Kekhilafan Terindah

Kekhilafan Terindah
Kekhilafan Terindah Bab 16.


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat. Malam hari selepas mengisi perut, Zayn masuk ke kamar menyiapkan dokumen pribadinya, lalu meminta dokumen pribadi milik Zahira untuk dibawa ke rumah ketua RT setempat.


Setelah semua beres, Zayn bersiap-siap meninggalkan rumah tapi Zahira dengan cepat menahannya. "Aku ikut," rengek Zahira dengan bibir mengerucut.


"Di rumah saja, ini sudah malam. Aku cuma sebentar kok, setelah ini langsung pulang." ucap Zayn.


Zahira menggeleng. "Tidak mau, aku mau ikut kamu saja."


Zayn menghela nafas berat. "Ya sudah, ayo!" ajak Zayn yang terpaksa menuruti permintaan Zahira.


Ternyata usia tidak menjamin sikap seseorang bisa lebih dewasa dari umurnya, Zahira justru terlihat sangat manja seperti ABG yang baru pertama kali berpacaran. Zayn hanya geleng-geleng kepala melihatnya.


Dari kecil Zahira memang sangat dimanjakan oleh kedua orang tuanya, tapi semenjak kepergian mereka Zahira harus berjuang sendiri dan belajar mandiri untuk melanjutkan hidupnya.


Beruntung Zahira masih bisa memanfaatkan aset yang ditinggalkan kedua orang tuanya. Tinggal bagaimana cara Zahira memanfaatkan dan mengelolanya.


Sebenarnya tidak hanya cafe itu yang menjadi pemasukan Zahira. Dia masih memiliki beberapa aset lainnya yang dikelola oleh orang-orang kepercayaan ayahnya. Zahira tinggal menunggu hasil setiap bulannya.


Berbeda dengan Zayn yang memang tidak memiliki apa-apa selain rumah yang dia tempati sekarang. Hanya itu peninggalan dari kedua orang tua angkatnya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar sepuluh menit dengan berjalan kaki, tibalah mereka berdua di rumah ketua RT setempat. Keduanya masuk ke rumah tersebut setelah mendapatkan izin dari si pemilik.


"Maaf ya Pak, jadi mengganggu waktu istirahatnya." kata Zayn tidak enak hati.


"Tidak apa-apa, ayo duduk dulu!" sahut ketua RT yang bernama Santos itu.


Setelah keduanya duduk, Zayn langsung memperkenalkan Zahira pada Santos dan istrinya. Kedatangan mereka disambut baik oleh keduanya.


Selepas berkenalan, Zayn langsung saja membicarakan maksud kedatangannya sesuai yang dia sampaikan siang tadi. Lalu Zayn menyerahkan dokumen pribadi yang sudah dia siapkan pada Santos.


Setelah membuka map yang diserahkan Zayn, Santos memandangi Zahira dengan intens. "Jadi kamu ini sudah pernah menikah sebelumnya?" tanya Santos.

__ADS_1


"Iya Pak, saya seorang janda. Di situ juga ada foto copy surat cerai saya. Saya dan mantan suami sudah resmi bercerai." sahut Zahira mengakui kebenaran.


Santos mengalihkan pandangan ke dokumen yang ada di tangannya. Setelah membalik dokumen tersebut, lagi-lagi dia menatap Zahira dengan intens. "Hebat juga kamu ya, baru cerai beberapa hari sudah mau nikah lagi saja."


Sontak Zahira terperanjat dengan wajah memucat mendengar itu. Zayn yang menyadari perubahan raut wajah Zahira segera menggenggam tangannya dengan erat.


Lalu Zayn menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya pada Santos.


"Baiklah, saya usahakan ini akan selesai dalam waktu dua hari. Saya berharap kalian berdua bisa menjaga sikap sebelum sah menjadi suami istri. Kalau bisa jangan tinggal serumah dulu untuk menghindari fitnah!" ucap Santos.


"Maaf Pak, saya tidak bisa melakukan itu. Bukankah tadi sudah saya katakan kalau mantan suami Zahira itu sudah gila? Ada saya saja dia berani mendatangi Zahira dan menyakitinya, bagaimana mungkin saya bisa membiarkan dia tinggal sendirian?" jelas Zayn.


Santos terdiam sejenak. "Ya sudah, tapi tolong berlakulah sewajarnya sampai kalian sah menjadi suami istri!"


"Iya Pak, kami janji tidak akan membuat malu daerah ini." jawab Zayn.


Setelah semua jelas dan beres, Zayn dan Zahira mohon pamit. Mereka berdua menyalami Santos dan istrinya, lalu meninggalkan rumah itu.


Sesampainya di rumah, Zahira langsung masuk ke kamar. Dia berbaring di atas tempat tidur dan lekas memicingkan mata.


Sementara Zayn sendiri masih duduk di luar sembari menghisap sebatang rokok. Zayn pikir lebih baik dia tidur di luar saja untuk sementara waktu.


...****************...


"Sial..."


"Craaang!"


Sebuah vas bunga melayang tepat di permukaan cermin, serpihan kaca berserakan di mana-mana.


"Mas, apa yang kamu lakukan?" Amira terperanjat melihat kamar yang sudah berantakan.

__ADS_1


"Diam, keluarlah dari sini!" bentak Roni dengan tatapan membunuh.


"Tapi Mas-"


"Pergi, atau aku akan membuatmu hancur seperti cermin ini!" ancam Roni dengan lantang.


Amira menggeleng-gelengkan kepala, lama-lama Roni sepertinya makin terobsesi pada Zahira. Entah itu karena cinta, entah karena tidak suka miliknya dirampas oleh orang lain.


Akhirnya Amira memilih keluar dari kamar dan masuk ke kamar tamu. Dia tidak ingin ambil pusing dengan memikirkan tingkah Roni, baginya hal itu sudah tidak penting lagi. Amira hanya ingin fokus pada kandungannya, lalu memikirkan tindakan apa yang akan dia ambil setelah melahirkan nanti.


Selepas kepergian Amira, Roni kembali membanting perkakas kecil apa saja yang dia dapatkan.


Sebenarnya dulu Roni merupakan anak yang baik dan penurut. Dia tumbuh seperti anak-anak lain pada umumnya. Tapi permasalahan orang dewasa mulai masuk menguasai dirinya.


Seorang ibu yang dia anggap paling berjasa di dunia ini ternyata berselingkuh di belakang ayahnya. Wanita itu hamil dan melahirkan seorang anak.


Sayang beberapa jam kemudian sang ibu harus meregang nyawa setelah mengalami pendarahan yang cukup hebat. Semua karena pertengkaran dahsyat yang terjadi sebelumnya.


Waktu itu Roni belum mengerti apa-apa, dia baru berumur sepuluh tahun. Tapi dia dipaksa mengerti dan harus memahami keadaan sehingga otaknya tak mampu menerima itu.


Ibunya dituduh berkhianat dan meninggal sebelum menjelaskan apa-apa, adiknya dibuang tanpa tau siapa ayah biologisnya, sementara ayahnya mengalami stroke hingga mengalami kelumpuhan.


Beban yang menghimpit pundaknya itulah yang membuat Roni berubah seketika. Dia terpaksa dewasa sebelum waktunya, dia dipaksa mengerti padahal dia masih ingin menikmati masa kecil yang tidak akan pernah kembali.


Sebab itulah Roni menjebak Amira untuk pertama kali. Ibunya saja bisa berselingkuh, kenapa dia tidak bisa memanfaatkan Amira? Ibunya saja bisa melahirkan anak dari pria lain, kenapa dia tidak bisa memiliki lebih dari satu istri?


Roni melakukannya untuk membalaskan sakit hati pada wanita yang sudah melahirkannya, Amira dan Zahira lah yang menjadi korban. Amira dijadikan istri pelampiasan nafsu sementara Zahira dijadikan istri yang harus melayani kebutuhannya. Roni merasa berkuasa dan menang setelah mendapatkan apa yang dia inginkan.


Tapi sekarang semua sudah berubah haluan. Amira tak lagi menghargainya sementara Zahira sudah pergi meninggalkannya. Roni semakin murka dan menganggap semua wanita sama saja, sama-sama pengkhianat.


Dendam masa lalu dan obsesinya membuat dirinya terluka sendiri. Sementara keadaan ayahnya sudah semakin memprihatinkan. Otak Roni mulai kacau sehingga pikirannya semakin tak bisa dikendalikan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2