Kekasihku Ayah Sahabatku

Kekasihku Ayah Sahabatku
BAB 8: Taxi Online


__ADS_3

Saatnya libur dari aktivitas sehari-hari dan libur dari jadwal kuliah. Yes! Hari ini hari minggu jadi hari ini waktunya aku bersantai-santai dirumah bersama ibu. Setelah bangun tidur siang, aku lihat ibu sedang asyik petik-petik bunga di halaman belakang.


"Bu. Emang lagi musim ziarah? Biasanya kan kalau ada hari besar baru musim ziarah." Tanyaku pada ibu.


"Ngga sih, ibu mau ke makam ayah kamu nanti sore sama nenekmu. Katanya sudah lama dia ngga ke makam anaknya."


"Oh, nanti Lia ikut deh bu." Ucapku pada ibu.


"Ngga usah, soalnya nanti dari sana ibu mau nemenin nenekmu terapi. Nanti kamu bosen nunggu nenek terapi." Iya juga sih, aku agak bosen kalau nemenin nenek terapi, soalnya antriannya itu lho, panjang banget.


"Hm... Yaudah, nanti ibu berangkatnya gimana? Mau aku pesenin taxi online?"


"Nanti sih mau di antar pamanmu ke makam sama ke tempat nenekmu terapi. Jadi kayanya bibi kamu ikut juga deh, pasti nanti ibu di antar jemput, jadi ngga usah khawatir." Ibu bilang sambil tersenyum.


"Terus aku sendirian dong dirumah? Aku boleh main ke rumah Anita ngga bu?" Aku izin pada ibu, karena sebelumnya kan ibu minta aku untuk jaga jarak dengan ayahnya Anita.


"Boleh aja, asal inget pesan ibu untuk jaga jarak sama ayahnya Anita. Terus, nanti pulangnya sendiri aja. Bukan apa-apa, Lia... Ngga enak juga kalau jadi gosip." Ibu mengucapkannya sambil terus melihatku.


"Oke bu, aku paham."


Setelah ibu dijemput paman dan bibi untuk pergi bersama nenek, aku pun bersiap untuk berangkat ke rumah Anita dengan naik ojek online. Tak lama setelah pesan, ojek online nya sudah tiba di depan rumah. Aku langsung meluncur ke rumah Anita dengan penuh semangat, tentu saja karena ada maksud tertentu. Aku ingin sekali bertemu dengan 'Beby' walaupun kita pasti tidak bisa bermesraan atau ngobrol lebih dekat.


Sesampainya di rumah Anita aku tidak melihat mobil 'Beby' terparkir di garasi, dan aku lihat sepertinya mbak asisten rumah tangga Anita sedang menenteng tas dan koper.


"Mau kemana mbak? Pulang kampung?" Tanyaku penasaran.


"Iya non, ibu saya sakit jadi harus segera pulang. Hm... Anu, non Anita di dalem, lagi ambil handphone mau pesenin mbak taxi." Jelas mbak padaku.

__ADS_1


"Eh Lia, dari kapan disini? Kok ngga masuk aja?" Anita muncul di depan pintu.


"Aku lagi nanya-nanya sama mbak mau kemana bawa koper. Kirain tereliminasi. Hehehe..."


"Aku lagi pesenin mbak taxi online tapi dari tadi belum dapet nih." Keluh Anita padaku.


"Yaudah biar aku coba pakai akunku. Tujuannya kemana mbak?"


"Ke stasiun non. Saya udah dibeliin tiket kereta sama Pak Roby kemarin." Jelas mbak padaku, sebenarnya waktu dengar nama Roby, ingin sekali aku tanya dimana ia sekarang.


"Dapet nih, sebentar lagi kayanya sampai." Kataku pada mbak dan Anita setelah berusaha memesan taxi online.


"Yaudah mbak, di foto aja aplikasi di handphone Lia, biar mbak tahu nomor plat mobilnya, disitu juga kelihatan tarifnya."


"Siap non." Mbak pun memfoto aplikasi dari layar handphone ku untuk melihat nomor plat mobil dan tarifnya.


"Mbak aku tinggal ke dalem ya, ongkosnya udah dikasih kan sama ayah? Cukup ngga?" Tanya Anita memastikan mbak aman sampai tujuan.


"Iya hati-hati ya mbak, kabarin aku kalau udah duduk di kereta." Ucap Anita pada mbak.


Anita pun mengajakku masuk ke dalam rumahnya, ia mempersilakan aku duduk di depan ruang tv. Aku pun ikut menonton acara di tv bersamanya hingga beberapa saat.


"Kamu katanya mau istirahat hari ini, Li. Kok jadi kesini?" Tanya Anita padaku, memang sebelumnya aku bilang padanya kalau aku ingin bersantai di hari minggu dan tidak mau kemana-mana.


"Ibu pergi ke makam ayah, sama nenek, bibi dan pamanku." Jelasku pada Anita.


"Terus kamu ngga ikut?"

__ADS_1


"Ngga, soalnya habis dari makam ibu mau antar nenek terapi, seperti biasanya."


"Ohya ngomong-ngomong si mbak udah sampe mana ya? Harusnya udah sampe sih."


"Nih lihat history perjalanan di aplikasinya aja, aku mau ke toilet sebentar." Aku pun memberikan handphone ku pada Anita, kemudian bergegas ke toilet.


Setelah beberapa waktu di toilet, aku baru tersadar kalau Anita sedang memegang handphone ku dan sedang melihat history perjalanan taxi online di aplikasi milikku.


"Wah, gawat! Disitu kan ada history perjalanan ku dari sini ke toserba, dari apartemen ke rumah, dan masih banyak lagi history perjalananku kalau mau janjian sama 'Beby'." Aku pun bicara sendiri di toilet saking paniknya.


Anita pasti sudah lihat semuanya, belum lagi kalau ada chat dari 'Beby' yang sudah pasti muncul di pop up paling atas layar handphone ku. Gimana ya cara mastiin kalau Anita sudah lihat semua atau belum? Aku terus berpikir tapi tidak menemukan solusinya. Akhirnya ku putuskan untuk keluar toilet saja, karena semakin lama di toilet khawatir Anita akan semakin banyak melihat history di aplikasiku.


"Anita, gimana? Si mbak udah sampai belum?" Tanyaku langsung pada Anita setelah keluar toilet.


"Udah, dia udah chat aku juga katanya udah duduk di kereta." Jawab Anita santai dan kulihat handphone ku tergeletak di meja.


Anita nampak tenang dan tidak marah atau pun curiga, mungkin dia hanya melihat history perjalanan si mbak. Mudah-mudahan dia ngga perhatikan history perjalananku kalau janjian dengan ayahnya. Tapi jujur, aku jadi canggung dengan Anita. Apa sebaiknya aku pulang saja ya?


"Mh... Anita, kayaknya aku pamit pulang ya, aku lupa kunci pintu belakang rumah." Ucapku berbohong pada Anita.


"Yah, kok buru-buru banget sih. Yaudah sebentar ya, aku ambilkan salad buah buatanku buat kamu bawa."


"Eh ngga usah repot-repot Anita. Dirumah banyak makanan juga, ibu masak banyak soalnya takut nenek, paman dan bibiku mau makan dulu sebelum berangkat tadi." Aku bergegas pulang dan pesan ojek online dari aplikasi di handphone ku.


"Beneran nih ngga mau bawa? Atau mau bawa oleh-oleh makanan dari ayah kemarin? Masih banyak banget di kulkas."


"Ngga Anita, makasih banyak. Kapan-kapan aku bawa yaah... Aku pamit ya, ojek online aku udah sampai di depan."

__ADS_1


"Oke, bye. Hati-hati dijalan yaa, kabarin aku kalau sudah sampai di rumah." Pesan Anita padaku saat aku naik ojek online ku.


Selama di perjalanan pikiranku melayang kemana-mana. Aku khawatir dan cemas sekali Anita melihat semua yang aku duga. Aku harus cerita pada 'Beby' sesampainya di rumah.


__ADS_2