
Seluruh utusan telah di hubungi ucap seorang ahli strategi perang bernama Rindaman.
Tuanku. Semua urusan menuju ke Utara Hua Xia. Mereka akan bergabung dengan yang lainnya di perbatasan Utara.
Baiklah, Ucap Wayne Wick. Segera pantau mereka. Tingkatkan kewaspadaan dan sebar semua mata mata di Hua Xia.
Sudah saatnya kita mencari keberadaan anak Penguasa langit. Jika menemukannya, kita akan bersamanya.
Di penghujung perbatasan Utara Hua Xia. Seorang Jenderal bintang 2 bernama
Bair Dain berkata, "Persiapkan pertempuran. Arahkan semua rudal ke arah pasukan
Hua Xia. Berikan mereka mimpi buruk yang tidak pernah mereka lupakan".
Serang mereka dengan kekuatan penuh. Tunggu setelah Pasukan utama menyerang. Setelah itu pasukanmu ikut menyerang.
Pasukan merah akan menyerang dari Kiri. Kita akan mengepungnya dari 3 arah. Kita lihat, bagaimana keadaan pasukan Hua Xia setelah mendapatkan serangan.
Seorang pria paruh baya melangkah ke hadapan Jenderal Bair Dain. Aura yang keluar dari tubuhnya sangat kuat. Pria tersebut seorang petarung alam Sain Tahap Awal bernama Kaenox pemimpin dari pasukan merah
"Jenderal"
Pasukan merah sudah siap menyerang. Semua tinggal menunggu perintah Jenderal. Ucap Kaenox.
"Baiklah usaha yang bagus".
Ucap Bair Dain
Tunggu perintahku untuk penyerangan.
Jenderal, Jenderal,
Seseorang berjalan dengan tergesa-gesa ke hadapan Bair Dain.
Ada apa sampai membuatmu datang terburu buru ? Ucap Bair Dain.
Jenderal.
Ada pesan dari pihak musuh.
Bair Dain memicingkan matanya lalu membaca sebuah pesan dari Xin Chen.
Kepada Pimpinan negara gabungan. Saya Xin Chen sebagai penanggung jawab
Negara Hua Xia memberikan perintah kepada pemimpin negara gabungan agar segera pemimpin dan segenap pasukan meninggalkan perbatasan Utara Hua Xia dalam waktu 10 menit terhitung dari anda membaca surat ini.
Jika pemimpin Negara gabungan tidak mengindahkan peringatan dariku. Saya Xin Chen selaku pemimpin tertinggi Hua Xia akan menyerang kalian dan membunuh semuanya tanpa tersisa.
Braakkk,
Bair Dain memukul sebuah meja yang tepat berada di depannya. Meja di depan Bair Dain hancur seketika.
__ADS_1
Terlihat di kemarahan dari wajah Jenderal Bair Dain setelah membaca pesan dari Xin Chen.
Kurang ajar, dengan kemarahan dan nafas naik turun, Bair Dain sangat marah. Dia menganggap siapa dirinya siapa ? sampai berkata seperti itu ?
Dewa Perang Utara sudah tidak sabar menerima kehancuran.
Jenderal Boxim,
Tegur Bair Dain kepada salah satu Jenderal Bintang 1. Siapkan pasukan artileri dan perintahkan Tank tank memasuki perbatasan Utara Hua Xia. Serang mereka dengan rudal terlebih dahulu.
Siap Jenderal.
Jawab Boxim dengan suara lantang.
Serang mereka sekarang juga.
Perintah Bair Dain kepada seluruh para Jenderal.
Siap,,,
Jawab serentak para Jenderal bintang 1.
Terdengar suara gemuruh sirene persiapan perang di markas Pasukan Negara' gabungan.
Seorang wanita cantik bernama Xia Li. Kekuatan Xia Li berada di Alam Beladiri Yitian Tahap Akhir. Penampilan Xia Li sangat memukau, dengan memakai baju Cheongsam dengan belahan di betisnya, menampakkan kulit yang putih mulus.
Dengan kecantikan yang di miliki Xia Li, membuat pria yang melihat Xia Li terkagum kagum.
Xin Chen tersenyum mengejek mendengar berita pasukan musuh siap menyerang, seakan akan penyerangan lawan sangat mudah di patahkan.
Xin Chen berkata, "Suruh seluruh pasukan untuk bersembunyi di benteng masing masing". Tunggu perintahku agar siap menyerang.
Siap Panglima
Ucap Xia Li. Jawab Xia Li.
Di Benua Amerika, di sebuah kerajaan Markdin. Raja Ridney Rick berkata, " semua pasukan telah berangkat.
Kali ini pasukan gabungan menghadapi negara yang kuat. Kita harus berhati hati menghadapinya. Hua Xia memiliki petarung mematikan. Tapi hal itu tidak akan membuatku takut menghadapi mereka.
Raja Ridney Rick Perintahkan semua petarung untuk bergabung dengan pasukan dari Eropa.
Dengan suara keras dan lantang, kalian menyerang Hua Xia dengan kekuatan penuh.
Para petinggi Negeri Markdin sangat bersemangat. Mereka mengharapkan Hua Xia hancur. Setelah Hua Xia jatuh mereka akan menyerang negara yang lemah untuk di jajah.
Tujuan buruk petinggi Negeri Markdin sangat tidak terhormat. Bahkan sang raja mengorbankan nyawa rakyatnya demi ambisiusnya.
Raja,
Tegur salah seorang Pria paruh baya bernama Wutler. Dari tubuh Wutler terlihat Aura yang sangat tenang, akan tetapi kekuatan Wutler sangat di takuti oleh sang Raja Ridney Rick.
__ADS_1
Kekuatan Wutler berada di Alam Beladiri Sain Tahap Awal. Baju zirah yang di pakai Wutler sangat gagah dan kuat.
Wutler lanjut berkata, " Maaf tuanku". Apakah sebelum mengajak orang orang dari benua Amerika untuk ikut menyerang Hua Xia memikirkan segalanya ?".
Kekuatan pihak lawan sangat mengerikan. Orang orang dari daerah kuno Hua Xia tidak dapat di bayangkan kekuatan mereka. Bahkan rumor beredar, seorang Dewa belum tentu dapat mengalahkan mereka.
Semua telah kuperhitungkan sebelum menyentuh garis batas mereka.
Tidak ada yang perlu di takutkan dari orang orang Hua Xia.
Beralih ke Perbatasan Utara Hua Xia. Jenderal Bair Dain memerintahkan para jenderalnya untuk menyerang.
Bum, Bum, Bum,
Suara dentuman tembakan dari tank² telah di arahkan ke perbatasan Utara Hua Xia. Rudal secara bersamaan di tembakkan ke Wilayah Utara Hua Xia.
Pasukan Xin Chen telah bersembunyi di bunker bawah tanah. Mereka hanya mengaktifkan senjata yang di kendalikan dari jarak jauh, sistem inframerah juga telah di aktifkan.
Jika ada tentara ataupun tank dan mobil lapis baja lainnya melintasi zona tersebut. Maka secara otomatis senjata tersebut menembakkan peluru dan rudal dengan sendirinya.
Tak, tak, tak, tak,
Suara peluru yang menghantam tanah dan bebatuan.
Senjata senapan mesin meletus menembak ke segala arah. Peluru yang beterbangan menghantam ke segala arah.
Xin Chen memerintahkan kepada seluruh para Jenderal untuk membalas serangan. Rudal dan artileri telah di tembakkan ke arah musuh
Bumm, Bumm, Bumm,
Suara dentuman rudal dan artileri yang menghantam pihak musuh.
Dua pasukan saling membalas serangan, korban belum di ketahui jumlahnya. Terlihat di pihak musuh banyak yang mati akibat tidak ada tempat untuk berlindung dari terjangan rudal dan artileri yang menghantam mereka.
Senapan mesin dari celah benteng telah di tembakkan oleh tentara Hua Xia ke arah musuh musuhnya.
Jenderal Bair Dain mendapatkan laporan kalau pihak musuh telah berlindung di dalam benteng yang kokoh.
Bair Dain sedikit kecewa dengan hasil yang di terima. Siapkan rencana B, kita akan bertarung secara langsung. Bagi Petarung di bawah Alam Beladiri Master agar bertahan di markas. sisanya ikut denganku menyerang langsung ke benteng pertahanan Hua Xia.
Para Jenderalnya mengangguk, lalu berkata, " siap Jenderal". Kami akan mempersiapkan opsi ke rencana B.
Dalam 10 menit kita akan menyerang. Bair Dain berkata," perintahkan semua pasukan mundur dan mempersiapkan penyerangan jarak jauh. Tembakkan rudal dan artileri ke arah pasukan Hua Xia.
Xin Chen sangat pandai membuat strategi perang dengan menggunakan tebing untuk berlindung. sekaligus menjadi tempat yang strategis menembak musuh musuh yang mendekati perbatasan wilayah Utara Hua Xia.
Xin Chen memerintahkan Xia Li mempersiapkan pasukan Serigala menghadang Pasukan Merah. Hentikan tembakan rudal dan artileri jarak jauh. Kita akan bertempur secara terbuka.
Liu Yan berjalan ke hadapan Xin Chen lalu berkata, " Panglima, ada sekelompok orang berjubah hitam. Mereka ada sekitar 7 orang. Mereka ingin bertemu dengan Panglima.
Terlihat wajah senang Xin Chen mendengar perkataan Liu Yan.
__ADS_1
Akhirnya mereka telah tiba. Ucap Xin Chen. Tetua Yiang Lu telah mengirim Petarung Tersembunyi.