Kekuatan Dewa Perang Utara

Kekuatan Dewa Perang Utara
Bab 1 Serpihan Serpihan Besi


__ADS_3

Jauh di perbatasan Utara, terdengar suara ledakan yang menghantam pasukan baik dari pihak lawan 27 negara maupun pihak negara Hua Xia.


Satu demi satu para pasukan 27 negara yang menyerang Hua Xia mati mengenaskan oleh serangan pasukan tentara Hua Xia. Di bawah perintah Xin Chen, pasukan Hua Xia dengan gagah berani menerjang masuk ke barisan pertahanan 27 negara.


Tidak sedikit luka luka dan kematian yang dialami pasukan 27 negara. Pemandangan di medan perang sangat mengerikan, begitu banyak mayat yang bergelimpangan. Jika seseorang yang lemah fisik dan penakut pasti


akan pingsan melihat keadaan seperti itu.


Darah dan luka yang melekat di tubuh


pasukan yang berperang sangat mengerikan disebabkan serpihan-serpihan besi yang hancur akibat ledakan bom.


Alat perang yang telah hancur, mayat ada


di mana mana, peluru yang ditembakkan dari


senjata otomatis menghantam segala arah.


Banyak prajurit yang berlindung dari terjangan


peluru dan ledakan bom. Xin Chen menyerang pasukan musuh tanpa adanya rasa takut sedikitpun.


Dengan kekuatan yang dimilikinya, Xin Chen menghancurkan musuh dengan mudah, Bakat beladiri yang di miliki Xin Chen, membuat musuh tercengang dan ketakutan.


Kemampuannya telah memukul mundur


pasukan 27 negara.


Setelah merasa musuh-musuh Hua Xia mundur dan menjauh dari perbatasan, Xin Chen memerintahkan pasukannya agar mengubur mayat mayat korban perang. Beberapa saat kemudian, Xin Chen memerintahkan Liu Yan, seorang komandan pasukan Serigala untuk menghancurkan kapal kapal musuh di perairan Hua Xia.


Kapal-kapal yang di miliki 27 negara merupakan salah satu pertahanan terkuat mereka, kini telah mengalami penyerangan yang brutal dari Liu Yan dan pasukan Serigala. Serangan yang di lancarkan Liu Yan membuahkan keberhasilan. Hampir seluruh kapal kapal mengalami kerusakan. Tidak sedikit yang hancur dan tenggelam. Pasukan 27 negara yang berada di dalam kapal ikut tenggelam. Dengan keberhasilan ini Xin Chen sangat puas dan kagum.


Liu Yan dan pasukan Serigala mampu menghancurkan kapal kapal musuh. Walaupun dalam hal ini meraih kemenangan, banyak pasukan Serigala yang mati mengenaskan, dari peperangan ini Xin Chen telah mempermalukan 27 negara.


Kekalahan dan kerugian mereka


tidak sedikit, bahkan menelan korban kurang lebih 600.000 orang.


kini 27 negara mundur dengan menerima kekalahan yang signifikan. Kekuatan Xin Chen sangat menakutkan. Apakah masih di sebut manusia ? bahkan tank hancur dengan satu pukulan dari Xin Chen.


Kini negara Hua Xia akan di perhitungkan


jika ada yang ingin menyerang. Pertempuran yang di tunjukkan Xin Chen dan pasukannya telah membuat musuh musuhnya ketakutan dan memberikan pelajaran yang besar. Para jenderal yang menyerang Hua Xia kini mundur sepenuhnya dari medan perang.


Nama Xin Chen telah di kenal sebagai panglima mematikan sepanjang sejarah.


Penguasa dunia banyak yang menyanjung


atas kemampuannya dan ada yang mencibir atas kekalahan 27 negara di wilayah Utara. Kini Xin Chen di berikan gelar


"Dewa Kematian Sang Dewa Perang".


Dari 27 negara yang bersatu menyerang Hua Xia, mengalami kerugian yang besar.

__ADS_1


Para Jendral sepakat untuk mundur


sepenuhnya dan meninggalkan wilayah Utara.


Para jenderal utusan 27 negara sepakat melarang pemerintah mereka untuk menyerang Hua Xia. Xin Chen tersenyum bangga atas kemenangannya dan sedih melihat korban perang, perasaan Xin Chen campur aduk.


"Terlalu banyak korban kematian,


Sikap egois pemerintah yang harus mengorbankan tentara demi tujuan yang tidak pasti" Bisik kata hati Xin Chen. Xin Chen, menghela nafas panjang.


Pemerintah Hua Xia memberikan bintang 5 kehormatan kepada Xin Chen. Hal ini di berikan sebagai tanda jasa keberhasilan Xin Chen memenangkan pertempuran di wilayah Utara, Pemerintah mengangkat Xin Chen sebagai panglima tertinggi yang mampu memerintahkan seluruh Jenderal dan bawahannya.


Setelah kembali dari peperangan di Utara, puluhan ribu tentara dan pasukan Elite Serigala berkumpul mendengarkan pidato singkat dari Panglima Jenderal muda "Sang Dewa Perang" yaitu Xin Chen.


Semua pejabat pemerintah Hua Xia mendengar suara lantang Xin Chen yang menggetarkan hati. Pejabat pemerintah kagum dan senang mendengar pidato Xin Chen, pidato singkat yang disampaikan Sang Dewa Perang itu menyimpan makna yang sangat penting.


para jendral di negara Hua Xia


memerintahkan Hua Xia memberikan


istirahat panjang bagi tentara yang ikut berperang di Utara, serta memberikan santunan kepada anggota keluarga yang di tinggal mati oleh keluarga mereka.


Setelah acara pidato, Xin Chen dan penguasa Hua Xia dilaksanakan, para pejabat tinggi negara seluruh Hua Xia berkumpul dan berkenalan langsung dengan Panglima Muda


Dewa Kematian "Sang Dewa Perang"


Xin Chen.


Para pejabat negara satu persatu memberikan hadiah kepada Xin Chen dan ucapan selamat atas kemenangannya di Wilayah Utara, Semua orang sangat kagum akan prestasi Xin Chen mengalahkan 27 negara.


Seorang paruh baya bernama Wu Tang,


Dia salah seorang Wali Kota di Selatan. Wu Tang, salah satu tuan muda ke 2 dari keluarga Wu di Selatan Hua Xia. Dengan serius Wu Tang bertanya kepada Tetua Jung Kwang, seorang ahli beladiri, Wu Tang berkata, "Menurut Tetua Jung Kwang sampai di mana kekuatan Panglima Muda?".


Tetua Jung Kwang terdiam, Tetua Jung Kwang salah satu generasi beladiri Ninja dan Al Kimia, Ibunya berasal dari Kyoto seorang beladiri Ninja, Ibu Tetua Jung Kwang seorang Ninja yang mengasingkan diri di Selatan Hua Xia.


Tetua Jung Kwang seorang ahli beladiri Master Tahap Awal.


Suasana hening, mata tertuju kepada Tetua Jung Kwang menunggu jawaban.


Tetua Jung Kwang berkata, "Hmmm,,, Energi yang keluar dari Panglima Muda samar samar, kemungkinan Panglima Muda menekan kekuatan ditubuhnya sehingga tidak terlihat.


Menurut informasi, Panglima Muda mampu menghancurkan tank dengan sekali pukulan.


Kecepatannya sangat cepat, kekuatan


seperti ini hanya orang orang di tahap Master Tahap Puncak yang melakukannya, bahkan kekuatan Panglima Muda bisa lebih kuat lagi".


"Banggg,,,"


Semua orang tercengang mendengar perkataan Tetua Jung Kwang.


Wu Tang menimpali, "Apakah sebegitu kuat?"

__ADS_1


Tetua Jung Kwang mengangguk dan berkata," "Kekuatan Panglima Muda sangat mengerikan".


Semua orang terkejut.


Tetua Jung Kwang lanjut berkata,"


Kemungkinan beladiri Panglima Muda sangat tinggi, aku bukan tandingan Panglima Muda".


Dari kejauhan Xin Chen mendengar percakapan Tetua Jung Kwang. Xin Chen hanya


tersenyum mendengar orang orang membicarakan dirinya.


Liu Yan menghampiri Xin Chen dan berkata, "Negeri Sangyang mengirim beberapa master ke Hua Xia".


Xin Chen menaikkan alisnya lalu berkata, "Biarkan mereka mengirim semua master mereka".


Liu Yan mengangguk dan berkata, "Baik Panglima Muda, aku akan menyiapkan umpan lalu menangkapnya".


"Ring, ring, ring,"


Terdengar suara dering telepon. Xin Chen melirik suara panggilan telefon di atas meja, dalam hati bertanya.


"Siapa yang meneleponku, namanya


tidak ada".


Xin Chen kemudian menerima panggilan telepon.


"Halooo"


Pihak lawan menjawab secara langsung tanpa menjelaskan siapa dirinya.


"Xin Chen kamu di mana?".


"Mendengar pertanyaan pihak lawan bicara di ujung telefon, Xin Chen mengerutkan keningnya, lalu berkata dalam hati,"


"Suaranya sangat familiar".


Xin Chen berkata, "Maaf, kamu siapa?".


Di ujung telepon, "Xin Chen, apa kamu sudah melupakan Pamanmu sendiri?".


Mendengar suaranya sedikit menekan, Xin Chen memikirkannya dan mengingat. Sepertinya dia Paman Fei Jung. Xin Chen terdiam, lalu berkata,"


Maaf Paman Fei, aku sedikit sibuk jadi aku tidak mendengar suara Paman dengan jelas".


"Tidak apa apa, Paman Fei mengerti".


Jawab Paman Fei di ujung telepon.


Xin Chen lalu bertanya, "Ada apa Paman menghubungiku? Apakah ada sesuatu yang penting?".


Paman Fei menjawab," Tidak ada hanya ingin bertanya.

__ADS_1


Xin Chen ! Kapan kamu pulang?, Kami sangat merindukanmu.


__ADS_2