Kekuatan Dewa Perang Utara

Kekuatan Dewa Perang Utara
bab 19 Pasukan Bayangan


__ADS_3

Di kediaman Paman Fei dan Bibi Lie Lian Terdengar suara mobil Off-Road berhenti di depan halaman rumah Paman Fei.


Seorang pria berumur 35 tahun, di ikuti 9 pengawal melangkah melewati taman.


Dengan penuh kesombongan melangkah ke depan pintu rumah Paman Fei.


Namanya Han Jiang. Dia seorang ketua Gengster.


Han Jiang berdiri tepat di depan pintu masuk rumah Paman Fei. Tanpa berkata sedikitpun, Han Jiang menendang pintu rumah.


"Duarrr"


Paman Fei dan Bibi Lie Lian tercengang melihat pintu rumahnya hancur di tendang seseorang.


Paman Fei berkata "Kamu siapa ?" Han Jiang memicingkan matanya dan segera lari ke arah Paman Fei. Han Jiang ingin mencengkram leher Paman Fei. Tangannya sangat dekat dengan leher Paman Fei.


Melihat Paman Fei ingin di sakiti. Bibi Lie Lian berteriak histeris "Suamikuuuu"


Tubuh Bibi Lie Lian lemas akibat ketakutannya.


"Buk,, buk,, buk,," Terdengar suara benturan yang sangat keras, tubuh Han Jiang melayang menabrak dinding rumah.


"Braakkk..."


Ada yang terasa mengalir di tenggorokan Han Jiang. Dirinya memuntahkan darah segar. Tubuhnya sedikit terluka akibat beberapa pecahan kaca dan kayu yang menggoresnya.


Han Jiang menggertakkan giginya dengan penuh kemarahan. Han Jiang berkata


"Siapa yang telah berani memukulku ?"


Terlihat ada 4 orang berdiri di samping Paman Fei. Han Jiang tercengang.


"Sejak kapan pria itu ada di samping orang tua itu ?"


Melihat ketuanya melayang jauh dan terluka,


para pengawal Han Jiang hanya tercengang, mereka membelalakkan matanya seakan tidak percaya melihat ketuanya melayang.


Paman Fei sedikit bingung. Dalam hati bertanya, "siapa mereka ini dan dari mana asal mereka ?"


Bibi Lie Lian tercengang melihat ke empat pria bertopeng berdiri di sisi suaminya.


"Si,, Siapa mereka dan sejak kapan mereka ada disini?"


Pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan oleh Bibi Lie Lian.


Paman Fei menoleh ke arah pasukan khusus penuh tanda tanya.


Mereka telah di perintahkan oleh Xin Chen menjaga Paman Fei dan Bibi Lie Lian.


Paman Fei berkata "Siapa kalian Tuan tuan ?"


Salah seorang berkata kepada Paman Fei.


"Kami telah di perintahkan oleh Tuan Muda Xin Chen untuk menjaga Tuan dan Nyonya".

__ADS_1


Mendengar jawaban Pasukan Khusus.


Paman Fei sedikit kaget. Dalam hati bertanya "Siapa sebenarnya Xin Chen dan mengapa dirinya begitu mengejutkan? Apa sebenarnya yang disembunyikan oleh Xin Chen ?"


Paman Fei semakin penasaran kepada Xin Chen. Paman Fei mengerutkan keningnya.


Banyak hal yang akan di tanyakan kepada Xin Chen. Paman Fei sedikit membungkuk memberikan ucapan terima kasih.


"Tuan, tuan, Aku sebagai paman Xin Chen mengucapkan terima kasih banyak karna telah menolongku".


Melihat Paman Fei membungkuk, keempat pasukan khusus tercengang.


Mereka takut membuat paman Panglima Muda merendahkan diri di hadapan mereka.


"Tuan Fei, jangan seperti itu".


Jangan terlalu sungkan kepada kami. Ini sudah tugas kami" Ucap salah seorang bernama Gu Zou. Gu Zou seorang pemimpin dari keempat pasukan khusus yang di tugaskan oleh Xin Chen untuk menjaga Paman Fei dan Istrinya.


Gu Zou memberikan perintah kepada ketiga pasukan khusus.


"Patahkan ke dua tangannya, berikan mereka pelajaran. Cari Informasi siapa dalang dari kejadian ini".


"Baik ketua" Ucap ketiga pasukan khusus.


Dengan kecepatan tinggi, ketiga pasukan khusus menghilang di tempatnya.


"Buk, buk, buk" 9 pengawal yang belum pulih dari keterkejutannya, melayang jauh.


Mereka terlempar keluar rumah, menabrak dinding rumah Paman Fei.


Gu Zou berkata, "Bawa dia!".


"Baik ketua" Jawab ketiga pasukan khusus


Gu Zou berkata kepada Paman Fei.


"Tuan Fei, kami mohon maaf membuat tuan khawatir dan rumah tuan berantakan".


Mendengar perkataan Gu Zou. Paman Fei menggelengkan kepalanya lalu berkata,


"Tidak,, tidak,, tidak. Kalian tidak bersalah. Aku sangat berterima kasih karena kalian telah menolong kami".


Bibi Lie Lian berkata, "Tuan, terima kasih banyak telah menolong suamiku. Jika tuan tidak ada. Mungkin suamiku telah terluka".


Gu Zou berkata "Nyonya terlalu sungkan. Aku pamit dulu" Gu Zou berpamitan dan membawa Han Jiang untuk di tanyakan siapa yang telah menyuruhnya melakukan kejahatan.


Negeri Sangyang, Di belakang meja besar. Duduk seorang pria tua, berusia 80 tahun.


Tampak dari tubuhnya mengeluarkan Aura sangat mengerikan. Tatapannya membuat orang orang di sekitarnya menundukkan pandangan penuh rasa takut.


Kedudukan dia di negeri Sangyang sangat tinggi. semua pejabat pemerintah takut kepadanya. Dia memiliki pasukan tempur khusus 800 ribu secara pribadi. pasukan negara mencapai 1,5 juta orang. Dirinya banyak merekrut beladiri di dunia. Dirinya begitu di hormati. jika dia berada di suatu ruangan. Maka tidak ada satupun dari orang orang akan berani berbicara. Namanya Lai Jungsu. Seorang penguasa negeri Sangyang


Lai Jungsu berkata "Siapa di antara kalian yang ingin mengambil tugas ini ? Aku ingin kalian membunuh Xin Chen!".


Semua terdiam mendengar perkataan Tuan Lai Jungsu. Mereka tidak mampu terburu buru mengemban tugas ini.

__ADS_1


Lawan di Hua Xia sangat kuat. Mereka tidak boleh gegabah dalam bertindak.


Salah seorang berdiri dari 15 pembesar pemerintah dan 25 Bangsawan yang hadir di pertemuan itu.


"Tuan Lai, izinkan aku mengerjakan tugas ini". Seorang pria paruh baya berdiri dengan Aura sangat kuat. Dirinya salah satu seorang pejabat pemerintah sekaligus seorang petarung beladiri tahap Grandmaster puncak.


Sebenarnya Grandmaster di bagi Tiga. awal, menengah dan puncak. Dari ketiga, terbagi tahapan bintang satu, bintang dua dan bintang tiga. Kekuatan Grandmaster puncak sangat mengerikan. Sangat sedikit Grandmaster tahap puncak. Aura yang mengerikan terpancar dari tubuhnya. Namanya Lai Yuntian. Dia adalah Keturunan dari Keluarga Lai di Sangyang. Kerabat dari Lai Jungsu.


Semua orang menatapnya penuh kekaguman. Bukan karena kekuatannya, akan tetapi keberaniannya ingin membunuh Xin Chen Sang Dewa Perang Utara di Hua Xia.


Dia menatap ke arah penguasa negeri Sangyang Lai Jungsu.


Lai Jungsu berkata, "Apakah kamu siap menghadapinya ? Lawanmu di Hua Xia sangat mengerikan, dari informasi, kekuatannya belum dapat di ketahui.


Aura di tubuh Xin Chen tidak dapat kamu lihat".


"Tuan, Aku mengerti. Aku akan mengirim beberapa Grandmaster dan seorang Pasukan Bayangan".


"Banggg"


Orang orang di ruangan tercengang hingga tidak dapat berkata apa-apa. Bukankah pasukan bayangan kekuatannya di atas para Grandmaster. Kekuatan Pasukan Bayangan Sangat menakutkan. Bahkan Grandmaster hanya seekor semut di hadapan Pasukan Bayangan.


Hanya Penguasa dan orang orang yang terlibat dengan Pasukan Bayangan yang tahu kekuatan Pasukan Bayangan. Mendengar perkataan Lai Yuntian, Lai Jungsu menyipitkan matanya, lalu bertanya.


"Apa kamu sungguh dapat mengendalikan Pasukan Bayangan ?" Lai Jungsu lanjut berkata "Bukankah mereka tidak dapat di kendalikan ? Jika kamu punya cara, pimpin mereka ke Hua Xia untuk membunuh Xin Chen tapi berhati-hatilah terhadap Xin Chen.


Jangan pernah menekan Pasukan Bayangan".


Mendengar pertanyaan Penguasa Lai Jungsu. Lai Yuntian terdiam sejenak, lalu berkata.


" Tuan, jangan khawatir. Aku punya cara mengendalikan Pasukan Bayangan".


Semua orang orang yang mendengar penjelasan Lai Yuntian semakin tercengang


Penguasa Lai Jungsu berkata.


"Baiklah jika seperti itu. Persiapkan semua rencanamu dengan baik. Jangan gegabah dalam bertindak. Kembalilah dengan hidup!


Jika kamu tidak dapat mengalahkan Dewa Perang Utara. Jangan paksakan diri. Kamu harus tetap kembali ke negeri Sangyang!".


Mendengar penjelasan Penguasa Sangyang. Lai Yuntian berkata, "Baik tuan".


"kring,,. kring,, kring"


Suara telefon Xin Chen berdering.


Xin Chen mengerutkan keningnya melihat panggilan telefon. Xin melihat panggilan dari seorang pejabat negara bernama Yungfei seorang pejabat Pertahanan Negara.


Xin Chen masih bersama dengan Nona Cai Ning di lokasi pembangunan. Melihat ada panggilan telefon masuk.


Xin Chen mengangkat telefon.


"Halo Panglima Muda". Terdengar suara Yungfei menyapa dari ujung telefon.


Xin Chen menjawab. "Tuan Yungfei, ada apa menelfonku ? Sepertinya ada hal penting".

__ADS_1


"Iya Panglima Muda". Jawab Yungfei


__ADS_2