Kekuatan Dewa Perang Utara

Kekuatan Dewa Perang Utara
Bab 60 Memasuki Jebakan Maut


__ADS_3

Di kejauhan terlihat perang sedang berkecamuk. Liu Yan dan Petarung Tersembunyi membantai Pasukan Negara Gabungan. Baik dari para Petarung maupun para tentara Negara Gabungan mati mengenaskan.


Suasana begitu mencekam. Pemandangan sangat tidak enak di pandang. Bau amis tercium di beberapa titik akibat darah di mana mana.


Kekuatan Petarung Tersembunyi sesuatu yang sangat mengerikan bagi musuh musuh Hua Xia. Mereka tidak mampu membendung serangan Petarung Tersembunyi.


Xin Chen dengan kecepatan tinggi segera memasuki Medan pertempuran. Bagi Xin Chen, Kekuatan Alam Beladiri Saiya sudah tidak ada apa apanya.


Xin Chen melihat kobaran api yang sangat tinggi akibat ledakan hantaman senjata berat Artileri dan Rudal.


Ribuan tentara Negara Gabungan mati. Sangatlah tidak mungkin Petarung yang memiliki kekuatan sangat Tinggi dapat di hadapi oleh tentara biasa.


Pertempuran jarak dekat sangat mengerikan. Diu Zhung dan Pedangnya membantai Pasukan Negara Gabungan dengan sangat mudah.


Seorang Petarung bermata merah, memiliki mata Elang, bernama Kajaz telah memerintahkan kepada Jenderal Azack untuk menunggu Pasukan Hua Xia mendatanginya.


Kajaz berkata," Kita akan menunggu mereka sampai memasuki jebakan maut. Persiapkan semua persenjataan, jangan ada yang sampai terlewatkan.


Xin Chen sudah memasuki pertempuran jarak dekat. Pukulannya telah membunuh banyak Pasukan Negara Gabungan. Bahkan Alat tempur dengan mudah Xin Chen menghancurkannya.


Peluru yang beterbangan ke segala arah dapat di hindari dengan sangat mudah.


Pasukan Negara Gabungan tercengang. Mata mereka seakan akan mau terlepas dari kepalanya.


Si, siapa dia ?


Mengapa Kekuatannya sangat mengerikan. Kita tidak dapat memenangkan pertempuran ini. Sebaiknya kita mundur. Ucap seorang Kapten bernama Zirax.


Seseorang yang lain ikut menimpali perkataan Kapten Zirax.


Kapten!.


Sebaiknya kita mundur secepatnya. Musuh terlalu kuat untuk di hadapi. Peluru tidak dapat membunuhnya.


Serahkan mereka kepada Petarung Phoenix. Hanya mereka yang mampu menghadapi musuh.


Mendengar perkataan salah satu bawahannya, Kapten Zirax mengangguk, lalu berkata," Perintahkan semua pasukan mundur.


Segera seluruh Pasukan Negara Gabungan mundur ke benteng pertahanan terakhir mereka.


,,,____,,,____,,,


Kembali ke markas Pertahanan Xin Chen. Kiano Fang memandang sekelompok Pasukan dan Petarung Negara Gabungan yang telah tersisa.


Kiano Fang mencibir penuh hinaan," Kalian sebaiknya tidak berbuat macam macam saat ini. Tidak lama lagi Pasukan Negara Gabungan hancur.


Kalian sebaiknya menyerah dan tunduk kepada Hua Xia. Yang kalian lawan bukanlah seseorang yang mudah di kalahkan.


Pandangan Zurran Kino dan lainnya, sangat tidak senang. Terlihat kebencian di hati mereka.


Zurran Kino berdiri lalu memancarkan Aura membunuh. Apakah markas yang penjagaan hanya segelintir tentara biasa mampu menahan kami ?


Kami dengan leluasa mampu pergi dari sini. Semua Petarung Negara Gabungan yang masih hidup satu persatu berdiri memancarkan Aura yang sangat mengerikan.

__ADS_1


Tentara yang berjaga semua merasakan tekanan hebat. Mereka tidak mampu untuk berdiri. Terasa ada sebuah beban berat di pundak mereka.


Mata Zurran Kino memerah mengeluarkan kekuatan yang sangat menakutkan.


Kiano Fang menatap penuh hinaaan kepada Zurran Kino dan Petarung lainnya.


Apakah hanya kalian yang memiliki kekuatan tempur rendah seperti itu mampu keluar dari sini ? tidak tahu diri.


Bang, bang, bang,


Sebuah ledakan kuat terpancar di bawah kaki Kiano Fang. Sebuah Aura kuat keluar di tubuhnya. Warna ke biru biruan terlihat jelas di sekujur tubuh Kiano Fang.


Semua orang tercengang. Aura kuat menekan mereka semua. Tubuh Zurran Kino dan temannya kini mendapatkan tekanan hebat. Terasa ada sebuah gunung menekannya.


Tu, Tuan.


Mengapa anda melakukan hal ini. Bukankah kami tidak pernah menyinggung anda ?


Mata Kiano Fang terlihat begitu tajam. wajahnya sangat tenang. Seakan akan dirinya tidak melakukan apa apa.


Kiano Fang menambah kekuatannya untuk memberikan pelajaran besar buat orang orang Negara Gabungan.


Semakin besar tekanan hebat yang di rasakan Zurran Kino dan lainnya. Lutut mereka tidak mampu menahan tekanannya.


Bruuukkk, Bruuukkk, Bruuukkk


Satu persatu orang orang Negara Gabungan berlutut.


Mata mereka menegang menahan tekanan Aura yang sangat kuat. Darah mengalir di hidung mereka.


Ini, ini kekuatan apa ?


Mengapa sangat kuat. Tubuhku tidak mampu untuk menahannya. Ucap Yunox Brown


Apakah dia seorang Super Saiya ? Mengapa tekanan ini sangat kuat.


Yunox Brown merasa kesakitan yang luar biasa.


Para tentara yang menyaksikan orang orang Negara Gabungan menderita. Mereka sedikit takut. Jika mereka berada di antara orang orang Negara Gabungan maka sudah pasti mereka akan merasakan siksaan itu.


Pandangan Kiano Fang sangat tajam. Dengan sikap tenang, Kiano Fang tidak melepaskan Aura yang menekan Petarung Negara Gabungan.


Ekspresi wajah Cintia Fang sedikit kasihan dengan orang orang itu.


Cintia Fang berkata," Kakek sebaiknya melepaskan mereka". Biarkan mereka hidup. Kali ini mereka pasti tidak akan melakukan kesalahan yang sama.


Kiano Fang tampak acuh tak acuh dengan ucapan cucunya Cintia Fang.


Kiano Fang mencibir, "Mereka hanya sekumpulan semut yang sangat mudah di hilangkan". Jika semut berusaha mengigitku. Maka sebaiknya mereka secepatnya di hilangkan saja.


Cintia Fang tidak berkata kata lagi.


Tuan, Ampuni kami yang buta melihat anda. Ucap seorang Petarung Alam Beladiri Yusen Tahap Akhir bernama Yuan Ding.

__ADS_1


Wajah Yuan Ding sangat pucat. Tubuhnya mengeluarkan Aura Kuat untuk menahan tekanan besar dari Kiano Fang.


Kiano Fang berkata," Apa kalian menganggap perkataanku hanya sebuah lelucon belaka ?".


Tuan !.


Tegur Zurran Kino.


Aku akan memenuhi semua keinginan Tuan asalkan kami di berikan kesempatan untuk hidup.


Aku sudah memberikan kesempatan buat kalian untuk hidup akan tetapi kalian berusaha mengigitku.


Tubuh Kiano Fang berdiri tegak, bak sebuah tombak yang tertancap mengeluarkan sinar terang.


Bajunya yg berwarna kombinasi biru putih, menampakkan Aura yang sangat kuat.


Kiano Fang berkata kepada para tentara yang bertugas menjaga markas agar menahan mereka semua.


Zurran Kino dan lainnya telah di tahan oleh Pasukan Hua Xia. Mereka di masukkan ke dalam sel tahanan yang sangat kuat.


Duar, duar, duar,


Sebuah Pukulan dari Xin Chen dan Petarung Tersembunyi mengenai berbagai alat berat dan kendaraan lapis baja. Semua menjadi sasaran keganasan Xin Chen dan Petarung Tersembunyi.


Lebih 20 ribu Pasukan dan Petarung Negara Gabungan mati mengenaskan dalam waktu singkat. Di pihak Negara Hua Xia, tentara yang mati sekitar 600 orang.


Xin Chen memberhentikan pertempuran. Xin Chen berdiri di atas salah satu bangunan. Dirinya menatap sekelompok orang yang mengeluarkan Aura Kuat.


Yu Gongxi berdiri di samping Xin Chen.


Tuan Xin, tegur Yu Gongxi.


Xin Chen berkata," Kakek Yu".


Sepertinya pihak lawan sangat kuat. Mereka menunggu kedatanganku. Kali ini jangan gegabah. Biarkan aku yang akan bertarung melawan orang orang itu.


Yu Gongxi mengangguk kecil menatap Xin Chen. Tuan Xin harus hati hati. Ucap Yu Gongxi. Sepertinya pihak lawan memasang perangkap.


Segera Xin Chen memerintahkan Liu Yan dan Pasukan Serigala untuk membuat pertahanan tempur.


Tuan Liu," Kalian jangan menyerang mereka lagi. Buatlah garis pertahanan jika sewaktu-waktu keadaan darurat. Aku dan Petarung Tersembunyi akan memasuki benteng pertahanan mereka.


Perintahkan Rudal di arahkan ke pertahanan mereka. Jika kami tidak kembali dalam waktu 5 jam. Maka tembakkan rudal dan Artileri skala besar ke pertahanan mereka.


Baik Panglima.


Jawab Liu Yan


Setelah menginstruksikan Liu Yan. Xin Chen segera menghilang di tempatnya. Segera Xin Chen bergerak menuju sekelompok orang orang Negara Gabungan.


Yu Gongxi berkata, kepada Niang Su dan Chang Yi" Kalian segeralah menyusul


Xin Chen, Jangan membuat orang lain membuatnya terluka.

__ADS_1


Niang Su dan Chang Yi menyusul Xin Chen. Dengan kecepatan tinggi mereka berdua menyusul Xin Chen.


Segera Rantauk dan yang lainnya mengikuti Niang Su dan Chang Yi.


__ADS_2