Kekuatan Dewa Perang Utara

Kekuatan Dewa Perang Utara
Bab 59 Tuan Kiano Fang dan Cintia Fang


__ADS_3

Kiano Fang tersenyum lembut melihat Xin Chen. Ekspresi Xin Chen tetap datar. Tanpa ada ekspresi sedikitpun.


Semua orang yang melihat kejadian itu terkejut.


Petinggi Negeri bernama Song Gu berkata," Tuan !". Siapakah anda yang meminta pengampunan buat musuh Hua Xia. Dia harus mati. Jika di berikan kehidupan, kelak mereka akan datang membunuh orang orang Hua Xia.


Orang orang yang memandang kejadian itu memberikan banyak pendapat. Bagi tentara Hua Xia adalah kemenangan jika menghabisi musuh musuhnya. Sedangkan bagi Negara Gabungan adalah kehidupan baru.


Para Jenderal melihat hal ini terkejut. Mereka belum pernah melihat Kiano Fang. Dari sikap tenang Kiano Fang pasti seorang yang sangat terhormat.


Tuan. Tegur seorang Jenderal Bintang 1 bernama Kwai Lao.


Raut wajah Kwai Lao sangat tegas, memiliki wibawa yang sangat tinggi. Kwai Lao juga seorang petarung handal. Walaupun kekuatan tempurnya berada di Alam Beladiri Yitian Tahap Awal.


Bagi dunia Sekuler seorang Petarung Alam Beladiri Yitian sangat menakutkan dan cukup berbahaya untuk di hadapi.


Kwai Lao bertanya!. Siapa anda ? Apakah anda seorang Pejabat Negara ? Mengapa anda bisa berada di Medan Perang ?


Xin Chen masih tetap tenang. Dirinya masih diam mengamati Tuan Kiano Fang dan orang orang di sekitarnya.


Kiano Fang hanya terdiam mengamati Petinggi Negara dan Jenderal Kwai Lao yang bertanya kepadanya.


Tuan tuan. Mohon maaf jika kedatanganku membuat kalian terkejut dan membuat kalian cemas.


Aku Kiano Fang, dan ini cucuku bernama Cintia Fang. Kami berasal dari Negara Jiuzang.


Banggg,,,


Semua orang tercengang. Mengapa seseorang dari Negeri Jiuzang bisa datang ke Hua Xia ? Para Jenderal dan Petinggi Negara saling bertatapan, penuh tanda tanya.


perasaan penasaran menyelimuti fikiran mereka.


Ada urusan apa orang dari Negeri Jiuzang ingin mencampuri peperangan ini ? Apa mereka ingin ikut terlibat peperangan ini ?


Xin Chen mengerutkan keningnya mendengar jawaban Kiano Fang. Xin Chen tersenyum, lalu bertanya. Tuan !. Ada hubungan apa anda dan para bajingan ini ? Apakah Tuan berusaha menyelamatkan nyawa mereka ?


Kiano Fang tersenyum lembut lalu menjawab. Tuan Xin !. Aku tidak berusaha melindungi Tuan Muda Zurran Kino. Akan tetapi aku berusaha menjaga kehormatan Tuan Xin.


Xin Chen semakin penasaran dengan perkataan Kiano Fang. Xin Chen berbisik dalam hati, "Apa orang Tua ini mengetahui sesuatu yang besar tentang diriku?". Mengapa dia berkata seperti itu.


Xin Chen mengerutkan keningnya memikirkan hal ini.


Kiano Fang melanjutkan perkataannya, "Jika Tuan Xin ingin membunuh Tuan Muda Zurran Kino, aku tidak akan menghalangi. Tapi jika membunuh mereka, Apakah ada keuntungan besar Tuan Xin dapatkan ?


Tuan Xin!.


Tegur Kiano Fang. Ketahuilah!.


Mereka mereka ini tidak layak mati di tangan seseorang seperti anda. Walaupun Zurran Kino seorang Tuan Muda di Negeri Selatan, tapi mereka tidak pantas untuk mati di tangan anda. Musuh yang sebenarnya sudah tidak lama lagi anda akan melihatnya.


Banggg,,,

__ADS_1


Jenderal Kwai Lao mencibir. Tuan!. Apa maksud perkataan anda. Apakah peperangan ini hanya sebuah lelucon.


Begitu banyak kematian hari ini di tampakkan. Apakah peperangan ini hanya sebuah candaan bagi anda ?


Wajah Kwai Lao memerah menahan amarah. Dirinya merasa tidak memahami perkataan Kiano Fang.


Cintia Fang yang sedari tadi terdiam. Kini mengangkat suara. Kalian jangan banyak bertanya. Kakekku akan menjelaskan sesuatu kepada Tuan Xin. Mereka hanya perlu berbicara secara berduaan saja.


Pembicaraan itu di lakukan sebab ada hal yang sangat penting dan tidak dapat orang lain tahu sedikitpun.


Cintia Fang menghadap Xin Chen lalu berkata, "Tuan!" Izinkan kakekku berbicara dengan Anda secara pribadi.


Xin Chen melepaskan cengkraman tangannya dari Zurran Kino. Tanpa banyak bertanya. Xin Chen melangkah menuju ke tempat lebih sunyi.


Kiano Fang mengikuti Xin Chen dari arah belakang.


Di sisi lain.


Pertempuran hebat sedang terjadi. Suara dentuman alat berat dan Tank menghantam ke arah musuh. Rudal rudal meledak di mana mana. mayat mayat berserakan seperti binatang yang terbunuh tanpa ampun.


Begitu banyak mayat mayat berjatuhan. Mereka mati secara mengenaskan. Kematian di pihak Negara Gabungan Kebanyakan tubuh mereka sudah tidak utuh.


Liu Yan dan Diu Zhung beserta Pasukan Serigala merengsek masuk ke dalam barisan musuh. Kecepatan Diu Zhung sangat mengerikan. Gerakannya tidak dapat di lihat, hanya seberkas cahaya ketika sedang menyerang musuh.


Pedang Diu Zhung sangat tajam. Bahkan besi dapat di belah oleh pedang Diu Zhung. Di tambah Beladiri yang sangat menakutkan. Musuh musuhnya begitu cepat mati.


Keadaan yang sama di sisi Rantauk. Penyerangnya begitu mudah membunuh Tentara Negara Gabungan. Bahkan seorang Petarung Alam Beladiri Yusen mati dengan cara mengenaskan.


Liu Yan dan Pasukan Serigala beserta Petarung Tersembunyi mampu mengalahkan Pasukan Negara Gabungan dengan mudah. Alat tempur musuh telah hancur berkeping keping. Mayat di mana mana dengan jumlah ribuan orang mati dalam sekali serangan.


Segera Jenderal Azack memerintahkan 25 Petarung di Alam Beladiri Yitian dan Sain menghadang mereka.


Segera 25 Petarung handal mereka menuju ke Medan pertempuran menghadang Petarung Tersembunyi dan Liu Yan serta Pasukan Serigala terlatih.


,,,____,,,____,,,


Kembali ke Xin Chen. Para Jenderal dan Petinggi Negara Hua Xia sedikit penasaran. Kwai Lao bertanya kepada Petinggi Negara dan Jenderal lainnya.


Tuan, Tuan,


Ada hal apa sehingga Panglima Tertinggi ingin berbicara dengan orang Tua itu ? Semua terdiam dan menggelengkan kepalanya.


Xin Chen tersenyum kepada Kiano Fang. Xin Chen bertanya, " Tuan !. Apa tujuan anda datang kemari ? Ada kaitan apa antara anda dan kami yang sedang berperang ?


Kiano Fang terdiam sesaat. Membuat suasana hening. Kiano Fang menarik nafas dalam dalam.


Kiano Fang menjawab.


Setiap anda marah, terlihat garis biru di pipi tuan Xin bukan ?


Xin Chen mengangguk. Mengapa anda mengetahuinya ?

__ADS_1


Kiano Fang lanjut bertanya," Setiap anda bertarung dengan lawan yang sangat kuat. Di situ pula Kekuatan Alam Beladiri anda meningkat.


Xin Chen kembali mengangguk. Iya Tuan !


Apakah sampai saat ini anda belum mengetahui siapa ayah anda ?


Xin Chen semakin penasaran dengan ucapan Kiano Fang. Tuan!. Tegur Xin Chen. Tolong tuan menceritakan semuanya tentang diriku!.


Kiano Fang tersenyum lalu berkata, "Untuk saat ini anda belum bisa mengetahui siapa diri anda. Akan tetapi suatu hari nanti jika musuh yang sebenarnya telah datang. Anda pasti mengetahui siapa diri anda sebenarnya.


Kiano Fang mengeluarkan sesuatu dari saku tasnya. Seorang Pria menitipkan benda ini untuk anda. Kelak anda akan bertemu dengannya.


Sebuah kotak yang sangat mewah yang di terima oleh Xin Chen.


Xin Chen membuka kotak itu. Ada sebuah tulisan di kotak itu, Penguasa Langit. Xin Chen membuka kotak itu dengan hati hati. Sebuah Giok berbentuk Burung Phoenix yang ukurannya kecil yang memancarkan cahaya sangat besar. Energi yang di keluarkan Giok itu sangat kuat. Membuat tubuh Xin Chen mendapatkan tekanan hebat.


Tu, Tuan. Ini benda apa ? Mengapa sangat kuat ? Aura yang di pancarkan begitu menakutkan. Tekanannya sangatlah Besar.


Kiano Fang tersenyum lembut. Dirinya tidak merasakan tekanan sedikitpun.


Xin Chen yang memerhatikan senyuman Kiano Fang, bertanya tanya. Mengapa dirinya tidak merasakan apa apa ?


Jangan, jangan,,,


Tuan,,,


Kiano mengangguk.


Anda tidak merasakan sedikitpun tekanan dari benda itu.


"Iya! Jawab Kiano Fang".


Memikirkan hal ini. Xin Chen tercengang hebat. Wajahnya memucat menahan rasa penasaran.


Kiano Fang melangkah memegang pundak Xin Chen. Aku sudah katakan kepadamu. Semua kini terserah padamu. Semoga kamu bisa memahaminya.


Xin Chen mengangguk kecil. Terima kasih banyak Tuan atas petunjuknya. Giok itu adalah Giok Langit. Hanya orang orang tertentu yang bisa menyentuhnya.


Xin Chen ingin membungkuk di hadapan


Kiano Fang. Akan tetapi, segera Kiano Fang mengangkat Xin Chen. Kiano Fang berkata, " Jangan melakukan hal hal yang akan membuatku terbunuh.


Berdirilah !.


Kembalilah ke pasukanmu, segeralah membantu pasukanmu di barisan depan. Kemungkinan mereka dalam masalah besar.


Aku akan segera pergi dari sini.


Baik Tuan !. Ucap Xin Chen


Xin Chen bergegas kembali menemui Para Jenderal dan Petinggi Negara. Xin Chen berkata," Tangkap mereka yang masih hidup. kurung mereka dan perketat penjagaan".

__ADS_1


" Baik Panglima ". Ucap seorang Jenderal yang bertugas menjaga keamanan markas besar di perbatasan Utara.


Xin Chen memerintahkan yang lain agar mengikutinya menyerang musuh. Segera Xin Chen menghilang di tempatnya menuju pertahanan musuh.


__ADS_2