
Orang orang yang terhalang perjalanannya menyaksikan perkelahian dua kelompok. Mereka saling bertanya tanya. "Siapa mereka ? Mengapa mereka berkelahi di jalanan ?".
Wajah Huang Lu merah karena marah. Huang Lu berteriak. "Bunuh anak itu!"
Beberapa pengawal menyerang Fei Qian. Teman teman Fei Qian pun ikut membantu. Terjadilah perkelahian kelompok pemuda dengan pengawal Huang Lu.
Walaupun jumlah Fei Qian sekitar 17 orang. Mereka akan mengalami kekalahan karna lawan mereka memiliki keahlian bertarung. Pengawal Huang Lu sangat gesit dalam berkelahi.
" Brukk,,,"
Tubuh Fei Qian terjatuh ke tanah.
"Bakkk,,, Bukkk" Pukulan demi pukulan mengenai tubuh Fei Qian dan teman temannya.
Xin Chen melihat keadaan seperti itu masih tersenyum. Dalam hati berkata, "Ternyata keponakan Paman Fei sangat pemberani. Memiliki teman teman yang tangguh. Walaupun babak belur, tetap tidak menyerah".
Darah mengalir di kepala mereka. Bahkan ada yang muntah darah.
"Jangan ampuni mereka. Aku ingin nyawa mereka !". Teriak Huang Lu. Xin Chen menyipitkan matanya melihat sikap bengis Huang Lu. Ketika Fei Qian ingin di tebas pakai golok. Fei Qian sudah pasrah. Dirinya tidak dapat menghindari serangan pihak lawan.
Xin Chen segera bertindak. Jarinya di jentikkan.
"Plakkk,"
Terdengar suara. Sebuah kerikil menembus lengan pengawal itu. Golok itu jatuh ke tanah.
"Aahkkk,,"
Suara kesakitan dari pengawal yang memegang golok. Teriakan yang sangat memilukan. Orang orang tercengang melihat keadaan pengawal itu. Fei Qian berkata, "Apa yang terjadi ? Mengapa pengawal itu terluka ? Siapa yang melakukannya".
Xin Chen masih menutupi dirinya di antara kerumunan orang. Dirinya tidak ingin di kenal Fei Qian dan orang orang yang ada di sekitar kejadian.
Huang Lu dan pengawal lainnya tercengang. seakan akan rahang mereka akan terlepas dari mulutnya.
"Ke,, kenapa bisa ? Siapa yang melakukannya ?"
Semua orang melihat kesegala arah mencari siapa yang melakukan tindakan seperti itu.
Wajah Huang Lu sangat tidak mengenakkan di pandang. Sedangkan Fei Qian dan teman temannya, terlihat senang.
"Kalian semua!"
Teriakan Huang Lu kepada pengawalnya. "Cepat cari siapa yang telah melakukannya. Aku ingin kalian membunuhnya !".
Mereka mencari kesegala arah tapi tidak menemukannya. Wajah Huang Lu semakin merah. Dengan Aura membunuh. Huang Lu memerintahkan pengawal untuk membunuh Fei Qian dan teman temannya.
Segera seorang dari pengawal berkata. "Tuan Muda! Biar aku saja yang mengatasi hal ini".
Namanya Jungfang. Seorang Alam Beladiri Dojo. Segera Jungfang bergerak. Tubuh Jungfang sangat agresif, sangat lihai dalam bergerak. Jungfang sudah berada tepat di depan Fei Qian dengan jarak 3 langkah.
Jungfang tersenyum penuh kebencian. "Anak muda, katakan kata kata terakhirmu sebelum aku mengirimmu ke neraka".
Mendengar perkataan Jungfang. Fei Qian tertawa mendengarnya. "Hanya sampah yang selalu menempel sama mahluk rendahan ingin membuatku takut. Jangan Harap!".
__ADS_1
Mendengar penghinaan Fei Qian. Tendangan di arahkan ke kepalanya. amarah Jungfang sangat kuat, tanpa belas kasihan. Dirinya menggerakkan kekuatannya sepenuhnya.
Kaki jungfang sangat dekat. hanya berjarak 10 cm dari wajah Fei Qian.
" Bukkk,,,"
Tubuh Jungfang melayang 11 langkah.
"Brukkk"
Tubuh Jungfang menghantam mobil yang terparkir. Sebelum tubuh Jungfang jatuh ke tanah, Jungfang sudah pingsan lebih dahulu.
" Banggg,,,"
Semua orang tercengang. Terutama Fei Qian.
sebuah tubuh berdiri tegak di depannya. Fei Qian, tidak dapat berkata kata. Fei Qian memandang tubuh Xin Chen dari belakang. Lalu berkata, "Tu,, Tuan! Ka,, Kamu si,, siapa".
ucap Fei Qian dengan terbata bata.
Orang orang yang menyaksikan kejadian tersebut merasa tidak percaya, seorang pria berumur 26-27 tahun, dengan postur tubuh biasa saja, memakai kacamata. Tepat berdiri di depan Fei Qian.
Huang Lu masih tidak dapat percaya. Dirinya ketakutan. Jungfang seorang ahli beladiri yang sangat kuat mampu menghancurkan lawan sebanyak 30 orang kini di buat pingsan.
"Siapa dia sebenarnya dan sejak kapan pemuda itu ada di sana ? Kekuatannya sangat menakutkan ?". Tanya Huang Lu dalam diamnya.
Begitu banyak pertanyaan yang ingin di lontarkan. Tapi bibirnya susah untuk di gerakkan. Huang Lu menatap pengawal lainnya. Semua pengawal ketakutan. Lutut mereka gemetaran. langsung berlutut karena tidak kuat menahan tubuhnya.
Xin Chen melangkah ke depan Huang Lu. tepat berada di depan Huang Lu dengan jarak 2 langkah. Xin Chen menendang Huang Lu tapi dengan energi sangat rendah, sebagai pembelajaran.
" Bukkk,,,"
Huang Lu tidak dapat berkata kata. Tubuhnya seakan akan remuk. Seperti Gunung menindihnya. Matanya penuh ketakutan.
"Ka,, Kamu siapa?"
Suara Huang Lu terdengar kecil. Tapi Xin Chen dapat mendengar dengan jelas.
Xin Chen berkata. "Aku adalah kematianmu".
Huang Lu semakin takut. Tubuhnya yang terbaring gemetar hebat.
"Tu,, Tuan! Jangan bunuh aku. Aku akan memberikan sejumlah uang. berapa pun yang kamu minta".
Xin Chen memicingkan matanya.
Lalu berkata, "Aku tidak mengharapkan uang darimu". Segera Xin Chen menginjak kepala Huang Lu.
" Aahhhkkk,,,"
Terdengar suara kesakitan dari mulut
Huang Lu. Xin Chen menginjak lengan kanan Huang Lu. terdengar suara
__ADS_1
" Kreekkk,,"
" Aahhhkkk,,,"
Semakin keras teriakan Huang Lu. Sampai dirinya pingsan di tempat. Xin Chen menekan kakinya sehingga Huang Lu tersadar kembali
Dengan penuh kesakitan. Huang Lu memohon pengampunan. "Tu,, Tuan! Ampuni aku. Aku akan berikan semua harta yang kumiliki secara pribadi".
Mendengar tawaran Huang Lu. Xin Chen berkata, "Hmm baiklah ". Fei Qian dan teman temannya ketakutan melihat Xin Chen menyiksa Huang Lu.
Segera Xin Chen berbalik menuju Fei Qian. Fei Qian takut akan keganasan Xin Chen. Tubuh Fei Qian gemetar. Dengan tergagap. Fei Qian berkata "Tu,, Tuan, anda mau apa ?".
Xin Chen tersenyum, lalu berkata. Berikan no akunmu. Tanpa banyak bertanya. Segera Fei Qian memberikan no akunnya. Fei Qian tidak mengerti mengapa Xin Chen meminta nomor akunnya.
Xin Chen mendatangi Huang Lu dan memberikan no akun Fei Qian. Segera kamu berikan semua hartamu di nomor akun ini.
Waktu mu hanya semenit!".
Huang Lu memberikan semua hartanya secara pribadi.
"Ringgg,, ringgg,,"
Terdengar suara notifikasi akun di handphone. Fei Qian mengambil handphone di sakunya lalu melihat.
" Bangggg,,,"
Mata Fei Qian terbelalak. Melihat sejumlah uang masuk di akunnya sebanyak 1,3 Miliar RMB. "Ii, ini,," Fei Qian tercengang. Kaget melihat uang sebesar itu masuk di akunnya.
Xin Chen tersenyum puas lalu berkata. "Segera kalian tinggalkan lokasi ini, dan bawa cepat teman kalian ke rumah sakit untuk di obati!".
Xin Chen meminta ketiga kunci mobil yang di kendarai Huang Lu dan pengawalnya. Orang orang tercengang. "Apa ini perampokan ? Semua harta orang itu di kuras habis".
Setelah Fei Qian meninggalkan lokasi kejadian. Terdengar suara sirine mobil polisi.
7 mobil polisi berhenti tepat di tempat kejadian. Seorang pria paruh baya turun dari mobil polisi dengan berpakaian lengkap.
Namanya Inspektur Zhen Mo.
Inspektur Zhen Mo melangkah mencari sosok Panglima Muda. Dirinya mendapati Xin Chen berdiri di depan seorang pemuda yang terbaring penuh darah di bajunya.
Segera inspektur Zhen melangkah ke depan Xin Chen. Beliau memberikan ucapan salam.
"Salam Tuan Chen"
Inspektur membungkuk memberikan hormat. Xin Chen mengangguk kecil. Setelah melihat lebih dekat pemuda yang terbaring penuh luka.
" Banggg,,,"
Inspektur Zhen Mo terperangah.
"Tu,, Tuan Muda Huang".
Segera inspektur Zhen kembali sadar dari keterkejutannya. Berbisik dalam hati. "Di Hua Xia tidak ada satupun yang berani mengusik Panglima Muda. Penguasa Hua Xia sekalipun begitu hormat kepada Panglima Muda.
__ADS_1
Berurusan dengan Panglima Muda sama saja menyatakan perang dengan negara".