matanya.


"Hm... Kalau menurut tante sih, mas Robby masih cinta ya sama tante. Buktinya sampai hari ini dia masih aja menduda." Ingin sekali aku teriak 'hei, Robby atau Beby itu tidak cinta kamu lagi, buktinya dia sudah menjalin hubungan serius denganku.' Ah, tapi untuk apa, toh hanya akan meperkeruh keadaan saja.


"Kalau boleh tahu, dulu kenapa tante dan ayahnya Anita bercerai?" Tanyaku lagi ingin tahu.


"Dulu sekali tante pikir ayahnya Anita tidak lebih kaya dari mantan suami tante, si om David. Jadi tante lebih memilih om David daripada ayahnya Anita. Tapi ternyata tante salah, tante tidak pernah benar-benar paham kalau ternyata om David itu tipe laki-laki yang tidak setia, dia sering selingkuhin tante, Lia." Jelasnya panjang lebar yang bagiku intinya tante Ira yang bersalah.


"Oh, begitu." Jawabku singkat dan acuh.


"Oke Anita dan tante Ira, kalau ada waktu kita pasti akan usahakan untuk datang ya. Semoga acaranya lancar ya. Kalau begitu kami boleh pamit pulang duluan ya, saya masih ada janji nih tante. Maaf sekali ya Anita dan tante, kita buru-buru." Rendy lalu bergegas mempersiapkan diri dan mengajakku pulang. Aku pun berpamitan pada Anita dan tante Ira, memang aku pun sudah tidak betah berada diantara mereka.


Selama di jalan aku hanya diam tidak menjawab atau merespon satu kata pun yang dibicarakan Rendy padaku. Aku memeluk tubuhnya tapi pikiranku melayang pada hal-hal menyenangkan bersama Beby lalu memoriku kembali ke perbincanganku dengan Beby dalam perjalanan ke kampus tadi.


"Lia, kita udah sampai." Rendy menyadarkanku dari lamunanku di motornya.


"Oh, iya makasih." Aku langsung turun dari motornya tanpa menoleh lagi ke arahnya.


"Lia... Liaa..." Sebenarnya aku dengar Rendy meneriakkna namaku, tapi aku sedang malas bicara dengannya jadi aku langsung bergegas saja masuk ke dalam rumah.


Aku masih kesal sekali dengan Rendy, untuk apa ia mengajakku bertemu Anita dan mamahnya tadi? Apa Rendy pikir, dengan aku mendengar rencana perjodohan antara Beby dan mantan istrinya akan membuatku sadar, bahwa kesempatanku bersama Beby akan semakin kecil?! Apa Rendy pikir aku dan Beby sudah tidak ada hubungan apapun lagi?

__ADS_1


Tring. Tring.


Ada telepon masuk dari handphone khususku dan Beby. Aku melihat layar handphone ku, ternyata Rendy yang menelepon.


"Halo." Aku mengangkat telepon dari Rendy.


"Lia, kamu marah? Aku minta maaf ya..." Terdengar suara Rendy melemah.


"Memang apa salahmu?" Tanyaku ingin memancing jawaban darinya.


"Tanpa tanya sama kamu, aku ajak kamu ketemu Anita tadi." Jawaban yang tepat.


"Sekali pun kamu menganggap kita ada hubungan, aku paling ngga suka kamu bertindak sesuka kamu ya Ren. Kali ini aku maafin, tapi lain kali jangan diulangi. Sudah ya, aku lagi malas ngomong sama kam." Ucapku ketus lalu mematikan telepon.


Cling.


Tepat setelah aku menutup telepon dari Rendy, handphone ku yang lainnya berbunyi. Kulihat ada pesan dari Anita disana, aku pun membacanya.


'Lia, acaranya lusa ya. Tepat di hari ulang tahun mamahku.' Anita menuliskan itu di dalam pesannya.


Rasanya ingin sekali ku balas dengan, 'aku tidak peduli' tapi tidak mungkin. Aku enggan menjawab pesannya, lebih baik aku segera tidur karena hari ini pikiranku lelah sekali.


************

__ADS_1


Hai semua, terima kasih sudah membaca karyaku!


Like dan comment dari kalian membuatku semakin semangat! Terima kasih ;)


__ADS_2