Kekuatan Dewa Perang Utara

Kekuatan Dewa Perang Utara
Bab 23 Kekuatan Alam Yusen


__ADS_3

Di sebuah Provinsi Kota Fiyang, Negeri Sangyang. Terlihat halaman yang begitu luas. Terdapat ribuan tanaman unik dari segala penjuru dunia telah di tanam. Pepohonan lebat yang di tanam begitu banyak, sehingga nampak sebuah hutan lindung kecil.


Tanah yang seluas 35.000 meter persegi. Sebuah Villa berdiri sangat mewah berdiri kokoh, sistem keamanan tingkat tinggi dan memiliki 1500 penjaga.


Terlihat ratusan tentara terlatih dari berbagai kesatuan, kamera pengawas di setiap sudut jalan, dan beberapa tembok tinggi di pasang sebuah senjata otomatis di sertai sistem inframerah, sistem sensor sangat canggih telah terpasang di sebuah tembok setinggi 12 meter.


Kondisi Villa telah di rancang sangat teliti dan sangat susah untuk di masuki. Sebelum mendekati tembok, sekitar lebar 5 meter sebuah kolam yang membentang mengelilingi wilayah Villa.


Kolam tersebut telah di bangun pagar besi setinggi 2 meter untuk mencegah binatang buas keluar dari kolam. Begitu banyak Predator di pelihara di kolam itu. Sangat tidak memungkinkan orang orang akan mendekati Villa tersebut.


Sekalipun hanya seekor lalat berjarak 100 meter di luar tembok, dapat terlihat dengan jelas. Beberapa waktu yang lalu, terjadi beberapa kali percobaan penyerangan untuk melakukan pembunuhan. Akan tetapi, tidak mampu melalui sistem senjata yang telah di pasang di halaman Villa.


Sekalipun Grandmaster tahap puncak berjumlah 15 orang pun tidak dapat melewati sistem persenjataan yang telah di pasang di daerah Villa.


Kondisi ini sangat menakutkan. Bagian luar sudah sangat tinggi keamanannya. Bagaimana kalau di dalam Villa ? Sudah tidak dapat di bayangkan.


Seorang Petua berusia 130 tahun berjalan ke depan jendela menatap ke sebuah gunung yang di puncaknya di penuhi salju dingin.


Seorang pria tua berumur seratus tiga puluh tahun itu bernama Lai Jungye. Aura yang terpancar dari tubuhnya sangat menakutkan. bahkan seorang Grandmaster tahap puncak hanya seekor semut.


Dari segi kekuatan Lai Jungye tidak dapat di bayangkan. 40 tahun yang lalu ada seorang berkemampuan beladiri, Alam Yusen tingkat akhir beserta 6 rekan menyerang Lai Jungye dengan kemampuan yang sama. Tetapi mereka mati hanya sekali serangan.


40 tahun yang lalu saja, kekuatan Lai Jungye mampu mengalahkan kekuatan Alam Yusen hanya dengan satu serangan. Kini sudah 40 tahun telah berlalu, sudah di bayangkan kekuatan macam apa yang di miliki Lai Jungye.


Apa ada yang mampu mengalahkannya di Negeri Sangyang saat ini ? Sudah pasti kekuatan Lai Jungye sangat mengerikan.


Semenjak kejadian itu sampai sekarang tidak ada lagi yang berani melakukan hal bodoh seperti itu.


Banyak masyarakat Negeri Sangyang menganggap Lai Jungye berkelana ke seluruh dunia meningkatkan kekuatannya. Lai Jungsu berkata. " Ayah ! Mengapa anda tidak menunjukkan diri anda di hadapan masyarakat. Agar rumor yang beredar segera hilang".


Mendengar perkataan Lai Jungsu. Lai Jungye tersenyum kecil. "Apa yang perlu aku pikirkan tentang perkataan masyarakat.


Mereka hidup di dunia sekuler. Kehidupan mereka jauh berbanding terbalik dangan orang orang seni Beladiri.


Mereka tidak lebih dari seekor semut yang memenuhi dunia ini. Kelak mereka akan menyesali perkataan mereka. Dan kupastikan mereka akan merangkak memohon pertolongan orang orang beladiri Negeri Sangyang"


" Anakku! Pandanganmu sangat sempit.


Dunia ini sangat luas, bahkan di langit sana. Terjadi peperangan dahsyat. Dari cerita leluhur.


Sebuah Legenda di kehidupan langit, memiliki Penguasa Abadi yang tidak terkalahkan.


Banyak para dewa berusaha merebut kekuasaan Penguasa Abadi tapi mereka di kalahkan". Lanjut Lai Jungye.


Menurut cerita Buku Kuno. Kekuatan Penguasa Abadi tidak dapat terkalahkan.

__ADS_1


Sifat yang tenang dan bijak Penguasa Abadi sangat di takuti oleh para Dewa.


Ada yang berkata, Seratus tiga puluh tahun yang lalu, Penguasa Abadi menitipkan janinnya ke seorang wanita cantik di sebuah desa.


Akan tetapi musuh musuh Penguasa abadi mengetahui hal itu.


Musuh Penguasa Langit mengutus pembunuh dari langit untuk membunuh anak tersebut sebelum beranjak remaja.


Beberapa puluh tahun yang lalu, Penguasa abadi telah menitipkan janinnya kembali. Jika anak itu hidup mungkin berusia dua puluh tahun lebih.


Jika anak itu telah mengembangkan bakatnya.


Maka anak itu memiliki kekuatan yang mampu meruntuhkan langit. Bahkan para Dewa tidak akan mampu mengalahkannya.


Semua itu hanya sebuah cerita. Kebenarannya tidak ada yang tahu pasti. Semua itu hanya dari para leluhur di seluruh dunia yang membicarakannya.


Sebuah bukti Kuno pernah di dapatkan tiga ratus tahun yang lalu, musuh Penguasa Abadi membuat kesepakatan dengan penduduk bumi agar membunuh Anak dari Penguasa Abadi.


Lai Jungye terdiam sesaat setelah bercerita tentang hal itu.


Mendengar cerita dari ayahnya Lai Jungye. Lai Jungsu bertanya.


" Ayah ! Jika ceritamu tentang leluhur itu benar, apa yang harus aku lakukan bila bertemu anak Penguasa Abadi?".


tawa Lai Jungye mendengar pertanyaan anaknya Lai Jungsu.


"Pertanyaan yang sangat bagus". Lai Jungye terlihat senang lalu berkata, "Anakku Lai Jungsu, jika hal itu benar.


Dari sifat kebaikan Penguasa Abadi, pasti di turunkan ke anaknya. Sekalipun kamu pernah Menyinggungnya, maka berlututlah di hadapan anak itu.


Berusahalah menjadi orang yang di sukainya. Dia pasti akan mengampunimu".


Lai Jungye tertawa sambil melangkah menuju ruangan pribadinya. Mendengar penjelasan ayahnya Lai Jungye. Lai Jungsu menyipitkan matanya. Lalu berkata".


"Aku tidak akan menyia-nyiakan hal itu jika benar terjadi".


Lai Jungsu meninggalkan ruangan tempatnya bertemu dengan Ayahnya sekali sepekan. Ruangan itu khusus untuk bertemu dengan Ayahnya. Tidak satupun yang boleh ke ruangan itu, tanpa terkecuali.


Lai Jungsu telah memasuki ruangan seluas 150 meter persegi. Ada beberapa Penatua menunggu Lai Jungsu.


Salah seorang Penatua bertanya.


" Tuan Besar Lai !


Bagaimana keadaan Ayah Tuan Besar Lai ?"

__ADS_1


Sapa penatua bernama Jungfo.


Mendengar pertanyaan Jungfo. Lai Jungsu sedikit tenang. Semasa bersama dengan Ayahnya barusan. Kekuatan Lai Jungye tidak dapat di rasakan oleh Lai Jungsu.


Kultivasi Ayahnya Lai Jungye sangat tinggi.


"Banggg".


"Apa tuan Besar Lai tidak bercanda ?"


Tegur Yungluhai, salah seorang Penatua. Hanya orang orang yang Kultivasi rendah tidak dapat merasakan Kultivasi orang yang lebih tinggi darinya.


Tubuh para Penatua menggigil memikirkan kekuatan Tuan Besar Lai Jungye.


"Ja,, Jangan Tuan Besar Lai Jungye sudah di Alam Yitian !. Kekuatan Lai Jungye sangat mengerikan. Alam Yitian 3 tingkat di atas alam Yusen. Alam Yitian sama sekali tidak dapat di rasakan orang orang".


Mendengar ungkapan Penatua Yungluhai sangat tinggi. Lai Jungsu sedikit mengangguk, lalu berkata. "Bisa jadi di atas Alam Yitian".


" Banggg "


Semua Penatua yang di sampaikan kepada Lai Jungsu membuat mereka ketakutan. "Apakah sudah seperti itu kekuatan Tuan Besar ?".


Tubuh mereka gemetar menahan keterkejutannya.


Suasana kembali hening. Mereka terdiam memikirkan Kekuatan Dewa Perang Utara.


Penatua Jungfo berkata, "Apa tuan sudah memikirkan segalanya telah memberikan jalan kepada Lai Yuntian untuk membunuh Dewa Perang Utara ?"


Mendengar pertanyaan dari Penatua Jungfo, Lai Jungsu terdiam sejenak, lalu berkata,


"Apa Penatua Jungfo meragukan kemampuan Lai Yuntian ?"


Lai Jungsu lanjut berkata, "Banyak hal yang tidak kita ketahui. Dengan kepergian Lai Yuntian ke Hua Xia untuk membunuh Dewa Perang Utara, baru kita dapat mengetahui siapa lawan kita. Memangnya sebesar apa Kekuatan Dewa Perang Utara".


Mendengar perkataan Lai Jungsu, Penatua Jungfo mengangguk kecil. "Tuan Jungsu",


Salah seorang Penatua bernama Lingwang Dung berkata. "Kita harus memiliki rencana lain untuk menjaga keselamatan Lai Yuntian. Harus ada yang melindunginya".


"Betul,, betul,, betul"


Serentak Penatua memberikan dukungan kepada Lai Jungsu. Mendengar saran dari Penatua Lingwang Dung. Lai Jungsu mengangguk kecil memikirkan hal itu.


"Baiklah. Aku menerima saran Penatua Lingwang Dung, kita akan mengutus Alam Yusen tingkat menengah melindungi Lai Yuntian".


Sebuah mobil sedan Limousine melaju kencang di ikuti 4 buah mobil lainnya menuju ke arah Villa. Dibarisan depan mobil terlihat seorang pejabat Negara Sangyang, dia duduk sembari menatap keluar jendela mobil sambil berharap dapat bertemu Tuan Lai Jungsu sang penguasa Negeri Sangyang.

__ADS_1


__ADS_2