Kekuatan Dewa Perang Utara

Kekuatan Dewa Perang Utara
Bab 24 Penguasa Sangyang ingin mengujiku?


__ADS_3

Barisan kedua mobil terlihat 5 pria berada dalam mobil.Ada yang memiliki Aura yang sangat menakutkan. Bahkan seorang Grandmaster tahap puncak tidak mampu menahan tekanannya.


Salah seorang berwajah yg sebelahnya di tutupi sebuah topeng unik. Wajahnya datar. Mata tertutup, seakan akan tidak akan pernah terjadi pertempuran. Namanya Kun Juang


Kun Juang berkata, "Mengapa Irox yang harus di kirim ke Hua Xia ? Bukankah banyak petarung berkekuatan Grandmaster bisa di kirim ke Hua Xia ?"


Kun Juang kembali mencibir, "Apa di Hua Xia memiliki petarung handal ? Kalau hanya Julukan Dewa Perang bagi pemuda itu terlalu berlebihan. Memangnya sebesar apa kekuatannya? Hanya sebuah kendaraan lapis baja di hancurkan dengan satu pukulan di banggakan. Negeri ini Sangyang banyak petarung melakukan hal seperti itu. Bahkan hanya dengan satu jari dapat menghancurkan kendaraan berlapis baja".


"Dengan kekuatan Irox. Sangat mudah menghancurkan besi dengan meremasnya saja. Aku pernah menyaksikan pertarungan Irox. Dengan sangat mudah Irox dapat membunuh lawannya dari Negeri Fangkiang", Sambung Kun Juang.


Juan Lu salah salah satu dari mereka berkata "Negeri Sangyang tidak pernah berselisih dengan Hua Xia. Mengapa Penguasa ingin mengusik Hua Xia ?".


Salah seorang pria berambut panjang, yang menutupi wajahnya. Pakaiannya seperti seorang Pemain Pedang. Nampak dari tubuhnya Kilauan cahaya seakan akan berkedip-kedip. Dia bernama Lung Kiang. Seorang yang memiliki kekuatan yang sangat mengerikan.


Setiap pertarungan Lung Kiang, lawannya tidak akan pernah bertahan lama. Semuanya cepat menghadap Raja Neraka Azura.


Bahkan Penguasa Negeri Sangyang tidak mengetahui batas kekuatan Lung Kiang.


Usia Lung Kiang memasuki 39 tahun, Akan tetapi rambutnya sebagian sudah memutih. Lung Kiang sangat menakutkan di depan Sang Penguasa Sangyang. Apalagi hanya seorang Seni Beladiri biasa.


Lung Kiang berkata "Penguasa Sangyang sangat arogan terhadap Negeri Hua Xia. Mungkin sudah saatnya melihat kedua negara menyaksikan kematian". Lung Kiang menarik nafas dalam-dalam memikirkan dampak dari perseteruan dua Negara.


Masyarakat Negeri Sangyang banyak memiliki petarung handal. Tidak sedikit yang telah menutup diri dari dunia sekuler. Bahkan banyak dari mereka termasuk beladiri Kuno.


Ada empat Negeri yang tidak akan berperang satu sama lain. Disebabkan mereka memiliki kekuatan besar yang tersembunyi.


Keempat Negeri ini tidak akan berani mengambil langkah bodoh untuk saling menyerang. Mereka akan menerima konsekuensi yang berat. Keempat Negeri ini memiliki beladiri tersembunyi.


Sebuah Mobil telah berhenti di depan kediaman Penguasa Sangyang, Lai Jungsu.


Pejabat pemerintah melihat ke segala arah. Memperhatikan setiap orang.


"Hmmm, Kekuatan tempur yang sangat mengerikan di kumpulkan di satu tempat, di kediaman Penguasa Sangyang Lai Jungsu, bahkan seorang pejabat pemerintahpun memiliki seni beladiri yang kuat" Ucap seorang pejabat bernama Qiao Fang.


Dari tubuh Qiao Fang mengeluarkan Aura Mematikan. Usianya 78 tahun'. Kultivasinya meningkat tajam. Kekuatannya di atas Alam Yusen tahap puncak. Samar samar memasuki Alam Duyun tahap Awal. Angin kencang membuat bajunya berkibar, menampakkan kegagahan dalam dirinya. Walaupun usianya telah 78 tahun, namun kegagahan masih terlihat di wajahnya.


Penguasa Sangyang mengerutkan keningnya. Merasakan Aura yang sangat kuat. Di liputi beberapa master Alam Yusen dan Alam Qindong.

__ADS_1


Rana beladiri terbagi beberapa tingkatan


Tingkat Wiyun, Dojo, Master, Grandmaster, Alam Yusen, Alam Duyun, Alam Qindong, Alam Yitian, Alam Sain, Alam Saiya, Alam Dewa. Puncaknya masih ada beberapa kekuatan teratas yang di miliki para petarung langit.


Bisa di bayangkan kekuatan Qiao Fang. Seorang Penguasa Sangyang merasakan sedikit tekanan. Para pengawal yang menjaga Villa tersenyum kecut. Salah seorang dari mereka mencibir, "Hanya sekelompok cacing, berani mengemban tugas ke Hua Xia".


Hua Xia seperti air tenang tapi membunuh. Dari dahulu, para leluhur selalu mengingatkan agar menjauhi Negeri Hua Xia. Jika sudah masuk ke dalamnya, maka sangat sulit terlepas dari lilitan kematian. Pengawal menarik nafas dalam-dalam, lalu lanjut berkata, "Keberadaan Desa kuno, Kerajaan Kuno, Yang paling mematikan Desa tersembunyi atau di sebut Desa Kematian. Desa itu sampai sekarang tidak dapat di temukan. Hanya jodoh dan orang orang pilihan yang berkenan memasuki Desa Tersembunyi".


Seorang pria usia 26-27 tahun sudah memiliki kekuatan yang sangat mengerikan. Bahkan penjaga setiap negeri sangat takut akan keberadaannya. Qiao Fang melangkah masuk ke dalam ruang tamu kediaman Penguasa Sangyang.


Melihat Lai Jungsu. Qiao Fang membungkuk memberikan ucapan salam. Lai Jungsu mengangguk kecil dan melihat orang orang yang bersama Qiao Fang.


" Tuan Besar Lai !".


Sapa Qiao Fang, yang tuan lihat adalah petarung handal yang tersembunyi dari dunia sekuler. Mendengar perkataan Qiao Fang. Lai Jungsu, memerhatikan ke semua orang. Matanya tertuju pada satu pria berambut panjang yang telah beruban Lung Kiang.


Lai Jungsu menyerang Lung Kiang dengan sumpit. Ada sekitar selusin lebih sumpit terbang ke arah Lung Kiang. Sumpit berjarak 50 centimeter dari Lung Kiang, sumpit itu sudah tidak dapat bergerak sama sekali. Lung Kiang hanya duduk diam. tidak bergerak sama sekali.


Lung Kiang berkata, "Apa Tuan besar penguasa Sangyang ingin mengujiku ?"


Mendengar perkataan Lung Kiang, Lai Jungsu tertawa gembira. "Sewaktu bertarung denganmu kekuatanmu tidak dapat aku ukur. Sampai saat ini aku belum dapat melihat Sampai di mana Kultivasimu". Ucap Lai Jungsu.


Kindae Fung berkata, " Tuan besar Lai, izinkan aku menguji kemampuannya".


Namanya sangat dikenal di dunia beladiri. Tapi apakah kehebatannya sehebat Namanya yang terkenal. Qiao Fang merasa tidak enak hati. Dirinya takut menyinggung Lung Kiang. Qiao Fang berdiri dari kursinya.


Qiao Fang berkata, "Tuan besar Lai, tolong jangan paksakan Tuan Lung Kiang untuk bertarung". Mendengar perkataan Qiao Fang.


Kindae Fung mencibir, " Apa kalian takut ?".


Belum sempat ucapan Kindae Fung selesai.


Dung Kwai salah satu beladiri tingkat Alam Duyun tahap menengah menyerangnya.


Dung Kwai menghilang di tempatnya.


" Bunggg,,,"

__ADS_1


Lantai dan kursi di sampingnya hancur.


Dung Kwai menghilang, kecepatannya sangat cepat. Dung Kwai melancarkan pukulannya mengarah ke dada Kindae Fung.


Lai Jungsu melihat hal ini tersenyum puas. Dalam hati berkata, "Orang orang yang mengikuti jalan Qiao Fang sangat menakutkan. Negeri Sangyang sangat beruntung memiliki orang orang seperti ini".


Walaupun Qiao Fang sangat keras kepala untuk di tekan, tapi kontribusinya terhadap Negeri Sangyang sangat besar. Melihat pukulan Dung Kwai mendekat kepadanya. Kindae Fung menghilang di tempatnya.


Lantai di bawahnya langsung hancur, membentuk cekung, lantai yang hancur beterbangan ke mana mana.


Kekuatan kedua belah pihak sangat mengerikan dan menakutkan. Kekuatan Dung Kwai meningkat tajam. Hanya satu pukulan tingkat rendah sudah membuat benda di sekitarnya beterbangan dan hancur.


Villa sampai bergetar terkena pukulan


Dung Kwai. Lubang membentuk 3 meter persegi. "Ha,, ha,, ha"


Lai Jungsu tertawa keras.


"Cukup, cukup. Apa kalian tidak menghormatiku sebagai pemimpin kalian ?". Ucap Lai Jungsu. Dung Kwai terlihat tenang. Wajahnya acuh tak acuh. Tangannya di lipat kedepan dada. Menampakkan seperti Dewa Kematian.


Pedang yang berada di punggungnya sangat menakutkan. Tidak satupun yang mampu menahan ketajamannya. Kindae Fung merasakan sedikit tekanan dari Aura Dung Kwai. Dirinya tidak menyangka pihak lawan sangat kuat. Pukulan hanya tingkat rendah sudah begitu mengerikan.


Kini sikap Kingdae Fung hilang seketika. Dirinya tidak dapat berbuat banyak menghindari serangan lawan. Di antara mereka berlima Dung Kwai yang memiliki Kultivasi sangat rendah sudah sangat menakutkan kekuatannya. Bukankah yang empat lebih menakutkan lagi?.


Memikirkan hal ini. Wajah Kindae Fung muram. Dirinya tidak dapat berkata kata lagi. Jika pertarungan di lanjutkan sudah pasti dirinya akan mati. Tanpa berbasa basi


Qiao Fang berdiri lalu berkata.


"Tuan besar Lai, Tuan menyuruh kami datang. Ada perintah apa ?". Mendengar pertanyaan Qiao Fang. Lai Jungsu berkata, "Tuan Qiao !.


Ada hal penting yang harus di bicarakan. Tapi tentunya aku memanggil semua Petarung dari seluruh Negeri Sangyang".


Qiao Fang menyipitkan matanya, lalu berkata


"Ada hal penting apa Tuan Besar Lai ?".


Lai Jungsu berkata, "Kita tunggu dulu beberapa orang lagi Tuan Qiao".

__ADS_1


Qiao Fang mengangguk kecil lalu berkata. "Kalau Tuan besar Lai sudah berkata seperti itu. Maka itulah keputusannya. Kami akan ikut menunggu orang orang yang Tuan Besar Lai panggil".


__ADS_2